NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 : Rahasia Saku Jas, Tikus Turki di Toko Bunga, dan Penyergapan Malam

Siang itu, sebuah butik gaun pengantin mewah di kawasan jakarta selatan dipenuhi oleh rombongan keluarga Dirgantara.

Nyonya Victoria. sengaja membawa Nala, Angel, dan sisil untuk melakukan fitting baju seragam pendamping pengantin.

Pernikahan Ardian dan Nala, yang tinggal beberapa minggu lagi membuat segalanya harus bergerak cepat.

Asisten Han. sebenarnya sangat menolak untuk ikut masuk ke dalam butik wanita.

Namun, karena status keamanan jakarta sedang siaga. satu akibat agen turki, Han terpaksa ikut berdiri kaku di sudut butik dengan setelan jas hitamnya.

Seperti biasa. di dalam saku dalam jasnya, tertinggal sebuah benda kecil yang selalu ia bawa kemana-mana beberapa minggu ini; jepit rambut mawar merah milik sisil.

"Han, Tolong! ....ambilkan majalah contoh bros di meja depan itu, "pinta Nyonya victoria dari dalam ruang ganti.

"Baik, Nyonya," jawab Han sigap.

Namun, saat Han membungkuk sedikit. untuk mengambil majalah di meja rendah, sudut jas Han terbalik.

!Tik... "

Sebuah jepit rambut plastik. berbentuk mawar merah meluncur bebas dari saku Han. dan jatuh tepat di atas lantai marmer, tepat di depan kaki sisil yang sedang bercermin.

Sisil mengerjap, lalu memekik kencang saat mengenali benda tersebut. ia memungut jepit itu dan langsung menunjuk wajah Han dengan galak.

"LHO ! Tuan kanebo kering! ...ini kan jepit rambut legendaris ku yang hilang sebulan lalu!"..

"Kamu bilang nggak tahu! dan ga nyimpan di mobil. tapi kenapa sekarang keluar dari saku jas mahalmu, hah?"

Wajah asisten Han, yang biasanya sedatar tripleks mendadak memerah padam hingga ke telinga.

Ia berdehem kaku. mencoba merebut kembali jepit itu, namun sisil langsung menyembunyikannya di belakang punggung.

"Nona barbar. jaga suara anda!"

Itu....itu hanya tiruan yang tidak sengaja saya temukan.

Dusta Han. dengan gugup, sebuah pemandangan yang belum pernah dilihat oleh siapa pun.

"Tiruan gundulmu ! ini ada bekas lecet di ujungnya. karena pernah kejepit rantai sepedaku!"

Wah, parah ya !...ternyata tuan kaku yang sok formal ini. diam-diam seorang pencuri jepit rambut amatiran!"

Cerocos Sisil tanpa ampun, memicu ada mulut sengit di tengah butik mewah.

Nala dan Angel yang melihat kejadian itu langsung menahan tawa mati -matian.

Menyadari bahwa asisten Han yang dingin itu ternyata, sudah jatuh cinta setengah mati pada si gadis barbar .sampai rela membawa jepit rambut murah itu ke mana-mana sebagai teman tidurnya.

Keriangan di butik itu mendadak sirna, saat iPad di tangan Han bergetar keras.

Sistem face recognition dari cctv militer yang iya pasang di sekitar floris toko bunga, mengirimkan sinyal peringatan! darurat berwarna merah.

Han langsung. mengubah ekspresinya menjadi sangat serius dan dingin, membuat sisil seketika menghentikan omelannya karena melihat perubahan aura Han.

Han menatap layar ipad. di sana terlihat seorang pria berbadan tegap dengan jaket hitam besar sedang berpura-pura, menjadi kurir pengiriman barang di depan toko bunga. Pria itu sempat masuk dan membeli satu tangkai bunga mawar dari rekan kerja Sisil.

Namun, kecerdasan kamera tersembunyi yang dipasan Han berhasil menangkap detail yang mematikan.

Saat kurir palsu itu berjalan keluar arah gang, ia meroboh ponselnya.

Kamera pemantau melakukan perbesaran otomatis (zoom - in) beresolusi tinggi pada layar ponsel si kurir.

Sistem IT Pt. Dirgantara megah utama berhasil mendeteksi sebuah panggilan masuk dengan kode negara rahasia international, disusul koordinasi data digital yang dikirimkan langsung ke istanbul, turki.

"Mereka sedang memetakan jalur logistik, dan mencari tahu jadwal kepulangan Sisil dari toko bunga."

"Bisik Han dengan rahang mengeras. "tikus-tikus suruhan Haryanto dari turki itu sudah mulai bergerak di jakarta.

Han langsung menghubungi Kevin, dan tim keamanan bayangan Adrian melalui earphone nirkabelnya.

