NovelToon NovelToon
Pheonix Reincarnation

Pheonix Reincarnation

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Balas Dendam / Xianxia / Chicklit
Popularitas:105.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Penulis Lepas

Kematiannya membuat dirinya terbawa arus waktu, hidup kembali menjadi anak dari Jenderal Besar. Lia, dia gadis 23 tahun, seorang mahasiswi jurusan hukum. Mengalami takdir yang tidak pernah dia percaya, mati dan bereinkarnasi lagi. Yah, dia mengalami kejadian itu. Setelah dirinya meninggal karena tenggelam, kini dia hidup kembali dengan jatih diri baru, menjadi anak dari Jenderal Besar, terkenal memiliki rumor buruk di mata banyak orang.

Namun karena kecerdasan yang dia miliki, perlahan sudut pandang orang mulai berubah, dan bahkan membuatnya harus terlibat konflik besar keluarganya dengan pihak bangsawan. Dengan berbekal kecerdasan dan keberanian tinggi, dia memberantas siapa saja yang mengusik keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis Lepas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Sebagian Rencana Yang Terlaksana

Pandangan Qian Yue tidak terlepas menatap gadis di depannya, gadis berpakaian hijau lumut dengan penampilan sederhana. Penampilan gadis itu memang cukup sederhana untuk penampilan seorang Putri, namun tidak bisa dipungkiri kecantikan gadis itu tidak kalah jauh dengan wajah Yue Sua.

'Shu Peiyu, aku tidak terlalu mengenalnya. Namun dari yang kulihat, dia wanita yang polos.' Meski ini hanya sudut pandang saja, tapi Qian Yue yakin tebakannya tidak salah sepenuhnya, Shu Peiyu memang terlihat seperti gadis polos dan sopan. Tapi ingat istilah rubah manis di depan itu benar adanya.

Qian Yue mengulum senyum tipis membalas senyuman yang Shu Peiyu berikan padanya, "Maaf atas kelancanganku tadi Putri, sungguh aku terlalu kagum melihat kecantikanmu sehingga lupa memberikan salam," ujar Qian Yue sopan sembari dia memberi hormat lagi, ingin terlihat kalau dirinya memang merasa bersalah atas kelancangannya beberapa waktu yang lalu.

Shu Peiyu sedikit terkejut namun sesaat dia kembali tersenyum dengan senyuman yang lebih lebar, bahkan beberapa tawa kecil lolos dari bibir mungilnya. Shu Peiyu benar-benar terkesima akan tindakan dan sikap Qian Yue, di matanya Qian Yue memiliki daya tarik sendiri.

"Kakak Qian Yue tidak perlu sungkan, aku memaklumimu karena kau tampak berarti bagi Kakak Pertama," balas Shu Peiyu membuat Qian Yue sedikit tertegun.

Qian Yue kembali berdiri tegak ikut tersenyum ketika Shu Peiyu melepaskan tawa kecilnya lagi, entah gadis itu sengaja meledek Qian Yue atau tidak namun Qian Yue merasa gadis itu tampak sedang meledek dirinya. Jika saja status tidak membedakan Shu Peiyu dan Qian Yue, sudah pasti Qian Yue membalas ucapan gadis itu.

'Hah, sudahlah, dia hanya gadis kecil yang polos. Terkadang kemewahan memang merubah sikap dan sifat seseorang,' ungkap Qian Yue dalam hati dengan nada pasrah. Memilih mengalah tidak meladeni ataupun membalas balik penghinaan yang gadis itu berikan pada Qian Yue, sebagai gadis berpendidikan Qian Yue akan mengalah.

"Putri jangan salah paham, aku dan Pangeran Pertama tidaklah seakrab yang anda pikirkan." Qian Yue membenarkan ucapan Shu Peiyu, tidak ingin gadis itu salah paham bahwa kedekatannya dengan Shu Chunyin hanyalah sebatas kerja sama, tidak lebih.

