NovelToon NovelToon
REVENGE

REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pembunuhan
Popularitas:229.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Darren adalah seorang pemuda berwajah tampan, manis dan juga cantik. Dirinya memiliki banyak bakat dan juga prestasi.

Darren pemuda yang cerdas dan jenius. Di usia mudanya, Darren sudah menjadi seorang CEO. Darren memiliki beberapa perusahaan yang sudah terkenal di dunia, salah satunya di Australia.

Darren difitnah dan dituduh telah membunuh ibu kandungnya dan membuat bibinya koma di rumah sakit, sehingga berakhir Darren diusir oleh Nenek, Ayah dan kakak-kakaknya dari keluarga Autin. Bahkan mereka menghapus nama Darren dari daftar keluarga.

Semenjak kejadian pengusiran dirinya dari keluarga Austin membuat kepribadian Darren berubah. Yang dulunya ceria, supel, baik, ramah dan mudah bergaul. Namun, sekarang Darren berubah menjadi sosok yang kejam, dingin, acuk, cuek, pendiam dan tertutup. Darren hanya bersikap ramah dan lemah lembut hanya dengan orang-orang dekat dengannya.

Darren tidak akan segan-segan membunuh dan menghabisi orang-orang yang sudah berani mengusik kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebersamaan Darren Dan Ataya

Di markas BLACK LION Chello, Zidan dan para mafioso telah kembali dengan selamat ke markas walau ada beberapa mafioso dalam keadaan luka-luka, tapi luka-luka mereka tidak terlalu parah.

Chello dan Zidan beserta kelompok mafianya telah berhasil mengalahkan dan menghancurkan kelompok mafia SCORPIO. Dan menewaskan sekitar 1000 mafioso dari SCORPIO. Sisanya lebih memilih menyerah dan bergabung dengan kelompok mafia BLACK LION.

Seperti yang direncanakan oleh Darren jika kelompok mafianya berhasil menghancurkan kelompok mafia SCORPIO, maka kelompok tersebut akan menjadi miliknya. Dan kini kelompok mafia tersebut sudah resmi menjadi miliknya.

"Lebih baik sekarang kalian bersihkan diri kalian. Dan jangan lupa obati luka kalian itu," ucap Chello kepada para mafiosonya.

"Baik, Prince."

"Dan untuk kalian anggota baru. Silahkan istirahat. Dan ikuti para mafioso lainnya," ucap Zidan.

"Baik, Prince."

Setelah kepergian para mafioso. Kini tinggal Chello dan Zidan dan para tangan kanannya.

"Kami akan pulang. Jaga markas dengan baik. Jangan sampai ada pengkhianat lagi," sahut Zidan.

"Siap, Prince!" Alex dan Justin menjawab sambil mengangguk.

"Untuk empat pengkhianat yang belum mau buka mulutnya. Kalian terus siksa mereka sampai mereka buka mulut dan mengaku." Chello berucap.

"Baik, Prince. Kami mengerti!"

"Ya, sudah kalau begitu. Kami pamit!" seru Zidan dan Chello.

Setelah itu, Zidan dan Chello pun pergi meninggalkan markas BLACK LION.

***

Darren terbangun dari tidurnya saat merasakan badannya yang sedikit gerah. Ketika Darren telah sepenuhnya sadar tidurnya dan matanya sudah terbuka sempurna. Darren melihat kearah jam yang melingkar di tangannya. Dapat Darren lihat waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Seketika Darren membelalakkan kedua matanya.

Darren ingin beranjak dari tempat tidur. Namun pergerakannya terhalangi oleh tangan seorang gadis yang melingkar di perutnya. Darren melihat kearah samping. Dan dapat dilihat Ataya, sang kekasih yang tidur sambil memeluknya.

Darren sempat berpikir kapan dirinya berada di rumah Ataya. Yang Darren tahu bahwa dirinya habis melakukan penyerangan di kediaman Diego Divo Virera.

