NovelToon NovelToon
Daddy I Love You

Daddy I Love You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Beda Usia / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:533.1k
Nilai: 5
Nama Author: SantikaKumala

Azqia Azara, di angkat menjadi seorang putri oleh pengusaha kaya raya di usianya yang kala itu baru menginjak 10 tahun.

Selama tujuh tahun bersama, gadis cantik yang sering di panggil Ayana rupanya diam-diam menyimpan perasaan terhadap sosok ayah angkatnya tersebut.

Bagaimana reaksi pria itu kala mengetahui fakta anak perempuan yang ia angkat menjadi putrinya justru menyukainya bukan sebatas adanya hubungan ayah dan anak, melainkan sebuah perasaan suka layaknya wanita normal pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SantikaKumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DILY Bab 26 ~ Kenakalan Ayana

Hampir satu jam lamanya, Maira berada di dalam ruangan Ritz.

Tujuan awal kedatangan wanita itu tidak lain adalah perihal masalah penundaan acara lamaran.

Berkali-kali Ritz memberi penjelasan pada Maira, alasan mengapa sampai harus di tunda mengingat semua media masa sudah mengetahui perihal lamaran tersebut.

Maira tidak tahu kalau Eyang sudah satu langkah ke depan dalam menghadapi kritikan dan berbagai macam pertanyaan berbagai media.

"Lebih baik kamu pulang dan jangan banyak berpikiran yang tidak-tidak, apa yang di putuskan Eyang sudah pasti semuanya demi kebaikan kamu juga." Ucap Ritz meminta sang kekasih segera pulang

"Kamu mengusir ku, Ritz?" Kaget Maira tidak percaya

"Jangan membuat ku marah, kamu tahu betapa aku sangat sibuk akhir-akhir ini. Kedatangan Eyang mengubah semua peraturan perusahaan sedikit mengganggu beberapa karyawan yang belum lama masuk, dan aku harus memeriksa semua pekerjaan mereka setiap harinya." Jawab Ritz mulai kehilangan batas ketenangannya

"Tapi aku masih ingin di sini bersama mu, lagi pula aku tidak akan mengganggu mu bekerja." Maira begitu keukeh tidak ingin pulang

Tok tok tok

Suara pintu yang di ketuk mengalihkan fokus Ritz dan Maira.

Pintu yang di buka perlahan menampakkan sosok dengan wajah dingin tanpa ekspresi.

Hal itu sukses membuat Maira panik bukan main, dia berkali-kali menelan ludah dengan kasar ketika mata tajam tersebut tidak sengaja saling bertatapan dengannya.

"Ritz, sejak kapan orang yang tidak berkepentingan di biarkan masuk kemari?" Tanya Nyonya Bachtiar dengan nada terkesan dingin

"Apa ada peraturan yang memperbolehkan sembarangan orang masuk ke ruangan mu tanpa sepengetahuan Eyang? Bukankah sudah jelas Eyang katakan sebelumnya jangan ada yang asal masuk kemari jika bukan masalah pekerjaan."

"Kamu lupa dengan apa yang Eyang katakan Ritz? Apa perlu Eyang ulangi lagi semuanya agar kamu paham dan tahu dimana letak kesalahan mu itu?"

"JAWAB!!"

Suara keras di barengi teriakan menggema di dalam ruangan milik Ritz yang pintunya tidak tertutup rapat.

Alhasil Radit dan Arsinta yang tidak sengaja keluar dari dalam ruangan milik Amalia ikut mendengarkan suara keributan di dalam ruangan sang Presdir.

"Apa ada sesuatu yang terjadi, Radit?" Tanya Arsinta bingung

Kedatangannya kemari sebenarnya untuk menemui Ritz, sebagai sekertaris kedua yang di beri kepercayaan untuk mengatur semua pekerjaan di kantor cabang, Arsinta tentu kaget melihat kejadian seperti ini.

"Aku rasa akan ada masalah besar terjadi di ruangan Kakak, lebih baik kita turun ke bawah jangan sampai ikut kena imbasnya." Jawab Radit memilih pergi demi menghindari amukan dari seseorang

Arsinta mengikuti ucapan Radit dan ikut turun ke lantai bawah meninggalkan sang Bos dengan seseorang yang tidak boleh di ganggu.

