NovelToon NovelToon
Pahatan Waktu | Kembali Ke Masa Kerajaan Cina

Pahatan Waktu | Kembali Ke Masa Kerajaan Cina

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Balas dendam. / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: souzouzuki

Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.

Dia hanya putra mahkota yang malang, walau wajahnya begitu tampan. Ibu tirinya mengguna-gunainya hingga ia tidak mau menikah dan tidak dapat merasakan jatuh cinta. Lebih parahnya lagi, ia jadi bodoh karena pengaruh sihir. Tapi seseorang dari masa depan datang mengambil hatinya.

Bagaimana sihir itu lenyap dan bagaimana gadis itu mengubah hidupnya?

Gadis ini bisa menyihirnya dengan sihir yang lebih hebat lagi dari kegelapan. Kebijaksanaan dan cinta adalah dua hal yang berkaitan, membentuk suatu kekuatan dan energi positif.

"Siapa kamu sebenarnya?"

"Aku bukan orang gila atau semacamnya. Aku dari masa depan, namaku Xian Zhen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 26 - Sabotase Sebelum Penobatan

"Eh." kagetnya karena tersadar akan sesuatu.

Sebaiknya aku mengawasi Xia Yi dari jauh. Nanti kalau seseorang yang tak terduga ingin menggagalkan penobatan Xia Yi, Xia Yi bisa dalam bahaya.

Xian Zhen segera berjalan menuju kamar ibu suri, tempat Xia Yi dipanggil oleh seorang pelayan tadi dengan langkah cepat.

Kenapa sepi sekali?

Gadis itu menoleh kesana kemari, disekitar sana benar-benar sepi. Hatinya sudah curiga seperti ada yang tak beres di kamar ibu suri. Ia melangkah perlahan dengan langkah hati hati tak bersuara.

Dimana para penjaga kamar ibu suri??

Xian Zhen Panik menyadari semua penjaga disekitar kamar itu telah hilang. Ia sudah menyiapkan beberapa kemungkinan hal yang terjadi di kepalanya, bermodalkan pengetahuan drama kerajaan yang pernah ia tonton itu.

Oke! Sekarang aku harus siap menghindari tusukan tiba-tiba dari arah samping kiri. Karena tangan kananlah yang memegang pisau. Atau kemungkinan lainnya...

Setelah menyiapkan mental, gadis itu dengan hati hati melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam menerobos tirai kamar ibu suri.

satu.

dua.

tiga.

Ia menghitung langkah kakinya.

Putar!

Benar dugaannya, setelah ia memutar badannya ternyata ia telah berhasil menghindari sebuah tusukan misterius dari tangan seseorang yang menggunakan tutup wajah untuk menutupi wajahnya.

"Hyatt!!" teriak Xian Zhen sembari menirukan gerakan mengunci tokoh panglima kerajaan hebat yang pernah ia tonton.

Tangannya memukul pergelangan tangan orang misterius itu dengan keras hingga ia menjatuhkan pisaunya. Lalu menggenggam tangan orang itu dan berputar untuk membuatnya terkilir.

"Duakh!"

"Aakkh!!" teriak orang itu kesakitan setelah tempurung lutut Xian Zhen itu menendang tempat tersensitifnya dengan keras.

"Semoga alat penghasil keturunanmu itu gak rusak ya." kata Xian Zhen dengan suara berbisik.

Tapi sebuah tangan lain membungkam mulut Xian Zhen dengan kain yang diduga sudah bercampur bius. Dalam hitungan detik tubuh indah gadis itu lunglai terjatuh dalam pelukan orang itu.

"Kena kau!" seru orang itu sembari membopong tubuh Xian Zhen diatas pundaknya.

Tiba-tiba Xian Zhen membuka matanya, dalam satu detik ia sudah memukul tengkuk leher belakang orang ke dua itu hingga ia jatuh pingsan. Ternyata Xian Zhen sudah menyiapkan strategi ini, ia langsung menahan nafas begitu ia menyadari sebuah kain dibekapkan ke mulutnya.

"Hmh!" desah Xian Zhen meremehkan semua musuhnya itu.

Waw! Baru saja aku menaklukan kedua orang ini semudah Panglima San! HAHAHA.

"Ups. Mereka pasti belum benar-benar lumpuh." gumam Xian Zhen.

Kakinya melangkah dengan cepat ke orang misterius pertama itu lalu memukul pundaknya hingga pingsan pula.

"Nah rasakan juga yang ini, aku jamin kau tak akan bisa bangun walau kau sudah sadar nanti!" seru Xian Zhen sembari menginjak burung kedua orang itu berkali-kali dengan berani.