FLASHBACK ON

Diego dan anggota keluarganya mengucapkan kata terima kasih kepada Darren. Setelah itu mereka pun melangkah keluar rumah.

SATU LANGKAH...

DUA LANGKAH...

TIGA LANGKAH...

EMPAT LANGKAH...

DORR! DORR!

Peluru-peluru itu berhasil mengenai dan menembus kepala serta jantung Diego dan anggota keluarganya. Semuanya mati di tempat dengan 2 peluru bersarang di kepala dan di jantung mereka.

Melihat hal itu membuat kedua sahabatnya yaitu Chico dan Barra, tangan kanannya dan para anggota BLACK LION tersenyum kemenangan.

"GAME OVER," ucap Darren menatap mayat Diego dan keluarga.

"Bakar rumah ini." Darren berucap dengan lantang.

"Baik, King!"

Setelah itu, Darren pergi meninggalkan kediaman Diego Divo Virera dan diikuti oleh Barra, Chico, tangan kanannya dan para mafiosonya di belakang.

Sesampainya di luar gerbang kediaman Diego Divo Virera. Sepuluh anggota mafioso langsung membakar rumah tersebut sesuai perintah dari Darren.

Beberapa detik kemudian terdengar dering ponsel milik Darren. Darren yang mendengarnya langsung mengambil ponsel itu di saku celananya.

Disaat ponselnya sudah berada di tangannya. Darren melihat nama 'Ataya' di layar ponselnya. Tanpa menunggu lama, Darren langsung menjawab panggilan dari gadisnya itu.

"Hallo, sayang."

"Hiks... Hiks," terdengar isak tangis di seberang telepon. Darren yang mendengar isak tangis Ataya seketika berubah khawatir.

"Ataya. Kau kenapa? Apa yang terjadi?"

Mendengar nada panik dari Darren membuat Barra dan Chico menatapnya.

"Ren, ada apa?" tanya Chico.

Darren menjawab dengan gelengan kepala.

"Hiks... Darren, aku takut. Disini gelap... Hiks," isak Ataya.

"Gelap? Sebenarnya ada apa, Ataya?"

"Darren. Aku... Aku sendirian di rumah. Mommy sama Daddy di luar negeri, kak Nathan di luar kota. Sementara kak Aksa belum pulang dari kegiatan Camping nya. Disini mati lampu. Aku takut gelap, Ren!"

Mendengar rentetan kalimat dari Ataya membuat Darren menjadi iba dan juga sedih. Ditambah lagi Darren yang sangat tahu jika Ataya yang memiliki phobia dengan kegelapan.

"Baiklah. Aku akan segera ke rumahmu. Kamu tenang, oke!"

Setelah itu, terdengar panggilan terputus dari seberang telepon. Ataya langsung mematikan teleponnya ketika sudah mendapatkan jawaban dari Darren, kekasihnya.

"Ada apa, Ren?" tanya Barra.

"Aku harus ke rumahnya Ataya. Ataya sendirian di rumahnya," jawab Darren.

"Loh. Memangnya kedua orang tuanya dan kedua kakaknya Ataya, kemana?" tanya Chico.

"Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing," jawab Darren ketika memikirkan sifat kedua orang tua dan kedua kakak laki-lakinya Ataya.

Kedua orang tua Ataya hanya sibuk dengan pekerjaan tanpa ada waktu sedikit pun untuk Ataya. Mereka selalu mengatakan kepada Ataya bahwa mereka bekerja untuk Ataya dan kedua kakak-kakaknya. Dan untuk kedua kakaknya yaitu Nathan Parvez dan Aksa Parvez, mereka juga menyibukkan diri dengan kegiatan mereka masing-masing tanpa memberikan sedikit perhatian untuk Ataya. Mereka juga jarang pulang ke rumah.

