NovelToon NovelToon
Aku Dan Sahabat Kecilku

Aku Dan Sahabat Kecilku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:980.8k
Nilai: 5
Nama Author: e'Rmaa

Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.

Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.

Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.

Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.

Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.

Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).

Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?

Simak terus kelanjutan ceritanya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25# Kesedihan Andin

Sepulang dari rumah Gilang, Andin terdiam. Apalagi setelah mendengar kabar kalau Gilang akan pindah dari desa tempat mereka sekarang tinggal. Andin merasa sangat sedih dan akan kehilangan sahabat terbaiknya.

Ketika Andin melamun di depan rumah, ibu melihat Andin yang sangat bersedih itu setelah pulang bermain. Karena tidak biasanya Andin sedih dengan wajah yang muram sepulang dari bermain.

"Andin, kamu kenapa nak? Kenapa sepulang dari bermain kok kamu malah sedih. Dan kamu juga pulang cepat. Memang ada apa nak?, " tanya ibu.

"Andin sedih banget bu. Karena setelah ini, Gilang akan pergi. " jawab Andin.

"Pergi kemana Ndin. Bukannya kalau pergi kan nanti bisa cepat kembali, " ucap ibu.

"Tapi kali ini Gilang perginya seterusnya dan gak akan kembali bu, " jawab Andin dengan matanya yang sedang berkaca-kaca.

"Maksud kamu pergi gak kembali itu apa Ndin. Memang Gilang mau pergi kemana?, " tanya ibu makin penasaran.

"Gilang akan pergi dari desa ini bu. Karena dia akan pindah ke kota karena mengikuti ayahnya pindah tugas, " jelas Andin.

"Oh begitu ya nak. Tapi Andin gak boleh terlalu bersedih gitu. Gilang kan perginya karena orang tuanya. Mungkinkah saja suatu saat nanti, Gilang akan kembali ke desa ini. " ucap ibu mencoba menenangkan hati Andin.

"Semoga saja ya bu, " ucap Andin.

"Iya Ndin. Sekarang sebaiknya kamu cuci kaki dan tangan lalu istirahat, " ucap ibu.

"Iya bu," jawab Andin.

Andin pun cuci tangan dan kakinya kemudian masuk ke dalam kamarnya. Ketika di dalam kamarnya, dia pun masih bersedih karena kabar itu.

"Rasanya aku berharap ini hanya mimpi, " ucap Andin dalam hati.

"Tapi aku gak boleh terlihat sedih di depan Gilang biar dia juga gak ikutan sedih, " lanjut Andin dalam hati.

Tepat pukul dua belas.

Ayah Andin datang ke rumah untuk makan siang sepulang dari sawah.

"Assalamualaikum, " ucap ayah.

"Walaikumsalam, " jawab ibu.

"Ayah sudah pulang. Ayo makan yah. Ibu sudah siapkan makan untuk ayah," ucap ibu.

"Iya bu. Oh iya, Andin mana? Ajak sekalian makan bu, " ucap ayah.

"Ada yah. Bentar ibu panggilkan Andin dulu ya," jawab ibu.

Ibu pun segera memanggil Andin. Dan mengetuk pintu kamarnya.

"Andin.. Ayo kita makan sama-sama ya. Ayah sudah menunggu di depan, " ucap ibu.

"Ayah sama ibu makan dulu saja. Andin masih belum lapar, " jawab Andin.

"Ya sudah kalau gitu, " jawab ibu.

Ibu pun kembali menghampiri ayah.

"Mana Andin bu? Kok gak keluar, " tanya ayah.

"Kata Andin masih kenyang yah. Ya sudah ayah makan dulu saja karena setelah ini kan ayah harus kembali ke sawah, " ucap ibu.

"Iya bu. Ayah makan dulu ya, " ucap ayah.

"Iya yah, " jawab ibu.

Ayah an ibu pun makan siang berdua. Dan setelah selesai makan, ayah pun sholat dhuhur. Lalu setelah selesai, ayah segera bergegas kembali ke sawah.

👑👑👑👑

Sore pun tiba.

Andin duduk di depan rumah sambil mengingat ucapan Gilang. Dia pun bersedih lagi.

Ibu melihat Andin yang lagi bersedih di depan rumah. Lalu ibu pun menghampiri Andin.

"Andin... Andin anak ibu. Kenapa sih masih bersedih terus. Gilang kan sekarang masih belum pindah jadi kamu masih bisa gunakan waktu bersama dengan Gilang nak. Sebaiknya sekarang kamu bantu ibu membersihkan rumah ya, " ucap ibu menenangkan Andin.

"Ibu benar. Seharusnya Andin gak boleh terlalu bersedih karena sekarang Gilang kan masih pindah. Ya sudah sekarang Andin bantu ibu untuk bersihkan rumah, " ucap Andin sambil tersenyum.

"Anak ibu ini anak yang hebat. Semangat ya nak, " ucap ibu.

"Iya nak, " jawab Andin.

Andin pun berdiri dan bergegas mengambil sapu untuk membantu ibu membersihkan rumah.

"Ibu tinggal ke belakang dulu ya nak, " ucap ibu.

"Iya bu, " jawab Andin sambil menyapu.

Andin pun semangat membersihkan rumah.

👑👑👑👑

Malam pun tiba.

Ayah mengajak ibu dan Andin untuk sholat magrib berjamaah.

"Ibu dan Andin ayo kalian segera mengambil wudhu. Kita sholat berjamaah dulu, " ucap ibu.

"Iya yah, " jawab Andin dan ibu.

Setelah selesai berwudhu. Ayah pun menjadi imam sholat magrib. Dan setelah selesai sholat, merekan pun makan malam bersama.