"Kevin, pantau koordinat satelit dari ponsel kurir palsu itu. jangan biarkan mereka sadar kalau mereka sedang diumpan."

Sisil yang berdiri di dekat Han. tanpa sengaja mendengar kata 'Turki' dan bahaya.

Insting tajam gadis desa itu mulai merasa curiga, bahwa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di sekitar toko bunga tempatnya bekerja.

Malam harinya. setelah rombongan pulang dari butik, suasana di sekitar jalanan menuju kontrakan Sisil terasa sangat sepi dan mencekam.

Sisil sengaja mengayuh sepeda. tua legendarisnya dengan perlahan, memikirkan sikap aneh asisten Han siang tadi.

Namun, saat sepedanya memasuki sebuah gang gelap yang sepi, sebuah mobil van hitam tanpa plat nomor mendadak melesat kencang dan berhenti melintang di depan jalurnya, menutup jalan sepenuhnya.

CIIIIIAAAATTT! ...

Sisil mengerem sepedanya mendadak hingga hampir terjatuh.

Pintu van hitam terbuka kasar. dua orang pria berbadan besar khas eropa - timur dengan penutup wajah melompat turun.

Mereka adalah dua tentara bayaran suruhan Haryanto yang dikirim dari turki.

Tujuan mereka malam ini sangat jelas; menyergap dan menculik Sisil untuk dijadikan sandera!

Agar mereka bisa mendapatkan akses kartu identitas steril, dan kata sandi keamanan menuju gedung pernikahan Adrian dan Nala beberapa minggu lagi.

"Siapa kalian? mau maling sepeda legendaris ya?!" ...teriak Sisil bertenaga, sifat barbarnya keluar menutupi rasa takutnya.

Ia langsung mengangkat pompa sepeda besi miliknya, bersiap melakukan perlawanan jalanan.

Salah satu tentara bayaran maju dengan cepat, menepis pompa besi Sisil dengan tangan kosong. dan mencoba menutup mulut Sisil dengan kain berbius.

"Diam kamu, gadis desa!" seru pria itu dengan aksen asing yang kaku.

BRAKKKK!

Sebelum tangan penjahat itu menyentuh sehelai rambut sisil, sebuah mobil sedan mewah melesat dari arah belakang dan menabrak pintu van penjahat hingga ringsek.

Pintu mobil terbuka, dan asisten Han melompat keluar dengan gerakan taktis yang sangat cepat.

Jas formalnya sudah dilepas, menyisakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku.

Matanya memancarkan kilat kemarahan yang luar biasa, karena melihat gadis yang ia cintai dalam bahaya!?

"Menjauh dari dia, berengsek!" teriak Han, bergaung keras di gang sepi itu

Satu tentara bayaran turki langsung menyerang, Han dengan pukulan bertubi-tubi.

Terjadilah pertarungan sengit antara teknik bela diri militer. profesional Han melawan tentara, bayaran eropa - timur di bawah temaram lampu jalan.

Han berhasil menghindar, memberikan pukulan balasan yang telak ke rahang lawan hingga tersungkur di atas aspal.

Namun, tentara bayaran kedua memanfaatkan kelengahan Han. dan berhasil menarik lengan Sisil, dengan paksa menuju pintu van yang terbuka.

"Tuan Kanebo! Tolong!" jerit Sisil panik. saat tubuhnya mulai diseret masuk ke dalam mobil van.

Mendengar jeritan Sisil, fokus Han meledak sempurna. ia mengambil sebilah besi batangan dari saku pintu mobilnya, lalu melemparkannya tepat mengenai kaki penjahat kedua hingga memekik kesakitan dan melepaskan cengkramannya pada Sisil.

Di saat yang sama, raungan sirine mobil keamanan Pt. Dirgantara megah utama yang dipimpin oleh Kevin, mulai terdengar mendekat dari ujung gang membuat dua agen turki itu panik.

Menyadari misi mereka gagal total. dan sistem keamanan jakarta terlalu ketat dua tentara bayaran itu terpaksa melompat. kembali ke dalam van hitam yang ringsek, lalu menginjak gas dalam-dalam untuk melarikan diri ke dalam kegelapan malam sebelum tim Kevin mengepung mereka.

Han tidak mengejar mobil van itu. langkahnya mendekati sisil yang sedang menangis dan ketakutan.

Han memeluk Sisil, dan memakaikan jas mewahnya ke tubuh Sisil.

Mencoba menenangkan Sisil. dan mengantarkan Sisil ke rumah Nyonya Victoria, untuk mendapatkan perlindungan.

'Tentu Han, tidak akan membiarkan sisil tinggal di kontrakannya sendirian setelah Kejadian ini.'

Suasana sore hari di rumah kediaman Nyonya victoria. terasa sangat sunyi dan diliputi kabut kesedihan, di atas sofa ruang tengah yang mewah, Sisil duduk termenung sambil memeluk lututnya sendiri.

