Bintang Laurencia adalah seorang gadis yang sangat cantik lebih tepatnya sempurna.
Terlahir dengan keajaiban diluar nalar, dia dilahirkan di dalam mobil pada malam hari saat bulan purnama tepat bersama bintang jatuh bahkan kedua cahayanya menyatu menyinari tubuhnya dan membuat tubuhnya pun ikut bersinar, tak lama kemudian terdapat tanda bintang di bagian atas dada kanannya. Disitulah awal keajaiban yang dimilikinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syira Faozi Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
GM Group.
Ruangan Gerald Madley.
"Daddy..." Panggil Jennifer dengan cemberut.
"Ada apa Jenni? Jangan ganggu, daddy sedang pusing." Jawab Gerald serius dengan berkasnya.
"Daddy kenapa? Ada masalah?" Tanya Jennifer mendekat.
"Perusahaan akhir-akhir ini terus semakin menurun Jenn, sedangkan SP Company dan AM Group kini sudah stabil, bahkan semakin maju. Daddy khawatir mereka sedang membalas kita." Ujar Gerald.
"Mereka tidak akan bertindak jika tidak ada Sean dan Bintang dad." Ucap Jennifer.
"Kau benar, itu artinya kemungkinan Bintang telah kembali. Pasti Jimmi juga menyembunyikannya." Ucap Gerald.
"Bagaimana mungkin dia bisa kembali Dad, bukankah dia sudah hilang bak ditelan bumi semenjak peristiwa itu?" Tanya Jennifer.
"Tidak ada hal yang tidak mungkin untuk bocah ajaib itu." Jawab Gerald.
"Ajaib? Mustahil!" Sahut Jennifer.
"Dia memang bocah ajaib Jenni! Dia sudah ajaib dari lahir. Daddy lihat dengan mata kepala daddy sendiri jika tubuhnya bisa bersinar mengeluarkan cahaya biru." Jelas Gerald.
"Terdapat tanda Bintang diatas dada sisi kanannya, dan hanya keturunan keluarga MAD yang bisa melihatnya termasuk kamu, Jennifer Madley." Jelasnya lagi.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Dad? Jika Bintang memang benar kembali." Tanya Jennifer.
"Daddy akan pikirkan itu, yang terpenting sekarang Kau harus tetap mempertahankan hubunganmu dengan Kevano. Keluarga Wilson sangat berpengaruh untuk kita!" Tegas Gerald.
"Itu bisa diatur dad." Ucap Jennifer.
"Bagus. Kau memang anak daddy. Tidak dapat Darren, Kevano pun jadi." Gerald tersenyum licik.
WLS Corp.
Ruang Kevano.
Kevano mengepalkan tangan lalu menggebrak keras meja kerjanya.
BRAAK
"Sial Sial Siall. Bocah Sialan..!" Kesal Kevano mengingat Bintang.
"Apa-apan kau Kev!" Seru Darren yang baru datang melihat ruangan Kevano berantakan.
"Aarrrgh..." Pekik Kevano mengacak-acak rambutnya.
"Semua gara-gara bocah sialan itu kak!" Ucap Kevano yang masih kesal.
"Bocah siapa hah? Jelaskan padaku, apa tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik." Ujar Darren.
"Dia si Jumi yang pernah kita tolong dinegara A dan dia baru saja mempermalukan aku didepan umum, Cih muka aja sok polos padahal jalang kecil!" Seru Kevano.
"Hati-hati mulutmu jika berbicara Kev! Aku tidak percaya dia melakukan itu, apa dia tidak takut denganmu?" Ujar Darren sinis.
"Cih bahkan aku mendengar teriakannya yang sangat lantang ketika dia menyebut nama Darren Wilson mafia nomor satu yang tidak sama sekali dia takut." Balas Kevano sengit.
"Benarkah? Sepertinya dia ingin bermain -main denganmu." Timpal Darren.
"Neraka akan segera menghampirinya, aku tidak perduli baik dia pria maupun wanita!" Sengit Kevano dengan tatapan tajam.
"The Devil tidak menggunakan perasaan Kev." Imbuh Darren dengan senyum devilnya.
"Ck bahkan kau sendiri tidak bisa mengubur perasaanmu dengan Viona kak!" Kevano mulai meredakan kesalnya.
"Itu tidak ada hubungannya dengan 'The Devil' Kev. Dan jangan ingatkan aku padanya lagi. Apa kau senang melihatku rapuh dengan mengingatnya lagi?" Tanya Darren.
"Itu tidak akan ku biarkan." Jawab Kevano.
"Lalu bagaimana jika dia kembali Kak?" Tanya Kevano.
"Kau tahu sendiri jawabannya Kev." Jawab Darren melangkah keluar dari ruangan Kevano.
Kevano terdiam menatap Darrren yang sudah melangkah pergi.
"Aku tau kalau kau pasti akan menjawab 'itulah yang aku harapkan'. Salahmu mencintai Viona terlalu dalam kak!" Seru Kavano dalam hati.
SP Company.
Sean dan Jo sibuk dengan kerjaan masing-masing, mereka duduk dalam satu meja dan saling berhadapan. Sementara Bintang tertidur di sofa dalam ruang kerja Sean.
"Gadis macam apa dia, kerjaanya hanya tidur terus." Ucap Jo menggelengkan kepalanya melihat Bintang tidur dengan majalah yang berada di atas wajahnya.
"Dia gadis yang langka Jo." Jawab Sean masih fokus dengan kerjaannya.
Joi masuk keruangan Sean.
"Hai kakak-kakakku, kalian serius sekali hingga lupa makan siang hmmm!" Seru Joi dengan gaya songongnya didepan pintu menatap Sean dan Jo.
"Biang berisik datang." Bisik Sean.
"Ck emak-emak." Balas Jo datar membuat Sean terkekeh.
"Emak-emak itu adikmu Jo." Bisik Sean lagi.
"Hmmm." Jawab Jo singkat.
"Ehem ehem, apa yang sedang kalian bicarakan? Apa kalian juga penggemar beratku yang suka mengumpatiku dibelakang?" Tanya Joi menghampiri Sean dan Jo.
"Ish ini kita didepanmu Joi bukan dibelakang!" Jawab Sean.
"What? Jadi benar kalian sedang mengumpatiku!" Seru Joi lagi dengan suara keras.
"Husssttt." Sean mengkode Joi mengarahkan ekor matanya pada Bintang yang sedang tidur.
"Siapa?" Bisik Joi.
"Kau lihat saja sendiri!" Ucap Jo.
Joi berjalan menghampiri Bintang di sofa.
"Jangan menggangunya Joi, kau bisa membangunkannya!" Seru Sean namun tidak dihiraukan oleh Joi.l
Jo semakin mendekati Bintang dengan langkah yang semakin pelan agar tidak menimbulkan suara. Kemudian Joi sedikit berjongkok lalu tangannya perlahan turun untuk mengambil majalah diwajah Bintang.
"DUOORR!"
"Astaga Copot..!!" Joi terlonjak kaget hingga membuat dirinya terjungkal kebelakang.
"Hahaha... " Bintang tertawa puas melihat wajah Joi yang syok karena kelakuanya.
Sean yang melihat itu pun juga tertawa keras. Sedangkan Jo berusaha keras untuk menahan tawanya.
ini udh ganti tahun loh kak.
certny menarik syng kalo berhenti ditengah jalan.
semangat terus Thor...