NovelToon NovelToon
Aku Mencintai Gadis Unik

Aku Mencintai Gadis Unik

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mei_Mei

(Taka season 2)

Kisah ini lanjutan dari 'TAWAKU TERBALUT LUKA' sebelum membaca kisah ini, harap baca judul itu dulu agar menyambung dengan ceritanya.

Kisah cinta remaja. Sedih, romance.

Seorang pemuda bernama Taka harus berjuang untuk melawan penyakit kanker otak.

Sebelumnya pemuda itu dijuluki sebagai Pangeran Komedi, namun beberapa waktu berlalu julukan itu berubah menjadi Pangeran Kesedihan.
Disaat orang-orang terdekatnya mengetahui penyakit yang diderita, ia tak lagi membawa kebahagiaan. Melainkan kesedihan.

Ketika ia terjatuh dalam keterpurukan, pertama kali bertemu dengan gadis unik yang di panggilannya Hutapea(bukan nama sebenarnya)

Pertemuan pertama mampu tersimpan didalam memorinya. Dua kalimat singkat namun sarat makna yaitu 'Semangat dan Berjuang' membuat semangat dalam dirinya bangkit dan berusaha untuk melawan penyakitnya.

Akankah keduanya dipertemukan kembali? atau hanya satu kali itu saja?

Ayo ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengukir kenangan indah

Satu hari telah dipenuhi airmata, berkat ide Dudung dan kawan-kawan kini mereka keluar dari zona nyaman.

Berharap kebersamaan ini bisa mengukir kenangan terindah.

Meski tidak mudah merayu para dokter agar memberi ijin pada Taka untuk membawanya keluar dari rumah sakit dan mengajaknya berjalan-jalan. Tapi pada akhirnya mereka berhasil meyakinkan para dokter, dan memastikan keadaan Taka akan baik-baik saja.

Dudung mendorong kursi roda yang diduduki Taka, sedangkan yang lain mengitari disisi kanan dan kiri. Tak lupa Dimas dan Andre yang sudah kejar-kejaran didepan mereka, bercanda dan tertawa seolah tanpa beban.

Nata mengikuti jejak mereka dengan baby Saf-Saf yang ada digendongannya.

Ayah Arsel dan para orang dewasa berjalan dibelakang dengan mengawasi mereka.

Meski netra mata itu tidak bisa melihat, namun mendengar Dimas dan Andre berkejaran dengan suara tawa bahagia membuat Taka ikut senang. Senyum tipisnya semakin mengembang.

Albert telah merekomendasikan pantai yang tidak banyak dikunjungi turis maupun penduduk asli Amerika, menjaga pandangan yang terlalu vulgar. Mengingat rombongan mereka ada juga anak-anak dibawah umur dan belum pantas jika melihat pemandangan yang banyak dijumpai di negara yang terkenal bebas berpakaian.

Sangat bertolak belakang dengan negara Indonesia, meski berada di wilayah pantai tapi tetap menjaga etika berpakaian sesuai aturan negara masing-masing.

"Weh... gagal Iki arep ndelok seng bening-bening malah ora sido. (Weh... gagal ini mau lihat yang bersih mulus malah tidak jadi)" celetuk Dudung.

"Bukannya nggak jadi, tapi dipending." sahut Ali baba.

"Kamu tuh Dung, kita harusnya sehati dengan si Bos. Si Bos nggak bisa lihat yang bening-bening kita juga nggak usah liat yang begituan." Mujiren ikut bersuara.

"Jangan-jangan... dari kemarin kamu usul ide buat liburan ke pantai cuma pengen liat yang bening-bening?!" selidik Mujiren lagi.

Dudung dan Ali baba malah cengengesan, "Ibarat kata, satu dayung, dua pulau terlampaui, gitu Ren." Dudung cekikikan.

Tak lama untuk tangan Mujiren menoyor kepala Dudung. "Ra bener, otakmu ki Dung, Ba." sungut Mujiren. Tapi tak mempan, Dudung dan Ali baba masih saja cengengesan.

Taka semakin melebarkan garis bibir, mendengar obrolan teman-temannya.

"Tapi tanpa pergi ke pantai, setiap hari, setiap jam, menit, detik, aku udah lihat yang bening kok, Dung." celetuk Ali baba melirik kearah Nata.

Nata mendengar itu berganti melirik Ali baba dan mencebikan mulutnya terlihat kesal. Gombalan mu nggak mempan. Tetap ada nama Martin dihati dan pikiranku.

"Huhu.... modus modus...!" teriak Dudung.

"Bos, kenapa diam saja. Apa gusinya masih sakit?" tanya Mujiren memperhatikan Taka yang tanpa menyahut percakapan mereka.

"Nggak pa-pa Ren, aku sedang menikmati angin yang semilir." jawab Taka.

"Anginnya bukan semilir lagi Bos, ini kenceng banget. Apa Bos kedinginan? kalau nggak kuat kita bisa kembali." Mujiren kembali bertanya.

"Aku nggak pa-pa, Ren. Aku senang disini." jawab Taka.

Dudung masih terus mendorong kursi roda Taka menuju pondok yang sudah disediakan.

Dipantai itu juga ada pengunjung lansia juga anak-anak yang sedang menikmati waktu bersama keluarganya.

"Dek, kalau kamu capek biar baby Saf-Saf aku gantiin gendong." seloroh Seika.

"Enggak Kak, bentar lagi udah sampai."

"No no... au U'um." baby Saf-Saf menolak, dia ingin berada didekat Om kesayangan.

Tubuh Taka terbebas dari pasangan alat-alat medis. Meski begitu Arman bertugas membawa tas ransel kecil berisi alat-alat medis darurat dan juga obat-obatan yang diperlukan jika sewaktu-waktu tubuh Taka mengalami kelelahan.

