NovelToon NovelToon
Malaikat Pelindung

Malaikat Pelindung

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sariyah

Arifah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar seringkali mendapatkan kenakalan teman-temannya bahkan gurunya sendiri pernah sesekali mempermalukannya.

Puncaknya, Aska sebagai saudara kandung Arifah tidak memberitahunya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan sebuah pesawat. Tidak sampai disitu, Aska sebagai keluarga satu-satunya yang ia punya pun juga pergi meninggalkannya. Belum lagi menghadapi anak angkat Mami yang ternyata seseorang yang datang hanya untuk mengambil keuntungan dari keluarganya.

Lalu mampukah Arifah berdamai dengan takdir yang telah digariskan? Dan apakah dengan hadirnya malaikat pelindung disisinya mampu membuatnya menjadi pribadi kuat dan tangguh?

Saksikan kisah selengkapnya ya, jangan lupa like dan vote juga. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 25 Bertemu Mami Papi Part 2

Gerbang sedikit demi sedikit terbuka menyuguhkan pemandangan diluar nalar. Ia mengucek-ucek matanya berkali-kali seolah tak percaya.

"Apa ini mimpi?"

"Kamu ingin bertemu kedua orang tua kamu bukan?"

Arifah mengangguk cepat, matanya melotot masih tak percaya menyaksikan keindahan maha paripurna.

Putri menuntun Arifah menuju istana diatas awan melewati air terjun disisi kiri dan kanannya. Kakinya menapaki anak tangga yang melayang, tapi sangat kokoh tidak bergoyang sama sekali ketika kakinya mulai melangkah menaikinya. Setiap langkah kakinya disuguhi bunga-bunga yang bermekaran, beberapa wanita berkumpul disana sambil berbisik-bisik dan tersenyum kearahnya, mereka mengenakan gaun berwarna putih, cantik sekali, bidadari?

Ditempat lain ia melihat banyak sekali lelaki tampan dan masih muda-muda. *Jauh l*ebih tampan daripada Mas Aska, bahkan kalah jauh. Mungkin kalau Mas Aska disini bisa jadi lelaki paling jelek dan tidak diminati bidadari.

Sekali lagi, tangga yang terlihat sangat panjang dan diperkirakan akan membutuhkan waktu yang cukup lama menuju istana diatas awan itu ternyata hanya butuh waktu sebentar saja. Ia sudah sampai tepat didepan istana berwarna putih cerah dan berkilauan, ia sangat takjub dengan pemandangan didepan matanya sampai mulutnya menganga tanpa disadarinya.

"Kita sudah sampai, masuklah" ucap Putri sembari meninggalkan Arifah.

Arifah masih berdiri mengagung-agungkan asma Allah. Ia sangat bersyukur kedua orang tuanya ditempatkan disini, pasti kebahagiaan selalu menyertai mereka.

Ia sudah tidak sabar ingin bertemu Mami dan Papi disana. Kakinya melangkah masuk kedalam. Lagi-lagi suasana didalamnya membuatnya takjub dan berkali-kali menyebut namaNya, Tuhan semesta alam.

"Arifah.."

Seseorang menyebut namanya sayup-sayup terdengar ditelinganya.

"Arifah.."

Suara itu memanggil lagi, seperti dua orang sedang memanggil namanya. Ia pun mencari keberadaan suara itu yang diyakininya suara dari Mami dan Papi.

"Mami.. Papi.."

Spontan mulutnya memanggil keduanya, bulir-bulir air mata menetes dipipinya melihat kemunculan dua orang yang selalu ia sebut didalam doanya.

"Mami.. Papi.." ucapnya sembari berlari memeluk kedua orang tuanya yang sedang tersenyum padanya.

"Anakku" ucap Mami tersenyum.

"Mami aku kangen, aku mau ikut Mami disini saja"

Dengan lembut Mami mengusap air mata dipipi kanan dan kirinya.

"Perjalanan mu masih panjang sayang, kamu tidak bisa seperti ini. Kami disini selalu melihatmu, dan akan ada saatnya nanti kita berkumpul disini"

"Benar yang Mami mu katakan. Ingat pesan Mami dan Papi jadilah anak baik, kami juga sangat merindukanmu disini" ucap Papi.

"Benarkah?"

