NovelToon NovelToon
MANUSIA PARASIT

MANUSIA PARASIT

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor / Tamat
Popularitas:93.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Parasit sering dipakai sebagai kata kiasan pengambaran : *Cara Hidup Seseorang*

Sebagaimana kisah yang terjadi dalam kehidupan Ambar Kirania, seorang Ibu muda bersama Rulof Kardasa, seorang Pejabat ASN. Begitu juga dengan Mathias Naresh, Pengacara muda bersama Angel Chantika, seorang calon model.

》Apakah mereka mampu hidup bersama parasit, atau tenggelam dan dihancurkan oleh para parasit?

》Ini adalah kisah orang-orang yang bertahan dan berjuang saat berada dalam lingkaran Manusia Parasit.

🙏🏻Yuuuukk., mari baca karya keduaku.♡
🙏🏻Semoga tidak berada dalam lingkaran ini.♡

Selamat Membaca.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Kantor Pengacara

...~•Happy Reading•~...

Beberapa waktu kemudian ; Ambar masuk kantor Advokat dan menekan bel yang ada di ruang tunggu. Dia lakukan sesuai instruksi yang tertera, lalu duduk di sofa yang disediakan.

Mendengar bunyi bel, Bagas yang ada di ruang kerja segera keluar ke ruang tunggu. Bunyi bel menandakan ada tamu, atau ada kasus TQ yang harus mereka tangani.

Mathias telah membuat aturan tidak tertulis, bagi yang membutuhkan jasanya dalam kasus TQ, boleh datang langsung. Tidak perlu membuat janji terlebih dahulu.

Kalau Mathias ada di kantor, dia akan langsung terima. Namun jika tidak berada di kantor, Bagas yang akan terima dan mencatat. Bagas akan mengatur schedule pertemuan berikutnya.

Seperti saat ini, Sari menyuruh Ambar datang ke kantor pengacara Mathias untuk berkonsultasi tentang masalah hukum yang sedang dihadapi. Itulah yang menyebabkan Ambar ada di ruang tunggu kantor Mathias, sesuai dengan alamat yang diberikan Sari.

"Selamat siang, Mba. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Bagas, saat melihat Ambar sedang duduk di ruang tunggu. Ambar langsung berdiri dan mendekati Bagas.

"Selamat siang, Mas. Apakah saya bisa bertemu dengan Pak Mathias?" Tanya Ambar. Seperti yang disampaikan Sari, untuk bertemu dengan Pak Mathias.

"Ibu ada keperluan apa dengan Pak Mathias?" Tanya Bagas.

"Oooh, saya mau konsultasi saja dengan Pak Mathias. Saya butuh nasehat hukum dari beliau." Ucap Ambar pelan.

"Siapa namanya?" Tanya Bagas lagi.

"Nama saya Ambar, Mas." Jawab Ambar pelan.

"Baik. Mba tunggu sebentar." Bagas segera meninggalkan Ambar di ruang tunggu. Ambar kembali duduk menunggu.

Mathias yang sedang membaca dokumen, mendengar ketukan di pintu. "Masuukk... Ada apa Bagas?" Tanya Mathias setelah Bagas ada di dalam ruangannya.

"Pak, diluar ada seorang wanita mau bertemu dengan bapak. Beliau mau berkonsultasi masalah hukum. Namanya Ambar." Bagas melapor, Mathias langsung melihat Bagas. Dia pernah dengar nama itu, tapi lupa di mana.

"Baik. Minta ke sini." Mathias tidak mau berpikir lama untuk menebak. 'Kalau sudah pernah bertemu, pasti ingat saat lihat orangnya.' Pikir Mathias.

Bagas kembali keruang tunggu dan mengajak Ambar. Kemudian dia mempersilahkan Ambar masuk ke ruang kerja Mathias. Bagas kembali menutup pintu setelah Ambar masuk.

"Silahkan duduk." Ucap Mathias pelan saat melihat wanita di depannya. Dia langsung teringat, ini adalah teman Sari.

"Apa yang bisa dibantu, Bu?" Tanya Mathias tenang. 'Ternyata, Ambar tidak ingat atau mengenalku.' Ucap Mathias dalam hati.

"Maaf, Pak. Saya bisa bertemu dengan Pak Mathias? Ada yang mau saya konsultasikan dengan beliau." Ucap Ambar pelan. Dipikirannya, pengacara yang akan dimintai tolong itu sudah tua. Sebab tidak mungkin ada pengacara muda dan keren seperti orang yang di depannya akan membantu secara gratis.