Alis Shu Peiyu bergerak naik ke atas, raut wajah berubah terlihat keheranan, mungkin kurang mengerti apa maksud dari ucapan Qian Yue. Bukankah sudah jelas rumor itu mengatakan kedekatan Qian Yue dan Shu Chunyin tidak seperti biasanya, melainkan lebih dari kata biasa. Melihat ekspresi Qian Yue juga menyadarkan Shu Peiyu, kemungkinan putri Jenderal Besar itu sedang malu sebab itu berdalih dari rumor yang menurutnya asli kebenarannya.

Shu Peiyu kembali tersenyum, "Aku mengerti, Kak Qian Yue pasti malu mengakui hubungan itu, bukan. Sebab itu Kak Qian Yue berdalih," balas Shu Peiyu lembut namun menusuk harga diri Qian Yue.

Bibir Qian Yue berkedut kuat, sedikit kesal mendengar balasan dari Shu Peiyu, ya tapi sudahlah tidak ada gunanya juga Qian Yue menjelaskan lebih terang lagi kepada gadis itu. Toh, rumor itu juga bagian dari rencananya, jadi mau tidak mau Qian Yue harus sabar dengan konsekuensi perbuatannya.

Melihat Qian Yue tidak membalasnya, Shu Peiyu semakin tersenyum, Shu Peiyu pikir Qian Yue telah mengalah dan mengakui bahwa rumor itu benar. Ya, tentu saja rumor itu benar menurut sudut pandang Shu Peiyu, jika tidak, tidak mungkin bukan Shu Chunyin dan Qian Yue sengaja membuat rumor itu.

Saat Shu Peiyu ingin berbicara lagi, tidak sengaja matanya itu menangkap sesosok pria yang tidak asing di matanya. Seorang pemuda tidak jauh di belakang Qian Yue sedang berjalan pelan menuju ke arahnya, sontak membuat Shu Peiyu segera mengalihkan pembicaraan.

"Kakak Qian Yue, aku pergi dulu, seseorang sedang menungguku." Setelah berkata demikian Shu Peiyu langsung berjalan melewati Qian Yue, tidak ingin menunggu balasan dari gadis bergaun merah itu.

Qian Yue berbalik menatap Shu Peiyu yang berjalan menjauhinya, dirinya sempat kebingungan kenapa Shu Peiyu membatalkan apa yang ingin gadis itu bicarakan. Tapi setelah dia melihat sesosok pria sedang berjalan ke arah Shu Peiyu, Qian Yue langsung mengerti.

'Siapa pria itu? Kenapa Shu Peiyu terburu-buru meninggalkanku hanya untuk pria itu? Hem ... mencurigakan.' Qian Yue mengelus dagunya seraya dia berpikir siapa dan seberapa dekat Shu Peiyu dengan pria itu. Namun karena kekurangannya tidak mengenal begitu banyak orang-orang penting, membatasi Qian Yue berpikir lebih, 'Ah, sudahlah ... lagi pun tidak ada hubungannya denganku.' Qian Yue menepis pikirannya, toh tidak ada urusannya juga Qian Yue memikirkan kedekatan Shu Peiyu dengan pria itu. Qian Yue berbalik kemudian kembali berjalan seperti awalnya dia datang ke tempat ini.

Qian Yue berjalan di sekitaran tempat ini bukan sekadar jalan saja, tapi ingin menonton sesuatu menarik, dan seharusnya tontonan itu belum selesai. Lama Qian Yue berjalan akhirnya dia sampai di dekat taman, kebetulan taman itu sepi.

Qian Yue bergerak menuju taman tersebut, namun di pertengahan jalan dia langsung berhenti dan menyembunyikan dirinya di semak-semak bunga di bawah pohon persik. Manik matanya tampak fokus menatap ke depan, menyaksikan sebuah adegan yang memang sengaja dia ingin saksikan.

