Mimpi itu kembali lagi datang.
Setiap malam mimpi yg sama,
selalu terlihat seorang laki laki yang menggandeng tangan seorang gadis melewati malam yang gelap dan di kelilingi rasi bintang.Tapi entah kenapa aku yakin gadis itu aku.
.....Apakah reinkarnasi itu ada...
.....Kenapa kami terpisah....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. MASIH NGAMBEK
Almira dan Rexa berjalan beriringan memasuki kelas sesekali mereka tertawa dan bercanda. Hingga sampai pada tempat duduknya masing masing mereka menghentikan candaannya. Ada sebuah mata yang mengamati gerak gerik mereka.
"Jadi cewek kok gampangan banget sih, ganti ganti cowok". sindir Sonia
Ingin sekali Almira membalas ejekan gadis itu, namun Sinta mengedipkan mata memberikan tanda untuk mengalah. Almira akhirnya mengurungkan niatnya untuk membalas cuitan Sonia. Kalau di pikir pikir percuma saja dia menyangkal tuduhannya Sonia. Toh Sonia sangat membencinya selalu mencari cari kelemahannya. Jadi percuma saja dia memberi penjelasan panjang lebar.
Memang benar kata pepatah biarkan anjing menggonggong khafilah berlalu.
"Maaf kemarin aku buru buru ada keperluan jadi tidak bisa mengantarmu". kata Sky pada Dera
Telinga Almira sempat memerah mendengar Sky menyapa Dera. Tanpa mengupingpun suara itu jelas terdengar ditelinganya. Dia bingung dengan sikap Sky. Dikelas cuek bebek dengannya, eh malah nyamperin si Dera.
"Gak pa2 kok". jawab Dera lembut
Pelajaran sudah di mulai semua siswa memperhatikan penjelasan dari Pak Anton. Dari kejauhan Rexa mencuri curi pandang melihat sosok Almira. Gadis tinggi ramping berambut panjang lurus, hidung mancung, bibir tipis merah jambu dan berkulit putih bersih.
Almira merasa ada seseorang yang memperhatikan, iapun menoleh kebelakang namun tidak menemukan seseorang yang memperhatikan yang ada malahan Sky yang menatapnya. Buru buru dia mengalihkan pandangannya.
"Sial, kenapa aku malah menatapnya".
"Bodoh". gerutu Almira dalam hati
"Ra, aku pinjam pulpennya satu boleh"? tanya Dera
"Maaf, aku jualnya sembako jadi gak ada pulpen". jawab Almira sekenanya
Si Dera melongo mendengar jawaban Almira.
"Ooh.."
"Sky, boleh pinjam pulpennya satu. Pulpenku yang ini macet". keluh Dera
Sky menyerahkan sebuah pulpen ke arah Dera.
"Pakai saja".
"Terimakasih, Sky".
Sky mengangguk mengiyakan, Almira makin sewot lihat kelakuan Sky. Sebenarnya kalau tidak dibakar api cemburu sikap Sky ke Dera wajar saja hanya meminjami pulpen. Tapi entah kenapa Almira kebakaran jenggot. Maklumlah ABG yang lagi jatuh cinta.
Bunyi bel istirahat..
Anak anak berhamburan keluar termasuk Almira. Gadis itu ngelonyor pergi ke arah perpus. Bukannya mengisi perut malah masuk ke ruang baca. Daripada ke kantin melihat suaminya bersama Dera mendingan dia habiskan waktu membaca di perpus.
Almira mencari cari buku kesukaannya cerita misteri. Nah, akhirnya ketemu...
Gadis itu mencari tempat duduk di pojokan. Suasana perpus sepi karena anak anak tentunya lebih memilih ke kantin mengisi perutnya daripada ke perpustakaan. Yeah, Almira sedang menenangkan pikirannya yang galau.
Tiba tiba perutnya berbunyi.
"Kriuk..Kriuk"...
Seplastik nasi bungkus lengkap dengan minumannya sudah diatas meja. Almira mengucek ucek matanya berulangkali. Serasa tak percaya. Dilihatnya keatas seorang pemuda yang tinggi dengan badan atletis berwajah tampan tersenyum padanya.
"Makanlah, nanti kamu sakit". kata Sky
"Biarin, makan aja sendiri". jawab Almira ketus. Tiba tiba perut Almira berbunyi lagi.
" Ah, kenapa perut ini tidak bisa diajak kompromi sih". gerutu Almira dalam hati
"Kamu boleh membenciku, tapi jangan membenci makanan karena makanan itu rejeki". nasehat Sky
"Tumben dia bisa bijaksana sejak kapan suamiku merangkap jadi ustad". gumam Almira dalam hati
Gadis itu langsung menyambar makanan dihadapannya dan menghabiskannya tanpa sisa. Sky hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang konyol.
"Sudah, kertas bungkusnya dimakan sekalian". goda Sky
Almira mencubit lengan laki laki muda itu.
"Aduuh".
"Sudah gak marah lagi"? tanya Sky
"Sedikit".
"Kok sedikit"?
"Memang marahnya mau banyak".
"Ya, sudah ak marah lagi". ancam Almira
"Jangan dong sayang". Sky mendekatkan wajahnya memegang dagu lancip Almira.
Gadis itu buru buru memundurkan wajahnya.
"Disekolah jangan mesum, tau".
"Entar kamu bisa di panggil guru BK". peringat Almira
"Nanti malam ya sayang, jangan lupa dandan yang cantik". bisik Sky seraya mengambil sampah bungkus nasi dan melemparkannya ke tong sampah.
"PUGH"! sampah itu jatuh tepat sasaran
"Jangan lupa...". Sky pergi dengan senyum nakalnya.
"Dasar otak mesum". gerutu Almira dalam hati.
-
-
-
-
-
-
"JANGAN LUPA KLIK LIKE, COMENT DAN VOTE NYA KAKAK READERS TERSAYANG 😘😘😘"
DOAKAN AUTHOR SELALU SEHAT DAN TAMBAH KREATIF IDE CERITANYA. MAKLUM AUTHOR BARU NULIS NOVEL PERTAMA KALI INI".
klo lom habis lanjutin sampai tamat biar gak kecewain yang sudah relain waktu buat baca
bukan sebagian anak manusia dengan dewi
Aron berada di langit sampai saat ini
dan Adisty di bulan....yg jauh jaraknya dengan bintang