Aku nyaman berada di samping nya, Cinta nya yang begitu sangat tulus dan kedewasaan nya membuat diriku sangat nyaman berada di samping nya.
Dia sangat setia pada Negara dan kekasih hatinya Aku, hanya satu ungkapan untuk ku yaitu Kamu telah memilih ku, Aku milik Negara tak hanya milikmu kamu harus siap menerima suatu saat nanti hanya nama dalam kenangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maafkan Semua nya Karena Aku
Tasya berada di sebuah ruangan dengan kamera dan lampu yang menyorot ke dirinya, dan di depan sudah ada beberapa orang dengan badan tegap dan besar seperti Bodyguard.
" Sebenarnya apa yang kalian ingin kan? " Tanya Tasya.
" Kenalkan Saya Purnomo, saya seorang wakil rakyat yang dulu nya satu partai dengan Pak Basuki, tapi Saya lalu pecah dengan dirinya dan masuk ke partai lain. Karena masalah visi misi kita tidak sejalan."
" Saya tidak paham, apa yang kalian maksud."
" Kamu teman wanita nya Reza kan alias Sandi nama samaran nya, pasti hubungan kalian lebih seorang Tentara yang menyamar menjadi pemakai setelah di selidiki dia anak dari musuh Saya. Dan saat sedang menyelidiki nya Saya tidak tahu dia seorang Tentara baru ketahuan sekarang, kami curiga saat dia membeli obat itu dari kami karena wajah nya familiar saat salah satu anak buah Saya mengenalnya lantas agar tidak ragu kami mencari info tentang dia."
" Terus terang, Saya nggak tahu apa - apa, apalagi tentang keluarga dan sekarang dimana Kak Reza? "
" Dia beserta Anggota lain nya sedang mencari kamu, bahkan menangkap saya." Ucap Purnomo sembari menyulut rokok nya lalu dia hembuskan asapnya ke wajah Tasya.
Uhuk.. uhuk.. uhuk...
" Kamu tahu, ponsel Reza sudah kami sadap, dan ternyata dia tahu, dan menonaktifkan ponsel nya tapi sayang teman wanita nya bodoh membuka ponsel tersebut hingga dengan mudah kami memindahkan semua percakapan nya, data penting lain nya jati dirinya kita jual ke media untuk menjatuhkan Basuki karena ponsel tersebut adalah ponsel pribadi nya dia Bahkan jejak terakhir dia, ternyata pas kamu yang berada saat ada disana."
" Intinya apa, biar semua berakhir dan lepas kan saya." Ucap Tasya.
" Kamu lihat kamera itu, kamu akan bicara dengan naskah yang ada di depan mata kamu sesuai dengan tulisan nya. " Tunjuk Purnomo.
********
" Ponsel itu milik pribadi atau pekerjaan? " Tanya Pak Basuki.
" Pekerjaan Pah, mungkin Tasya tidak tahu itu ponsel yang di kira saya pakai sehari - hari, karena saya juga menonaktifkan ponsel saat mengadakan misi, dia mungkin tidak terlalu mengerti dan salah saya tak banyak bilang apa - apa kalau dalam tugas banyak memiliki ponsel."
" Seharusnya kamu bilang Reza, itu ponsel telah tersadap saat melakukan misi, dan kamu tidak berkata jujur untuk tidak menghubungi nya sementara waktu." Ucap Dika.
" Dik, Aku tanya sama Kamu. Tasya pernah kamu bilang nggak tugas seorang Tentara seperti ini, jangan pernah sentuh barang yang tak boleh di sentuh." Reza merasa sangat geram disisi lain Dika lebih menyudutkan dirinya.
" Kamu juga teledor Reza." Bentak Dika.
" Sudah - sudah, kita tunggu kabar dari Heri Ajudan Papah." Ucap Pak Basuki.
****
" Akun penyebar photo Mas Reza sudah ketemu, serta berita miring mas Reza untuk menjatuhkan Pak Basuki sudah terhapus semua dengan ribuan komentar." Ucap Heri sembari memberi sebuah bukti data diri penyebar berita tersebut.
" Kamu sudah tahu Tasya ada dimana? " Tanya Reza.
" Kami masih masih menunggu penyebar akun ini untuk buka mulut."
" Biar Aku yang suruh dia buka mulut." Ucap Reza.
******
Buughhh...
Buughhh...
" jawab jangan diam saja, di mana dia? " Bentak Reza sembari mencengkram bajunya.
Braaakkk....
Dika menendang kursi yang di duduki si penyebar berita tersebut hingga jatuh tersungkur.
" Kalau kamu tidak jawab, Aku pecahkan kepala kamu." Ancam Dika.
" Jawab.. jangan diam saja..!!! " Bentak Reza.
" Iy.. - iya Aku katakan dimana dia berada?? "
" Dimana?? " Tanya Reza yang sudah siap ingin melayangkan bogem mentahnya.
" kalian datang lah ke gedung Bahtera, wanita itu akan mengadakan siaran live membuat berita palsu agar Pak Basuki lengser."
********
Tasya membaca teks tersebut dengan tulisan yang ada di depan matanya, namun dengan sengaja sebuah pisau mengancam dirinya.
Pisau kecil sangat tajam, siap menusuk dirinya bila Tasya membuat sebuah kesalahan.
" Kamu harus bicara sesuai tulisan itu. "
" Kalau Saya tidak mau? "
" Pisau ini akan menancap di perut kamu."
Lampu pun menyala, kamera on dengan wajah di buat nya agar tidak terlalu tegang, namun saat ini hidup Tasya penuh dengan ancaman.
" Cepat baca, seolah - olah di depan kamera kamu bicara apa adanya." Ucap Purnomo.
" Cepat...!! Purnomo dengan nada membentak sembari ujung pisau nya sudah sedikit menggores kulit Tasya.