'Hah ... tidak salah aku menebak adegan ini. Yue Sua, kau memang wanita ular paling licin yang pernah aku temui.' Qian Yue menyeringai tipis, di dalam hati dia memuji karakter Yue Sua yang begitu berbahaya dari wanita rubah sekalipun.

Di depan sana, tepatnya di mana mata Qian Yue tertuju. Sepasang pemuda sedang duduk bercengkrama, dua pemuda itu tidak lain tidak bukan Yue Sua dan Shu Hyunjin sang Pangeran Mahkota. Dua pemuda itu tampak begitu menikmati waktu cengkarama mereka, bahkan sesekali ke dua pemuda itu melepaskan tawa yang begitu bahagia.

"Yue'er," panggil Shu Hyunjin dengan panggilan terdengar intim, membuat gadis yang dia panggil bersemu malu, "Aku berjanji akan menikahimu dan menjadikanmu Permaisuri di masa depan. Apakah kau percaya padaku?" tanyanya dengan nada tampak serius.

Yue Sua terdiam untuk sesaat, tampak berpikir panjang apa iya Pangeran itu akan memenuhi janjinya? Yue Sua memang sudah mendapatkan hati pria itu setelah beberapa bulan mereka menjalin hubungan secara diam-diam, namun meski pun begitu Yue Sua masih ragu apa dia akan menjadi Permaisuri di masa depan selagi Pangeran itu belum pernah menyatakan keseriusan padanya.

'Mau bagaimana pun dia sudah jatuh hati padaku, tinggal sedikit lagi, sedikit lagi aku akan menjadi Permaisuri.'

Melihat Yue Sua tidak berbicara tampak sedang mengkhawatirkan sesuatu, Shu Hyunjin segera menyetuh tangan Yue Sua membuat gadis itu sedikit terkejut. Shu Hyunjin tahu, Yue Sua sedang meragukan ucapannya karena mau bagaimana pun dia belum mengajak Yue Sua ke jenjang lebih serius, ditambah lagi masalah yang dia hadapi mengharuskannya menikahi Kakak gadis itu, jika saja Shu Hyunjin punya kekuatan tentu dia tidak ingin berada di situasi seperti ini, memaksanya mengikuti apa yang tidak dia inginkan.

"Yue'er, Aku sudah berjanji padamu, tenang saja aku tidak akan melupakan janjiku," ucap Shu Chunyin menenangkan kekhawatiran gadis itu, berharap gadis itu sepenuhnya percaya pada ucapannya karena memang dia sangat mencintai gadis itu.

Yue Sua mengulum senyum tipis membuat rasa khawatir yang dikeluarkan Shu Hyunjin mulai mereda, tangannya juga bergerak menyetuh tangan Shu Hyunjin lalu mengelusnya dengan perlahan, "Tentu saja aku percaya padamu, Pangeran Mahkota tidak mungkin tidak menepati janji, yang terpenting kita saling mencintai," balas Yue Sua sangat lembut.

Mendengar ucapan Yue Sua, hati Shu Hyunjin terasa lebih tenang, dengan begitu dia tidak akan cemas kehilangan gadis itu. Shu Hyunjin beranjak berdiri kemudian duduk di samping Yue Sua lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Dengan sangat lembut Shu Hyunjin mengelus puncak kepala Yue Sua dengan dagunya seraya berkata, "Yue'er, tenang saja aku tidak akan melupakan janjiku. Bagiku kaulah satu-satunya wanita yang aku cintai."

Dengan cepat Yue Sua membalas pelukan Shu Hyunjin, memeluk sedikit erat seakan tidak ingin membiarkan pemuda itu lepas dari genggamannya. Tipis-tipis seringai sinis terukir di bibirnya, " Ya, Pangeran Mahkota. Aku juga sama sepertimu, aku sangat mencintaimu," balasnya selembut mungkin. Namun di dalam hatinya, Yue Sua mengatai Shu Hyunjin adalah pria yang polos.