"Kenapa harus dengan Pak Mathias?" Mathias heran dan melihat mimik wajah Ambar.

"Kata teman saya, Pak Mathias bisa membantu saya secara gratis." Ucap Ambar pelan, karena malu.

"Kalau mau gratis, silahkan bicara sekarang. Karna kalau beberapa saat lagi, anda akan dikenakan tarif." Mathias berkata dengan wajah serius, tetapi hatinya tersenyum melihat Ambar yang kebingungan dengan wajah memerah, karena malu.

Ambar melihat sekelilingnya mencari Pak Mathias, tetapi tidak ada orang lain dalam ruangan itu. Hanya dirinya dan pengacara di depannya membuat dia kebingungan.

"Apa yang anda tunggu? Cepat katakan tujuan anda ke sini." Mathias heran melihat Ambar tidak berbicara tapi melihat sekeliling ruangannya.

"Tetapi Pak Mathias belum ada, Pak." Ucap Ambar ragu-ragu.

"Sekarang anda sedang berbicara dengannya. Jadi lekas katakan apa yang bisa kami bantu, sebelum saya memasang tarif." Mathias jadi tersenyum dalam hati melihat Ambar terkejut.

"Oooh, maaf Pak. Saya tidak menyangka anda Pak Mathias. Begini, Pak." Ambar berkata cepat dan merasa malu.

"Sudah... Bicara pelan-pelan saja, nanti ada yang ketinggalan, atau saya yang tidak bisa tangkap maksud anda." Mathias melihat Ambar grogi dan berbicara cepat.

Ketika Ambar jadi ragu-ragu, Mathias tersenyum lagi dalam hati. "Sudah. Tenang saja, saya tidak akan kenakan tarif. Jadi bicara saja yang sewajarnya." Mathias berkata lagi, agar Ambar bisa tenang.

"Ooh, iya Pak. Terima kasih. Saya butuh pendapat bapak mengenai masalah yang sedang saya hadapi." Ambar berkata pelan setelah menarik nafas perlahan.

"Suami saya baru meninggal beberapa waktu lalu. Tetapi belakangan ini, saudara dan Ibunya datang untuk minta bagian dari peninggalan Alm. suami saya, Pak." Ambar mulai menjelaskan.

"Sedangkan saya tidak tahu apa saja yang ditinggalkan, sebab Alm. tidak pernah kasih tahu pada saya dan juga tidak meninggalkan surat wasiat." penjelasan Ambar membuat Mathias terkejut, tapi terus menyimak yang dikatakan.

"Menurut hukum, jika ada harta yang ditinggalkan jadi hak saya dan anak, atau harus berbagi dengan keluarganya, Pak? Anak kami satu orang, berusia 5 tahun." Ambar menghembuskan nafas pelan.

"Sebelum saya menjawab atau bertanya, saya turut berduka cita." Mathias berkata serius, karena terkejut mengetahui suami Ambar sudah meninggal.

"T'rima kasih, Pak." Ucap Ambar, lalu menunduk.

"Kembali kepada pertanyaan tadi, apakah anda menikah dengan Alm. suami anda?" Tanya Mathias, sambil menatap Ambar.

"Iyaa, Pak. Kami menikah di Catatan Sipil dan Gereja." Jawab Ambar, pelan.

"Kalau begitu, tidak usah pikirkan perkataan keluarganya. Kalau anda mau membagi buat mereka, yaa, menurut kerelaan hati anda. Jangan merasa terpaksa dan jangan mau dipaksa." Ucap Mathias, tegas.

"Mereka sekarang sedang menggugat saya, karena menurut mereka, Alm. sudah menyerahkan sebagian hartanya untuk istri mudanya juga. Jadi sekarang mereka semua sering datang bergantian ke rumah untuk meneror saya." Ambar mengingat kedatangan Inge dan suaminya, bergantian dengan yang lain yang tidak kenalnya.

"Kata mereka juga, saya mau dilaporkan ke Polisi kalau tidak menuruti apa yang mereka katakan. Makanya teman saya Sari, menyuruh saya berkonsultasi dengan Pak Mathias." Ambar mengatakan semua yang dia alami dan bernafas lega setelah menyampaikan yang menjadi beban pikirannya.

"Istri muda? Siapa yang bilang dia istri muda? Apakah suami anda pernah katakan itu?" Tanya Mathias makin heran.

