NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.

Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.

Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Ruang makan di kediaman Papa Adiguna cukup riuh karna celotehan Naura dan Leo. Mereka seperti burung yang terus berkicau, tak jarang membuat para orang tuanya terkekeh dan geleng-geleng kepala.

Padahal di meja makan hanya ada Vano, Celina, Keyla serta dua bocah itu. Tapi suasananya sudah seperti kumpul keluarga besar.

"Ya ampun, mereka berdua menggemaskan sekali sayang." Ujar Celina pada Vano. Ucapan istrinya hanya di tanggapi senyum tipis olehnya.

"Aku senang mereka semakin akur, bukankah itu bagus.?" Ujarnya lagi, kali ini dia seperti mengajak bicara pada Vano dan Keyla karna menatap keduanya secara bergantian.

"Bagus apanya.?" Vano bertanya datar.

"Bagus karna jadi semakin mudah untuk menjodohkan mereka." Sahutnya cepat.

"Apa.?!!" Vano dan Keyla berseru kaget.

Walaupun sudah sering mendengar pembicaraan ini dari mulut Celina, tapi Keyla masih tetap saja kaget setiap kali Celina membahas tentang perjodohan anak-anak mereka. Ternyata Celina benar-benar serius ingin melihat Naura dan Leo berjodoh.

"Ya ampun kenapa kalian kompak sekali.?" Celina menatap kesal pada Vano.

"Kenapa kamu menatapku seperti itu.?" Protes Vano tak nyaman.

"Aku jadi curiga,," Gumam Celina penuh penekanan. Tatapan mata terlihat mengintimidasi Vano dan Keyla. Hal itu sontak membuat Keyla tidak nyaman.

"Curiga bagaimana.?" Tanya Keyla. Entah apa yang ada di pikiran Celina saat ini, Keyla meras tatapan Celina seakan menganggapnya melakukan hal-hal yang buruk.

"Kalian berdua tidak bermain api di belakang ku kan.?" Tanyanya penuh penekanan dan menahan cemburu.

"Aku bahkan tidak pernah memegang korek lagi sejak menikah dengan kamu, bagaimana aku bermain api." Jawab yang menggelitik dari Vano membuat Keyla membulatkan matanya. Dia berharap Vano menyangkal tuduhan Celina, tapi malah memberikan jawaban yang terkesan meledek.

"El Vano aku serius.!!" Teriakan Celina menggema. Keyla bahkan sampai menutup kedua telinganya. Naura dan Leo yang sedang asik bicara juga tersentak kaget. Tapi anehnya Vano malah terkekeh melihat istrinya yang mulai mengeluarkan taring.

"Aku juga tidak bercanda sayang. Aku benar-benar tidak main api, kamu tau sendiri aku sudah berhenti merokok."

Lagi-lagi ucapan yang keluar dari mulut Vano membuat Keyla tak habis pikir. Jika Vano terus seperti itu, Celina pasti akan terus mencurigainya.

"Bukan itu maksudku.!" Geram Celina.

"Tapi kamu dan Kak Keyla,, kalian tidak memiliki hubungan di belakangku kan.?" Tuduhnya.

Keyla reflek menyangkal dengan gelengan kepala.

"Tidak Celina, kenapa kamu bisa berfikir seperti itu. Mana mungkin aku dan Vano,,,

"Mungkin saja karna mudah bagi kalian untuk dekat. Ingat kalian itu tinggal satu atap." Potongnya cepat.

"Sayang.!" Vano mulai menegur Celina, nada bicaranya juga semakin meninggi.

Rupanya tak hanya Keyla saja yang merasa kesal. dengan tuduhan Celina, Vano bahkan terkesan naik darah.

"Kamu itu bicara apa.! Mana mungkin aku mengkhianati istri secantik dirimu dan seseksi ini."

"Lihat tubuh montokmu ini, mana mungkin aku bisa berpaling."

"Astaga." Desah Keyla frustasi. Dia sudah bernafas lega karna Vano langsung menyangkal, tapi ujung-ujungnya malah membahas body Celina yang kini membuat Celina terlihat semakin marah.

"Apa maksudmu hah.?!!" Saru Celina kesal.

Dia menyuruh ida untuk membawa Leo dan Naura pergi dari sana menggunakan isyarat.

"Kamu pasti menyindir ku kan.? Kamu bilang aku seksi dengan badan gemuk seperti ini, tapi sebenarnya kamu suka badan yang langsing seperti kak Keyla.!"

"Kamu pikir aku seperti ini gara-gara siapa.?"

"Itu ulah burungmu yang meninggalkan benih di dalam sini.!" Celina menunjuk perut besarnya.

"Celina, sepertinya kamu salah paham. Aku dan Vano sama sekali tidak memiliki hubungan. Kami bahkan tidak pernah mengobrol berdua."

Keyla berusaha untuk meredakan emosi Celina, dia sedikit memaklumi lantaran Celina sedang hamil. Mungkin saja kecurigaannya itu disebabkan karna hormon kehamilannya.

"Aku tidak percaya, bisa saja kalian diam- diam,,

"Ada apa ini.?" Kedatangan Dion di ruang makan menghentikan kekacauan.

"Kak Dion mau apa kesini.?" Tanya Celina ketus.

"Aku mau menjemput Leo dan Keyla." Jawabannya santai. Dia bergabung dan ikut duduk di depan meja makan. Bahkan saking santainya, dia langsung menyomot buah anggur dan memasukkannya kedalam mulut.

