Apa yang paling di inginkan setiap Kultivator didunia ini? Tentu saja kekuatan. Kekuatan adalah segalanya didunia ini, jika kamu tidak cukup kuat maka sesuatu yang menunggu adalah kematian. Oleh karena itu, untuk menjadi kuat semua hal akan dilakukan, meski itu harus membunuh demi sumber daya yang terbatas.
Tetapi terdapat seorang pemuda yang memiliki tujuannya sendiri, yaitu kedamaian. Dia menggunakan kekuatan sebagai alat untuk mencapainya. Setiap ayunan pedangnya akan menghancurkan kegelapan dari sisi kehidupan. Dengan pedangnya, dia akan membunuh segala musuh yang menghalangi langkahnya.
Namanya adalah Li Hui, pemuda berambut putih dengan iris emas yang setiap tatapannya akan menghancurkan mental setiap orang. Dan dengan bakatnya, dia akan memimpin setiap Kultivator melawan musuh yang sudah kelaparan selama ribuan tahun.
"Inikah akhirnya?"
Ucap Li Hui dengan pedang ditangan kirinya, memandang sedih kearah langit malam tanpa bintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Levifq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 25 Keberadaan Shi Hao
"apa kalian mendengar itu?... " tanya Zhao Feng sembari memuatar tubuhnya untuk mencari asal dari suara.
"ya.. Tetapi kenapa harus terkejut dengan itu? Bukankah tujuan kita datang kesini memang untuk bertarung? " balas Zhu Fian yang merasa sedikit aneh dengan reaksi Zhao Feng.
"bukan itu maksudku...coba dengar baik-baik, itu bukan pertarungan antara manusia dengan binatang buas, melainkan manusia dengan manusia. " ucap Zhao Feng lagi yang membuat Zhu Fian terdiam. Suara pertarungan itu memang sangat berbeda dengan pertarungan yang selama ini mereka lakukan, karena itu diselingi oleh benturan-benturan senjata tajam yang tentunya tidak dimiliki oleh binatang buas manapun didunia ini, kecuali lawan mereka adalah magical beast yang tubuhnya ditutupi oleh logam untuk melindungi diri, tetapi itu tidak mungkin karena mahluk itu tidak ada dihutan ini.
"apa yang harus kita lakukan saudara Hui?... Tanya Zhao Feng kepada Li Hui yang sejak tadi berdiri dengan diam didepan mereka.
"ayo kita lihat sebentar, " balas Li Hui sambil mulai berlari kearah depan.
Sebenarnya dia tidak diam sejak tadi, melainkan terus menelusuri area disekitarnya dengan kekuatan matanya. Dan setelah beberapa detik mencari, akhirnya dia berhasil menemukan lokasi pertarungan itu, meskipun sedikit samar karena jaraknya sekitar 200-300 meter dari posisinya.
Ketiga orang itu hanya butuh sekitar 5 menit untuk mendekati pertarungan yang ternyata adalah Lu Mu melawan kelompok Qin Bo.
"apa yang mereka lakukan? Bukankah itu termasuk pelanggaran? " ucap Zhu Fian dengan sedikit geram.
"kalo mereka tidak saling membunuh, seharusnya tidak menjadi masalah... " balas Zhao Feng
"apa yang dikatakan oleh saudara Feng benar, dan aku yakin ada seorang tetua disekitar sini" sambut Li Hui. Dia kembali mengalirkan Qi kearea matanya untuk menelusuri area tersebut, dan benar saja, sekitar 100 meter disebelah barat terdapat seorang tetua wanita paruh baya yang sedang memperhatikan pertarungan.
Meskipun tetua itu sudah menyembunyikan kehadirannya, itu masih belum cukup untuk lolos dari jangkauan mata Li Hui yang bisa dengan jelas melihat auranya.
Merasa diperhatikan, tetua wanita itu mengalihkan perhatiannya kearah kelompok Li Hui yang baru datang. Tapi dia segera menggelengkan kepalanya, karena menurutnya tidak mungkin anak-anak itu bisa mengetahui lokasinya dengan keadaan gelap seperti ini, dan juga dia sangat percaya diri dengan kemampuan menghilangkan kehadirannya.
Pertarungan antara Lu Mu dan kelompok Qin Bo sepertinya akan selesai sebentar lagi, karena Lu Mu sudah terlihat sangat lemah karena terlalu banyak mengeluarkan darah dari sela-sela lukanya.
"hahaha..apa yang akan kau lakukan sekarang ha?! Bocah yang sok jago kini telah berubah menjadi bocah tidak berguna " Qin Bo beserta anggota kelompoknya tertawa puas, ketika melihat kondisi Lu Mu.