.

.

Di dalam ruangan Ritz, suasananya mulai mencekam dan menakutkan.

Kilat amarah yang di perlihatkan Nyonya Bachtiar memenuhi atmosfer yang sebelumnya dalam keadaan tenang.

Maira yang tidak tahu malu justru berusaha mendekat dengan harapan apa yang di perbuatnya bisa meluluhkan amarah wanita baya itu.

"Maafkan atas kelancangan ku yang nekat datang ke kantor Ritz, aku hanya ingin menemui Ritz untuk membicarakan masalah hubungan kami, tidak ada maksud yang lain dan aku--," Terang Maira langsung terputus.

"Siapa kamu begitu berani menyahut ucapan Saya? Apa kamu orang penting di perusahaan ini? Apa masalah pribadi pantas di bicarakan saat jam kantor belum selesai?" Potong Eyang dengan cepat tanpa membiarkan Maira meneruskan kalimatnya

"Aku ..."

"Keluar!"

"Apa?" pekik Maira syok

"Keluar dari ruangan ini sekarang!"

"Ini, Ritz." Maira berusaha meminta Ritz untuk membantunya

"Aku bilang KELUAR! Apa kamu tuli? Di mana rasa malumu dengan berani menyela setiap apa yang aku ucapkan?" marah Eyang.

"KELUAR!"

Lagi-lagi suara wanita baya itu menggema, Ritz yang terdiam kaku di kursi kerjanya tidak mampu buka suara apalagi membantu sang kekasih.

Rasa takutnya dan khawatir pada Ayana di dalam kamar jauh lebih besar di bandingkan pada Maira.

Melihat Ritz hanya diam saja tanpa ada niat sedikit pun membantunya, akhirnya Maira keluar dari dalam ruangan tanpa berpamitan terlebih dahulu pada kekasihnya.

Rasa malu dan marah bercampur jadi satu, Maira merasa di perlakukan tidak baik. Apa yang membuat Eyang sangat marah padanya? Sedangkan selama ini dia belum pernah sekalipun menyinggung wanita baya itu.

Usai kepergian Maira, barulah suasana ruangan yang sebelumnya mengerikan kembali seperti semula.

Ritz menelan salivanya kuat-kuat siap menerima siraman rohani dari orang yang memiliki peran paling penting dalam hidupnya tersebut.

"Eyang," panggil Ritz pelan nyaris tidak terdengar.

Sedetik kemudian pria tampan itu menjerit kesakitan kala salah satu telinganya menjadi sasaran empuk jemari lentik tanpa keriput milik sang Eyang.

"Aw, aw. Ampun Eyang, sakit jangan di tarik terus." Jerit Ritz berusaha melepaskan diri dari wanita baya kesayangannya itu

"Anak nakal, anak kurang ajar. Rupanya kamu memang ingin di hukum biar menyadari di mana letak kesalahan mu, sudah berapa kali aku katakan jangan coba-coba mengizinkan wanita itu masuk kemari. Beraninya kamu memberinya izin lalu meminta gadis ku bersembunyi di dalam kamar, aku akan membuat telinga mu sadar agar tidak lagi mengabaikan perintah dariku." Omel Eyang tanpa melepas jewerannya di telinga sang cucu

Betapa murkanya wanita baya itu saat mendapatkan pesan dari gadis kesayangannya, dimana bunyi isi pesan yang di kirim Ayana membuat darahnya langsung mendidih.

#Isi pesan yang di kirim Ayana

[Eyang, tadi Daddy minta Ayana sembunyi dalam kamar dengan Aunty Amalia. Kata Daddy ada tante Maira datang ke kantor ingin bertemu Daddy, tapi sudah satu jam lebih Ayana sembunyi tante Maira belum juga pergi. Ayana mau ketemu Daddy, tapi Ayana tidak suka lihat tante Maira. Apa Eyang bisa datang ke kantor Daddy? Tolong Ayana]

###

"Ampun Eyang, aku janji tidak akan lagi mengizinkan Maira masuk ke ruangan ku tanpa sepengatahuan dari Eyang." Mohon Ritz berharap sang Eyang melepaskannya

Wanita baya itu akhirnya melepaskan jewerannya di telinga sang cucu yang memerah, tanpa menunggu lama kakinya melangkah cepat menuju satu pintu yang tertutup rapat.

