Ica gadis beruasia 21 tahun ,tak pernah menyangka akan menikah dengan Sakha lelaki 26 tahun .
lelaki idaman wanita dari segi paras dan harta, kini menjadi suami yang terpaksa di nikahinya setelah kejadian malam itu .
Pernikahan yang harus nya bahagia malah menjadi petaka bagi Ica .
Demi nama baik keluarga Ica harus tetap bertahan disisi suami nya, yang super dingin bak balok es di kutub utara itu , bertahan dari perlakuan kasar bahkan perselingkuhan suami nya.
Hingga suatu saat Sakha menyadari daya tarik istri nya, dan diam - diam mulai jatuh cinta , tapi sayang nya pada saat itu hati istrinya mulai goyah .
sakha makin kelabakan , mengetahui ternyata daya tarik istri nya tak hanya membuat dia jatuh cinta .
Ada pria lain yang berharap Sakha melepas kan Ica , pria yg menjadi sandaran ketika Ica membutuhkan nya .
Sakha benar -benar harus berjuang mempertahan kan rumah tangga yang sudah dia runtuhkan sendiri .
berjuang menumbuh kan cinta istri nya yg sedikit -demi sedikit hampir memudar karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# hati yg berkompromi
wajah sakha tampak begitu prustasi , sudah beberapa hari ica mendiamkan dirinya
wajah imut istrinya selalu tampak muram bila di depan nya , bahkan ica sama sekali tak mau menerima tlpon atau pesan dari hp nya , ica benar - benar mengabaikan nya
seperti siang ini , makan siang yg biasanya terasa hangat dengan kemesraan mereka , kini terasa begitu sepi , suasana hening yg terasa
sakha menatap wajah ica tak berkedip , sementara ica hanya menatap piring di hadapan nya
" ca .. sampai kapan kamu mau diam terus seperti ini " ujar sakha masih menatap ica
ica seperti tak perduli dengan kata - kata sakha dia terus menyantap makanan nya tanpa menghiraukan sakha
" lama - lama aku bisa gila kalau begini terus..!" dengus saka meninggal kan meja makan , menuju garasi , lalu meninggalkan rumah menuju kantor
ica menghela napas pelan
" buk " suara bik sugi yg tiba tiba di samping nya membuat ica terlonjak kaget
" aduh bik.." seru ica mengelus dada nya pelan
" ada apa bik...??" tanya ica
" ibuk lagi bertengkar ya dengan bapak ..?" tanya bik sugi ingin tahu
" aku hanya sedikit kesal bik "
" ooo pantes .."
" pantes apa bik..?"
" itu ,bapak uring uringan gitu , sampai hampir gila katanya .." ujar bik sugi yg rupanya mendengar ucapan sakha
" biar gila beberan dia bik " ujar ica kesal
" wah, pinter ya ibuk .."
" kok pinter bik..?"
" ya, kalau bapak beneran gila , ibuk bisa nguasain hartanya, ya kan..?"
" hhmmm, bibik ...kebanyaan nonton sinetron nih" ujar ica tersenyum geli
" iya ,ibuk tau aja" ujar bik sugi malau malu
bik sugi memang lebih berani dari bik parmi , mungkin karena usia bik parmi yg jauh lebih tua membuat dia lebih hati hati dalam bicara
*
sakha datang kekantor dengan wajah seperti benang kusut , dengan kasar menghempaskan tubuh nya di sopa
" rud .."
" iya pak"
" aku ingin tahu , apa yg dilakukan istrimu bila sedang marah kepadamu "
" ooo itu , biasanya dia ngomel dengan kecepatan seratus tujuh puluh kilo meter perjam pak " ujar rudy santai ,
sakha terbelalak kaget
" secepat itu...??"
rudy menganguk
" trus apa yg kamu lakukan " tanya sakha lgi
" biasanya aku hanya diam mendengarkan , tanpa membantah , walaupun kita tidak pada posisi yg bersalah " ujar rudy dengan mata menerawang
" rumit " gumam sakha
" memang" timpal rudy seraya menganguk setuju
" lalu , apa yg dilakukan ibuk saat marah ..?" tanya rudy penasaran
sakha menatap rudy dengan tatapan tidak suka
" knapa kau ingin tahu..!!" bentak sakha
" saya hanya bertanya pak , kalau bapak tidak bersedia memberitahu tidak apa - apa pak"
"hhhhhh" dada sakha terasa sesak , kenapa berkomitmen begitu rumit
aku sayang kamu ca ...
aku rindu kamu ca...
aku tersiksa karena diam mu ...
ungkapkan saja kemarahan mu
dengan cara apapun
itu lebih baik dari pada hanya diam
sayang ... i love you
entah sudah berapa bnyak pesan bucin sakha terkirim ke hp ica
ica melihat pesan masuk yg sudah tak terbilang banyak nya , membaca nya satu persatu
andai ica tidak sedang marah pesan ini pasti menjadi pesan romantis
" ca.." ica sedikit tersentak , suara berat sakha mengejut kan nya
" jangan terus menghindar kita harus bicara" ujar sakha masih dengan suara berat nya
ica menatap sakha sesat lalu memalingkan wajah nya kembali
" aku lelah dengan sikap mu ini ca "
" pergi saja kalau mas merasa lelah dengan sikap ku.." ujar ica seraya menatap tajam suaminya
" ca knapa kamu selalu saja salah paham .."
