Novel ini menceritakan seorang mahasiswi cantik yang dipaksa menikah dengan orang yang paling kaya di kota mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25
"suster tolong bawa pasien ke ruang UGD" kata dokter Risa menyuruh suster perawat
"mari tuan saya bantu" kata suster itu
"bagaimana dokter apa mama saya baik baik saja?" tanya Suci
"nyonya Rika tidak apa apa nona hanya sedikit syok aja mendengar kabar tadi tapi saya sudah suntikkan vitamin" jawab dokter Risa
"baik dokter terimakasih" kata Suci
"kalau begitu saya permisi dulu nona" kata dokter Risa
"baik dokter" jawab suci
"apa mama baik baik saja?" tanya Radit yang sedari tadi nunggu di luar
"mama hanya gak kenapa kenapa kak dia hanya syok aja makanya pingsan" jawab suci
"syukur lah mama baik baik saja" ujar Radit
"jadi kak bagaimana dengan kak Elsa?" tanya Suci
"kakak juga belum tahu" jawab Radit
" Ya Tuhan aku mohon jangan biarkan kak Elsa pergi dari kami aku gak mau lihat kak Radit sedih lagi dan menjadi pribadi seperti dulu" kata Suci dalam hati memohon
2 Jam kemudia Radit belum sama sekali menemukan pendonor itu dan dengan terpaksa dokter harus membuka alat medis Elsa
"maaf tuan Radit kami harus segera membuka semua alat medis non Elsa" kata dokter Risa hati hati
"saya mohon dok jangan dulu beri kami waktu 1 jam lagi saja dok saya mohon...." kata Radit berlutut di kaki dokter Risa dan mengeluarkan air mati
"jangan begini tuan saya mohon saya jadi tidak enak" kata dokter Risa tidak enak hati karena seorang Radit Adiraja berlutut di kaki nya
"Radit jangan begini nak kalau ini udah jalan nya kamu harus iklas nak" kata mama Rika mengangkat Radit
"enggak ma aku gak mau kehilangan Elsa" kata Radit
"kak kakak gak boleh begini kita semua juga sedih tapi kita juga gak bisa memaksakan kehendak yang di atas kak" kata Suci juga
"aku belum siap ma....hiks..hiks.." tangis Radit pecah di situ
"bagaimana tuan nyonya apa kami sudah bisa mencabut alat medis nya?" tanya dokter Risa
"saya akan donorkan ginjal saya"teriak seorang pria paru baya
"papa....." teriak Radit kaget melihat siapa yang datang
"saya akan donorkan ginjal saya dokter" kata Jaya
"baik tuan silahkan ikut saya karna saya harus periksa dulu apa ginjal tuan cocok atau tidak" kata dokter Risa
"tunggu... apa papa yakin kalau Elsa tahu dia akan marah sama aku pa" kata Radit
"enggak Radit ini jalan satu satunya untuk menyelamatkan Elsa papa hanya mau lihat Elsa bahagia" kata Jaya
"baik lah kalau itu memang keinginan papa" kata Radit menyetujui
"mari tuan..." ajak dokter Risa
Setelah melakukan operasi pendonoran berhasil Jaya yang masih punya kekuatan untuk menahan sakit menyempatkan diri untuk memberi surat terakhir buat elsa.
"pa... makasih udah mendonorkan ginjal papa untuk Elsa" kata Radit
"semua ini papa lakukan untuk kebahagian Elsa" jawab jaya
"tapi bagaimana papa tahu kalau Elsa lagi butuh donor ginjal bukannya papa lagi di luar kota ya?" tanya Radit
Flashback On
Sore hari tepat pukul 5 Sore pesawat yang di naiki jaya baru mendarat. Tanpa menunggu lama dan supir juga sudah datang jaya langsing pulang ke Mension menemui keluarganya. Tapi di saat dia memasuki pintu utama Mension tidak ada siapa pun di situ dan hanya ada pelayan rumah.