Hah, omong kosong berkata tentang cinta, Yue Sua sama sekali tidak menyukai Pangeran Mahkota, meskipun Pangeran itu tampan tapi tetap kalau jauh dengan Pangeran Pertama atau Pangeran ke Tiga. Jika saja bukan karena status yang disandang Shu Hyunjin lebih tinggi dari semua saudara Pangeran itu, mana mungkin Yue Sua berpikir menjalankan hubungan cinta satu pihak, di mana Shu Hyunjin sangat mencintainya karena kecantikannya sedangkan dirinya hanya menginginkan status dari Shu Hyunjin.

Shu Hyunjin melepaskan pelukannya sembari matanya menatap gadis cantik di depannya, bisa Shu Hyunjin lihat penampilan Yue Sua hari ini sangat begitu cantik bahkan membuat jantungnya terus berdetak kencang, entah karena perasaan cinta atau perasaan nafsu belaka tampaknya Shu Hyunjin sudah sungguh menyukai gadis itu dan tidak berkeinginan melepaskannya. Melihat Yue Sua tersenyum manis padanya, Shu Hyunjin semakin merasa tidak terkendali, seperti ada sihir yang menghipnotisnya untuk terus menatap Yue Sua.

"Yue Sua, berjanjilah kita akan terus bersama," ungkap Shu Hyunjin penuh harapan.

Yue Sua semakin tersenyum seraya kepalanya itu mengangguk pelan mengiyakan ucapan Shu Hyunjin, "Ya, Aku berjanji kita akan selalu bersama," balas Yue Sua dengan senang hati.

Mendengar Yue Sua telah berjanji, hati Shu Hyunjin semakin tenang, sekarang dia semakin yakin Yue Sua hanya akan menjadi miliknya dan tidak akan pernah lepas ataupun pergi. Perlahan Shu Hyunjin mendekatkan wajahnya, semakin dekat hingga membuat Yue Sua menutup ke dua matanya. Hembusan nafas ke dua anak muda itu terdengar, semakin berat dan semakin memanggil hasrat.

"Yue'er, bolehkah?" tanya Shu Hyunjin sensual. Meminta izin sebelum dia melakukannya. Yue Sua masih terpejam, tanpa berniat menolak ia pun segera mengangguk pelan. Senyum bahagia di wajah Shu Hyunjin pun langsung terukir, "Terimakasih."

Lalu perbuatan tak lazim pun terjadi.

Sedang tidak jauh di sekitar mereka berdua, seorang gadis bergaun merah berdesis jijik melihat adegan yang baru saja dia tonton, tapi tontonannya kali jauh menarik dari pertunjukan yang pernah dia nonton.

"Ckckck! Yue Sua, demi ambisi tampaknya kau rela memberikan apapun, sekarang aku tak yakin apakah kau masih perawan atau tidak," gumam Qian Yue pelan sembari dia memalingkan pandangannya, Qian Yue tidak ingin melihat adegan seperti itu, meski pun sangat menarik yang terpenting apa yang dia inginkan telah berjalan sesuai jalannya.

"Hem, terlalu panas untuk dilihat wanita polos sepertiku," gumam Qian Yue lagi.

"Kau tahu, tidak sebaiknya kau menonton adegan seperti itu." Tiba-tiba suara muncul menyahut, tentu saja suara itu sedang memperingati Qian Yue.

Dengan cepat pandangan Qian Yue beralih bersamaan dengan tubuhnya berbalik ke belakang. Manik mata cantiknya itu mendapat seorang pria berjalan ke arahnya. Alis Qian Yue sedikit berkerut, namun dirinya tidak mengucapkan apapun.

'Siapa pria ini?' tanya Qian Yue dalam hatinya sembari mengingat-ingat apa Hua Yun pernah menceritakan padanya tentang seorang pria yang memiliki manik mata berwarna biru.

Tunggu dulu, Qian Yue baru ingat pria yang memiliki mata berwarna biru hanya ada satu di keluarga kerajaan, dan jika tidak salah tebak seharusnya pria itu adalah Pangeran ke Tiga, Shu Ho, anak dari Selir Huang Guifei.

