Squel dari "OM KITA BERBEDA"
Di sarankan untuk mampir kecerita sebelumnya agar tidak bingung bin pushyeng!
Follow IG cerita ini: Caiyo_03.horelalalay
🥀🥀🥀
Breyen Wijaya siapa yang tak kenal dengan sosok hot daddy satu ini. Kehilangan pemilik hatinya pasca melahirkan anak pertama mereka membuatnya menjadi sosok ayah sekaligus ibu.
"Ikhlas itu bohong, yang benar itu adalah terpaksa lalu terbiasa"-BREYEN
"Bagian diriku merasa sakit mengingat dirimu yang sangat dekat, tapi tidak tersentuh"-MEY
"cara kerja perasaan itu lebih rondom dari pada arah dan tujuan nyamuk terbang!"-ZAHRA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iza cans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita
JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, AND VOTE
FOLLOW JUGA IG AUTHOR
riyaferizap_
HAPPY READING ALL...
Rasanya mulut Breyen sudah berbusa sangking seringnya ia bersyukur atas Kembalinya Mey, dari sepanjang jalan menuju rumah utama Breyen menciumi tangan Mey sambil menyetir.
"Hubby siapa wanita cantik yang makan bersamamu tadi?" Tanya Mey setelah bergulat dengan pikirannya.
"Sekretaris selingan David" jawab Breyen menoleh sekilas lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Mey, rasa cinta dan sayangku pada kamu masih sama seperti pertama kali aku mencintai mu. Tidak ada yang berubah kecuali waktu yang terus berjalan dan menuanya diriku tanpamu" ucap Breyen menatap Mey penuh cinta.
Perlahan Breyen menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Mey, hingga benda lembut nan kenyal itu menyatu menyalurkan rindu. Ciuman penuh cinta yang tidak menuntut, lembut, penuh perasaan.
"Ayo kita pulang, kamu harus menjelaskan semuanya" sambung Breyen setelah melepas pungutannya.
Dua puluh menit kemudian mobil hitam mengkilap Breyen berhenti di depan rumah mewah yang di bagian dinding pagar samping pintu masuk halaman rumah terdapat tulisan bata marmer "WIJAYA" tertampa besarng jelas di sana.
Mey keluar dari mobil dengan mata berkaca-kaca pandangan memutari bagian depnyaan rumah utama Wijaya, tak ada yang berubah semua masih tampak seperti terakhir kali ia melihat rumah ini.
"Tidak ada yang berubah selain taman itu" tunjuk Breyen ke arah taman bunga mawar merah yang sudah mirip taman anak-anak.
"Mayra suka bermain di sana, jadi aku membuatnya semenarik mungkin agar dia tidak bosan" sambung Breyen di angguki Mey pelan.
"Ayo" ajak Breyen lagi menarik pinggang Mey posesif, cukup sekali ia kehilangan wanitanya tidak untuk kedua kalinya.
"Maaf ya Hubby, aku belum bisa jadi perempuan yang baik untuk kamu. Maaf ya aku cuman jadi beban buat kamu, aku gak ikut turut dalam membesarkan Mayra selama ini" ucap Mey menatap mata Breyen penuh penyesalan.
"Ini musibah tidak apa-apa, kembalinya kamu itu sudah lebih dari cukup" jawab Breyen mencium kening Mey.
"Kamu tau Mey, ketika aku mengatakan saya terima nikahnya pada saat akad nikah kita. Itu artinya aku mengatakan bahwa siap menerima tanggung jawab untuk melayani kamu, mencintai dan melindungi kamu" tutur Breyen yang semakin membuat hati Mey menghangat penuh rasa haru.
"Nyonya muda!" Pekik Krista membukakan pintu untuk Breyen dan Mey masuk.
"Krista" lirihnya berhamburan kepelukan bodyguard sekaligus teman curhatnya itu.
Ini lah yang di sukai Krista pada sosok istri tuannya ini, ramah, cantik dan tentunya berattitude yang baik. Cukup lama mereka berpisah tapi perlakuannya nyonya mudanya itu masih sama seperti dulu tidak seperti gadis centil yang sok akrab namun tidak memperlihatkan sikap yang baik. Contoh kecilnya saja gadis cantik itu seperti enggan bersentuh fisik dengannya.
"Nyonya ini benar anda?" Tanya Krista melepas pelukannya.
"Iya ini aku Krista bukan orang lain" jawab Mey kembali memeluk wanita berjas hitam ala bodyguard itu.
"Bunda!" Panggil Mayra menyadarkan Breyen yang masih fokus memperhatikan Mey dan Krista yang tengah berpelukan.
"Mayra sayang" ucap Mey berjongkok sehingga mempermudahkah Mayra berlari ke pelukan Mey.
"Mayra kira bunda gak bakal ke sini" unya.a dengan nada merajuk.
"Gak ke sini?" Beo Breyen menatap dua wanita yang di sayanginya itu.
"Masuk dulu nanti mama ceritakan" sahut Rani di angguki Breyen.
Di hampirinya anak dan ibu yang tengah berpelukan melepas rindu itu, lalu Breyen berjongkok menggendong Mayra dengan sebelah tangannya sedangkan sebelahnya lagi membantu Mey berdiri dan memeluk pin tanganggangnya.
"Semoga kebahagiaan kalian bertahan sampai hari tua" gumam Rani menatap pemandangan indah di depan matanya.
BERSAMBUNG!
NEXT OR STOP?
at juga dong thor