Muhasabah Cinta
Ini adalah kisah 3 sahabat yang berpisah untuk mengejar kebahagiaan masing-masing setengah bertemu di pondok pesantren. Mereka meyakini bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua yang terjadi adalah rencana Allah.
Mulai dari pertemuan pertama mereka, perpisahan mereka untuk mengejar kebahagiaan masing-masing, dan pertemuan kembali mereka di tempat maupun waktu yang tidak disangka-sangka.
Qadarullah, inilah yang terjadi. Terjebak di satu rumah dengan prahara rumah tangga masing-masing, mampukah ketiga sahabat ini melewati ujian di dalam rumah tangga masing-masing?
#Siapa bilang nikah muda itu sulit?
Buktinya, Ai, Mega, dan Asri bisa melewatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Hernawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Khawatir
Ini adalah satu-satunya alasan yang ada di dalam kepalanya saat ini.
Arka mengangguk santai.
"Oh, aku pikir kalian sedang membicarakan ku."
Asri,"...." Tolong katakan kamu tidak pernah mendengar apa-apa!
Mega,"....." Aku memiliki keyakinan jika dia sempat mendengarkan percakapan kami!
Ai,"...." Kami memang sedang membicarakan mu, Paman.
"Baiklah, apa yang kalian tunggu. Kami sudah menyiapkan makanan untuk kalian." Kata Arka sambil memimpin jalan menuju ruang makan.
Mereka bertiga dengan patuh mengikuti Arka sambil menjaga jarak aman untuk melanjutkan acara diskusi mereka yang tertunda.
Sementara itu, Arka di depan bersikap seolah tidak mendengarkan apa-apa. Padahal wajah tampannya sudah membentuk garis senyuman lebar tampak puas.
Kenapa istriku sangat polos?. Batinnya berbisik.
...🍁🍁🍁...
Setelah menyelesaikan makan malam, mereka semua tidak memiliki tenaga untuk berkumpul karena semenjak datang ke rumah ini tenaga mereka dihabiskan untuk membereskan rumah.
Ustad Vano dan Ai izin pamit ke kamar mereka untuk beristirahat, kemudian disusul oleh Arka dan Asri, lalu setelah itu Ustad Azam dan Mega pun memutuskan untuk beristirahat di dalam kamar.
Di dalam kamar, Ustad Vano dan Ai tidak melakukan apa-apa kecuali berbaring malas di atas kasur sambil memandangi hamparan langit luas yang terpampang dari balik jendela balkon.
"Mas Vano," Panggil Ai seraya menyamankan posisinya di dalam pelukan Ustad Vano.
"Iya, sayang?" Ustad Vano merengkuh Ai lebih dekat dengannya, mengecup puncak kepalanya beberapa kali sebelum kembali fokus memandangi langit.
"Menurut Mas, Paman Arka orangnya seperti apa?" Tanya Ai ingin tahu.
Ustad Vano mengernyit,"Istriku, sungguh tidak baik membicarakan laki-laki lain di depan suamimu sendiri." Kata Ustad Vano bercanda.
Ai sontak menggelengkan kepalanya membantah.
"Bukan begitu, Mas. Aku tidak bermaksud apa-apa." Ai menjelaskan.
Ustad Vano mengulum senyum,"Lalu kenapa kamu menanyakan tentang Pamanku?"
"Itu karena Asri, Mas. Seperti yang Mas tahu mereka menikah tanpa saling mengenal terlebih dahulu apalagi sampai mengembangkan sebuah perasaan. Aku takut... Asri akan kecewa di dalam pernikahan ini bila suatu hari ia tahu bahwa Paman Arka telah memiliki seorang kekasih." Ai menyampaikan kecemasannya kepada sang suami.
"Paman Arka adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan baik, ini sejauh yang aku tahu, istriku. Memang benar Paman pernah menjalin kasih dengan seorang wanita, tapi itu dulu, mungkin lebih tepatnya bertahun-tahun yang lalu. Setelah berpisah dengan wanita itu karena suatu hal, Paman tidak pernah lagi menjalin kasih dengan siapapun."