"Tapi Mami dan Papi pergi meninggalkan aku disaat kalian membenciku, hiks.." ucap Arifah terisak-isak.

"Disini kami sudah mengetahui semuanya sayang, itulah sebabnya mengapa ada Putri disisimu. Dia akan bersama mu dimana pun kapan pun" jelas Mami.

"Jadi Mami yang mengirim Putri"

Mami mengangguk "Mami yang meminta.."

Arifah tersenyum menatap wajah kedua orang tuanya yang terlihat sangat muda, cantik dan tampan sekali.

"Terima kasih Mi.. Pi.. hiks.." Ia kembali memeluk kedua orang tuanya, aku tidak ingin semua ini berlalu begitu saja, aku ingin seperti ini bersama Mami dan Papi kelak, aku akan selalu ingat pesan mereka.

Mereka pun saling melepas rindu yang selama ini terpendam. Kasih sayang, cinta kasih dan kehangatan sudah didapatkan Arifah, ditambah lagi kehadiran Putri adalah permintaan orang tuanya. Betapa mereka sangat menyayangiku, tidak ingin melihatku terus dirundung duka.

"Waktumu sudah habis, saatnya kamu harus pulang kebumi melanjutkan kehidupanmu" ucap Putri yang sudah sedari tadi menunggunya.

"Tapi aku masih ingin bersama Mami dan Papi, aku belum jalan-jalan mengitari istana ini bersama mereka" ucap Arifah sangat antusias dan penuh harap, ia tidak ingin pulang rasanya.

Putri tersenyum, namun tak terlihat oleh Arifah.

"Kamu butuh waktu ribuan tahun untuk mengitari istana ini saja. Lagipula tujuanmu sudah tercapai bukan? Saatnya kita pulang" ucap Putri sembari mengulurkan tangannya.

"Tapi.."

"Tidak ada tapi!"

"Pulanglah Nak" ucap Mami dan Papi serempak.

Mereka pun berpelukan kembali sebelum Putri membawanya pulang. Setelah dirasa puas, ia menyambut tangan putri dan berjalan meninggalkan Mami dan Papi.

Diperjalanan menuju tangga seorang lelaki tampan menebar senyum kearahnya, hanya dia yang tersenyum pada Arifah sedangkan teman-temannya asyik mengobrol. Tampan sekali dia, batinnya tersipu malu.

Putri dan Arifah sudah berada didepan sebuah pintu berwarna putih. Putri membuka pintu itu, lorong pelangi tadi.

Mereka pun memasuki lorong pelangi itu dan tiba dikamar milik Arifah.

"Terima kasih sudah mempertemukan aku dengan Mami Papi.." ucapnya menggantung.

"Ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya Putri seolah tahu apa yang ada dipikirannya.

"He'em"

"Tanyakan saja"

Arifah menggigit bibir bawahnya pelan, sebenarnya ia sangat malu menanyakan hal itu padanya.

"Emm.. siapa laki-laki yang melihatku tadi?"

"Ohh.. dia itu seseorang yang sudah menunggumu disana"

"Maksudmu?" tanyanya lagi belum mengerti.

"Ya, dia jodohmu"

"Hahh? Jadi maksudmu aku akan menikah dengannya disana? Berarti aku akan mati muda?" ucap Arifah menatap tajam Putri memastikan perkataannya pasti salah.

"Aku tidak tahu, itu bukan urusanku" ucap Putri acuh.

"Tapi kamu tahu dia jodohku, kamu pasti tahu kapan aku akan mati kan?" tanyanya lagi menelan air ludahnya kasar, jantungnya dag dig dug menunggu jawaban Putri.

"Sekarang istirahatlah, besok kamu sudah harus sekolah pagi-pagi. Apalagi sekolahmu sangat jauh" ucap Putri.

Putri sempat melihat catatan Arifah di lauhful mahfuz, ia tahu kapan Arifah akan menikah, dengan siapa, dimana, kapan, dengan siapa dan lain-lain.

Putri pergi meninggalkan Arifah yang terlihat kesal terbukti ia memonyongkan bibirnya sekian senti.

Menyebalkan!

Arifah melirik jam dinding 22.30.

"Hah jadi tadi disana cuma setengah jam? Aku rasa sangat lama disana, kenapa disini.. Ah sudahlah.." gumamnya.

