NovelToon NovelToon
Baret Biru

Baret Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:180.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jia.P

Kirana hanyalah sebatas gadis muda yang baru mengenal mimpi dan cinta. Dia sedang bahagia merangkai satu demi satu kuncup cintanya bersama seorang pemuda bernama Keenan.

Namun, bunga yang baru akan mekar itu segera layu karena satu kejadian naas yang merenggut hampir seluruh akal sehatnya hingga keluarganya menerima lamaran Raihan begitu saja. Lalu, bagaimana kisah cinta Kirana dan Keenan? Haruskah dia merelakan egonya dan menatap masa depannya dengan laki-laki lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jia.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Pengakuan Raihan

Raihan berjalan keluar dari hotel dan memilih duduk di salah satu bangku yang ada di taman. Dia merasakan tubuhnya saat ini terasa berat. Ketika Kirana lagi-lagi menyebutkan tentang kondisinya entah kenapa ada denyut menyakitkan dalam hatinya. Dia tahu Kirana tidak bersalah, tapi dia juga tidak mampu membohongi dirinya sendiri soal keinginannya. Wajar seorang laki-laki mengharapkan keperawanan istrinya di malam pertama mereka, Raihan juga sama.

Raihan hanya menekan keinginan itu agar tidak menyakiti hati istrinya. Raihan sudah memilih Kirana, jadi dia harus menerima semua konsekuensinya. Dia juga sudah puluhan kali ditanya oleh kedua orang tuanya, oleh mertuanya, dan terkhusus oleh Adnan Dzaki yang saat ini menjabat sebagai kakak iparnya. Raihan sudah menjawab iya. Dia sudah menerima Kirana, jadi dia harus memendam keinginannya itu sesegera mungkin.

“Ya Allah…, semoga hamba-Mu ini kuat menghadapi semua cobaan-Mu. Berilah kesabaran dan ketabahan agar aku bisa memberikan kekuatan padanya. Aku mencintainya, dan aku menginginkannya. Aku ingin gadis bernama Kirana Dwi Dhanastri yang saat ini sudah menjadi istriku itu bisa kembali bangkit menatap masa depannya,” batin Raihan sambil memandangi luasnya hamparan langit yang cerah dengan awan putih menghiasinya.

...***...

Setelah Raihan meninggalkan kamar, Kirana melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Dia tidak lupa untuk mengunci pintu seperti pesan Raihan tadi. Beberapa lama Kirana menangis di bawah guyuran air dari shower. Kirana sesungguhnya belum bisa memaafkan dirinya sendiri. Boleh saja banyak orang yang berkata jika hal itu terjadi bukan karena kesalahannya, tapi Kirana sendiri tahu jika dia bersalah.

Andai ketika itu dia memaksa Keenan untuk menjemputnya, atau dia tidak takut menghubungi Bang Adnan hal mengerikan itu tidak akan terjadi padanya. Keenan juga tidak akan pergi dari sisinya. Hatinya juga tidak perlu berkecamuk seperti ini.

“Abang, Kirana harus gimana? Maafin Kirana Bang,” kata Kirana yang mulai jatuh terduduk.

...***...

“Hallo Nan? Kenapa telepon?” tanya Raihan pada Adnan yang tiba-tiba menghubunginya..

“Nggak tahu tiba-tiba aja kepikiran kalian berdua. Gimana Kirana? Dia baik-baik aja kan?”

“Orangnya lagi mandi,” kata Raihan sedikit berbohong.

“Dia nggak nangis kan?”

“Iya dia nangis,” batin Raihan. “Nggak kok. Dia lagi mandi terus habis ini mau aku ajakin cari makan sekalian jalan-jalan. Lo nggak perlu khawatir. Dia baik-baik aja kok,” kata Raihan. Dia terpaksa membohongi kakak iparnya itu karena Raihan mencurigai gelagat Adnan. Seperti ada rahasia yang sedang menggerogoti hatinya dan hal itu berkaitan dengan Kirana. Raihan tidak ingin memaksanya menceritakan apa yang terjadi, tapi dia juga tidak mau Adnan menyimpan perasaan bersalah itu terus menerus.

Setelah teleponnya dimatikan, Raihan berjalan kembali ke dalam kamar. Seperti yang tadi dia katakan, Raihan lebih dulu mengetuk pintu dan memanggil Kirana yang masih ada di dalam entah melakukan apa. Kirana membukakan pintu kemudian memaksakan seutas senyum untuk menyambut suaminya.

“Nih, Abang belikan susu strawberry buat kamu,” kata Raihan menyerahkan satu kantong kresek berisi beberapa kotak susu.

“Ya ampun Bang banyak amat?”

“Kamu masukkan ke kulkas saja biar dingin,” jawab Raihan.

Kirana memasukkan kotak susu itu ke dalam kulkas kecil yang menjadi salah satu fasilitas kamar. Dia menyisakan dua kotak susu untuknya dan Bang Raihan. Kirana dan Raihan saat ini melakukan hal yang sama. Membuka lipatan bagian atas kemasan, kemudian mengguntingnya. Keduanya tidak meminum susu itu dengan menggunakan sedotan yang ditempel di bagian belakang kemasan tapi meneguknya begitu saja.

