bagaimana jika kita bertemu kembali dengan sosok laki-laki yang pernah kamu kagumi di masa lampau??
ya itu yang terjadi pada Salma, guru bahasa Inggris di salah satu SMP di kota A. dia tidak sengaja bertemu dengan seorang anak kecil di taman yang menghantarkan dia bertemu kembali dengan laki-laki yang telah menolongnya.
mungkinkah dia akan jatuh hati dengan laki-laki tersebut setelah ia pernah mengalami kegagalan di masa lalunya yang membuat ia trauma hingga saat ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Yang di Tunggu
********
Happy Reading
Setalah sesi video call dengan Aira, wajah Salma menjadi ceria. Ia tampak bahagia karena bisa berbicara dengan Aira, terutama ayahnya.
"Kenapa jatungku berdetak seperti ini ya, apa jantungku bermasalah ?" Tanya Salma pada dirinya yang diikuti dengan memegang dadanya.
tok....tok....tok....tokk
"Ma, tolong bantu ibu di dapur.". Pinta bu Murni kepada putri bungsunya.
"Bentar bu, Salma selesaikan kerjaan ini dulu." Elak Salma untuk menetralisir detakan Jantungnya.
"Ibu tinggal di dapur dulu, kamu segera selesaikan pekerjaanmu."
Bu Murni mulai melangkahkan kakinya menjauh dari kamar. Setelah beberapa saat, Salma sudah mulai tenang Ia menyusul ibunya ke dapur. Ia membantu ibunya untuk memasak karena nanti sore ada pengajian di rumahnya. Sehingga bu Murni memasak makanan lumayan banyak.
"Bu, Salma bantu apa ini bu ?" Tanya Salma kepada ibunya.
"Kamu kupas kentang itu ya, terus di goreng nanti mo buat bergedel." Jawab Bu Murni yang sedang menggoreng ayam.
"Siap bu, jadi buat soto betawi bu ?"
"Ya jadi, nanti juga jangan lupa goreng kerupuknya untuk pelengkap soto."
"Untuk snack nya gimana bu? apa jadi di pesankan mbak Arin?"
"Jadi, kemarin mbakmu sudah sanggup mesankan snacknya ke tetangganya. Terus tadi juga mbak mu sudah telp jika tetangganya bisa membuatkan. Nanti sore mau di antar kakakmu." Bu Ronah menjelaskan secara rinci kepada Salma.
Mereka memasak makanan terkadang di selingi canda Salma beserta bu Murni. Apalagi bu Murni melihat putri bungsunya yang dari tadi senyum-senyum ketika mengupas kentang. Membuat bu Murni heran dengan sikap Salma yang tidak seperti biasanya.
"Nduk, ibu perhatiin dari tadi kok kamu senyum-senyum sendiri, memangnya apa yang membuat kamu bahagia ?" Tanya bu Murni yang penasaran dengan sikap putrinya.
"Ehmmm.... nggak ada apa-apa kok bu." Jawab Salma dengan sedikit gugup.
"Yang benar,...." ucap bu Murni dengan mendekati putrinya dan memperhatikan gerak-geriknya." Ibu itu yang melahirin kamu, yang merawat kamu nak. Ibu tau lo kalau kamu berbohong."
"Beneran lo bu,Salma memang tidak kenapa-kenapa." Jawab Salma masih mengelak.
"Ya udah lanjutkan lagi itu kupas kentang nya." Ucap bu Murni. "Ibu tahu nak kamu berbohong sama ibu, tapi ibu bahagia bisa melihat kamu tersenyum seperti ini. Semoga kamu segera mendapatkan kebahagiaan." Ucap bu Murni dalam hatinya.
Makanan pun sudah siap semua. Arin juga sudah sampai ke rumah orang tuanya dengan membawa snack pesanan bu Murni. Adam dan Aina juga ikut mamanya. Sehingga rumah bu Murni tampak ramai kembali karena kedatangan cucunya.
Acara pengajian sore hari ini di kediaman pak Handoko tampak berjalan dengan lancar. Banyak tetangga yang mengikuti acara tersebut. Setelah acara selesai dan para tetangga pulang, Arin beserta putra putrinya juga ikut pulang dengan di jemput Arvan. Weekend ini mereka akan pergi mengunjungi keluarga Arvan di kota Y. Sehingga mereka pulang untuk mempersiapkan apa saja yang akan di bawa kesana. Setelah selesai membereskan sisa pengajian, Salma ijin kepada orang tuanya untuk masuk ke kamar.
"Pak, bu Salma masuk ke kamar dulu ya."Ijin Salma kepada orang tuanya.
"Ya nak, sana istirahat sudah malam. Pasti kamu juga capek. Ayah dan ibu juga mo ke kamar." Ucap pak Handoko kepada putrinya.
