follow igku @zariya_zaya
Zariya tidak percaya bahwa kekasihnya yang selama ini ia sangka sebagai pria biasa ternyata adalah seorang artis papan atas yang digandrungi banyak wanita. Ia sama sekali tidak menyangka, pria bermasker yang selama ini menjaga dan melindunginya adalah artis idolanya. akankah kisah cinta mereka berjalan mulus? simak terus kisahnya ya..
Citra Amalia, wanita tangguh malaikat penyelamat Zariya, juga merupakan wanita hebat dan kuat saat menghadapi prahara cinta rumah tangganya yang berakhir kandas dan menyakitkan. Namun, perlahan Citra bangkit dari keterpurukan dan kini sukses menjadi desainer terkenal. Citra pun mulai menemukan cinta sesungguhnya yang dulu pernah hilang karena telah salah memilih pasangan. Sayangnya, kisah cintanya dengan Azka, tidak berjalan mulus juga, ada banyak hal yang harus mereka hadapi bersama.
Akankah kisah dua pasang sejoli ini berakhir bahagia? Seperti apa kisah mereka? ikuti terus ya ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25 Histeris
Semua orang memandang terkejut wajah seorang artis papan atas yang menjadi dambaan semua kaum hawa, kini benar-benar ada di tengah-tengah kerumunan mereka. Sedangkan Zariya, jangan ditanya lagi, gadis itu shock berat sampai tidak bisa bergerak. Hingga detik ini, ia masih belum bisa percaya bahwa pria bermasker yang mengaku sebagai Atsaka, ternyata adalah Sanha.
“Sa ... Sanha? Kau ... benar-benar Sanha?” Zariya bertanya dengan gugup, sedangkan Sanha hannya mengangguk pelan mengamati wajah pucat pasi kekasihnya. “Tidak mungkin, ini gila! Sadarlah Za, ini pasi cuma mimpi!” Zariya menepuk-nepuk pipinya sendiri. Agak sakit sih, itu artinya yang ia lihat saat ini bukan mimpi. Ini nyata, Atsaka ... pria bermasker yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta, ternyata adalah Sanha. Artis idola Zariya sendiri.
Tak hanya Zariya yang mengalami shock, semua wanita yang ada disini pun juga tak kalah terkejut dari Zariya. Mulut mereka semua bahkan tak bisa lagi dikatupkan karena tidak bisa percaya bahwa artis idola Sanha ada di hadapan mereka. Ini adalah kejutan yang luar biasa.
Kejutan semakin berlanjut ketika Sanha memajukan tubuhnya semakin dekat dengan wajah Zariya. Tanpa ragu, pria itu mencium mesra bibir merah delima Zariya dihadapan banyak orang yang langsung sukses membuat mereka semua berteriak histeris sekencang-kencannya. Bahkan sebagian dari mereka ada yang langsung jatuh pingsan saking terkejutnya melihat artis idola mereka mencium seorang wanita dihadapan mereka semua, apalagi wanita itu adalah Zariya. Semuanya menjerit tidak terima.
“Sanhaaaa! Kenapa kau pilih wanita itu? Kenapa bukan aku, huaaaaaaa!” jerit salah seorang wanita diikuti oleh jeritan hati wanita yang lainnya. Sebagian besar dari mereka sudah terduduk lunglai tak bertenaga, layaknya para pendemo yang sedang patah hati massal.
“Kenapa harus Zariyaaaa? Aku juga tak kalah cantik darinyaaa ... lihat bodyku sudah mirip banget sama personel Blackpink. Harusnya kau pilih aku sajaaa, hiks hiks huaaaa ...,” wanita berambut pirang yang mengaku setara dengan Blackpink pun juga jadi heboh sendiri.
“Sanhaaa ... oh Sanhaaa, tidak bisakah kau memilihku? Jangankan Blackpink ... Song Hye Kyo, Jun Ji Hyun atau artis cantik lainnya masih kalah dengan kecantikanku, lihatlah aku seorang Sanhaaa .... huaaaaa!”
Banyak sekali wanita-wanita penggemar berat Sanha mengutarakan semua bentuk isi hatinya, tapi Sanha tidak mempedulikan semuanya. Bahkan Sanha menutup telinga Zariya dengan kedua tangan Sanha dan semakin histerislah yang lainnya. Suara berisik dan bising terjadi dimana-mana.
Sedangkan Marvin sendiri, langsung lemas tak berdaya melihat pria bermasker itu ternyata adalah Sanha. Pria bule itupun lebih terpukul lagi, saat menyaksikan keduanya saling berciuman dengan mesra tepat dihadapannya. Kekalahan telak di dapat Marvin saat ini. Zariya tak hanya menang taruhan, tetapi mantan pacarnya itu juga telah berhasil membuatnya kehilangan muka di tempat ini. “Sial!” umpatnya sambil memukul lantai dengan keras.
