Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.
Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.
Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.
Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.
Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?
Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.
Terimakasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh Enam
Sejak pertemuan mereka terakhir Refan dan teman - temannya sudah berkomitmen untuk berubah dan menjalani hidup yang lebih baik lagi.
Refan memberi usul kepada teman - temannya untuk membuat satu pengajian untuk mereka berlima. Niat mereka disambut baik oleh Kinan. Seminggu sekali mereka membuat pengajian bergantian di kantor mereka tapi sementara hanya untuk mereka berlima saja.
Mereka tidak malu belajar agama mulai dari awal lagi. Belajar shalat dan mengaji untuk dasar ibadah mereka yang utama. Perubahan itu sangat terlihat jelas juga kepada para sahabat Refan. Bagus yang lebih dulu berubah bersama istrinya kini rumah tangganya juga terlihat semakin harmonis.
Riko juga sudah meninggalkan kebiasan lamanya. Dia benar - benar bertobat dan serius mau mencari calon pendamping hidup dan menikah. Romi dan Aril yang masih terlihat ikut - ikutan. Walaupun begitu mereka masih tetap rajin ikut pengajian bersama Refan, Bagus dan Riko.
Dengan bantuan suami Anita, mereka mendapatkan ustadz yang bisa membimbing mereka untuk hidup lebih baik lagi dan beribadah dengan lebih tekun.
*******
Tibalah acara empat bulanan Kinan. Acara diadakan hari sabtu pagi. Jam sembilan lewat tiga puluh menit mereka sudah sampai di rumah Refan dan Kinan, tak lama kemudian satu persatu keluarga dan para sahabat berdatangan.
Bagus datang beserta istinya, Riko, Romi dan Aril datang bertiga. Lalu ada Anita datang bersama suami anak dan juga adiknya yang akan dikenalkan kepada Riko hari ini.
Tepat jam sepuluh pagi acara di mulai. Ustadz yang di undang segera memberikan ceramahnya tentang proses hadirnya bayi di dalam perut sampai lahiran. Setelah itu Ustadz melantunkan doa bersama. Kemudian Refan dan Kinan memberikan bingkisan untuk anak yatim piatu dari panti asuhan.
Setelah acara inti selesai kini Refan mempersilahkan semua tamu undangan untuk menikmati hidangan makan siang bersama. Tak ada yang dibeda - bedakan semua dapat bebas menikmati hidangan yang tersaji siang ini.
Saat itu Riko sedang ingin mencuci tangannya ke kamar mandi. Dia berjalan ke arah dapur dan tanpa sengaja melihat Salman yang sedang asik bermain di taman belakang dengan Bayu anak Bagas dan seorang anak laki - laki lainnya dan di temani oleh seorang wanita yang menutup rapat auratnya dengan pakaian muslimah.
Wanita itu tanpa sangat sabar menemani dan bermain bersama ketiga anak laki - laki itu. Bahkan mereka tertawa bersama karena ada sesuatu yang mereka anggap lucu.
Tiba - tiba Riko terpesona dengan senyuman manis gadis tersebut. Secara keseluruhan Riko melihat wajahnya sangat sederhana, hanya ada polesan make up tipis di wajahnya tapi entah mengapa Riko sangat suka melihat senyuman gadis itu.
Sepertinya dia sangat menyayangi anak - anak dan senyumannya menyejukkan. Ups... kok aku sebegitunya melihat wanita itu? Mungkin dia Ibu dari anak laki - laki yang tidak aku kenal itu. Batin Riko.
Riko melanjutkan langkahnya menuju dapur dan mencuci tangannya di westafel tiba - tiba saja wanita yang dia lihat di taman sedang bermain bersama Salman ada di sampingnya dengan tangan yang sedang memegang sebelah matanya.
"Maaf Mas boleh minta sedikit airnya eh bisa bergeser sedikit. Mataku terkena pasir tadi sedikit" pinta wanita itu.
"Si.. silahkan.. " jawab Riko.
Tiba - tiba Riko menjadi kaku dan salah tingkah, jantungnya juga berdetak kencang saat wanita itu semakin mendekati tubuhnya. Wanita itu segera mencuci wajah dan matanya dengan air dari wastafel.
Setelah matanya tidak perih lagi baru dia segera menghentikan aksinya.
"Terimakasih ya Mas.. tadi saya bermain dengan anak - anak, mereka tidak sengaja bermain pasir dan mengenai mata saya" ucap wanita itu ramah.
"I... iya.. Mata kamu gak apa - apa?" tanya Riko khawatir.
"Nggak apa - apa kok. Sudah tidak perih lagi" jawab wanita itu.
"Tapi mata kamu merah lho" Riko menunjuk ke arah mata wanita itu.
"Gak apa - apa Mas, mungkin karena tadi saya kucek. Sebentar lagi juga pasti hilang" jawab wanita itu.
"Yuk Maaas" ujar wanita itu sambil menunduk hormat dan berlalu pergi dari hadapan Riko kembali berjalan menuju anak - anak yang sedang asik bermain di taman.
Riko meraba dadanya yang sedang berdetak tidak normal. Dan menepuk dadanya pelan.
Duh mengapa jantungku berdisko seperti ini. Aku sedang tidak melihat setan dan juga tidak melihat wanita sexy yang berjalan tanpa busana ke arahku. Tubuh wanita itu malah sangat tertutup dan tak ada celah yang bisa aku lihat. Tapi senyumannya sangat indah. Apakah dia bidadari? Bidadari surga? Tapi kalau surga itu milik suaminya bagaimana? Aduh mati aku... ucap Riko dalam hati.
Riko kembali berjalan ketempat teman - temannya berkumpul.