"Keluarganya yang bilang, Pak. Karna waktu Alm. meninggal, wanita itu datang melayat dan selanjutnya mereka semua dekat. Tapi menurut temanku, mungkin itu selingkuhan Alm. suami saya." Ambar makin menunduk, karna malu membicarakan hal itu. Mathias mengerti melihat rona wajah Ambar.

"Begini. Mengenai istri muda, tidak usah dipikirkan yang belum pasti itu. Sekarang yang harus dipikirkan, berapa banyak harta yang ditinggalkan, sampai banyak orang ribut memperebutkan itu" Mathias berkata serius.

"Saya juga tidak tahu, Pak. Alm. tidak pernah kasih tahu kepada saya. Mereka bilang ada banyak tanah, tapi saya tidak pernah lihat sertifikatnya. Ada banyak uang di bank, tetapi saya tidak pernah lihat buku tabungan atau ATM nya. Mereka malah menuntut uang apa yang dari kantornya juga, padahal saya sendiri tidak tahu." Ambar berkata pelan dan makin menunduk.

"Ini saran saya. Yang pertama ; mulai sekarang coba peduli dengan semua itu, dan cek kebenarannya. Bongkar semua tempat di rumah lalu periksa, dan temukan surat-suratnya. Jika benar ada, anda cari tempat yang aman dan simpan dengan baik. Mulai sekarang, hati-hati untuk menanda tangani sesuatu."

"Yang kedua ; jika anda bekerja, anda minta libur untuk beberapa hari. Bawa surat kematian suami anda, kartu keluarga, ktp anda ke bank tempat suami anda menabung. Lalu cek, apa benar suami anda memiliki tabungan yang banyak atau tidak."

"Yang ketiga ; anda ke kantor suami anda dan tanya, mengenai semua uang yang didapat dari kantornya. Anda harus siap juga, jika suami anda memiliki hutang." Mathias menjelaskan beruntun.

"Yang keempat ; selama semuanya belum jelas, jangan menerima keluarga suami anda di rumah. Biarkan mereka berteriak di luar pagar. Jangan memasukan mereka ke halaman, apalagi ke dalam rumah." Mathias jadi serius dan berkata tegas.

...~●○♡○●~...

1
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
kasian Ambar juha sama seni semoga ada yang bisa bantu mereka keluar dari keluarga gila ini
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
ayo tegas Ambar jangan mau kalah sama para parasit
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
pasti si Inge ini dasar parasit semua ini keluarga rulof seenaknya minta dibiayai
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
kakaknya tantrum mesti takut siapa yang bakal ngurus kehidupan dia kedepannya
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
fix laki² bodoh itu pasti rulof yang mau²nya dikuras hartanya sama angel tapi anak istri terlantar
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
Bagas kamu layak dapat bonus ini karena baik banget mau bantu bos mu
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
dasar bego masih sayang kalung dengan bermacam alasan , sana menggembel
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
bangeten si angel bener usir aja Tante biar tau rasa dia kapok
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
gimana gak dijambak wong orang tua nya dibohongi mana terlanjur marah2 ke Mathias
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
wow kejutan luar biasa angel kamu keren loh betina liar mangsamu dimana2
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
sadar juga kalo kamu terlalu jauh ya rulof , tapi sayang terlambat kayaknya Ambar udah muak sama kamu
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
sableng si rulof uang nikahan kok di aku2 duit dia 😂😂 gini nih kalo suami gila , ehh jangan bilang kalo rulof ini selingkuhan si angel ya habis kalang kabut soal duit Mulu
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
nah buat pelajaran ya Mathias yang cantik belum tentu sejalan sama kelakuannya
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
syukurlah Ambar semua sudah aman sekarang kamu sama juha sudah punya jaminan hidup kedepannya
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
dasar suami edan ya biarin lah wong perhiasan Ambar kok disembunyikan gak boleh, tapi bagus feeling Ambar buat amankan harta dia sendiri seni juga pintar
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
penasaran siapa selingkuhan si angel sih kok bisa royal ke angel yang cuma pacar
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
gilanimen angel udah selingkuh eh di apartemen Mathias pula , dasar betina Gatsu diri
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
waduh good Bagas berkat infomu Mathias langsung datang ke apartemen dan wah kejutan apa ada yang lagi main tumpang tindih😂
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
ngenes banget nasibmu Ambar , sampai harus ngutangg ke mba seni , tapi untungnya dia baik
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
ya ampun suami ASN tapi bisa serba kekurangan ini yang salah di suami nya Ambar kayaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!