NovelToon NovelToon
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu / Iblis / Kutukan / Hantu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zulia Almanshur

Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .

Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Kejutan

" Maaf mbah , kami cuma mau lewat saja , kami tidak punya niat untuk mengganggu , mohon diijinkan lewat ya mbah , permisi ! " . Pak Soni memberanikan diri berbicara dengan lantang .

Tidak ada jawaban , tapi tidak ada lagi suara tertawa . Tiba - tiba jalan tampak datar dan seperti menunjukkan jalan yang harus mereka lewati .

Pak Soni dan bu Wati terlihat sangat lelah , hampir empat jam sudah mereka berjalan . Kaki mereka terus berjalan maju berharap segera menemukan desa Rejo Sari atau desa lain nya .

SRRRTTT !

SRRRTTT !

SRRTTTT !

Meskipun menggigil terkena angin malam mereka tidak peduli , mereka terus melangkah tidak mempedulikan apapun yang terjadi . Hingga akhirnya terdengar sesuatu yang jatuh .

BUGH !!

Pak Soni dan bu Wati tanpa di komando pun serempak menghentikan langkah mereka . Ada sesuatu yang jatuh tidak jauh dari tempat mereka berdiri .

Ketika mereka menunduk , bu Wati menarik pak Soni mundur beberapa langkah .

" Astaghfirullah pak ! " .

Pak Soni pun tidak kalah terkejut nya dengan bu Wati dan beristighfar sembari menekan dada nya .

" Pak , apa itu tadi kenapa seperti ada rambut nya " .

" Tenang bu , kita liat dari dekat " .

Dengan melangkah perlahan pak Soni menggandeng bu Wati berjalan mendekati sesuatu yang jatuh tadi .

Sebuah benda bulat menggelinding tepat di samping kaki pak Soni .

" Astaghfirullah !! " . Serentak mereka menutup mulut saking terkejut nya .

" Uwalah bu cuma kelapa " .

Pak Soni dan bu Wati menundukkan kepala mereka untuk memperhatikan kelapa tersebut .

" Tapi tadi kok seperti ada rambut nya ya pak " .

" Sudah malam bu jadi wajar kalau ibu salah liat apalagi pencahayaan kurang " .

Benda yang di perkirakan kelapa itu tiba - tiba berubah menjadi sebuah kepala dengan mulut terbuka lebar dan juga mata yang membuka lebar .

Kedua mata nya berwarna merah menatap mereka berdua tidak berkedip , sontak saja kaki kanan pak Soni langsung menendang kepala itu hingga menggelinding jauh .

BUGHH !!

" Astaghfirullah .. Astaghfirullah ! " . Bu Wati terkejut melihat suami nya ternyata menendang sebuah kepala .

" Pak , kenapa ada kepala manusia yang menyeramkan begitu pak ? " .

" Sudah , ngga apa - apa bu , kita lanjutkan berjalan saja , tetap berdoa ya bu , InsyaAllah gusti Allah selalu melindungi kita " .

Bu Wati mengangguk dan merapatkan pelukannya pada tangan pak Soni .

Pak Soni dan bu Wati kembali berjalan , kini mereka lebih berhati - hati .

" Pak , kenapa jalan nya semakin menanjak ya , apa kita semakin jauh dari perkampungan warga pak ? " .

" Iya ya bu , kita sudah terlanjur berjalan sejauh ini bu kalau kita kembali mencari jalan persimpangan tadi takut nya kita ngga menemukan nya dan semakin tersesat " .

" Aduh ! " .

" Hati - hati bu , jalan nya semakin menanjak dan licin " .

" Di sini semakin gelap pak apa sudah masuk malam ya ? " .

" Wajar bu , liat saja di atas kita daun menutup rapat bahkan cahaya matahari saja tidak bisa menembus ke bawah sini " .

" Sejauh mana lagi kita masih harus berjalan pak ? " .

" Sudah bu sebaiknya kita terus berdoa saja " .

Bu Wati pun menurut tidak berani bersuara lagi . Sementara pak Soni sembari tangan kirinya menggandeng istrinya , tangan yang kanan sesekali di gunakan untuk menyibak daun atau rumput tinggi yang menghalangi .

Dalam sekejap suasana menjadi hening , hanya terdengar suara daun - daun yang bergesekan satu dengan yang lain nya karena tertiup angin .

Bu Wati makin mengeratkan pegangan tangan nya pada lengan pak Soni . Takut dan khawatir yang dirasakan nya , begitu juga dengan yang dirasakan pak Soni .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!