"Ayana sayang, buka pintunya! Ini Eyang." Panggilnya seraya mengetuk pintu

Ceklek

Saat pintu sudah di buka Amalia, dengan cepat Ayana berhambur ke pelukan wanita baya itu.

"Kangen Eyang banyak-banyak." Seru Ayana senang melihat sosok yang beberapa waktu lalu di hubunginya akhirnya muncul juga

Kepala gadis itu sedikit menyembul dari balik bahu kanan Eyang, matanya seperti mencari sesuatu namun tidak dia temukan.

"Eyang," bisik Ayana sangat pelan.

"Hmm, ada apa?" Tanya Eyang tidak kalah ikut berbisik

"Tante Maira udah pergi?"

"Sudah, Eyang mengusirnya tadi." Jawab Nyonya Bachtiar pelan hanya bisa di dengar Ayana

Tawa gadis cantik itu langsung pecah ketika mata indahnya tidak sengaja bertatapan dengan netra sang Daddy.

Dari gerak-gerik yang di perlihatkan Ayana bisa di pastikan Ritz jika penyebab Eyang sampai datang ke kantor semua karena ulah dari kenakalan gadis itu.

"Ritz, Eyang pulang dulu. Ada tamu baru datang di rumah utama. Jaga gadis ku dengan baik, awas saja Eyang tahu kamu melakukan kesalahan." Pamit Eyang setengah mengancam cucunya

Kepergian wanita baya itu beberapa menit yang lalu, membuat Ritz lega. Kehadiran Eyang bagai masalah besar yang harus di selesaikan dengan cepat.

Tepat jam 04 sore, Ritz keluar dari ruangannya bersama Ayana menuju parkiran mobil. Tujuan utama mereka yaitu pergi ke Vila yang baru minggu lalu di resmikan, kebetulan besok weekend.

Kesempatan itu di gunakan Ritz untuk membawa putrinya jalan-jalan, ia ingin menghabiskan waktu berdua bersama sang putri saja.

1
ayu cantik
, suka
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁😁😁
halimah abdul hayes
Gila ke apa ayana tu?
Puput
Ciri ciri bapak Tolol , mon maap thor saya Emosi
⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 𝑺𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂💜♌️: Wkwk, ngga apa-apa😅
total 1 replies
TS
segera di loncing season 2nya,, ditunggu
⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 𝑺𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂💜♌️: Makasih ya, udah setia baca ceritanya🤗
Insya Allah, buat season 2 bakal launcing per bulan depan.
total 1 replies
Zurita Fanani
Luar biasa
Nurma septina🤍💙
Lanjut ka cerita nya seru !!
Armilah Ilham
Lanjut 😊
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
karya sebagus ini tapi yang baca cuma sedikit,padahal novelnya bagus bangt
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ceritanya bagus kakak👍
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
wow bagus ceritanya
Mmh Astri
blm jelas ko abis 😭
⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 𝑺𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂💜♌️: Tenang, masih ada lanjutannya kok🤭
cuma lagi hiatus
total 1 replies
Mmh Astri
👍👍👍💪
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍💪🥰
Sri Watigustami
semangat thor💪💪
Sri Watigustami
lanjut thor 🤣🤣🤣
COOL_I4N
konsep cerita nya sbnr nya sdh bagus thor. tp makin kesini kok ayana nya makin agresif agak kurang suka thor bacanya
Puput: Kalaau menurutku Emang kudu Agresif soalnya Ni Cowo atu kagak peka🤭
total 2 replies
Puput
Mampos kau hendra, ya walaupun aku gak suka sama maira, tapi hendra memang minta di geprek
Puput
dasar kompor mleduk si Radit🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!