NovelToon NovelToon
My Dear Daddy

My Dear Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.

Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.

Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit Jiwa

Sebuah rumah sakit besar sudah terbentang dengan megah di hadapan Kevin dan Tania.

Mereka berjalan memasuki lobby rumah sakit menuju ruang informasi. Menanyakan biaya dan fasilitas yang di dapat di rumah sakit ini.

Tiba-tiba Tania berdiri dan keluar dari ruangan itu sambil menggendong Meira. Kevin langsung bergegas menyusul Tania.

"Tania!" Panggil Kevin.

Tania menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang.

"Kita pulang saja Vin! Aku tidak mau ibuku di rawat di sini!" Cetus Tania.

"Tapi kenapa Tania? Rumah sakit ini bagus dan fasilitasnya juga lengkap, apalagi yang kurang??" Tanya Kevin.

"Kevin, bukankah kau tadi mendengar sendiri, berapa biaya untuk perawatan ibuku! Sangat mahal Vin! Aku masih waras untuk meminta bantuan mu, aku tau diri Vin!" Seru Tania.

Mata gadis itu mulai nampak kemerahan, menahan air mata yang sudah menggenang.

"Tania ... percayalah padaku, aku sudah menyiapkan uang untuk pengobatan ibumu..." Ucap Kevin.

"Sampai berapa lama kau akan melakukan itu? Kau dengar sendiri untuk biaya tinggal, makan dan perawatan sebulannya 7 juta rupiah! Walau kau dapat warisan tapi uangmu akan cepat habis Kevin, sedangkan gajimu saja di minimarket tidak sampai 5 juta!" Ungkap Tania. Air matanya sudah menetes menjatuhi pipinya.

Kemudian Kevin langsung merengkuh Tania dalam dekapannya.

"Tania, selama bertahun-tahun kau sendirian merawat ibumu, kini biarlah ibu di rawat oleh tenaga medis yang berkompeten di bidangnya, uang bukan alasan ... aku tau gajiku kecil, tapi aku masih punya tabungan, percayalah padaku, aku tidak pernah main-main dengan perkataan ku...!" Ucap Kevin sambil mengusap lembut rambut Tania.

"Aku akan banyak berhutang padamu, kau bukan suamiku yang harus menanggung beban hidupku...!" Ungkap Tania.

"Kelak aku juga akan menjadi suamimu Tania, bersabarlah sebentar lagi...Meira yang akan menjadi saksinya...!" Ucap Kevin.

"Tapi...aku..."

"Jangan katakan apapun, asal kau memberikan hatimu padaku, itu sudah cukup...!"

"Kevin...apa kau akan mampu mengeluarkan pengeluaran begitu banyak? Sedangkan Meira juga masih banyak kebutuhannya..."

"Jangan kuatir... kau tidak perlu memikirkan itu, itu akan menjadi urusanku..." Sahut Kevin.

"Trimakasih Kevin...!" Lirih Tania.

"Jadi, kita daftarkan ibumu sekarang ya...biar besok ibumu bisa langsung di rawat disini..." Tania Menganggukan kepalanya.

Kemudian mereka kembali ke ruang informasi dan pusat administrasi. Kevin membayar lunas semua biaya pengobatan ibu Tania selama setahun kedepan.

*****

Kring....kring...kring....

Suara alarm dari jam Beker Kevin membuat Kevin terperanjat pagi itu. Dengan cepat dia mematikan jam Beker nya, takut Meira akan kaget mendengarnya.

Kevin langsung bangkit dari tidurnya dan beranjak menuju tempat tidur Meira. Bayi mungil itu ternyata sudah bangun, matanya yang jernih memandang sekelilingnya.

"Eeeh....anak Daddy sudah bangun, kok tidak ada suaranya...yuk kita mandi yuk..." Ajak Kevin sambil mulai mengangkat Meira.

Kevin mulai membuka baju Meira perlahan, kemudian membawanya ke kamar mandi, lalu Kevin mulai menyalakan keran air panas dan dingin di dalam bak mandi bayi, sambil menyiapkan sabun Meira.

"Bangun tidur ku terus mandi...tidak lupa menggosok gigi...eh Meira belum punya gigi ya...habis mandi ku tolong ibu...Meira juga tidak punya ibu, tapi tenang Mei, Mami Tania bakal jadi calon ibumu..." Ucap Kevin sambil bersenandung.

Meira nampak senang di nyanyikan oleh Kevin, bayi itu mulai berceloteh. Setelah selesai memandikan Meira, Kevin langsung menghandukinya dan memakaikan Meira baju.

"Hari ini Meira harus pakai baju cantik ya...Om Paul mau Dateng lho...lihat Meira!" Ujar Kevin sambil mencium pipi bayi mungil itu.

Setelah Meira cantik dan wangi, Kevin langsung membuatkan susu untuk Meira, setelah kenyang, Meira langsung di baringkan di dalam box bayinya.

"Nah, Mei tunggu dulu di sini ya, Daddy mau mandi dulu...jangan rewel ya...Daddy cepat kok mandinya..."

Kevin langsung menyambar handuknya dan bergegas ke kamar mandi.

Tok...tok...tok...

Terdengar suara pintu rumah di ketuk, baru juga 5 menit Kevin mandi, dan kepalanya masih penuh dengan busa shampo.

Tok....Tok....Tok....

"Aduuhh....siapa sih!! Bertamu kok tidak lihat waktu!!" Gerutu Kevin.

Buru-Buru Kevin melanjutkan aktifitas mandinya.

Uwwaaa....Uuwaaa....