Ia tidak bernafsu belajar, ia masih memikirkan laki-laki tampan itu. Ya ampun, kenapa aku seperti orang dewasa saja sih, memikirkan seseorang yang bahkan belum aku kenal. Sudahlah, aku mau kekamar Mas Aska saja!

Arifah beranjak dari kamarnya menuju kamar Aska.

Tok.. Tok.. Tok..

Tidak ada sahutan dari dalam, Arifah memegang handle pintu dan menariknya.

"Mas.." ucap Arifah setelah masuk kekamar Aska yang tidak terkunci.

Arifah tidak menemukan keberadaan Aska dikamar, ditempat belajar, dikamar mandi pun juga kosong, dimana dia?

Karena tidak menemukan batang hidung Aska, ia pun kedapur hendak mengambil air putih.

"Arifah.." panggil Aska mengagetkan Arifah yang sedang menuruni anak tangga.

"Kamu dari mana saja?"

"A.. aku.. emm" Arifah memutar bola matanya mencari alasan yang tepat.

Aska mendekati Arifah dan meraih telinganya lalu membawanya masuk kekamar.

"Auuu.. Mas sakit"

"Kebiasaan pergi gak bilang-bilang! Mas cari kamu kemana-mana. Mas sudah seperti orang gila kamu tidak ada dirumah!" ucap Aska setelah melepaskan tangannya. Ia memperhatikan wajah Arifah tampak cerah bercahaya tidak seperti biasanya.

"Kamu dari mana saja? Mas takut sekali"

"A.. aku" ucap Arifah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Duh Putri kamu harus tanggung jawab, aku bingung harus jawab apa.

"Lain kali kalau mau kemana-mana bilang sama Mas, bikin Mas khawatir saja!" celetuk Aska.

"Sekarang tidurlah, sudah larut malam. Mas juga berangkat pagi besok."

Aska berlalu pergi dari kamar Arifah.

"Syukurlah.." ucapnya merebahkan tubuhnya ditempat tidur.

"Perjalanan yang mahal, aku akan tidur nyenyak malam ini" gumamnya bahagia sembari memeluk guling kesayangannya.

.

.

.

Gak bosen-bosen ngingetin.

Jangan lupa like n vote ya pembaca budiman dan baik hati 😁

1
Novellette (akun thor hiatus)
bc lg judulnya" Pacarku super Idol " cr aja dikolom pencarian dn bc juga karyaku judulnya, "Wu lan zhang" cek diprofilku maaf gak sopan ttp sukses
Novellette (akun thor hiatus): tunggu,ya
total 2 replies
Novellette (akun thor hiatus)
udh mampir
Irena Marsha
stlh skian lama,terucap juga..lanjuut thor. 😁😁
🍬🧀Kara
Terus berkarya Thor😘
Author Rie: makasih yakk 💪
total 1 replies
Kohaku
mantab
Author Rie: makasih 😊
total 1 replies
YouTrie
Ok lanjut..support buat author..
Author Rie: maaciw budhe 🤗
total 1 replies
Ria Diana Santi
Wah, selamat!🥳🥳🥳 Sukses terus!
Author Rie: aamiin, maaciw 🤗
total 1 replies
alisha
rate 5 dan vote
Author Rie: maaciw 🤗
total 1 replies
Anindyta
semangat terus ya thorr
jangan lupa jaga kesehatan jugaa
like nya sudah mendarat
Yuniarti Muskan Sanir: udah habis ya Thor ??
total 2 replies
Yuniarti Muskan Sanir
lanjut
ͼӈªȋϩȧ
semangat up
Syl_Vien
RYU hadir ka👍🥰

lanjut dan semangat selalu💪😍💜
Ria Diana Santi
Semangat up-nya Thor.
Ferly Ina
6 like mendarat 🤗🤗
🍬🧀Kara
Dukungan mendarat
Semangat tuk karyanya ya kak 🤗❤️
HIATUS
Like it 💕 semangat thor 💪 salam dari novel Cinta Beda Status Sosial 😘
HIATUS
Like 💞like 💞 like 💞
HIATUS
Like it 💕
HIATUS
Jempolll 👍
HIATUS
Like thor ❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!