Menikahlah denganku......!!
Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...
Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.
Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Lima..
Pagi hari seperti biasanya , Ayra disibukan dengan melayani Baikal mulai dari menyiapkannya baju , sepatu , dan tas kerja Baikal . Baikal juga tak mau mengeringkan rambut serta memakai dasi sendiri , semuanya mengandalkan tangan Ayra . Ayra sampai dibuat kuwalahan dengan tingkah Baikal yang sangat manja dan terus menempel padanya . Contohnya saja seperti tadi malam ketika Ayra membuat makan malam . Ayra sampai tak jadi memasak karena Baikal terus saja memeluk Ayra dari belakang dan membuat Ayra sulit untuk bergerak . Waktu tidur pun juga begitu Baikal yang biasanya memeluk Ayra kini ia yang minta dipeluk .
Ayra juga sudah rapi dengan pakaian kerjanya . Baikal sudah tak mengizinkan Ayra bekerja dengan memakai rok pendek lagi . Alhasil sekarang dia memakai rok panjang dan kemeja untuk bekerja .
"Sayang...."
"Hm.." jawab Ayra sambil terus mengaplikasikan make up tipis di wajahnya.
"Kapan mau berhenti bekerja ? "
"Gak tau .., aku belum pernah memikirkan hal itu ," jawab Ayra yang masih sibuk dengan make up miliknya .
"Aku gak mau kamu kecapekan ," Baikal mendekat kemudian memeluk Ayra dari belakang .
"Aku gak capek , kerja aku cuma duduk dan menggambar ."
"Nanti kalau hamil berhenti kerja ya..." ucapnya masih dengan memeluk Ayra.
Ayra menoleh menghadap Baikal , sepertinya Baikal memang sudah sangat menginginkan anak darinya .
"Iya ," jawab Ayra dan kemudian mendapat kecupan dari Baikal di pipi kirinya.
Ayra mengajak Baikal untuk segera sarapan . Mereka hanya sarapan roti saja karena kalau harus membuat makanan lain mungkin waktunya tidak akan cukup . Pagi-pagi Ayra sudah sangat disibukan mengurusi Baikal dan dirinya sendiri jadi sudah tak akan sempat untuk membuat sarapan yang lain.
Selesai sarapan mereka langsung berangkat kerja . Baikal mengantarkan Ayra ke butik terlebih dahulu baru dirinya akan ke kantor .
"Sayang ..nanti aku tidak bisa menjemputmu untuk makan siang , pekerjaanku sangat banyak sekali akhir-akhir ini ," Baikal berencana menyelesaikan pekerjaannya pada jam makan siang jadi dia tak perlu sampai lembur dan pulang terlambat nanti. Dia juga tak mau kalau Ayra harus pulang sendiri.
"Iya gak papa , tapi jangan sampai lupa makan ."
Baikal mengangguk . Ayra kemudian berpamitan , ia meraih tangan Baikal dan mencium punggung tangannya.
"Aku turun dulu ya ..." ucap Ayra hendak turun dari mobil.
"Tunggu sayang ..."
"Kenapa ? " tanya Ayra sambil menoleh padanya .
"Vitamin aku mana ? "
" Vitamin ? " tanya Ayra yang bingung dengan pertanyaan Baikal .
" Iya ..., seperti kemaren ."
Ayra mulai ingat sekarang apa yang dimaksud vitamin oleh Baikal kemudian ia mendekatkan tubuhnya pada tubuh Baikal .
Cup....satu kecupan di pipi kiri Baikal .
Pipi Ayra langsung memerah . Dia malu karena harus mencium Baikal terlebih dahulu.
"Sayang aku gak mau kalau hanya kecupan kayak gini .."
"Udah ah aku mau turun ," Ayra sengaja tak memperdulikan ucapan Baikal .
"Gak boleh turun dulu ..." Baikal langsung menarik tangan Ayra , mencegahnya untuk turun dari mobil .
"Kan udah aku kasih vitamin tadi ," Ayra merasa malu ketika mengucapkannya .
"Aku kan sudah bilang aku gak mau kalau cuma kecupan ."
Kalau sudah seperti ini , Baikal benar-benar sangat sulit untuk ditolak permintaannya . Yang bisa Ayra lakukan hanyalah menuruti keinginannya kalau tidak , mungkin mereka tak akan jadi berangkat bekerja sekarang . Baikal akan terus menahannya di mobil.
"Terus maunya apa ..? gak usah aneh-aneh ," tanya Ayra was-was .
Baikal menyeringai sambil menunjuk bibirnya .
"Tapi aku gak mau ya kalau cuma dikecup aja ."
Ayra sangat paham apa yang dimaksud Baikal . Dia memang sudah biasa melakukannya dengan Baikal , tapi dia sangat malu kalau harus dia yang memulainya .