Waw aku pasti merusak masa depan kedua orang ini hehe.

Setelah puas menginjak injak kedua orang itu, ia membuka jendela kamar ibu suri untuk menerangi kamar gelap itu. Seketika cahaya matahari menerangi kamar itu sepenuhnya.

"Xia Yi!!!" teriak Xian Zhen melihat calon suaminya tergeletak tak sadarkan diri.

Sementara ibu suri telah bersimbah darah di ujung ruangan. Sepertinya ia tak ada harapan hidup lagi.

Kaki Xian Zhen gemetar melihat kejadian itu, tiba-tiba kakinya lemas tak sanggup melihat ibu mertuanya yang sedang dalam keadaan yang buruk itu.

"Xian Zhen, ada apa ini!" panggil Xuang Fei dari belakang punggungnya.

Xuang Fei kaget tak percaya dan tak mengerti apa yang sedang terjadi disini.

"Na-nathan... Tolong bantu aku. Bawa Xia Yi ke kamarnya sekarang... Aku tak sanggup lagi melihat ini." ujar Xian Zhen dengan suara yang gemetar.

Nathan mengerti dengan kondisi Lita saat ini, ia benar-benar takut dengan darah. Hal pertama yang Nathan lakukan adalah menggendong Xian Zhen yang terduduk lemas di lantai itu. Baru setelahnya, ia membawa Xia Yi keluar.

"Tidakk... Kau belum mati kan Xia Yi!? Kau masih hidup kan??" seru Xian Zhen dengan suara gemetar dan wajah yang pucat.

"Tenanglah, dia masih hidup." kata Nathan sembari meletakkan tubuh Xia Yi di depan Xian Zhen yang tengah menangis dengan air mata yang mengalir deras itu.

Xian Zhen menghela nafas lega mendengar pernyataan Nathan yang baru saja mengecek nafas Xia Yi dihidungnya.

"Kenapa dia pingsan? Apa ada tusukan ditubuhnya?" kata Xian Zhen sembari membolak balik tubuh Xia Yi.

"Tunggu. Nathan tolong lihat wajah kedua orang yang tergeletak dilantai tadi!" perintah Xian Zhen.

Xuang Fei segera berlari mengecek. Ia membukan kedua kain penutup dua orang misterius itu secara bersamaan.

"Hah!" serunya tak percaya.

"Siapa dia Nathan?!" tanya Xian Zhen dengan lantang.

"Ini adalah jenderal militer dan Perdana Menteri Pei Qi!!" seru Nathan.

"Panggil semua prajurit yang masih ada untuk merantai mereka dengan kuat! Panggil tabib Xiang untuk membantuku, sekarang!" seru Xian Zhen dengan panik.

"Iya, baiklah!" jawab Nathan dengan cepat sembari berlari keluar mencari bantuan.

Sementara Xian Zhen masih menangisi Xia Yi yang pingsan itu. Setelah ia lihat ternyata tangan Xia Yi terikat dengan tali tambang.

Xian Zhen segera menarik tusuk konde rambutnya lalu melepaskan simpul tali itu dengan tusuk kondenya.

"Xia Yi! Xia Yi! Sadarlah! Xia Yi..." panggil Xian Zhen sembari menepuk-nepuk pelan wajah kekasihnya itu.

Like dan masukkan cerita ini dalam rak favorite kamu di NovelToon, dan jangan malas memberi semangat pada author lewat komentarmu~♡ Vote dari kamu juga sangat dinanti.

Dibawah ini adalah foto tabib Xiang.

1
Wisteria
ya ampun umur 16th y
aku ngerasa ini cerita kok kocak y
Wisteria
sayang sekali wajah cantik 🧠👿
kecantikan yg mubazir
Wisteria
16 th udah nikah aja, gimana bentuknya y.
Wisteria
ya...ya...ya..... maklumlah baru SMA radak" letoi alias lebai
eza
,😂
eza
ehh ternyata
eza
matematika emang bikin mau mati,😂
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus sukses
Anita
pasti nasi goreng
Anita
tenang aja.....
kaisarnya juga kan gak sadar...
lagi pula kan itu demi xian zhen....
Anita
karyamu ini bagus banget😁😁😁
dari awal bab juga udah keliatan bagusnya.
bahkan pas di bab pertama aku langsung ngasih hadiah kopi 👍👍👍

𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 ♡♡♡
Anita
semangat thor....
ku kasih secangkir kopi untukmu👍👍👍
Endang Sri Wahyuni
visualnya kurang pas,maaf
Henhen Joker
seandainya charger kebawa tapi mau di chas dimana? idung ? 🤭🤭🤭
fatma
nyimak hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!