Meskipun tidak ada luka yang cukup dalam, tapi Lu Mu kini berada dikondisi yang sangat kritis. Kehilangan terlalu banyak darah membuat kepalanya pusing dan pandangannya berkunang-kunang, dan jika dia terus memaksakan diri, bukan tidak mungkin pemuda itu akan hilang kesadaran ditempat ini.
"ahk! " Lu Mu terduduk lemas sembari memuntahkan segumpal darah dari mulutnya. Disela pertarungan tadi, Qin Bo menyempatkan dirinya menendang dada Lu Mu dengan sangat keras, membuat satu tulang rusuknya harus patah.
"apa yang akan kita lakukan kepadanya kakak Bo? " tanya satu-satunya gadis yang ada dikelompok itu.
"kita tidak bisa membunuh, karena itu akan melanggar peraturan. Tetapi....... Jika kita mengubah dia menjadi bocah yang benar-benar tidak berguna, seharusnya tidak ada menjadi masalah karena dia masih hidup." balas Qin Bo disertai senyuman kejamnya.
Mendengar itu, wajah Lu Mu langsung memutih." ti-tidak... Aku minta maaf saudara Bo. Tolong jangan hancurkan dantianku... Aku bersumpah tidak akan mengulanginya lagi..bahkan jika kau mau, aku akan melayanimu seumur hidupku" ucap Lu Mu dengan panik. Siapa kultivator didunia ini yang mau dantiannya dihancurkan? Jika dantian seorang Cultivator hancur, dia akan langsung berubah menjadi orang yang lebih rendah dari manusia biasa.
"hm.. Itu usulan yang bagus, tapi sayangnya....aku tidak tertarik kepadamu hahaha" balas Qin Bo sambil tertawa.
"kemarilah..aku tidak akan membuatnya terlalu sakit untukmu"
Qin Bo mulai melangkahkan kakinya, yang membuat tubuh Lu Mu semakin bergetar ketakutan. Bahkan dia tidak mampu mengangkat tubuhnya untuk berpindah tempat, sehingga kini Qin Bo sudah berada tepat dihadapannya.
"tolong..jangan.." ucap Lu Mu dengan nada memohon, tapi bukannya merasa kasihan, Qin Bo malah semakin menyunggingkan senyumannya dan mulai mengepalkan tangannya.
"percayalah, ini tidak akan terlalu sakit" ucap Qin Bo sebelum mengerahkan tinjuannya dengan keras kearah dada Lu Mu"
'swuush!'
'tap'
Lu Mu langsung menutup kedua matanya karena tidak mau melihat tinjuan itu menghancurkan hidupnya, tetapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan apa-apa sehingga dia kembali membuka matanya dan mendapati seorang pemuda berambut putih sedang memegang tangan kanan Qin Bo yang hanya berjarak sekitar 10 cm dari dadanya.
"ka-kau?.... "
"bukankah kau sedikit berlebihan? "ucap pemuda berambut putih yang tidak lain adalah Li Hui. Dan disaat itu juga Zhu Fian dan Zhao Feng tiba disampingnya.
Qin Bo tidak membalas, dia menarik tangan kanannya dan melompat mundur menjauh dari Li Hui. Meskipun kini hutan sudah sangat gelap, warna putih dari rambut Li Hui masih sangat jelas mereka lihat, sehingga Qin Bo dan rekan sekelompoknya meningkatkan kewaspadaan mereka.
"pergilah, jangan ikut campur urusan kami" ucap Qin Bo kepada Li Hui setelah dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa kekuatan Li Hui tidak akan jauh lebih kuat darinya.
"aku tidak tau apa yang terjadi disini, tetapi aku cukup yakin bahwa kau dan anggotamu tidak berada diposisi yang benar kan? " ucap Li Hui dengan yakin, karena menurut logika, tidak mungkin Lu Mu yang hanya sendirian berani mencari gara-gara dengan kelompok Qin Bo yang beranggota empat orang.
"jadi pergilah dari sini, atau aku berubah pikiran "ucap Li Hui lagi sembari menyentuh gagang pedangnya.
"kau... "
"saudara Bo...biarkan saja" pemuda bertubuh besar yang bernama Yian, memegang pundak Qin Bo untuk tidak melakukan sesuatu yang akan berdampak buruk bagi mereka. Seseorang yang memiliki bakat tingkat 6 dan mampu menyelesaikan semua cobaan dengan lancar, tentu bukan seseorang yang bisa dianggap remeh. Jadi, jika masih ada kesempatan, mereka tidak ingin menyinggungnya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, Qin Bo membalikkan tubuhnya dan pergi dari tempat itu beserta teman sekelompoknya.
Sementara itu, ZhU Fian sudah berada didepan Lu Mu dan dia mengulurkan tangannya kearah pemuda itu. Lu Mu menatap wajah Zhu Fian yang tidak terlalu jelas sebentar sebelum mengalihkannya kearah uluran tangannya, dan setelah itu dia mengangkat tangan kanannya untuk menyambut uluran itu yang langsung ditarik sehingga dia bisa berdiri.