Terdengar suara tangisan Meira, Kevin tambah panik, baru juga dia membilas rambutnya, belum sempat sabunan.

"Aduh! Jangan-jangan ada penculik lagi...!" Kevin langsung secepat kilat menyelesaikan mandinya, lalu langsung menyambar handuknya dan dililitkannya di pinggangnya.

Buru-buru Kevin keluar kamar mandi dan langsung menengok box Meira, Meira terlihat menangis sambil menggulingkan badannya, rupanya Bayi ini mulai bosan.

"Oh, syukurlah Meira masih utuh...! Sebentar ya Mei, Daddy pakai baju dulu, Meira jangan ngintip ya...malu Daddy Mei...!"

Tok ...tok...tok...

Kembali terdengar suara pintu di ketuk dari luar, Kevin mengurungkan niatnya memakai baju. Dia langsung melangkah menuju kedepan.

"Huh! Ini pasti nih si Paul yang datang pagi-pagi!"

Kevin langsung membuka pintu depan, alangkah terkejutnya dia, ternyata yang datang bukan Paul, tapi Bu Joko.

"Pagi Mas Kevin, ini saya mau mengantar bubur buat Mas Kevin dan Meira..." Bu Joko menyodorkan sebuah rantang.

"Ya ampun Bu Joko, aku kira siapa...bilang ding dari tadi..."

"Saya sudah ketuk-ketuk berkali-kali, Mas Kevin lagi ngapain sih? Meira sudah bangun?" Tanya Bu Joko.

"Sudah Bu..." Sahut Kevin sambil berusaha menutup tubuhnya yang hanya terlilit handuk. Nampaknya Bu Joko tidak menyadari itu.

"Oya Mas, tapi pak Joko nitip pesan, KTP dan KK jangan lupa di urus Mas...!"

"Iya Bu..."

"Lho mas Kevin baru mandi ya...maaf, baru lihat...!" Bu Joko langsung menutup matanya yang tidak sengaja melihat tubuh Kevin.

"Iya Bu...jangan pikir yang aneh-aneh ya Bu...pikirin punya pak Joko aja...!" Kevin segera menutup pintu rumahnya.

"Huh...sial! Kenapa juga Bu Joko yang harus dateng sih! Si Paul kemana lagi...katanya berangkat subuh...!"

Kevin segera meraih ponselnya yang dia letakan di atas meja. Kemudian mulai mencoba menghubungi Paul.

"Halo Vin!"

"Halo Paul! Ada dimana sekarang? Kok belum sampai?"

"Sorry Vin, ini gue lagi nyasar, taksinya muter-muter dari tadi...tolong jemput gue lah...!" Ujar Paul memelas.

"Dimana sekarang posisi??"

"Ini ada di depan minimarket...!"

"Minimarket mana?"

"Minimarket Vivamart!"

"Ya Ampun...itu kan minimarket tempatku kerja...ngapain juga kau ada disitu??" Sungut Kevin.

"Itu, tadi numpang ke toilet...kebelet banget gue Vin...ayo lah jemput gue...!" Rajuk Paul.

"Ya sudah, tunggu di situ dulu ya...belum pake baju nih...!" Sahut Kevin.

"Hah? Belum pake baju? Lu habis ngapain Vin pagi-pagi...parah lu ya...!" Seru Paul.

"Parah apaan sih bro! Ini gue baru selesai mandi tau nggak!!" Sentak Kevin.

"Oalaaa.....kirain Vin..!"

Kevin langsung mematikan ponselnya karena kesal.

*******

1
Yani Anwar11
😭😭😭😭
🅰️đ₳ɽ₳
dah mampir thor 😁💪
Ubun Uman
menarik
uus widiani
apa tania ibunya maira
Hertin Liberti
aku terharu thoooor baca episode .. bagaimana tulus dan ikhlas nya seorang anak untuk membantu ayahnya......dari usia dini Emira sudah diajarkan untuk berbagi.....indahnya berbagi itu thoooor....hhhaaaa .......
Hertin Liberti
seneng baca cerita nya thoooor....alurnya ceritanya natural.....
Tryn_123
sumpahin deh si dave ini g punya anak selamanya....jahatnya minta ampun
Tryn_123
banyak kisah pria tidak tahu diri macam dave itu....banyak kisah pria berhati malaikat yg begitu tulus seprti Kevin,,,semoga Tuhan melindungi orang2 baik itu
Tryn_123
Dave tidak tau diri ya.....tapi Kevin bijaksana sekali.....
Tryn_123
gitu ya kalo pria disuruh belanja....suamiku juga.nurut banget sama penjualnya.....
Tryn_123
pelajaran berharga,,jangan pernah membanding2kan anak...apalagi anak orang lain dg anak kita sendiri....kecemburuan bisa menjadikan orang gila
Tryn_123
kalo ortu kevin yg nyiksa sedikit lumrah,lah si ijah....babu juga
Tryn_123
jangan lupa ikut BKB,ya Vin
Herta Siahaan
buat dave dan santi sadar donk. bukan malah egois
Herta Siahaan
krmbaliin meira thor. itu g adil. dah ambil cara curang
Herta Siahaan
g boleh gitu donk thor. cara curang
Herta Siahaan
apa g punya body guard ya .. kayak bos bos besar gitu
Herta Siahaan
biar dave sadar... kebajatannya.
Davina Rahmania
ngakak 😂😂 inspirasi pelaut dari nenek moyang
Davina Rahmania
untuk panggilan you" kayak alay banget untuk seorang pengusaha kurang untuk mendalami cerita jadinya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!