Padahal situasi di sana sangat menengangkan. Keyla dengan wajah paniknya, Vano dengan raut wajah takut dan Celine mode singa mengamuk.

"Menjemput kak Keyla.? Kak Dion akan membawa Kak Keyla tinggal bersama.?" Tanyanya.

"Baguslah, aku setuju kalau kak Dion membawa kak Keyla tinggal bersama." Celina menjawab sendiri pertanyaannya.

"Memangnya kenapa.?" Masih dengan gaya santainya, Dion melirik Celina dan Keyla bergantian.

"Aku takut Kak Keyla dan Vano punya hubungan kalau terus tinggal bersama." Sahut Celina cepat.

"Tidak, aku tidak mungkin seperti itu Celina." Sangkal Keyla.

Dia bukan orang yang tak tau diri. Membalas kebaikan dengan kesakitan.

"Sudahlah, sebaiknya sementara waktu kamu dan Leo tinggal di apartemenku."

"Sejak awal aku sudah memberikan tempat tinggal, tapi kamu sendiri yang ingin tinggal disini." Ujar Dion.

"Ide bagus, jadi aku tidak akan khawatir lagi kalau seperti ini." Sambung Celina cepat.

Keyla melongo di buatnya, padahal sejak awal Celina yang memaksa dia untuk tinggal di rumahnya. Tapi sekarang malah mencurigainya dan memintanya untuk tidak tinggal lagi di rumah ini.

"Maaf kak Keyla, ini demi kesehatan hati dan mental ku." Ujar Celina. Rupanya dia terlihat tidak tega menyuruh Keyla pergi dari rumahnya.

"Memang mentalmu kenapa sayang.?" Tanya Vano.

'Plaakkk.!!'

Dengan kencangnya Celina menepuk lengan Vano, kedua matanya juga melotot tajam.

"Hati-hati di jalan,,," Seru Celina, kemudian menarik Vano untuk masuk kedalam rumah setelah mereka mengantar Dion dan Keyla sampai ke mobilnya.

...*****...

"Kenapa Celina bisa berfikir seperti itu.?" Gumam Keyla lirih. Dia menatap ke luar jendela. Sedih lantaran di tuduh memiliki hubungan dengan suami Celina, padahal dia sudah menganggap Celina seperti adik kandungnya sendiri.

"Kenapa harus di pusingkan."

"Lagipula memang tidak baik tinggal satu atap dengan pasangan suami istri. Wajar kalau Celina cemburu dan curiga." Ujar Dion.

"Tapi Celina malah menyuruhku untuk tinggal bersama denganmu, bukankah ini juga tidak baik.?"

"Laki-laki dan perempuan tinggal satu atap tanpa ikatan pernikahan."

Keyla sedikit tidak nyaman jika harus tinggal di apartemen Dion.

"Setidaknya tidak akan ada yang terluka kalau kita tinggal bersama, daripada tinggal di rumah itu dan membuat Celina terluka." Sahut Dion cepat.

"Sudahlah ini hanya sementara. Aku akan segera mencarikan apartemen yang kosong di gedung yang sama. Setidaknya aku juga punya banyak waktu untuk bersama Leo." Tegas Dion.

Dia lantas fokus menyetir dan terlihat enggan membahas hal itu lagi.

Leo yang duduk di belakang terlihat anteng saja dengan ponsel di tangannya.

"Ayo masuk." Dion menggandeng tangan Leo kedalam apartemennya. Sedangkan satu tangannya menarik koper besar milik Keyla. Dan Keyla membawa koper Leo yang tidak terlalu besar.

"Yeay tinggal di rumah Papa,," Seru Leo. Dia terlihat sangat bahagia lantaran tau mereka akan tinggal bersama.

"Leo senang.?" Tanya Dion. Putranya itu langsung mengangguk cepat.

"Aku simpan koper ini dulu." Pamit Keyla. Dia menarik 2 koper dan membawanya ke kamar yang dulu sempat dia tempati saat tinggal bersama Dion selama beberapa minggu lantaran mengurus Dion yang habis kecelakaan.

Keyla duduk di sisi ranjang, dia bingung dengan takdir yang sedang dia jalani. Padahal berniat untuk tidak lagi menjalin hubungan dengan Dion, tapi malah semakin di dekatkan seperti ini.

1
Netty Netty
good
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Netty Netty
coba posisi name di balik😤
Netty Netty
Lucu pakAi banget dah kayla,,, 🤣🤣🤣
Netty Netty
Baca pesona sang Duda dulu 💪
Netty Netty
masih bingung ya ceritanya
Lina RA
sebenarnya agak kasian ya liat keyla, g diizinkan u punya kputusan sendiri. tempat tinggal saja sll diatur2
SLina
vano dan celine kan sama2 udh putus urat malu kalau masalah enak2an 🤣🤣🤣
SLina
lanjutkan, km tim hore mu mas arkan 🤣
Ahmad Fawaid
lho kasian sih jho, lho udah niat aja udah kalah start sama dion
🤣🤣🤣
ayu cantik
suka
antha mom
happy ending
Gintania nia
bagus
Anonim
ini cerita nya kaya loncat loncat apa ada bab yg udh di hps sama outhor
Rahmi Mamimima
pantes aja william se marah itu
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat
irma hidayat
ternyata Dion nyelup perempuan lain
MamDeyh
Knp ya Keyla ini kok lembek bgt. Dion jg pedes bgt kata2 nya serasa yg paling tersakiti.
MamDeyh
Bego ahhh Keyla
Linda Antikasari
Luar biasa
Atisa
Buruk
tuti sriyono
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!