"kau tidak apa-apa. " tanya Zhu Fian setelah Lu Mu menstabilkan pijakannya. Tanpa dia sadari pertanyaannya itu, membuat Li Hui dan Zhao Feng mengerutkan kening sambil menatapnya.
"pertanyaan bodoh macam apa itu? Bukankah kau lihat tubuhnya dipenuhi luka? " ucap Li Hui sebelum Lu Mu membuka mulutnya.
Mendengar itu, Zhu Fian menatap Li Hui dengan tatapan kesal bercampur malu. Tapi Li Hui tidak menanggapinya, dia mengeluarkan sebuah pil berwarna biru muda dari cincin ruangnya dan menyerahkannya kepada Lu Mu.
"telan pil ini, supaya luka-lukamu menutup" ucap Li Hui kepada Lu Mu
"te-terima kasih... "
"hm.. "
Lu Mu tidak berani menunda waktu dan langsung duduk bersila dan menelan pil berwarna biru muda itu. Dia juga menutup matanya dan mulai menyerap pil tersebut.
Sementara Lu Mu sedang sibuk menyerap pil penyembuh, Zhao Feng bertanya kepada Li Hui langkah apa yang akan mereka lakukan setelah ini.
"sekarang masih awal malam, kita memiliki banyak waktu untuk memburu binatang buas. Jadi sembari menunggu dia selesai, sebaiknya kita beristirahat sebentar." balas Li Hui yang langsung ditanggapi keduanya dengan anggukan kepala.
Li Hui melompat kedahan pohon yang tidak terlalu tinggi, dan duduk disana. Meskipun mereka kini berada ditengah hutan, dia masih bisa melihat jutaan bintang yang bertabur dilangit dari sela-sela daun pohon yang cukup rimbun.
Sebenarnya selama beberapa hari ini, dia selalu gelisah ketika melihat bintang yang bersinar dilangit. Kenangan bersama orang tuanya dan orang-orang desa selalu menghantuinya ketika melihat langit malam. Ditambah pertemuannya dengan ayah dan ibunya bersama dengan Shi Hao tadi, membuat luka didalam hatinya kembali terbuka.
"hao... " gumamnya tidak sadar.
***
Disebelah timur laut Kekaisaran Mao, terdapat sebuah wilayah yang diduduki oleh salah satu sekte terbesar dari aliran hitam. Ialah Black Rose Sect, yang menempati urutan kelima dari semua sekte aliran hitam yang terbesar dan terkuat.
Tetapi banyak rumor mengenai sekte ini yang telah menyembunyikan kekuatan mereka selama ini, karena tidak dapat dipungkiri karena sekte ini adalah salah satu sekte tertua di seluruh benua.
Dan juga tersebarnya desas-desus yang mengatakan bahwa Gou Jian, yang menjabat sebagai patriak generasi sebelumnya masih hidup sampai sekarang, dan sedang berkultivasi disuatu tempat, membuat seluruh kultivator aliran hitam sempat gempar. Akan tetapi belum ada orang yang bisa membenarkan desas-desus tersebut sampai sekarang, ditambah Black Rose Sect yang memilih menutup mulut membuat semua orang menjadi penasaran sekaligus bingung.
Disebuah lorong di Black Rose Palace, terlihat dua orang pemuda sedang berjalan menuju sebuah pintu ganda besar, yang tidak lain adalah ruangan khusus patriak.
Salah satu dari pemuda itu tidak lain adalah Yi Tian, Satu-satunya murid langsung Gou Lan yang saat ini menjabat sebagai patriak Black Rose Sect. Mereka terus berjalan hingga tiba didepan pintu, dan Yi Tian membuka mulutnya untuk meminta izin masuk kepada Gou Lan.
"masuklah." ucap seseorang dari balik pintu.
Yi Tian mendorong pintu tersebut, dan langsung disungguhi oleh pemandangan ruangan yang sangat luas. Elegan dan mewah, dua kata itu cukup untuk mewakili perasaan setiap orang yang pertama kali melihatnya, dan di ujung ruangan tersebut terdapat singgasana besar yang dihiasi oleh ornamen-ornamen berkilau dan sebuah patung tengkorak yang tertusuk tangkai bunga mawar berwarna hitam diatasnya.
Disinggasana itu, terlihat Gou Lan yang sedang duduk sambil mengoyang-goyang kakinya. Sehingga Yi Tian langsung membungkukkan badannya bersama dengan pemuda yang berdiri dibelakangnya.
"selamat datang di Black Rose Sect, apa kau menikmati waktu mu disini dengan nyaman?.....Hao'er? " Ucap Gou Lan kepada pemuda yang berdiri dibelakang Yi Tian.
ayo author semangat.