Kirana sempat tersenyum begitu juga dengan Raihan. Sudah lama mereka menyadari kebiasaan lucu ini. Jika umumnya orang meminum susu atau minuman dalam kemasan menggunakan sedotan, Raihan dan Kirana tidak. Keduanya tidak sesabar itu menunggu minumannya berjalan masuk melalui celah sempit sedotan. Mereka lebih memilih untuk menenggaknya. Keduanya beranggapan jika meminumnya sampai memenuhi rongga mulut akan mendapatkan kenikmatan dari rasanya dengan maksimal.

“Bang, hari ini kita akan kemana?” tanya Kirana.

“Hari ini tidak ada agenda khusus sih. Paling setelah ini kita makan siang di restoran di bawah sekalian jalan-jalan di sekitaran sini. Tidak jauh dari hotel ini ada hamparan sawah yang hijau. Abang mau ajak kamu ke sana, mau?” tanya Raihan.

“Mau Bang. Ih suka deh, udah lama aku nggak lihat sawah,” kata Kirana.

“Anak kota banget kamu kayaknya,” kata Raihan.

“Ya karena Kirana dari kecil memang nggak pernah keluar dari kota Bang. Kalaupun pergi mentok-mentok ke pantai, ke Kaliurang, paling jauh ke rumah kakek,” kata Kirana.

“Kalau Abang beda Dek, Abang dari kecil sudah sering pindah-pindah. Bahkan Abang pernah ada di satu titik dimana Abang nggak mau punya teman karena percuma juga punya teman toh nantinya Abang akan pergi juga,” curhat Raihan.

“Abang…, Kirana pengen denger lebih banyak tentang Abang,” kata Kirana.

“Abang pasti akan ceritakan. Kamu mau tahu tentang apa semua akan Abang beri tahu. Tapi sekarang siap-siap dulu yuk. Abang laper banget nih,” kata Raihan membuat Kirana segera bersiap dan menyusul Bang Raihan yang sudah lebih dulu siap.

...***...

Ketika Raihan dan Kirana selesai makan, awan mendung berbondong-bondong datang dan langsung menjatuhkan hujan yang cukup deras. Kirana langsung cemberut, pasalnya dia jadi gagal berjalan-jalan di sawah. Bukan karena dia tidak mau terkena air, tapi dia malas berbecek-becek ria apalagi dia hanya bawa satu sepatu dan satu sandal saja.

Akhirnya Raihan dan Kirana hanya bisa menarik kursi dan duduk memandangi hujan dari kaca kamar hotel mereka. Kirana tadi membuatkan dua gelas kopi hangat untuknya dan Raihan kemudian keduanya duduk mengobrol. Tadinya Kirana dan Raihan hanya membicarakan tentang hal-hal sepele, tapi lama kelamaan mereka mulai membicarakan soal masa lalu keduanya. Kirana tidak banyak bercerita tentang masa lalunya karena Raihan memang sudah tahu tentang Kirana bukan hanya dari cerita Adnan tapi juga dia lihat sendiri.

“Kalau Abang sendiri punya mantan tidak?” tanya Kirana.

“Tidak ada.”

“Yang bener Bang? Kasihan amat,” ledek Kirana.

“Eh Abang memangnya kelihatan kaya orang bohong? Kamu itu yang pertama buat Abang. Walaupun Abang akui kamu bukan cinta pertama Abang tapi kamu yang terakhir buat Abang,” kata Raihan.

“Gombal ih,” kata Kirana. Dia kembali meminum kopinya dan menutupi wajahnya dengan gelas untuk menyembunyikan rona di wajahnya.

“Beneran ya, nggak percayaan banget sih.”

“Terus cinta pertamanya Abang siapa?” tanya Kirana.

“Mama.”

“Yang bener kenapa sih Bang. Masa Mama,” protes Kirana.

“Bener. Yang pertama Mama yang terakhir kamu. Abang berani sumpah nggak akan ada wanita lain selain kamu,” jawab Raihan.

Kirana berhenti tertawa. Dia tersenyum dan berterima kasih pada Raihan. Kirana tidak mengira jika laki-laki yang sebelumnya hanya dia kenal sebagai kawan Abangnya ini akan berakhir mencintainya dan menjadi suaminya sekarang. Kirana juga berterima kasih karena berjuta pengertian yang dia berikan pada Kirana yang penuh dengan kekurangan.

“Abang…, boleh Kirana tahu sejak kapan Abang suka sama Kirana?” tanya Kirana.

“Sejak kita kemah beberapa tahun lalu. Mungkin kamu masih ingat, Abang pernah curhat sama kamu soal lagi suka sama orang. Ya, orang itu kamu sebenarnya,” jawab Raihan.

“Jadi alasan Abang tidak mengatakannya bukan karena Abang takut?”