Saat makan malam, Andin teringat ucapan Gilang dan dia pun melamun.

"Andin.. Ndin... Kamu sedang melamun ya, " ucap ayah memanggil Andin.

"Hmmm.. Iya yah. Ada apa apa?, " jawab Andin.

"Ayah lihat dari waktu sholat tadi. Anak ayah ini kok suka melamun ya. Apa ada yang sedang Andin pikirkan?," tanya ayah.

"Gak ada kok yah, " jawab Andin sambil tersenyum.

"Begini loh yah. Sebenarnya Andin itu kepikiran dengan ucapan Gilang," ucap ibu.

"Ucapan Gilang? maksudnya apa ya bu,?, " tanya ayah.

"Tadi pagi Gilang cerita sama Andin kalau dia akan pindah dari desa ini karena ayahnya dipindah tugas ke kota. Jadi Gilang harus mengikuti ayahnya pindah. Itu yang buat anak kita Andin suka melamun karena akan kehilangan sahabat terbaiknya, " jelas ibu pada ayah.

"Oh begitu ya bu. Tapi Andin gak boleh sedih berlarut-larut. Nanti Andin juga akan mendapat teman baru ketika di SMP nanti. Gilang pindah itu juga karena harus mengikuti ayahnya. Mungkin suatu saat nanti, Andin bisa bertemu lagi dengan Gilang. Andin tidak boleh terlihat sedih di depan Gilang karena nanti Gilang akan ikutan sedih. Buat Gilang tersenyum ya nak. Dan sekarang sebaiknya Andin manfaatkan waktu bermain bersama Gilang sebelum dia pindah dari desa ini. Lalu kapan rencana Gilang pindah Andin? , " ucap ayah.

"Rencananya setelah kelulusan nanti yah, " jawab Andin.

"Nah masih ada waktu 3 minggu untuk bisa bersama dengan Gilang. Jadi jangan sedih lagi ya. Ayah jadi ikutan sedih kalau lihat anak ayah yang cantik ini bersedih dan suka melamun, " ucap ayah.

"Iya yah. Andin akan gunakan waktu sebelum Gilang benar-benar pindah, " jawab Andin.

"Ya sudah kalau begitu lanjutkan makanmu nak, " ucap ayah.

"Iya yah, " jawab Andin.

Andin, ayah dan ibu pun melanjutkan makan. Dan setelah selesai makan, Andin pun masuk ke dalam kamar.

"Ayah dan ibu, Andin masuk kamar dulu ya. " ucap Andin.

"Iya nak. Tapi jangan pikirkan hal yang tadi ya biar Andin gak sedih lagi, " ucap ibu.

"Iya bu, " jawab Andin.

Andin pun meninggalkan ayah dan ibu yang masih melanjutkan makan. Andin segera masuk ke dalam kamarnya. Dan saat di dalam kamar, Andin terkadang masih teringat dengan ucapan Gilang. Tapi Andin juga ingat ucapan ayahnya barusan.

"Benar kata ayah. Aku harus bisa membuat Gilang tidak bersedih saat akan pindah. Besok pagi aku ajak Gilang main lagi deh, " ucap Andin dalam hati.

1
Sumayyah Humairah
dlanjut
Enung Samsiah
MP nya ko nggk seru gitu,,,
Enung Samsiah
waaahhh berarti dah 11 tahn nggk ketemu,, pantesan andin nggk kenal dngn wahah Gilang,,,,, pangling ya
Winsulistyowati
Hm..Akhirnya Ketemu.. Jodoh ketemu..Sahabat Masa kecil..
e'Rmaa: makasih kakak sdh mampir 🙏☺️
total 1 replies
Winsulistyowati
Mereka Br✌️.Slalu Kompak..👍👍💪💪🖐️
Winsulistyowati
Aamiin 🤲🏼
Winsulistyowati
Mampir n Nyimak Critanya..🖐️
Sri Widjiastuti
sdh g pake sepeda sendiri nihh
e'Rmaa: iya kakak.
Terimakasih sudah mampir ya kak☺️🙏
total 1 replies
Linda Imala
bener-bener yang namanya cinta sejati
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan

Sukses ya Thor 👍☺
e'Rmaa: Makasih kak
total 1 replies
Rosa Fitriani
Sempet ikutan baper pas Gilang dipaksa nikahin Friska tapi syukurlah kalau gak jadi.

Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
e'Rmaa: Makasih kakak sudah mampir dan suka karya saya🙏
total 1 replies
Namira Kusuma
Benar-benar cinta sejati
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰
e'Rmaa: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
oktavia
aaa seneng bgt liat Andin sama Gilang bareng² lgi
oktavia
yok di jodohkan saja Andin sama Gilang
Lia Liyut
baru otw
Lia Liyut: sama² kak 👍🏻👍🏻
total 2 replies
Giovanni Bowono Miawaug
AKUDAV Giovanni Bowono Miawaug Alyssa Dezek ejenjethro Cupcake_Vionna
emak @l ahsan
absen....
e'Rmaa: makasih kak sdh mampir di karya saya 🙏☺️
total 1 replies
Juni Muliati Sitepu
senang n terharu aj
e'Rmaa: Terima kasih sudah mampir di novel sy🙏🤗
total 1 replies
Muntia Tia
iii
e'Rmaa: 🤗🤗.....
total 1 replies
Nani Evan
sukses terus y thor
e'Rmaa: Makasih kak🙏
total 1 replies
Nani Evan
kirain ama pak wisnu
e'Rmaa: nanti dpt jodohnya sendiri kak🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!