Nathan maupun Aksa. Keduanya sangat menyayangi Ataya. Namun cara mereka menyayangi Ataya dengan cara yang berbeda. Baik Nathan maupun Aksa menyayangi Ataya memberikan perhatian kepada Ataya hanya melalui pesan atau video call. Mereka tidak pernah memberikan perhatian, kasih sayang dan menanyakan keadaan Ataya secara langsung. Alasan mereka adalah karena mereka terlalu sibuk. Begitu juga dengan kedua orang tuanya.

"Ya, sudah. Kau hati-hati di jalan," kata Chico.

"Jangan terlalu ngebut bawa mobilnya. Ini," ucap Barra.

Darren tersenyum mendengar ucapan khawatir dari kedua sahabatnya. Darren benar-benar beruntung memiliki sahabat dan juga keluarga yang selalu ada untuknya.

"Baiklah."

Setelah itu, Darren pun pergi meninggalkan kedua sahabatnya untuk segera pergi ke rumah Ataya. Sementara Chico, Barra, para tangan kanannya dan para mafioso langsung kembali ke markas BLACK LION.

FLASHBACK OFF

Setelah mengingat kenapa dirinya berada di kamar Ataya. Seketika Darren tersenyum. Darren menginap di rumah Ataya dan berakhir tidur bersama Ataya.

Sejak Darren datang, Ataya langsung memeluk tubuh Darren. Darren yang mendapatkan pelukan dari Ataya dapat merasakan tubuh bergetar Ataya dan beberapa nada ketakutan yang keluar dari bibir Ataya.

Darren menatap wajah cantik Ataya ketika sedang tertidur. Terukir senyuman manis di bibirnya ketika memandangi wajah Ataya yang masih terlelap. Tangannya bergerak menyentuh helaian rambut Tzuyu yang menutupi wajah cantiknya dan menyingkirkan helaian rambut tersebut.

Darren mendekatkan wajahnya ke wajah Ataya. Matanya menatap bibir merah Ataya, lalu detik kemudian Darren mencium bibirnya Ataya. Dan kini bibirnya telah menyatu dengan bibir milik Ataya. Darren menghisap dan ******* bibir Ataya.

Ataya yang merasakan sesuatu di bibirnya langsung membuka kedua matanya. Seketika mata Ataya membulat sempurna saat melihat wajah kekasihnya.

Darren yang melihat bahwa kekasihnya telah bangun akhirnya menudahi kegiatannya. Darren menatap wajah cantik kekasihnya itu. Seketika Darren tersenyum hangat menatap wajah Ataya. Tangannya mengusap lembut pipi Ataya.

"Selamat pagi, Baby!" Darren menyapa Ataya begitu lembut sembari memberikan kecupan sayang di kening Ataya.

Ataya tersenyum ketika mendengar sapaan manis dari lelaki di hadapannya. Di dalam hatinya, Ataya sangat beruntung dipertemukan dengan Darren. Disaat dirinya kesepian, Darren selalu ada untuknya. Disaat dirinya butuh sandaran dimana dirinya tidak mendapatkannya dari kedua orang tuanya dan kedua kakak laki-lakinya. Darren siap memberikan bahunya untuk dirinya bersandar.

Ataya memberikan kecupan di kening Darren dan juga tangannya mengusap lembut pipi Darren.

"I Love You."

"I Love You, Baby!"

Darren kembali memberikan mencium bibirnya Ataya dan ciumannya kini cukup lama. Darren benar-benar candu akan bibir Ataya. Sementara Ataya sangat menikmatinya dan membalas setiap apa yang dilakukan oleh Darren.

Beberapa detik kemudian, Ataya mendorong tubuh Darren karena dirinya butuh oksigen. Setelah ciuman mereka terlepas, Ataya meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Sementara Darren tersenyum ketika melihat Ataya yang terengah-engah.

"Ya, sudah. Kamu pergilah mandi. Ini sudah pukul setengah delapan. Bukannya kamu ada kuliah bahasa inggris pukul setengah sembilan dengan Dosen killer itu?" ucap dan tanya Darren.

