Hasrat seorang Casanova tiba-tiba saja menggelora tatkala dirinya bertemu dengan seorang model pakaian dalam di sebuah lift.
Namun, tak disangka wanita itu justru memukul wajahnya dengan sebuah tas besar.
"Kau memperlihatkan anggota tubuhmu di berbagai majalah dan media, bisa-bisanya kau menolak tidur denganku!"
"Aku begini untuk bekerja, bukan untuk menjual diri!"
bagaimanakah perjalanan Sang Casanova mendapatkan wanita incarannya?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
Teriakan Damian yang menggema membuat Bella dan Olivia terdiam membeku, kedua adik-kakak itu saling pandang saat melihat Damian dengan beraninya masuk ke ruangan Sean, pemimpin perusahaan Fernando'z Group.
Namun, tidak dengan Sofia. Wanita itu masih saja sibuk memukul-mukul Sean yang sudah kusut berantakan.
"Damian tolong aku..... " Seru Sean meminta bantuan.
Damian masuk ke dalam, tanpa pikir panjang lelaki yang baru saja menginjak kepala tiga tersebut mengangkat tubuh Sofia dari belakang dan membawanya jauh dari jangkauan Sean.
"A-APA INI?!! LEPASKAN AKU......!!"
"HEI LEPASKAN TANGANMU!!"
Sofia memberontak menyingkirkan lengan Damian yang melilit di perutnya, perlakuan Damian membuat Sofia jadi tidak bisa memukul lagi tubuh Sean.
"LEPASSSSSS........!"
"Jika kau terus memberontak maka aku tidak akan melepaskan tanganku!" Ancam Damian pada Sofia.
"Eughh...... Lepas!" Tenaga Sofia mulai melemah, lilitan tangan Damian begitu mendekap erat di perut Sofia, tak mungkin ia bisa melawan lelaki berbadan kekar ini.
"Baiklah-baiklah.... Lepaskan aku!" Sofia menyerah, jika ia terus melawan tanpa adanya hasil maka ia juga yang akan malu sendiri.
Akhirnya Damian pun melepaskan lilitannya, tapi tetap dengan mengawasi Sofia.
Sofia mencoba mengatur detak jantungnya, rasa kesal terhadap Sean masih melekat. Ingin rasanya Sofia menjambak rambut maskulin itu sampai rontok hingga ke akar-akar.
Sedangkan Sean merintih kesakitan di sekujur tubuhnya, mengusap usap bagian yang terasa sakit terutama bagian lengan atas yang terkena cubitan melebihi cubitan kepiting laut.
Lain halnya dengan Bella dan Olivia yang bisa bernafas lega setelah Damian berhasil meredakan amukan Sofia.
"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa kalian bertiga ada di perusahaan kami? Dan kenapa Nona Sofia memukuli Tuan Sean?" Sembur Damian dengan berbagai macam pertanyaan.
"Dia! Atasan mu yang brengsekk ini dengan tidak tau malunya memaksa sahabatku untuk tidur bersama!!" Tunjuk Sofia pada Sean.
Tatapan Damian langsung mengarah pada Sean, pria yang ditunjuk seketika menunduk tak kuasa bersitatap dengan asistennya.
"Sebelumnya dia datang ke perusahaan ku dan menuduh Bella telah melakukan tindakan kekerasan terhadapnya!" Lanjut Sofia sembari menunjuk Bella sebagai korban.
Damian mendengar dengan seksama, ia jadi teringat ketika mendapati Sean mimisan karena di pukuli oleh seorang wanita dengan sebuah tas besar.
Apakah karena kejadian itu? Pikir Damian.
"Dan pria ini mengancam akan membatalkan kerjasama jika Bella tidak menuruti hukuman yang dia beri! Ya, hukuman yang memaksa seorang wanita untuk tidur bersama! Apa menurutmu itu pantas, Tuan Damian?!" Cecar Sofia tersulut emosi.
Kini tatapan Damian hanya fokus pada Sean yang tak mengeluarkan suara sedikitpun.
"Tuan Sean, apa yang dikatakan Nona Sofia tadi benar adanya?" Ujar Damian dingin.
Sean tersenyum kikuk, menggaruk kepala yang tak gatal. Sesekali melirik Bella yang sama-sama diam tak bersuara.
"Emm.... I-itu..... S-sebenarnya..... Hehe.... A-aku hanya..... " Sean berusaha mencari alasan yamg tepat, akan tetapi Damian sudah terlebih dahulu mendesak Sean.
"Tuan Sean, saya bisa laporkan kejadian ini jika anda tidak jujur!" Ucap Damian penuh ancaman.
"Ta-tapi berjanjilah jangan beritahu papi" Ungkap Sean memohon.
Damian menghembuskan nafas berat, Sean selalu saja memaksa agar tidak memberitahu setiap peristiwa kepada kedua orang tuanya.
"Katakan! Saya janji tidak akan memberitahu big boss"
Meski begitu Sean tetap saja merasa was-was, akan tetapi Sean harus jujur jika tidak Damian akan memberitahu kedua orang tuanya! Maka perang Dunia ketiga pun pasti akan terjadi.
"I-iya, itu benar" Jawab Sean.
Damian mendengus sebal, tak ada habisnya memang tingkah Sean. Membuatnya harus selalu ikut terjebak.
"Benarkan apa yang aku bilang?!! Jadi mulai sekarang jangan pernah usik teman ku lagi dengan alasan konyol mu! Dan satu lagi, perjanjian kerja sama kita akhiri saja sampai disini"
DUARRR!