NovelToon NovelToon
Suamiku Majikan Ku

Suamiku Majikan Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lady B

Rangga melemparkan bantal keatas lantai dan menyuruh Naya untuk tidur disana. Ia tak ingin satu ranjang bersama Naya.

Dengan pasrah Naya mengikuti keinginannya tanpa perlawanan sedikitpun. Ia tak mengira jika laki-laki itu akan memperlakukannya sampai seperti ini hanya karena ia adalah anak dari kedua orangtuanya yang tadinya menjadi pembantu dirumah ini.

Naya menatapnya nanar dan berjongkok lalu duduk diatas lantai. Hatinya terasa sakit dan perih, "Demi Allah aku juga tak sudi satu ranjang denganmu!" bisiknya dengan tangis tertahan.

Bagaimana kelanjutannya?

Cerita ini mengandung konten dewasa hanya untuk usia 21+.

Penasaran dengan jalan ceritanya? Baca selengkapnya.

COVER BY PEXELS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecelakaan

Usai membeli pesanan Rina, Naya lantas menaiki motornya. Ia melihat dari kaca spion dua orang berboncengan mengikutinya dari arah belakang. Ia pun kian mempercepat laju motornya.

Dua orang pria itu dengan cepat menyusul nya dan langsung menarik tas selempang yang ada di pundaknya. Naya reflek dan berusaha mempertahankan tasnya sebisa mungkin dengan menariknya kembali. Pria itu langsung menendang sepeda motornya dan membawa kabur tas miliknya, "Allahu akbar!" teriak Naya terhempas dan jatuh berguling ke aspal. Kepalanya membentur pembatas jalan namun untungnya ia memakai helm. Semua orang terkejut dan langsung menolongnya. Para warga yang ada disekitar berusaha menghadang kedua pria itu namun mereka berhasil meloloskan diri.

Naya antara sadar dan tidak. Ia terluka parah dibagian pergelangan tangan dan kedua kakinya.

"Dia menantunya Tuan Abdullah!" teriak seorang pria paruh baya saat melihat dengan jelas wajah Naya.

Mereka segera melarikan Naya kerumah sakit terdekat dan pria paruh baya itu segera mendatangi rumah keluarga Fatahillah.

"Nyonya! Nyonya!" teriak Bik Pah setelah mendengar penjelasan dari pria itu.

Susan terkejut dan lantas berjalan cepat ke ruang tamu. Rina dan Tias tersenyum puas dari kejauhan karena rencana busuk merasa berjalan sukses.

"Kenapa, Bik?!"

Bik Pah gemetar dengan tangis tak terbendung, "Non Naya di jambret dan jatuh dari motor!"

Susan terkejut, "Cucuku!" sergahnya panik dan langsung limbung.

"Nyonya yang kuat.... Kita harus ke rumah sakit sekarang...." rintih Bik Pah memeluknya.

"Papa! Beritahu Papa dan Rangga!" pinta Susan gemetar.

Setelah memberitahu suaminya Abdullah dan Susan bergegas menuju rumah sakit dan Rangga segera keluar dari hotel. Ketiganya panik namun berusaha untuk tetap tenang.

Naya kini berada di UGD. Dokter dan beberapa orang perawat membersihkan lukanya. Abdullah dan Susan tiba. Mereka terkejut melihat kondisi Naya berlumuran darah dalam kondisi setengah sadar. Naya meracau dan menangis menyebut ibu dan ayahnya.

Abdullah merasa iba dan segera menghubungi Marni dan sang suami. Marni shok dan menangis histeris. Tak pikir panjang mereka segera menyusul nya kerumah sakit.

Semua keluarga kini berkumpul di luar kamar rawat inap, termasuk Rina dan Tias. Mereka seolah iba dengan menampakkan raut wajah bersedih. Abdullah menyerahkan perkara itu ke pihak kepolisian dan kini mereka tengah mengambil keterangan dari Naya yang sudah sadar sepenuhnya dan telah memeriksa semua orang yang saat itu berada di Tkp.

Rangga menggenggam erat telapak tangan Naya. Ia merasa begitu takut kehilangan istrinya dan anak di dalam kandungan Naya. Mereka bersyukur jabang bayi di dalam kandungan Naya selamat. Dokter pun terheran karena kandungan wanita malang itu samasekali tak terpengaruh akibat kecelakaan hebat yang dialaminya.

"Jangan menangis lagi...." pinta Naya lirih menyeka air mata Rangga yang terus mengalir.

Rangga mencium telapak tangannya, "Aku hanya takut," bisiknya.

Naya tersenyum, "Allah bersamaku."

Rangga pun menyeka air matanya, "Syukur alhamdulillah," bisiknya.

Marni bersyukur dengan keajaiban itu. Ia terus memperhatikan keduanya dari sofa jauh di belakang Rangga.

13.00 wita:

Naya tertidur pulas dengan menggenggam erat telapak tangan Marni setelah Rangga izin keluar sejenak. Kejadian ini membuat Rangga sangat terpukul. Ia menatap mushola tak jauh dari tempatnya berdiri yakni di luar rumah sakit tepatnya di depan parkir an. Ia menatap lekat beberapa pria muda yang tengah melaksanakan sholat zuhur. Hatinya tergerak dan dengan langkah ragu ia berjalan menuju tempat wudlu. Ini untuk pertamakalinya ia melakukan itu. Ia melangkahkan kakinya naik ke lantai mushola dan berdiri pada shaf pertama dan lantas bertakbir, "Allahu akbar," bisiknya. Ia membaca dengan ragu semua bacaan ayat suci alquran yang dahulu pernah ia pelajari saat di bangku sekolah dasar yang terasa samar di ingatannya kecuali surat al- fatihah. Saat bersujud ia merasa jiwanya begitu tentram dan ada sejumput kebahagiaan yang tak pernah selama ini ia rasakan hingga air matanya menetes.