Rombongan mereka telah berhenti disalah satu pondok yang berjajar dipinggiran pantai.

"Ba, kamu bawa baju ganti nggak?" tanya Dudung.

"La kenapa emangnya?" Ali baba malah berganti bertanya.

"Kalau bawa baju ganti nanti kita ciblon, mainan air." ajak Dudung.

"Owalah, Oce Oce, rebes." Ali baba mengacungkan kedua ibu jari dihadapan Dudung. Tanda ia menyetujui ajakan Dudung.

"Kalian berdua ini! bukannya menghibur si Bos, malah mau asikan sendiri." sungut Mujiren.

"Nggak pa-pa Ren, kalian bersenang-senanglah. Disini aku udah seneng banget. Makasih ya, karna ide kalian aku bisa menikmati udara bebas yang menyenangkan. Jika kalian nggak datang kesini, mungkin aku akan terus terkurung dirumah sakit, menikmati bau obat-obatan yang mencemari kamar rawat ku." ucap Taka.

"Siapa dulu Bos, ide Dudung selalu cemerlang." Dudung malah membanggakan diri.

"Iya Dung, ide mu cemerlang dan keren." puji Taka.

Dudung semakin bangga dengan menjumput kerah kaos yang digunakan lalu mencebikan mulutnya. Tapi tidak bertahan lama, Mujiren menampol mulut Dudung karna gemas sekaligus kesal.

"Adoh Biyung... lama-lama tangan mu jadi ringan banget, ya, Ren. Bentar-bentar mukul kepala, mulut, pipi, semua hampir kena pukulan tangan mu. Heran aku." kesal Dudung.

"Astaga..! kalian ini dimana-dimana berdebat terus. Diamnya kalau pas lagi tidur aja. Kalian mau liburan apa mau bertengkar." Nata ikut kesal.

"Yang berdebat mereka berdua, bukan aku loh. Hany." jawab Ali baba menyengir.

Mendengar Ali baba memanggil Nata dengan Hany/honey, membuat Albert melirik kearah mereka berdua.

Nata sendiri tidak menanggapi Ali baba, sudah biasa mendengar Ali baba memanggil dengan sebutan-sebutan aneh.

Tapi ada yang sesuatu yang langsung membuat Albert penasaran. Apakah keduanya terlihat asmara? meski begitu, beberapa hari bersama mereka tapi kelihatannya mereka tidak terlalu dekat sebagai sepasang kekasih.

Albert terdiam dalam pikiran yang menerka-nerka, tapi segera ditepisnya. Meski mereka dekat, itu bukan urusanmu. Bodoh! kau seorang bad boy, bisa mendapatkan wanita seperti apapun. Meski gadis itu imut, tapi itu bukan level mu, Al!!!

Albert menerutuki, memaki dan menyangkal pemikirannya sendiri. Dia yang sering berganti pacar tidak mungkin menaruh hati pada Nata, dengan pertemuan yang hanya beberapa kali saja. Apalagi derajat keduanya tidak sama, dan juga berasal dari keluarga yang berbeda. Bagai langit dan bumi.

Tau-tau, Dudung dan Ali baba sudah meluncur kejar-kejaran dipinggiran pantai. Ada Dimas dan Andre yang ikut berlari dibelakang mereka.

Mujiren yang merasa lengah lalu meneluk jidat. Dasar bocah sedeng! (dasar anak gila!) makinya.

Jika tadi Nata kesal pada Ali baba dan Dudung, tapi melihat keduanya berlari-lari dipinggir pantai membuat Nata mengulas senyum.

"Ti, iut..." tunjuk baby Saf-Saf dengan jari mungilnya. Mengajak Nata untuk ikut menyusul bermain dipinggir pantai.

"Kita disini aja, ya." Nata menolak.

"Iut-iut..." baby Saf-Saf masih tetap ingin bermain.

"Ajak baby Nutrigel kesana, Dek." perintah Taka.

"Tapi.. aku mau disini nemenin Kakak." jawab Nata.

"Kamu kesana aja, biar aku yang nemenin Taka." sahut Albert.

1
Maria larasati Ulfa
bagus bgt
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Sena Fiana
😀😃😄😄😁
Gus Maneli
😭😭😭😭
Gus Maneli
aku ngk kuat baca nya nangis trus😭😭😭
Nurwana
itulah nata, jdi org itw jgn terlalu polos.
Nurwana
thorrrrr........😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mmh Na Aas Tea
wkkwkkk Taka," ada" aja
Mmh Na Aas Tea
dasar Saritem ganggu aja😤
Mmh Na Aas Tea
lanjut ka makin penasaran Ama cerita nya
Ulum Udin
💔💔💔💔
Risha Aagustynah
ada lanjutannya ndk kk cerita ini
THE END.MD
ngapain sih saritem ada di sana ganggu aja ach.
Syafira Putri
kapan ni akak Mei..buat cerita anak2 nya nata sama Taka..
calon orng sukses
author klo ngasih ujian ga kira kira😭
bnyak bngt pelajaran yg bisa di ambil dri cerita ini
ilanarunnis
semangat akak Mei
nadila karla
kk mei gk lanjut cerita taka?
Sri Mulyani Asis
lanjut dong akak me cerita rumah tangga Taka dan Nata 🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Siska Tambunan Helvini Tambunan
🤣🤣🤣🤣🤣aq senang sekali.....
kembali ke tawa lg ☺
soal nya air mata ku sudah kering 😂

makasih banyak author aq pada mu yg sudah meng obrak abrik hatiku 🤗
tetap semangat...
jaga kesehatan Tor ku
Karmila
aka mei aku tunggu nih cerita taka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!