"Bi nyonya dan Bella mana?" tanya Jaya
"it....itu.. tuan nyonya dan nona Bella di.. di penjara" jawab Pelayan itu gugup
"di penjara emang siapa yang di penjara bi?" tanya Jaya bingung
"begini tuan kemarin nona Elsa itu masuk rumah sakit dan membutuhkan donor ginjal tapi saat nyonya dan nona Bella mendengar nona Elsa sakit mereka mempunyai niat jahat untuk menghabisi nona Elsa. Tapi mereka gak tahu kalau bi Sri mendengar semua rencana mereka dan setelah mendengar semua nya Bi Sri langsung melaporkan nya pada tuan Radit. Lalu tuan Radit memindahkan nona Elsa ke ruang ICU lain untuk menjebak nyonya dan juga nona Bella. Karna hal itu Radit marah dan langsung memasukkan nyonya dan nona Bella ke penjara tuan. Yang saya dengar si begitu tuan" jawab pelayan itu
"apa Ajali dan juga Bella mau membunuh Elsa...? benar benar wanita gak punya hati Bella juga ngapain ikut ikutan" kata jaya marah
"saya juga tidak tahu tuan" kata pelayan itu takut melihat kemarahan jaya
" apa bibi tahu di mana Elsa di rawat?" tanya Jaya
"katanya sih di RS milik keluarga Adiraja tuan" jawab pelayan itu
"makasih infonya bi kalau gitu saya pergi dulu" kata jaya lalu pergi.
Flashback Off
"Dan saat saya sampai saya mendengar kalau alat medis Elsa akan di cabut karna tidak ada pendonor maka dari itu saya langsung mendonorkan ginjal saya" ujar jaya yang semakin lemah
"saya mohon jaga dan bahagia kan Elsa karna dia hanya punya kamu saya titip Elsa ke kamu" lanjut jaya
"baik pa saya akan menjaga juga membahagiakan Elsa" jawab Radit
"ini ada surat buat Elsa kalau dia sudah sembuh tolonh berikan ini pada dia" kata jaya memberikan sebuah amplop pada Radit
"baik pa..." kata Radit
Setelah menyerahkan surat itu jaya yang sudah tidak kuat lagi menghembuskan napas terakhir nya di hadapan Radit
"makasih pa karna sudah berkorban" gimana Radit pelan
"halo tolong urus pemakaman ayah mertua saya sekarang" telpon Radit seseorang
"baik tuan" jawab di sebrang
Setelah selesai mengurus semua keperluan pemakaman Jaya Radit langsung bergegas melihat kondisi Elsa
"ma... bagaimana dengan Elsa apa dia sudah sadar?" tanya Radit yang baru masuk
"belum bak kata dokter tadi Elsa akan sadar kalau obat bius nya sudah habis" jawab Mama Rika
"oh iya apa kamu sudah mengurus pemakaman Admajaya?" tanya mama Rika
"semuanya sudah beres ma aku sudah mengurusnya" jawab Radit
"ohh... kalau gitu mama keluar dulu ya cari makan" kata mama Rika
"iya ma aku yang akan jaga Elsa" kata Radit
"sayang kamu cepat bangun ya" kata Radit pelan melihat Elsa
" oh iya apa ya isi surat yang diberikan papa tadi... tapi aku gak bisa buka karna ini bukan hak aku" kata Radit dalam hati penasaran
Malam hari Elsa sudah sadar dan dia melihat Radit yang ketiduran di atas ranjang nya
"Radit....." panggil Elsa pelan
"emmm... sayang kamu sudah sadar" kata Radit senang
"apa ada yang sakit... kamu jangan banyak gerak dulu aku panggil dokter dulu" kata Radit
"dokter... Elsa sudah sadar" kata Radit
"baik tuan saya akan periksa nona Elsa dulu" kata dokter Risa
"syukur lah keadaan nona Elsa sudah semakin membaik tapi nona Elsa jangan banyak gerak dulu ya dan makan nya juga jangan yang keras keras dulu" kata dokter Risa
"baik dokter... terimakasih" kata Radit
"sayang apa masih ada yang sakit?" tanya Radit
"aku hanya mau minum aja aku haus" kata Elsa lalu Radit memberi Elsa minum
BERSAMBUNG.......
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA READERS
Jangan lupa juga untuk mampir ke Ig aku ya
@elsa.manalu.7
Kalau kalian mau nonton drama Korea, China, Thailand, Dll bisa mampir ke Chanel YT aku juga ya
Elsa Manalu
Kalau ada saran tentang novel ini boleh komen di bawah ya
Terimakasih
Salam Sehat