"Dari mana kamu Ko?" tanya Aril.
"Dari surga bro" jawab Riko tanpa sadar. Riko masih terpesona dengan senyuman wanita yang tadi dia temui di dapur.
"Surga, maksud lho? Apaan sih Ko jangan buat kita merinding nih" tanya Aril bingung.
"Eh aku baru dari dapur, cuci tangan" jawab Riko.
"Di dapur ada Surga?" tanya Romi.
"Ada Rom cantik banget" jawab Riko tanpa sadar.
"Gimana bentuknya? Aku pengen lihat" sambut Aril.
"Cantik deh pokoknya" balas Riko tanpa sadar sambil tersenyum.
"Waaah dari senyumannya saja sudah mencurigakan Rom. Bahaya ini.. Bisa - bisa dia ke Surga sendiri nih gak ngajak - ngajak kita" goda Aril.
Aril dan Romi saling lirik dan bermain mata. Mereka tau pasti Riko baru saja melihat seorang wanita. Dan pasti cewek itu cantik makanya Riko sampai terpesona seperti itu.
Tapi Riko langsung terdiam dan terlihat sedih.
"Kenapa lagi wajah kamu itu Ko?" tanya Romi.
"Surganya udah ada yang punya bro, bidadarinya udah punya anak" jawab Riko.
"Hahahaha.... " Romi dan Aril kompakan tertawa.
"Jangan sampai kamu jadi pebinor Ko" ledek Romi.
"Apes deeeeh" ejek Aril.
"Woi makan yuk" ajak Bagus.
"Lebih baik kita makan Ko siapa tau ketemu surga yang lain" goda Romi.
"Betul, sepertinya banyak surga di sini. Aku mulai pasang radar deh" sambut Aril.
"Apaan sih cerita surga?" tanya Bagus gak mengerti.
"Udah kamu gak perlu ikutan Gus, kamu udah punya surga sendiri" potong Riko.
Mereka bertiga pergi meninggalkan Bagus yang terdiam karena tidak mengerti dengan ucapan teman - temannya.
"Lho aku yang ngajak mereka makan kok malah aku yang di tinggal" gumam Bagus.
Bagus segera berjalan menyusul teman - temannya. Setelah mengambil makanan mereka sengaja mengambil tempat duduk di ruang tamu.
"Eh Fan tadi Riko lihat surga lho di belakang" ujar Romi.
"Lihat surga di belakang mana?" tanya Refan tak mengerti.
"Surga di belakang rumah kamu, tapi sayang surganya sudah ada pemiliknya. Alias istri orang" jawab Romi.
"Hahaha... " sambut Aril.
"Ooo.. jadi ini yang kalian maksud tadi? Aku kira apaan sih cerita surga - surgaan" potong Bagus.
"Apaan sih?" tanya Refan tak mengerti.
"Riko lihat cewek cantik tadi di belakang tapi sayang ternyata istri orang" jawab Romi.
"Oooh ya banyak lah di sini istri orang, tapi apa kamu udah ganti gaya bro? Sekarang malah sukanya istri orang gitu?" tanya Refan.
"Ih ya nggaklah.. aku gak mau di cap pebinor (Pengganggu Bini Orang)" jawab Riko.
"Tenang Mas Riko, sebentar lagi Mas Riko akan aku kenalkan dengan wanita yang pernah aku bilang dulu itu lho, adiknya sahabat aku. Kebetulan dia baru saja selesai kuliah dan wisuda. Jadi memang lagi butuh pekerjaan" potong Kinan.
"Jadi maksud kamu dia mau melamar di perusahaan aku gitu? Bukannya cari suami tapi cari pekerjaan?" tanya Riko bingung.
"Hahaha.. ya Mas Riko donk yang kasih pekerjaan, sebelumnya kan pekerjaannya di KTP sebagai mahasiswi. Kalau sudah di lamar sama Mas Riko, kan pekerjaannya berubah jadi Ibu Rumah Tangga" jawab Kinan sambil tersenyum.
"Wah cakeeeep tuh jawaban kamu Nan. Aku suka" sambut Aril.
"Hus.. enak aja suka sama Kinan. Dia istriku" potong Refan.
Kinan tersenyum mendengar suaminya membela dia sampai segitunya.
"Apalagi Ko? ketemuan aja dulu, nanti kan kamu bisa lihat apakah wanita itu wanita yang baik, cocok atau nggak" ujar Bagus.
"Kalau istriku yang ngenalin udah pasti dia wanita yang baik - baik. Kamu nilainya jangan pakai mata kamu yang ini" Refan menunjuk mata Riko.
Ya tentu saja Refan mengingatkan Riko seperti itu, Riko kan mantan play boy pasti lihat wanita pakai mata tentu saja harus cantik dan sexy.
"Kamu lihatnya pakai mata hati. Cantik bukan hanya dari luarnya saja tapi yang paling penting itu cantik hatinya" sambung Refan.
"Betuuuul" sambut Bagus.
Riko terdiam sesaat, mengapa dia masih terbayang - bayang wajah wanita tadi ya? Pikirnya dalam hati.
Tapi itu mustahil, wanita itu sudah jadi istri orang. Benar kata Refan, sepertinya aku kali ini aku harus melihat pakai mata hati. Bismillah ya Allah aku ingin mencari jodoh karenaMU, tolong beri aku kelancaran. Doa Riko dalam hati.
"Baiklah Nan, kalau begitu aku bersedia kamu kenalkan dengan wanita itu" jawab Riko.
"Nah itu baru teman kami" Romi dan Aril merangkul bahu Riko memberi semangat.
.
.
BERSAMBUNG
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...