******
Hari yang di tunggu pun telah tiba. Hari ini hari Minggu, sesuai rencana Aira, Irsyad dan Salma akan pergi ke Timezone. Salma dan Irsyad akan menemani Aira untuk menghabiskan liburan nya untuk bermain. Apalagi untuk Irsyad, waktu kebersamaan dengan putri kecilnya menjadi moment yang sangat berharga di sela kesibukannya. Apalagi Minggu depan Irsyad harus kembali ke tempat tugasnya. Kemarin malam Irsyad juga sudah menghubungi Salma untuk bertanya alamat rumahnya. Awalnya Salma saja yang ke Rumah Irsyad karena merasa tidak enak jika merepotkan Irsyad. Tapi Irsyad menolaknya karena menurut Irsyad, yang mengajak pergi juga putrinya. Irsyad juga ingin mengetahui rumah Salma.
Setelah beberapa menit, Irsyad beserta Aira sudah sampai di depan rumah yang minimalis tapi tampak bersih dan elegan dengan mobilnya. Ia memastikan alamat yang diberikan Salma apa benar atau salah. Setelah pasti, Irsyad melepas setbeltnya dan diikuti melepas setbelt Aira.
"Sayang, ayo kita turun. Kita sudah sampai rumah onty Salma." Ucap Irsyad kepada putrinya.
"Sudah campai ya yah, ayo kita tulun nemuin onty cantik." Celoteh Aira dengan semangatnya.
"Bentar kamu di situ dulu biar ayah yang turun." Ucap Irsyad. Irsyad membuka pintu pengemudi dan mengitari pintu depan. Irsyad membukakan pintu untuk putrinya dan menurunkannya dengan cara menggendong. Karena hari ini Irsyad memakai mobil Pajero Sport nya, sehingga untuk ukuran tubuh Aira mobil itu cukup tinggi.
Setelah turun, Irsyad dan Aira bergandengan tangan masuk ke rumah Salma.
"Sayang pelan-pelan, nanti jatuh lo." Irsyad menasehati putrinya.
"Ciap ayah...." Jawab Aira.
"Kita ketuk pintunya dulu ya sayang.."
Aira menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Tokkk...tokk.....tokkk....
"Assalamualaikum".Ucap Irsyad dengan suara lantang nya tapi dengan nada lembut.
Setelah beberapa saat, pintu pun di buka.
"Waalaikumsalam, maaf mencari siapa ?" Jawab bu Murni yang tidak tahu siapa tamu yang datang kerumahnya.
"Maaf bu, Saya Irsyad dan ini anak saya Aira. Saya teman Salma."
"Oh temannya Salma, mari-mari nak masuk dulu. Ayo sayang masuk ke rumah nenek." Ucap Bu Murni mempersilahkan Irsyad dan Aira masuk dengan membuka pintunya lebar dan berpindah posisi agar Aira dan Irsyad bisa masuk rumah.
"Terimakasih bu." Jawab Irsyad dengan senyum tipisnya dan masih tetap menggandeng putrinya.
"Silahkan duduk dulu nak, saya panggilkan Salma dulu. Dia masih di kamar."Bu Murni mempersilahkan Irsyad dan Aira duduk di ruang tamu.
"Ada siapa bu?" Tanya pak Handoko kepada istrinya yang menuju ke ruang tamu.
"Ini yah ada teman Salma beserta putrinya." Jawab bu Murni.
"Oh temannya Salma." Jawab pak Handoko yang di ikuti senyuman.
"Iya om, Saya Irsyad dan ini putri saya Aira." Jawab Irsyad memperkenalkan dirinya dan putrinya kepada pak Handoko dan menjabat tangan beliau.
"Yah temanin nak Irsyad dulu ya, ibu mo manggil Salma dulu di kamar." Pamit bu Murni kepada suaminya. Yang di balas anggukan Pak Handoko.
Bu Murni berjalan menuju kamar putrinya. Setelah sampai bu Murni mengetuk pintu kamat Salma.
Tok....tokkk...tokkk
""Nak, itu ada teman mu yang datang." Ucap bu Murni.
"Teman Salma siapa bu, bentar ini Salma baru pakai kerudung." Ucap Salma yang penasaran dengan kata teman.
"Tadi bilang namanya nak Irsyad dan putrinya."
"ya bu suruh nunggu sebentar ya bu, Salma baru makai kerudung."
"Ya udah, ibu mo ke dapur dulu buat minum". Ucap bu Murni kepada putrinya.
"Ya bu, terima kasih.
Bu Murni berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan minum untuk Irsyad dan Aira. Sedangkan Irsyad sedang ngobrol bersama pak Handoko di ruang tamu.
'
mudah2an bima berjodoh sama syakila membayar rasa penasaran pembaca thor🤣🤣🤣