Ch.1-107 Arc 1 : Amanat Sang Raja Racun✓
Ch.108-200 Arc 2 : Rencana Besar✓
--
Vian Matawijaksana, seorang Tuan muda dari keluarga konglomerat terpandang. Merasa bosan karena merasa telah memiliki segalanya.
Seorang pemuda yang bahkan belum berusia 18 tahun, pandai dalam hampir segala bidang.
Vian merasa dunia tempat dia tinggal saat ini sangat kecil dan membosankan.
Sampai suatu hari, pemuda itu menemukan berita tentang game Martial Art's Online yang baru saja rilis pada kala itu.
Sebuah Game yang awalnya dia anggap sebuah pelampiasan dan pelarian dari kehidupan di dunia nyata, namun perlahan, game tersebut ternyata akan merubah dirinya dan dunia nyata, ke arah yang tidak pernah terduga sama sekali.
*Memiliki unsur overpower yang berlebihan (katanya)
--
Gabungan Genre Rpg.lit x Xuanhuan
Terinspirasi dari shujinkouron
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.26 Memulangkan Linlin
Desa Pemula - Rumah Tabib
"Tuan Tabib apakah semua ini cukup?" Wu Ming memberikan Lima helai Rumput Kaisar kepada Tabib yang mengobati Linlin.
Tangan Tabib tersebut sampai bergetar saat memegang Rumput Kaisar yang Wu Ming berikan, itu karena Rumput Kaisar sangatlah berharga dan mahal di pasaran.
Satu helai Rumput Kaisar yang kualitasnya buruk saja dihargai 1 Keping Emas, dan saat ini Wu Ming membawa 5 Rumput Kaisar segar ditangannya yang senilai 50 Keping Emas, sang Tabib bisa hidup mewah tanpa perlu bekerja selama lima tahun jika menjual semua Rumput Kaisar ditangannya.
Namun tentu Tabib itu mengetahui tidak sembarang orang bisa mendapatkan Rumput Kaisar karena rata-rata tempat Rumput Kaisar tumbuh dijaga oleh Hewan Buas dengan level tinggi membuat siapapun harus berpikir dua kali untuk mengambilnya.
Tabib mengangguk bagaikan anak ayam dan langsung mengolah Rumput Kaisar menjadi obat untuk Linlin.
Ramuan bersinar kehijauan segera diminumkan ke mulut Linlin dan seketika luka organ dalam dan luka lainnya tertutup sepenuhnya bagaikan tidak pernah terluka sama sekali.
Wu Ming mengangguk-angguk karena dia sudah mengetahui cara membuat ramuan yang diminumkan ke Linlin saat diam-diam mengamati sang Tabib, dengan begitu dimasa depan dia bisa membuat obatnya sendiri tanpa perlu mengandalkan orang lain dan mungkin dia bisa mengubahnya menjadi sebuah Pill agar mudah membawanya kemanapun.
Linlin mulai tersadar serta perlu beberapa saat untuk mencerna apa yang terjadi karena tiba-tiba dia mendapati sedang tertidur dengan langit-langit yang asing baginya.
"Linlin! Bagaimana kondisimu?" Ucap Wu Ming tersenyum lebar.
"Tuan Ming, aku ada dimana?" Ucap Linlin berusaha duduk sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Linlin sekarang aman, dirimu sudah diobati oleh Tabib dan lukamu sudah sembuh semua, begitulah katanya." Jawab Wu Ming tersenyum hangat.
Linlin memperhatikan sekitarnya sebelum bertanya. "Bagaimana dengan Tuan? Apakah mereka juga melukai Tuan Ming dan Tuan Shu?"
Wu Ming menggelengkan kepalanya. "Aku hanya mendapati luka ringan dan Shu baik-baik saja. Mereka langsung pergi begitu melukaimu." Jawab Wu Ming.
"Jadi begitu, terima kasih Tuan Ming, Tuan Shu dan Tabib atas pertolongan kalian bertiga aku bisa selamat. Sebaiknya aku pulang ke sekte sekarang atau aku akan semakin merepotkan Tuan, Linlin berhutang budi lagi kepada Tuan Ming dan Tuan Shu, jika kalian berdua berkenan bagaimana jika mengunjungi Sekte Phoenix Emas bersamaku?" Tanya Linlin.