"Lalu kamu bagaimana?" tanya Darren.

"Aku akan akan pulang ke rumah. Setelah itu aku harus ke Perusahaan DRN'Smith. Ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Aku ke Kampus sekitar pukul setengah sepuluh karena hari ini jadwal kuliahku memang pukul segitu." Darren menjawab pertanyaan Ataya sembari beranjak dari tempat tidur.

"Baiklah," jawab Ataya.

"Kalau ada masalah di Kampus dan kamu tidak bisa menghadapinya sendiri. Langsung hubungi Zidan atau yang lainnya. Mengerti!"

"Baiklah."

"Ya, sudah. Aku pulang. Ingat! Jangan lupa sarapan."

"Iya, bawel."

Setelah itu, Darren pun pergi meninggalkan Ataya sendiri di dalam kamarnya. Sementara Ataya pun langsung melakukan ritualnya yaitu mandi.

1
Himme
Kapan orang iri dengki, sombong, jahat dan serakah hilang dari muka bumi. Cepek banget ya gusti.
whiteblack✴️
wow...permainan yg menarik...untukku bella ..walaupun peran utama Arinda ...sebagai utama catur..
whiteblack✴️
.../Chuckle/...kutunggu moment itu..terjadi..
whiteblack✴️
baru sadar Bella siapa Musuh yang sebenarnya...😏....kalau sudah tau topeng mereka Balas dengan sadis ok💃
whiteblack✴️
jangan pernah bermimpi..loe setan Bella enggak akan percaya bujukan setan seperti loe setan.,😑
whiteblack✴️
rasanya mau bunuh loe ya setan sialan
Himme
Kehancuran seperti ini lebih seru dari pada dibunuh. Wah.. bagus juga/Casual/
whiteblack✴️
mau lihat pelaku tuw bertemu sahabat korbannya... apa yg pelaku bicara saat bertatap muka korban😌
whiteblack✴️
kuharap sie Bella jangan terlalu bodoh lagi..kemakan manusia setan tuw/Panic/
whiteblack✴️
sebelum itu terjadi..hadapi Arinda dulu secara terang" an😑
whiteblack✴️
kenapa kau mencarinya... mau berulah lagi
whiteblack✴️
Rasanya gimana???? Enak tidak..kejutan pembalasannya...
Himme
Boleh dibunuh langsung nggak sih orang kaya gini. Bikin muak💢
Himme
Dan aku lupa masih ada orang serakah lagi yang belum hancur/Angry/
Himme
Renungkan dan minta maaf lah.. Hukuman mu ini masih belum seberapa daripada orang yang kau sakiti😌
Himme
Kau tidak pernah tahu semenyakitkan apa balasan seorang anak jika keluarganya bahkan ayahnya kau usik demi memuaskan ambisi mu yang justru menghancurkan ikatan yang tidak semua orang seberuntung dirimu/Grievance/
Himme
Karena kau egois, kau serakah sudah dibantu tapi tidak tahu diri. Dan saat kau mendapatkan balasannya kau malah bertanya 'Apa salahmu? cih!😒 basi.
Himme
Buatlah lebih hancur lagi hingga dia sadar memusuhi orang yang sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri adalah kesalahan yang fatal.
Himme
Ini hanya awal dari kehancuran untuk orang-orang bodoh yang tidak tahu diri yang dibutakan oleh keserakahan dan ambisi picik untuk mendapatkan segalanya sampai bermain-main nyawa dengan seseorang😈
Himme
Puas banget.. ini pembalasan yang sempurna. Menghancurkan secara perlahan-lahan namun menyakitkan. Jika kau tanya apakah Vincent akan sadar jawabannya tentu tidak. Dari mulai bermain-main dengan nyawa alias memiliki niatan membunuh ambisinya tidak akan goyah sebelum keinginannya terjadi. Dan saat itu perang sesungguhnya terjadi🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!