" bagai mana aku tidak salah paham dengan sikap mu mas, pernikahan kita memang tidak di awali dengan baik, tpi sikap mas meyakin kan ku bahwa mas sungguh sunguh , dan mas mulai menyukai ku , itulah pikiran ku tetang sikap mu mas.." ica menghentikan kata katanya sejenak
" tpi , kemudian perkataan mu bertolak belakang dengan perbuatan mu, kamu menegurku tentang batasan hubungan ku dengan bayu , tpi kau sendiri lupa batasan mu" mata ica mulai berkaca- kaca
" aku juga lelah mas, aku kira semula ini akan mudah , asalkan aku bersabar semua akan baik - baik saja , tpi saat menjalani terasa tak semudah itu"
" ca.. maaf "
" mas...aku mundur saja, aku tidak mau jdi duri dalam hubungan mu dengan aliya " ica mulai terisak pelan
jantung sakha seakan berhenti berdetak , hati nya terasa sakit , dia tak rela ica meninggalkan dirinya
sakha merengkuh tubuh ica pelan , ica sedikit meronta, tpi sakha tak ingin melepaskan
" perkataan macam apa itu .., aku tidak ingin mendenar nya.." ujar sakha
" sayang... kamu ini istriku , dan tetap akan jdi istriku, aku tidak akan melepas mu , tidak akan ,jangan berpikir tentang aliya dia masalaluku , dan aku akan ingat batasan ku ca, jdi , bertahan lah disisiku , aku mohon !!" sakha sedikit memaksa
" kamu jahat mas..." tangis ica pun pecah , tubuh nya terguncang karena sesegukan
" aku.. benci kamu mas..." bisik ica di sela tangis nya
sakha membiarkan ica menangis sakha berharap dengan menangis amarah ica mereda
" maaf sayang .." bisik sakha dengan lembut , dia masih memeluk ica yg sudah mulai sedikit tenang
dengan susah payah sakha nembujuk nya , meyakin kan perasaan nya hingga ica nenyerah
*
ica berbaring membelakangi sakha , sementara kedua tangan sakha melingkar di pinggang ica .
kecupan kecupan lembut di berikan sakha melapas rindu yg tak tertahan
" sayang.."
" hemmm"
" maaf " bisik sakha
" he, em"
" sayang .."
" ya .."
" jangan pernah berkata mundur dari sisiku , berjanjilah "
" aku tidak janji mas" ujar ica lirih
sakha mpererat pelukannya membuat ica sedikit sesak napas
" aahh , mas sesak.."
sakha melonggarkan pelukannya , mencium rambut hitam istrinya
sakha sudah bisa tenang sekarang
sebab ica sudah berdamai dengan
ica mengalah dengan perasaan nya sendiri , dia benar - benar mencintai suaminya , permohonan maaf dari sakha menggoyahkan hatinya
" sayang .."
" hemm"
" aku rindu..." bisik sakha
ica memejamkan matanya , saat sakha mulai memberinya sentuhan sentuhan lembut penuh kerinduan , lama sudah sakha menahan dahaga nya , karena ulah nya sendiri
bukan hanya sakha ica juga merasakan hal yg sama , tubuh nya memanas menahan hasrat yg membuncah , dia sudah hampir tak bisa menahan diri untuk memulai , tpi ica memilih menunggu sakha memulai
tidak ada penolakan kali ini yg ada hanya hasrat dan keinginan yg sama , tubuh mungil ini sudah seperti candu bagi sakha
sakha bermain buas malam ini , membuat ica tak henti mendesah, merintih dan sesekali menjerit, oleh kebuasan sakha
ica begitu menikmati sentuhan suaminya , yg membuat dia harus terkulai tak berdaya berulang kali
hingga kedua insan itu pun terlelap dengan hati yg sudah saling berkompromi
begitu lah cinta , membuat kita terlihat lemah , tpi sesungguh nya itulah kekuatan cinta
happy reading
hay... hay... pembaca sekalian makin cinta deh sama kalian🥰🥰 buat yg sudah like and komen makasih banyak banyak ya 😘😘 jangan lupa vote banyak banyak juga ya 🙏🙏🙏