“Bukan. Abang menyimpan rasa yang Abang punya agar Abang tidak menyakiti banyak orang. Tapi nyatanya Allah membawamu pada Abang kan? Walaupun kita harus merasakan pahit terlebih dahulu tapi Abang percaya kalau di masa depan nanti kita bahagia. Lagi pula kamu juga pernah bilang kan, tidak akan ada rasa manis jika kita tidak ada rasa pahit,” kata Raihan.

“Kenapa Abang percaya sekali sama kata-kata Kirana?”

“Karena kata-katamu itu berbeda dengan kata-kata orang di luar sana. Kata-katamu itu memang indah tapi tidak mengada-ada. Sederhana tapi langsung mengena di hati Abang. Abang juga percaya karena kamu selalu memegang kata-katamu. Kamu adalah wanita yang tegas dan berpendirian kuat itulah kenapa Abang bisa menyukaimu,” kata Raihan yang untuk pertama kalinya menyatakan perasaannya dengan yang sebenar-benarnya.

“Makasih ya Bang sudah sayang sama Kirana,” kata Kirana.

“Sama-sama sayang. Abang juga makasih karena kamu mau menerima Abang,” kata Raihan diangguki oleh Kirana.

1
Berbieliza
semngat thor udah mmpir, klau berkenan mmpir
Jia.P: Pasti aku akan meluangkan waktu untuk mampir kak, makasih ya atas apresiasinya
total 1 replies
lutfia
😭😭 nangis kejer aku, ga sanggup aku, 😭😭
Anita Qarry
masih gak pham,kno Keenan melepas Kirana. ap krn gk virgin, atw ap seh ?? klo mental down tp bisa masuk Akpol...lh kan gak ngerti aq ny
Jia.P: yahh namanya udah nggak jodoh kak 😅
total 2 replies
Elsa Devika
dri awal baca novel ini udh bagus bnget siih, menceritakan tentang seorang gadis tangguh yg penuh perjuangan cinta dan hidup smpe akhir nya happy ending😊
semangat buat karya² baru nya kak💪
jngan marah yaa klo ada saran dan kritik dri readers mu😁
Jia.P: iya kakak terima kasih atas masukannya semangat juga untuk kakak, hehe aku nggak akan marah kok justru aku seneng banget kalau ada yang mau saran dan kritik untuk karyaku karena untuk pengembangan diriku juga
total 1 replies
Elsa Devika
menangis aku baca part ini mlem²😭🤧
Elsa Devika: siaaap😁
total 2 replies
Recm82
yaaach koq END thor padahal bagus loh ceritanya..okay dech ditunggu karya berikutnya
Jia.P: ditunggu karyaku berikutnya ya kakak, as soon as posibble
total 1 replies
Maya Puspita
ditunggu karya berikutnya thor
Jia.P: yupyup doakan lancar kerjaanku biar bisa segera nulis lagi yaa kak
total 1 replies
Suci Fazira
Thor up lagi dong,tunggu ya
Jia.P: siap..., diusahakan segera up kok.
maaf ya lama soalnya author lagi sedikit sibuk berhubung mau 17an juga
total 2 replies
lamps 2
baguss thor❤❤lanjutkan ❤❤
Jia.P: shap ndan 👍😊
total 1 replies
Anonim
Jujur blom samp pada kenyataan klo bukan sama kenan
Jia.P: kqta Kirana rencana Tuhan buat dia jauh lebih baik, nggak papa 😌
total 1 replies
Anonim
Jujur gelo tp mau gimana
Jia.P: yang aabar ya kak 🤭
total 1 replies
Kaisar Tampan
kak aku udah mampir ni.
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
Jia.P: siap nanti kalau ada waktu aku pasti mampir 👍👍👍
total 1 replies
Mika Saja
semoga skripsi lancar,tanpa ada koreksi LG,mendapatkan hasil yg memuaskan dan semoga ilmunya bermanfaat,amin💪
Jia.P: aamiin... 🙏
total 1 replies
Mika Saja
akhirnya up jg,jgn lama2 thour😘😘
Mika Saja: amin..,yra,,tetap semangat👍
total 4 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭 jangan pelit² up ceritanya Thor 😭😭🙏🙏🥺🥺
Jia.P: pasti kakak diusahakan yaa 🙏
semoga kakak nggak bosen sama ceritaku hehehe
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭😭
lebih banyak upnya thor
Jia.P: makasih kakak atas semangatnya hehe semoga kakak nggak bosen ya 🤗
total 3 replies
Windy Miller
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
Jia.P: makasih kakak semoga kakak suka yaa 🤗
dukung juga karyaku yang lain ya kakak, novelku yang di sebelah juga nggak kalah bagusnya lhoo 🤭
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭
Jia.P: aduh baret biru sudah tamat kakak 😅
sebagai gantinya aku sudah bawa novel baru lho semoga kakak juga suka
total 3 replies
flower bean
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Jia.P: seneng deh kalau kakak bisa enjoy bacanya 🌹
support terus baret biru ya kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!