"Gak , aku malu ."
"Ya udah , gak jadi berangkat kerja kalau gitu ," ancam Baikal sambil menyenderkan punggungnya di kursi kemudi.
Benar-benar sudah tak bisa dibantah.
"Ya udah sini ...." Ayra menyuruh Baikal untuk lebih mendekat padanya . Ayra tak mau kalau dia yang harus mendekat , itu terkesan seperti dia yang lebih menginginkannya.
Baikal menuruti saja , yang pentingkah dia dicium oleh Ayra . Dia lebih mendekatkan tubuhnya lagi pada Ayra .
Ayra sangat malu untuk memulai . Ia menarik nafasnya pelan dan mulai meraih wajah Baikal . Menempelkan bibirnya pada bibir Baikal mulai ******* dan mengulumnya perlahan . Baikal yang tak mau kehilangan kesempatan ini dia kemudian menarik tengkuk Ayra untuk memperdalam ciumannya . Mereka mulai membelit satu sama lain sekarang . Sangat lama mereka saling beradu lidah sampai oksigen di antara mereka berdua menipis baru mereka melepaskan ciumannya .
Ayra masih terus mengatur nafasnya . Baikal sangat puas dengan ciuman mereka tadi bahkan kalau tadi terus berlanjut Baikal bisa saja kehilangan kendali dan menerkam Ayra di mobil.
"Pintar banget sih ciumannya sekarang? ," goda Baikal , "siapa yang ngajarin sih?"
Ayra sekarang memang sudah sangat ahli membalas ciuman Baikal.
"Ya siapa lagi.." ucap Ayra sedikit kesal , Baikal selalu saja menggodanya .
Baikal sontak saja tertawa keras melihat reaksi Ayra yang terlihat malu tapi juga sangat kesal.
"Kenapa kamu pinter banget ciuman ? udah sering ciumam sama mantan pacar ya ..? tanya Ayra sinis , tiba-tiba hati Ayra menjadi lebih kesal lagi dan panas ketika menanyakan hal itu .
Baikal yang sedari tadi terus tertawa sangat keras seketika mulutnya bungkam ketika mendengar pertanyaan Ayra.
"E-enggak kok..." jawab Baikal gugup.
"Jujur Bai..." suara Ayra mulai mengintimidasi .
"Emm bukan aku yang cium duluan tapi para mantan aku yang suka cium aku ," jelas Baikal jujur.
"Tapi tetap saja kamu menikmatinya ," ucap Ayra masih dengan nada sinisnya . Ayra kemudian keluar dari mobil dan membanting pintu mobil lumayan keras . Dia tak tau kenapa hatinya merasa sangat panas sekarang . Dia juga sangat kesal dengan Baikal.
Belum sempat Baikal menyanggahnya dia sangat terkejut mendapati tindakan Ayra yang membanting pintu mobil lumayan keras . Baikal malah tersenyum melihatnya . Ayranya cemburu , dia sangat senang sekarang . Baikal sebenarnya sangat ingin mengejar Ayra tapi jam sudah menunjukan hampir pukul delapan sudah tidak akan sempat bagi Baikal untuk menanyakan kepada Ayra apakah dia benar-benar cemburu . Dia bisa telat ke kantor kalau melakukan itu . Baikal kemudian mengendarai mobilnya ke kantor , dia akan menanyakan nanti ketika pulang kerja . Tapi Baikal sudah benar-benar tak sabar .
_________________
Ayra sudah mendudukan dirinya di kursi yang ada di ruangannya . Dia sudah mulai menggambar tapi dia benar-benar tak bisa fokus . Pikirannya terus memikirkan tentang Baikal yang berciuman dengan wanita lain . Hatinya tak terima , hatinya sudah sangat panas sekarang . Ayra mencoba untuk mengalihkan pikirannya tapi tetap saja Ayra masih tak bisa fokus bekerja , dia sampai harus memijat keningnya .
Tiba-tiba deringan ponsel miliknya mengagetkannya . Ayra mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelefon .
"Mama.." buru-buru Ayra mengangkatnya .
"Hallo Ma kenapa..?"
"Sayang kamu apa kabar?"
"Baik Ma , kenapa nelefon?" tanya Ayra lagi.
"Bisakah nanti datang ke rumah Mama? , Mama baru saja mengikuti kelas memasak dan Mama dapat resep baru untuk membuat kue . Mama ingin kamu sama Baikal mencicipinya ."
"Iya nanti Ayra dan Baikal datang ..., udah ya Ma Ayra tutup dulu ," pamit Ayra .
Ayra kemudian kembali berkutat dengan pekerjaannya , dia harus bisa fokus sekarang . Pekerjaannya sudah sangat menumpuk.
____________________
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak juga ya.....