Sadar bahwa apa yang Sanha lakukan mengundang banyak sekali perhatian dari berbagai kalangan pihak. Sanha melepas jaket hitamnya dan menutupi wajah Zariya agar ia tak terekspose di depan publik semakin lebih luas lagi. Sebab, banyak sekali jepretan kamera yang menyerang mereka berdua.
Sambil memeluk Zariya, Sanha berjalan pelan keluar dari kerumunan menuju mobil ferrarinya. Beberapa paparasi langsung datang menghampiri Sanha untuk menggali informasi apa yang sedang terjadi. Namun, Sanha hanya diam seribu bahasa dan tidak menggubris semua pertanyaan yang diajukan padanya. Cowok itu masuk ke dalam mobil setelah mengawal Zariya masuk ke dalam mobilnya. Ia menyalakan mesin dan melesat pergi meninggalkan kafe.
Dalam perjalanan, Sanha menelepon semua pegawainya. “Halo, ini aku. Bereskan kekacauan yang baru saja terjadi. Blok semua berita apapun yang menampilkan wajah kekasihku. Jangan biarkan siapapun mengupload berita yang tidak penting. Satu lagi, kalian harus lembur malam ini untuk membereskan semuanya. Akan aku beri gaji tambahan.” Sanha menutup sambungannya. Namun, baru beberapa detik, ponsel Sanha kembali berbunyi.
“SANHA!” teriak seseorang daris seberang sana begitu Sanha mengangkat sambungannya.
Sanha hanya mengamati ponselnya dengan tenang tanpa ekspresi seolah tahu kalau hal ini bakal terjadi. “Aku tidak tuli, Paman. Ingat kau bisa mati jantungan jika berteriak seperti itu.” dalam situasi rumit seperti ini Sanha masih saja menggoda manajernya.
“Bagus! Jika aku mati, aku akan menghantuimu seumur hidup! Apa yang kau lakukan, ha? Beberapa perusahaan iklan membatalkan kontrak kita karena kau sudah punya kekasih dan akan segera menikah. Mereka tidak bisa menerima artis yang sudah punya pasangan. Kau sudah bosan hidup, ha? Kau lupa apa tujuan kita?” bentak Martin.
“Aku tahu, Paman. Tenanglah, rileks dan santai. Aku akan melakukan jumpa pers nanti setelah acara konserku selesai. Bye!” Sanha mematikan ponselnya agar tidak ada lagi yang mengganggu.
Zariya sendiri sepertinya masih tampak shock dengan kejadian tadi, meski saat ini Sanha melindungi privasinya, tapi untuk langkah ke depan, semuanya pasti akan sulit mengingat siapa Sanha saat ini. Belum apa-apa saja Sanha sudah kehilangan banyak kontak.
“Kenapa kau diam saja, Sayang. Kau marah padaku?” tanya Sanha sambil terus mengemudikan mobilnya. Raut wajahnya tenang seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Zariya tidak bisa langsung menjawab, gadis itu masih betah bersembunyi dibalik jaket Sanha yang menutupi wajahnya. Perasaannya kini masih campur aduk dan tidak mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang.
“Aku masih belum percaya, ini seperti mimpi. Dan mimpi ini jadi lebih buruk lagi karen aku kehilangan banyak kontrak. Bukan hanay itu, para fansmu bisa saja menjadi hatersmu,” ucap Zariya lirih. Aroma parfum yang menempel di jaket Sanha membuat Zariya sedikit lebih rileks.
“Maaf kalau ini sangat mengejutkanmu, tapi satu hal yang harus kamu tahu, Sanha Diaz Atsaka sangat mencintaimu. Kau ingin tahu apa alasannya, kan? Akan aku bawa kau ke suatu tempat dimana kita pertama kali bertemu. Aku tahu kau pasti bingung dan tidak mengerti, tapi aku harap, perasaanmu dan juga jawaban atas lamaranku padamu, tidak berubah. Dan Satu lagi, aku tidak peduli lagi dengan reputasiku. Asal kau mau bersamaku, itu sudah lebih dari cukup untukku.”
Lagi-lagi Zariya sangat terkejut mendengar kata-kata Sanha. Dalam hati ia bertanya-tanya, apa yang membuat Sanha mencintainya sampai seperti ini? Padahal keduanya tidak pernah berinteraksi selama ini. Bahkan Zariya baru mengenal Sanha secara langsung saat ia menyamar sebagai pria bermasker.
BRSAMBUNG
***
Segini dulu, nanti kalau ada waktu senggang aku lanjutin lagi, tapi nggak janji ya ... karena hari ini aku sibuk banget, terimaksih atas dukungannya karena sudah mau membaca Sanha dan Zariya. Love you all ...