Gadis berusia 18 tahun jauh-jauh merantau menuju ke kota besar untuk mewujudkan mimpinya. Impian untuk melanjutkan pendidikannya setinggi-tingginya. Namun saat ia ingin membuka jalan untuk mencapai itu, datang seseorang yang awalnya bersedia untuk membantunya tapi tidak cuma-cuma.
Pernikahan yang diinginkan orang itu, gadis ini menyetujui dan akhirnya mereka berdua jatuh cinta. Persyaratan diawal sudah tidak berguna. Tetapi untuk benar-benar bersatu perjalanan mereka tidak mudah. Banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi.
Akankah gadis ini bisa menjalaninya dan mereka berdua bisa bersatu kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh enam.
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu cukup lama dikarenakan terjebak macet, Bening akhirnya pun sampai di Bar itu. Ia keluar dari dalam mobil seperti seorang putri yang baru keluar dari kereta kencana, mengapa? karena tampilan Bening pada hari ini benar-benar sangat cantik seperti putri-putri di negeri dongeng.
Saat sudah turun dari dalam mobil, Bening pun mengambil uang yang ada di tasnya bermaksud untuk membayar yang dikiranya kendaraan online itu.
"Pak ini uangnya, sesuai harga kan ? apakah kurang ?." tanya Bening.
"Tidak usah nona, sudah dibayar." ucap sopir mobil itu.
"Oh baiklah, terima kasih pak." kata Bening.
Mobil itu pun pergi meninggalkan Bening dan mulai menjauh dari Bar itu serta pandangan Bening. Melihat mobil yang semakin menjauh, Bening pun langsung masuk ke Bar itu tapi saat kakinya ingin melangkah masuk melewati pintu belakang untuk pegawai, ia dihentikan oleh seorang pria yang sangat tampan.
"Nona Bening." panggil pria itu. Mendengar panggilan pria itu Bening pun menoleh kearahnya.
"Iya..." jawab Bening.
"Nona mau kemana ?." tanya pria itu.
"Saya ingin masuk ke dalam." jawab Bening.
"Nona sebaiknya masuk lewat pintu depan. Tidak enak kalau dilihat wanita cantik lewat pintu belakang." ujar pria itu.
"Kamu siapa ya ?." tanya Bening mulai curiga.
"Oh iya, perkenalkan saya Darren. Saya yang mengatur semua pesta perusahaan Global Games." kata Darren memperkenalkan diri.
"Oh, saya hanya pegawai saya akan masuk lewat pintu khusus pegawai."
"Bukankah kamu yang akan tampil di acara pesta nanti. Bernyanyi ?." tanya Darren.
"Iya saya."
"Kalau gitu nona harus lewat pintu depan."
Daripada berlama-lama diluar Bar dan tidak enak dilihat oleh banyak orang, Bening pun memutuskan untuk mengikuti permintaan dari Darren. Ia melangkahkan kakinya ke pintu utama Bar itu yang biasanya dilewati oleh tamu-tamu. Bening memasuki Bar itu dan dilihatnya dibawah kakinya ternyata iya berjalan di atas karpet merah.
Dilihatnya di sana Anissa dari kejauhan yang menghampiri Bening.
"Ning, lo ngapain lewat pintu depan ?." tanya Anissa.
"Aku disuruh sama pria tadi." jawab Bening.
"Pria siapa ?."
"Itu, Darren. Katanya dia yang mengatur pesta ini."
"Ikut gue sekarang." pinta Anissa. Anissa pun menarik Bening menuju keruang ganti untuk berbicara empat mata dengannya.
"Ning, tadi lo kesini naik apa ?." tanya Anissa.
"Aku naik kendaraan online yang kamu pesan."
"Gak terjadi apa-apa kan ?."
"Enggak, bapak sopirnya baik, sopan kok."
"Terus ?."
"Ya bapak sopirnya juga gak minta dibayar katanya kamu udah bayar. Makasih ya Nissa... Kamu sahabat terbaikku." ucap Bening sambil memeluk erat sahabatnya itu.
Mendengar ucapan Bening, Anissa mulai berfikir apa yang direncanakan oleh Darren kepada Bening ? Kenapa tiba-tiba ia mau mengirimkan sopir untuk menjemput Bening ? Apa temannya itu akan mendapat masalah ? Apakah Darren suka sama Bening ? Tapi kapan Darren mengenal Bening ?. Anissa melamun cukup lama untuk memikirkan semua itu. Bening yang melihat sahabatnya melamun pun mengembalikan kesadarannya.
"Nissa, ada apa ?."
"Oh enggak, lo sekarang ke ruang make up dulu. Tukang riasnya udah dateng. Biar dirapikan lagi. Gue mau lanjutin pekerjaan." ucap Anissa.
...****************...
Di mall, terlihat Riri sedang mengantri untuk membeli boba sedangkan Dave sedang duduk menunggu di kursi food court itu sambil memainkan hpnya.
Saat Dave sedang mengotak-atik hpnya, terlihat di sana pesan masuk dari Darren yang mengirimkan sebuah foto. Dave yang penasaran dengan isi foto itu pun membukanya dan terlihat tampak kagum serta sedikit terkejut.
Ternyata itu foto Bening yang sudah berpenampilan begitu sangat cantik menurut Dave dengan menggunakan Dress selutut berwarna Nude, serta sepatunya yang memperlihatkan kakinya begitu jenjang serta riasan wajahnya dan rambutnya yang membuatnya terlihat seperti putri.
"Cantik, sempurna." gumam Dave.
Darren yang mengirim foto itu pun tidak lupa memberi tulisan pesan singkat untuk Dave katanya "Calon istri Dave, Ia sudah datang seperti seorang putri hanya kurang pangerannya saja yang ada disampingnya."
Membaca itu Dave tersenyum-senyum sendiri lalu juga membalas dengan kata lainnya katanya : "Terima kasih. Pangerannya sedang ada bersama nenek sihir."
Riri yang sudah mendapat boba nya pun kembali kepada Dave, dan mendapatkan Dave tersenyum-senyum sendiri sambil memainkan ponselnya.
"Dave sayang, kamu gak kenapa-napa kan ? kok senyum-senyum sendiri ?." tanya Riri.
"Oh kamu, sudah selesai ? Ayo kita berangkat ke bar sudah banyak tamu yang datang." ajak Dave.
"Oke sayang ayo..." jawab Riri sambil menggandeng tangan Dave.
Mereka berdua pun menuju lobby dari mall itu, dan menuju parkiran menuju mobil lalu berangkat ke bar. Sebenarnya sekarang Dave sedang sangat tidak sabar melihat wajah Bening yang begitu ingin terus ia pandang secara langsung bukan hanya dari foto yang Darren kirim.
Bersambung...
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini