NovelToon NovelToon
My Psychopaths CEO

My Psychopaths CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ika SR

Lana, freshgraduated dari salah satu kampus kecil di pinggir kota akhirnya diterima kerja di sebuah perusahaan ternama di kota besar. Itulah awal mula Lana bertemu dengan Cleo, CEO muda pemilik perusahaan tersebut.
Sayangnya, keberuntungan berjalan berdampingan dengan nasib buruk.
Cloe yang selalu bersikap arogan dan dingin merasa tertarik pada Lana. Perlahan Lana mulai mengetahui rahasia besar yang bersembunyi dibalik sosok yang dingin itu. Begitu semuanya terungkap, Lana tak tahu lagi harus berlari ke mana. Karena pria itu selalu bisa menemukannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika SR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 26 : Salahku (Lagi)

My Psychopaths CEO

Bagian 26 : Salahku (Lagi)

By Ika SR

Reno menyetir mobil Cleo dengan perlahan dan itu membuat Lana semakin geram. Wajah Cleo semakin pucat, denyut nadinya juga terasa melemah.

Lana memangkunya di kursi belakang, air matanya tak henti-hentinya menetes jatuh, membasahi pipinya.

“Reno! Kau bisa lebih cepat sedikit!” protes Lana.

Reno mengangguk dengan ekspresi santai. Ia merasa sedikit merasa bersalah atas apa yang menimpa Cleo barusan. Tapi, sekarang rasa bersalahnya telah terkikis habis.

Sisi lain dirinya justru bernafas lega. Setidaknya, Cleo, pria itu mendapatkan ganjaran atas apa yang telah ia lakukan pada Lana. Wanita yang disukai Reno sudah sejak lama.

“Reno!”

Reno menginjak pedal gas. Omelan Lana membuatnya pusing.

“Kau mau ke mana?” tanya Lana dengan emosi.

“Menuju rumah sakit.”

“Rumah sakitnya di sana, Reno! Kenapa kau berbelok. Kita tadi tinggal jalan lurus saja.”

“Maaf, aku lupa.”

“Reno! Jangan main-main. Nyawa Cleo dipertaruhkan di sini!”

“Kau pikir aku peduli dengan Cleomu,” ejek Reno.

“Reno!”

“Oke, aku putar balik sekarang.”

Karena sudah hampir magrib, dan ini adalah jam pulang kantor. Jalanan mulai macet sekarang. Mobil yang ditumpangi mereka bertiga sekarang juga tengah terjebak lalu lintas kota.

“Reno? Kenapa kau berhenti!”

Reno menoleh ke belakang. “Kau tidak lihat! Kita terjebak macet.”

Lana tahu, ia paham kalau Reno sedang marah. Tapi kemarahan Reno bisa membuatnya kehilangan Cleo untuk selama-lamanya dan itu adalah hal yang paling tidak Lana inginkan.

Lana meletakkan Cleo dengan hati-hati. Ia membuka pintu dan keluar. Lalu membuka pintu kemudi serta menarik Reno keluar dengan geram. “Apa yang kau lakukan?”

Lana masuk menggantikan Reno menyetir. Ia tidak menghiraukan Reno yang terus menggedor pintu mobil. Lana membuka sedikit kaca jendela mobilnya hanya agar Reno bisa mendengar ucapannya.

“Jangan temui aku lagi. Anggap kita tidak pernah mengenal sebelumnya,” ucap Lana bahkan tanpa menoleh sedikitpun pada Reno.

Reno hanya bisa termangu di pinggir jalan. Lana menyetir dengan cepat. Menerobos lampu merah dan melawan arah. Ia tidak memedulikan umpatan serta klakson dari pengguna jalan lain yang merasa kesal.

Lana sudah tidak peduli. Sekarang, keselamatan Cleo lah yang memenuhi seluruh ruang di kepalanya.

Tak berapa lama, Lana sampai di rumah sakit. Dengan cepat, ia memanggil petugas.

***

Cleo sedang ditangani di ruang UGD. Lana hanya bisa menunggu di luar dengan cemas.

Ia selalu memanjatkan doa di setiap detiknya. Semoga Tuhan mau memberikan kesempatan bagi Cleo agar bertahan.

Setelah satu jam, dokter yang menangani Cleo keluar. Peluh membasahi kening dokter itu. Ia membuka maskernya. Kerutan di wajahnya semakin memperjelas umurnya yang tak lagi muda.

Lana tahu, kondisi Cleo sekarang mungkin tak sesuai dengan harapannya.

“Bagaimana, Dokter?” tanya Lana dengan suara gemetaran. Ia bahkan lupa bernafas dengan teratur karena merasa sangat panik dan takut jika dokter itu mengatakan hal yang buruk.

Dokter wanita tua itu menggeleng, membuat berbagai pikiran negatif menerobos pertahanan Lana.

“Kondisi pasien sangat buruk. Keterlambatan penanganan semakin memperburuk keadaannya.”

Lana tidak bisa berkata-kata lagi. Air matanya mengalir turun tanpa permisi.

“Apakah sebelumnya pasien terkena luka tusuk?”

Lana mengangguk dengan cepat.

“Apa pasien sempat berkelahi sebelumnya?”

Lana mengangguk lagi.

Dokter itu mengusap keningnya.

“Lukanya belum sepenuhnya pulih. Saat berkelahi, ia sepertinya terkena tendangan cukup keras yang mengenai lukanya. Akibatnya, lukanya kembali terbuka. Pasien juga terlalu banyak bergerak sehingga memperlebar lukanya. Selain itu ada faktor lain yang sepertinya memperburuk kondisinya. Apakah pasien alergi terhadap sesuatu?”

“Ebi, Dok. Cleo alergi terhadap ebi dan tadi pagi, ia memakannya.”

Dokter itu menggeleng. “Seharusnya, pasien tidak memakannya. Tubuhnya memberikan reaksi penolakan keras terhadap makanan itu.”

“Apakah Cleo masih bisa diselamatkan, Dok?”

“Saya tidak bisa menjaminnya. Pasien mengalami reaksi alergi yang hebat serta pendarahan. Kami, juga kehabisan stok darah yang sesuai dengan golongan darah pasien. Jika seperti ini terus, itu akan membahayakan nyawa pasien. Saya sarankan Anda membawa pasien ke rumah sakit yang lebih besar yang memiliki perawatan yang lebih baik dari sini. Kami, tidak bertanggung jawab jika terjadi hal buruk pada pasien karena pasien sampai di rumah sakit ini dengan kondisi yang sudah kritis. Saya permisi.”

Dunia Lana bagaikan runtuh. Doanya belum dikabulkan Tuhan. “Kritis?”

Lana mengusap rambutnya frustasi. Tapi, ini bukan saatnya menangis. Ini adalah saat bagi Lana, untuk berjuang. Setiap detik sangat berharga bagi Cleo.

***

Sirine ambulan terdengar. Tak butuh waktu lama bagi Lana untuk membawa Cleo ke rumah sakit pusat yang tentunya lebih bagus perawatannya. Lana sengaja memasukkan Cleo ke dalam list pasien VIP, agar Cleo lebih cepat ditangani.

Dua jam, Lana menunggu di depan ruang IGD. Dua jam yang bagaikan 2 abad bagi Lana. Tak henti-hentinya, ia menoleh pada pintu dan jam dinding yang terasa tak berdenting.

Begitu dokter keluar. Lana segera menghampirinya.

“Bagaimana, Dok?”

“Kondisi pasien sudah stabil sekarang.”

Lana merosot ke bawah begitu mendengar ucapan dokter itu.

Perasaanya begitu lega sekarang. Ratusan kilogram beban terasa terangkat dari pundaknya.

“Anda baik-baik saja?” tanya dokter itu.

Lana mengangguk. Ia kembali berdiri, memandang dokter itu penuh harap.

“Pasien akan segera dipindahkan ke ruang perawatan. Anda tenang saja. Langkah, Anda untuk membawa pasien ke rumah sakit yang lebih besar sangat tepat.”

Lana mengangguk. “Terimakasih Tuhan, aku akan menjaganya. Aku tidak akan membiarkannya terluka lagi.”

***

05:09

Wajah Lana tampak lesu, matanya bengkak dan sembab. Semalaman penuh ia berjaga untuk memantau kondisi Cleo.

Selang infus, oksigen dan berbagai macam peralatan terpasang di tubuh Cleo. Pria itu nampak tertidur lelap dengan tenang. Berbeda dengan perasaan Lana yang was-was dan cemas.

Ia begitu takut, jika ia memejamkan mata barang sejenak kondisi Cleo akan memburuk dan ia tidak mengetahuinya.

Semua ini salahnya. Ebi itu, semua salahnya. Perkelahian Reno dengan Cleo, juga merupakan salahnya.

Lana menggenggam salah satu tangan Cleo yang terbebas dari infus.

“Maafkan aku. Aku mengingkari janjiku. Seharusnya, aku menjagamu dengan benar. Tapi, aku hanya membuatmu semakin terluka. Kau selalu berusaha melindungiku. Tapi, aku—”

Lana tak kuasa melanjutkan ucapannya. Isak tangisnya tak terbendung lagi.

“Maafkan aku. Tolong beri aku kesempatan lagi. Aku janji, aku akan selalu melindungi sebagaimana kau mencoba untuk melindungiku. Aku akan melakukan semua yang kau inginkan. Aku akan membuatkan parfum itu setiap hari untukmu. Kau menyukai aromanya, kan? Kumohon, bangunlah. Jangan menyiksaku terus seperti ini. Kumohon, Cleo. Bukalah matamu....”

Lana menundukkan kepalanya, ia menggenggam semakin erat tangan Cleo.

Tanpa Lana sadari, sebulir bening air mata turut jatuh dari pelupuk mata Cleo yang masih terpejam.

1
hanum ratna
aku lebih suka visualnya si Roy
Pangas Tuti
Keren banget ceritanya...thor...lanjut...semoga thor seht sll..aamiin.
Pangas Tuti
Keren thor...lanjut😊
Pangas Tuti
Terima cinta cleo krn setiap org punya masa lalu...jika mau bertobat...
Pangas Tuti
mamtap lana
Pangas Tuti
Sungguh mulia hati seorang wanita jika sudah mencintai seseorg di+lg seseorg trsbt jg membls cintanya..serasa dunia milik berdua😁
Karin marianka
aku team Cleo lah...
Reno kelihatan nya aja care tapi aku antang lihat cewek ditampar sama cowok apapun salahnya. kalo nanti Reno nikah sm lana dikit2 main tampar.. lbh ngeri dr Cleo
HAN
Kasar kali lah Abang ini
HAN
😨😱
AdZkia Nahda RafaNda
kenapa tidak dr dulu siihhhh😭😭😭
putia salim
begitulah hukum,tumpul keatas,tp tajam kebawah🤦‍♀️
Ocha Lanuru
thor kpn up lagi?????
pdhl ini slh satu novel yg sering q tunggu² up nya ...
sayang sekali klw crta nya gk diteruskan ...
pdhl jln crta nya sangat bgs ...
apapun kesibukan author skrng,smga ntk bisa lagi y ....
Ocha Lanuru
pdhl tu kmrn sempat up bbrpa part ..
seneng bgt pas dpt notif nya ..
berharap nya seh,smga novel nya msh diterusin crta nya ...
pengen tau endingnya gmn ...
gmn nasipnya cleo ..
Cindy Khairunnisa
uuuuppp lagi ka
Retno
semangat jg Kak Othor
Ochy Maranda
akhirnya up jg ..
semangat thor
Maulida Zamrud
jangan jangan Dante ini pria misterius yg membunuh ibunya Cleo ..
Ochy Maranda
lanjuttttt
Retno
Sering2 Up ya Kakak Othor. jangan Kabur lg ya...
ika sitirahayu: Siap kak,
total 1 replies
IWA
kencan tu gak perlu yg newah dan mahal. yg pntg dr kencan tu apakah kdua pasangan menikmati waktu berdua. lau aku sih lebih suka ngedate smbil menikmati pemandangan alam yg menyegarkan mata. smbil bercerita dr hati ke hati. drpda dtmpt keramaian tp sbuk melihat orang banyak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!