Pandangan matanya kosong menatap ke arah luar, jendela yang tertutup rapat.

Semenjak kejadian malam menegangkan. di mana ia hampir diculik oleh dua tentara bayaran di gang gelap, Sisil benar-benar berubah total.

Gadis desa yang biasanya dikenal sangat barbar. ceplas-ceplos, suka berteriak cempreng, dan tidak pernah mau kalah saat adu mulut dengan asisten Han.

"Kini menjelma menjadi sosok pendiam. ia hampir tidak pernah bersuara jika tidak ditanya." dan ketakutannya terhadap orang asing, dari dunia luar membuatnya lebih memilih mengunci diri.

Nala dan Angel yang duduk di samping Sisil. tidak bisa menahan air mata mereka melihat kondisi sahabat terbaik mereka.

Nala menggenggam tangan Sisil yang terasa dingin, sementara Angel mengusap punggung Sisil dengan lembut.

"Sil....please, ngomong sesuatu dong. jangan diam terus kayak gini!"...

Gue kangen banget sama teriakan cempreng lo yang barbar itu. bisik Angel dengan suara parau menahan tangis, hatinya hancur melihat sahabat sma-nya yang dulu paling pemberani kini layu karena trauma.

Nyonya Victoria yang berdiri tidak jauh dari mereka ikut mengusap air matanya sendiri.

Beliau yang pernah ditolong oleh Sisil. dari copet jalanan sangat menyayangi gadis itu seperti anaknya sendiri.

"Sisil, sayang....kamu tidak perlu takut lagi ya. mulai hari ini, kamu tinggal di rumah mama. rumah ini akan menjadi tempat paling aman untukmu," ucap Nyonya victoria lembut penuh kasih sayang.

Melihat kesedihan Nala dan kondisi Sisil yang memprihatinkan.

Adrian yang baru saja tiba. bersama asisten Han, langsung diselimuti amarah yang luar biasa besar.

Singa jantan dari Pt. Dirgantara megah utama itu tidak bisa mentolerir, sedikitpun gangguan dari musuh masa lalu papanya.

Yang mencoba mengusik kedamaian orang-orang di sekitarnya, terutama menjelang hari pernikahannya yang tinggal beberapa minggu lagi.

"Han! mulai detik ini. tempatkan seluruh tim keamanan, rumah utama terbaik kita di sekeliling rumah mama!"

Perintah Adrian tegas, suara dan baritonya bergetar rendah menahan kemarahan yang membara.

"Pasang barikade pengawasan 24 jam. penuh di di setiap sudut jalan menuju rumah ini!"

Jangan biarkan ada satupun, kendaraan asing atau orang mencurigakan melintas!

"Dimengerti, Tuan Adrian. Penjagaan super ketat berlapis sudah diaktifkan, di kediaman Nyonya Victoria. "jawab asisten Han sigap dengan tetapan mata yang menajam lurus ke arah Sisil.

Melihat gadis barbar yang biasanya merepotkannya kini duduk diam ketakutan.

Ada rasa sesak dan dorongan posesif yang sangat kuat di dalam dada Han, untuk menghancurkan siapapun yang telah merenggut senyuman Sisil.

Adrian melangkah mendekati Nala, merangkul bahu calon istrinya itu dengan protektif untuk menenangkannya.

"Jangan menangis lagi!" sayang.

Aku bersumpah akan menyelesaikan ini semua sebelum hari pernikahan kita tiba.

Bisik Adrian posesif tepat di telinga Nala, memberikan rasa aman yang mutlak.

Sementara itu, di ruang kendali keamanan utama, Kevin baru saja kembali dari operasi penyusupan digitalnya bersama tim IT elit (Tim A) perusahaan.

Namun, raut wajah Kevin yang biasanya humoris dan penuh candaan kini tampak sangat frustasi, pucat, dan di penuhi peluh keringat.

"Tuan Adrian, Han....kita punya masalah besar!..."

Ucap kevin lemas saat Adrian dan Han memasuki ruangan pemantau.

1
Iffanaya 😽
niatnya mau nyulik si kembar eh malah bakal kena jebakan si kembar 🤭
Sevda Aryan: Iya ka, si kembar terlalu Genius. karena waktu ngidam papanya Adrian Makan semur jengkol 🤣. Nanti Kevin merasa tersaingi sama si kembar dan frustasi.
lanjut di bab selanjutnya yeah ka.
total 1 replies
Dinda Rahayu
Semangat thor💪
Sevda Aryan: Terima kasih ka, atas dukungan nya .
total 1 replies
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Iffanaya 😽
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Iffanaya 😽
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Iffanaya 😽
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Iffanaya 😽: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Iffanaya 😽
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!