Rendra menyusuri lorong rumah sakit mencari sosok Rangga karena Naya terbangun dan mencarinya. Ia berusaha menghubungi tetapi ponsel Rangga tak aktif karena baterai ponselnya habis. "Wah ini dia!" sergahnya saat melihat sosok Rangga yang baru saja masuk kedalam area lorong rumah sakit, "Hei kamu kemana saja!" tanyanya kesal.

Rangga mengusap wajahnya yang masih basah karena air wudlu, "Ada apa?"

"Istri mu mencari mu! Dia terlihat gelisah saat tak mendapati mu di sisinya. Papa dan Mama juga akan balik kerumah untuk istirahat."

"Ok," angguk Rangga.

Tias merasa kurang puas dengan apa yang dialami Naya. Ia berpikir tadinya bayi yang ada di rahim Naya tak akan selamat. Cukup mengesalkan baginya karena tak ada yang serius menimpa madunya itu. Ia mulai tak betah dan meminta izin ikut pulang bersama kedua mertuanya. Rina pun mengikuti mereka.

Malam harinya suasana rumah sakit sangat hening. Di dalam kamar Naya hanya bersama Marni, Rangga dan Rosi. Rangga terus menatap Naya yang kembali tertidur. Kondisi Naya semakin membaik dan ungkap dokter ia bisa dibawa pulang lusa setelah Naya bisa berjalan normal.

Jarum jam dinding sudah berada di angka sembilan. Dengan hati-hati Rangga melepaskan tangan Naya kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudlu. Ia mengambil selimut tipis yang tersedia di dalam lemari pasien sebagai sajadah. Setelah selesai ia pun kembali menggenggam telapak tangan Naya dan menidurkan kepalanya di sisi ranjang.

07.00 wita:

Rangga mengajak Naya berjalan-jalan menggunakan kursi roda menikmati suasana asri taman rumah sakit. Wajah Naya tak nampak pucat lagi seperti semalam. Ia begitu segar dan ceria. "Coba lihat burung itu, Mas," tunjuk nya pada dua burung pipit yang bertengger di atas ranting cemara, "kelihatannya mereka sedang pacaran."

Rangga tersenyum, "Mereka pasangan yang serasi," candanya. "Mirip Rangga dan Naya.

"Trus Tias nya mana?"

Rangga mengusap puncak kepadanya, "Sekarang hanya ada aku dan dirimu."

Naya berharap suatu hari nanti hanya ada dirinya, Rangga, dan putranya.

........................

Pihak kepolisian berhasil meringkuk kedua pelaku yang telah mencelakai Naya semalam di pinggir pantai saat mereka tengah berpesta narkoba. Polisi dengan mudah mengidentifikasi keduanya dari cctv yang terpasang di tiang pinggir jalan. Sesuai perintah Rina jika mereka sampai tertangkap ia tak mau namanya dilibatkan karena sudah memberikan uang yang cukup banyak. Ia sudah mewanti-wanti kedua pria itu dengan ancaman akan menghabisi keduanya jika sampai mengaku. Kedua pelaku itu mengaku kepada pihak kepolisian hanya menginginkan harta Naya untuk membeli sabu. Sementara itu isi tas yang mereka rampok sudah terlebih dahulu mereka serahkan kepada Rina secara diam-diam di sebuah area kebun kosong jauh dari pemukiman warga. Setelah mendapatkan semua uang yang ada di dalam tas Naya, Rina menyerahkan semuanya kepada Tias. Uang itu lumayan banyak setengah dari pemberian Rangga karena Rina hanya menginginkan Naya tersakiti secara perlahan....

Bersambung....

1
maya ayu
si ilham duda yaa?? kok sulaiman sama mamahnya?? mreka udh hidup sendiri2 gitu?
febby fadila
kamu bakalan menyesal rangga
febby fadila
buat naya kuat thor... kasihan
febby fadila
kuat naya sabar... dan pergilah yg jauh
febby fadila
😭😭😭😭😭😭
febby fadila
astga sakit banget siii.... apa yg kamu lakukan akan menjadi bumerang buatmu rangga
febby fadila
astoge si ilham kok cemburu siii... hade jangan sampai ilham jd pembinor
febby fadila
ya bgtlah klw kita yg miskin menikah dgn horang kaya
febby fadila
nggak sopan banget si rangga nggak ada etikax sèdikit
Iluhwid Ajha
aku ikut mewekkk😭😭
Afternoon Honey
rangga kamu bodoh 👎
maju ilham lindungi naya
Afternoon Honey
nyeselkan kamu rangga....
Afternoon Honey
Hmmmm berasa sinetron di TV ikan terbang 😅😅😅
Afternoon Honey
nah baru sadar kamu rangga, 😡
Afternoon Honey
duh kecewa nih jadinya saya 😣😣😣
Afternoon Honey
Tias si pelakor...
Afternoon Honey
hhhmmmm ada yg ngak kuat iman dan imim...
Afternoon Honey
naya kamu polos banget...
Afternoon Honey
wah dapat 🚗🚐🚘
Afternoon Honey
eh siapa nih sabila 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!