Arka pernah memiliki kekasih tapi Ustad Vano tidak terlalu mengenal kisah cinta mereka. Karena pada waktu itu Ustad Vano sudah ada di pondok pesantren.
Ai khawatir untuk sahabatnya.
"Tidak pernah menjalin kasih dengan wanita lain lagi, apakah itu artinya Paman Arka masih mencintai wanita itu?"
Ustad Vano menggelengkan kepalanya tidak pasti.
"Aku tidak tahu pastinya namun Kakek pernah mengatakan jika wanita itu adalah cinta pertama Paman Arka. Karena wanita itu adalah kekasih pertama Paman, dan semenjak pisah pun Paman Arka tidak pernah mencari wanita lain. Aku pikir Paman Arka sepertinya masih mencintai wanita itu."
Kakek maupun keluarga yang lain sangat terkejut dengan pernikahan Arka dan Asri. Mereka pikir Arka masih menunggu wanita itu kembali dari luar negeri tapi siapa yang menyangka bila Arka justru mengumumkan pernikahannya dengan seorang gadis desa.
Ini adalah kabar baik bila Arka bisa move on dari wanita itu tapi bagaimana jika pernikahan ini adalah sebuah permainan untuk Arka?
Akan dibawa kemana gadis desa itu nantinya?
"Jika benar begitu, lalu...lalu bagaimana dengan Asri, Mas? Bagaimana dengan Asri bila Paman Arka dan wanita itu kembali bersama?"
Bagaimana dengan nasib sahabatnya?
Ustad Vano menghela nafas panjang,"Istriku, bukankah sebelumnya aku pernah mengatakan jika Paman Arka adalah laki-laki yang bertanggungjawab? Aku percaya jika ia sangat serius terhadap sahabatmu karena Paman Arka adalah orang yang sangat memegang janjinya. Dan aku juga yakin terjadinya pernikahan ini telah dipikirkan secara baik-baik oleh Paman Arka. Dia tidak mungkin menghancurkan hidup sahabatmu."
Walaupun ia tidak tahu apa yang dipikirkan Pamannya, tapi Ustad Vano yakin bila Pamannya itu adalah orang yang bertanggungjawab. Dia pasti telah memikirkan semua ini sebelum menikah dengan Asri.
"Semoga saja, Mas... semoga saja Allah menyatukan hati mereka berdua." Harap Ai tulus.
Ustad Vano tersenyum lembut,"Inshaa Allah, Dia telah mendengar doa tulus mu, wahai istriku."
Diam, mereka kembali diselimuti oleh perasaan manis. Mereka diam membisu namun hanya Allah yang tahu betapa berdegup kencang hari mereka saat ini.
Banyak kata cinta yang ingin diutarakan, melimpahnya rasa syukur yang ingin diungkapkan, namun cukuplah Allah yang tahu. Cukup Sang Maha Romantis saja yang tahu perasaan mereka saat ini. Karena tanpa mengungkapkannya pun, hati dan jiwa mereka sudah bisa merasakan betapa tulusnya perasaan masing-masing.
"Mas Vano, em..." Panggil Ai gugup.
"Hem?" Ustad Vano merendahkan kepalanya menatap Ai.
"Apa...Mas Vano mau beribadah?" Ia menawarkan diri sendiri.
Ai pikir bila tidak bisa memberikan keturunan untuk Ustad Vano, maka setidaknya dia akan mendedikasikan hidupnya untuk berbakti kepada suaminya tersebut.
Ustad Vano mengusap lembut wajah Ai,"Kenapa, tidak?"
saya mau tanya ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER knp gak di up up smpe skrng ya tor???
saya bolak balik nunggu in Lo tiap hari 🙏🙏... saya komen di sini... soalnya di apk sy di sebelah gak bisa chat 🙏🙏