Wu Ming menggelengkan kepalanya. "Tidak Linlin, aku memiliki sebuah Tugas yang harus ku kerjakan secepat mungkin, ku harap Tawaran ini masih berlaku dimasa depan." Ucap Wu Ming tersenyum lembut.
"Tentu saja Tuan, Pintu Sekte Phoenix Emas akan terbuka lebar untuk kalian berdua kapanpun itu, itu adalah janjiku." Balas Linlin tersenyum.
Linlin, Shu dan Wu Ming segera keluar dari rumah Tabib. Wu Ming berniat membayar Tabib namun sang Tabib menolak karena Wu Ming sudah memberikan Empat helai Rumput Kaisar yang tersisa pada Tabib, jadi Tabib merasa akan keterlaluan jika masih meminta bayaran.
Shu dan Wu Ming berniat mengantar Linlin sampai ke Pintu Gerbang Sekte Phoenix Emas namun sekelompok Pendekar memakai jubah Sekte Phoenix Emas memasuki Desa Pemula yang kebetulan mencari Linlin.
"Kalau begitu sampai sini saja Linlin, kita akan bertemu di masa depan." Ucap Wu Ming tersenyum lebar dan memisahkan diri dari Linlin.
Seorang Tetua yang memimpin kelompok untuk mencari Linlin segera menghampiri Linlin. "Putri Linlin! Apakah anda baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja Tetua Feng, tapi ada yang ingin kusampaikan pada Ayah nanti, kita kembali ke sekte terlebih dahulu." Ucap Linlin langsung bergegas ke arah Sekte Phoenix Emas.
----
Wu Ming dan Shu kembali ke kamar penginapan yang mereka pesan sebelumnya untuk mendiskusikan perjalanan mereka selanjutnya.
"Shu, apakah kau masih bersekolah?" Tanya Wu Ming tiba-tiba.
Shu mengangguk. "Ya, kenapa?"
"Aku akan offline selama 2 hari di game ini untuk bersekolah, dan akan melanjutkan dengan menjalankan Quest dari She Yun sewaktu aku pergi ke Goa itu." Ujar Wu Ming.
Shu mengangguk paham karena memang waktu yang berjalan di game ini 5 : 1 dengan dunia nyata, yang artinya 5 Jam di dunia nyata sama dengan satu hari di dunia Game.
Namun Shu tidak mengetahui sebelumnya Wu Ming mendapatkan sebuah Quest dari She Yun saat mengambil Rumput Kaisar.
"Quest? Quest apa itu?" Tanya Shu penasaran.
"Kau bisa membacanya sendiri, bagaimana denganmu? Kau ingin ikut atau memiliki jadwal lain?" Tanya balik Wu Ming sambil memperlihatkan isi Quest yang diberikan
"Hmm... Ini rumit Ming, tapi tentu saja aku ikut!" Jawab Shu tersenyum lebar.
Wu Ming mengangguk kemudian membahas hal lain. "Lalu Shu, kau mendapatkan Gelar Pemain Professional juga bukan? Apakah kau mendapatkan Skill Energi Alam?"
Shu memiringkan kepalanya. "Aku memang mendapatkan Gelar Pemain Professional, namun Skill Energi Alam? Skill apa itu?" Tanya Shu kebingungan.
"Ah itu adalah Skill yang kudapatkan saat mendapat Gelar Pemain Professional, sepertinya hanya beberapa orang atau orang tertentu saja yang mendapatkan Skill itu." Ujar Wu Ming sambil menghela nafas.
"Ohh jadi begitu, kalau begitu kau ingin Log Out sekarang?" Tanya Shu.
Wu Ming mengangguk. "Aku akan Log Out sembari menggunakan Skill Energi Alam, dengan Skill ini aku akan mendapatkan sedikit Exp dan Status seiring berjalannya waktu." Jelas Wu Ming.
"Wahhh! Itu Skill yang hebat, pemain handal sepertimu memang pantas mendapatkannya Ming. Tenang saja aku akan memastikan tidak ada yang bisa mengganggumu sebelum Log Out." Balas Shu tersenyum lebar.
"Terima kasih Shu, sampai besok lusa." Wu Ming segera mengambil posisi duduk sila dan menggunakan Skill Energi Alam.
pliss dijawab/Frown/
hmmmm... 😩😩😩😩😩😩😩