Sadar kalau pria itu memiliki status tinggi darinya, Qian Yue segera memberi salam, "Salam Pangeran ke Tiga, apakah yang sedang Pangeran lakukan di tempat ini?" Namun di dalam hati Qian Yue memaki nasibnya hari ini, 'Sial, kenapa hari ini aku terus bertemu banyak keluarga kerajaan?' tanya Qian Yue dalam hati, sedikit heran kenapa hari ini dia tidak habisnya bertemu keluarga kerajaan, mulai tadi pagi Shu Chunyin, lalu Shu Peiyu, kemudian Shu Ho, entah ke depannya siapa lagi!

Pria yang tidak lain adalah Pangeran ke Tiga, Shu Ho, mengulum senyum tipis sambil melangkah semakin mendekati gadis di depannya. Shu Ho mengibas kipas di tangannya sehingga menutupi sebagian wajahnya, "Seharusnya aku yang bertanya kepada Nona Pertama Yue, apa yang sedang kau lakukan di sini? Menonton sesuatu yang tidak seharusnya kau nonton akan membawamu ke dalam masalah besar, benar bukan?" Shu Ho bertanya balik dengan nada sedikit mencurigai.

Melihat Qian Yue sedang menyaksikan hubungan Yue Sua dan Shu Hyunjin membuatnya curiga pada Qian Yue. Bukannya apa, Qian Yue adalah Kakak Yue Sua seharusnya gadis itu mengambil tindakan membuat apa yang sedang dilakukan Shu Hyunjin dengan Yue Sua harusnya tidak terjadi. Tapi tampaknya, Qian Yue seakan tidak ingin membatalkan kelakuan senonoh sepasang kekasih itu, justru terlihat sangat menantikannya.

"Secara tidak kebetulan aku bisa sampai di sini dan melihat yang seharusnya tidak aku lihat, apakah aku terlihat tampak sengaja menonton semua itu di matamu Pangeran?" Qian Yue tersenyum namun arti senyumannya itu memberikan makna kalau dia secara tidak sengaja sampai di tempat ini.

Meski pun alasan itu hanyalah kebohongan tapi tidak mungkin bukan Qian Yue menggagalkan adegan yang menjadi bagian dari rencananya, justru hal inilah yang dia harapkan terjadi pada Yue Sua dan Shu Hyunjin.

Shu Ho memicingkan pandangannya, menatap Qian Yue lebih tajam ingin memastikan apa gadis itu sedang berbohong atau tidak. Tapi melihat Qian Yue tampak tenang dengan seringai senyuman di wajahnya, Shu Ho yakin gadis itu sepertinya memang tidak sengaja nyasar ke tempat ini. Lagi pun Shu Ho tahu ini adalah kunjungan pertama Qian Yue ke kerajaan setelah lamanya gadis itu tidak pernah menginjakkan kaki di kerajaan ini.

Perlahan Shu Ho menurunkan kipas yang menutupi wajahnya, memperlihatkan wajah tampan itu kepada Qian Yue. Rahang lancip, hidung mancung, sorot mata tajam dengan manik mata berwarna biru, serta alis sedikit tebal berbentuk tegas, benar-benar pahatan yang sangat tampan, meski tidak setampan Shu Chunyin tapi tidak bisa Qian Yue pungkiri Shu Ho pria tampan dengan warna mata cantik.

"Apa yang kau lihat kuharap Nona Pertama Yue bisa menutupinya, dengan begitu tidak akan ada masalah di antaramu dan Pangeran Mahkota, karena dari yang kulihat dia tampak tidak menyukaimu," ujar Shu Ho sedikit tegas.

Qian Yue sedikit terkejut tapi dia tetap menahan senyumannya itu agar tidak terlihat bahwa dia peduli dengan pandangan Shu Hyunjin terhadapnya, "Pangeran ke Tiga tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus aku tutupi dan apa yang harus aku umbar," balas Qian Yue lembut.

"Baguslah kalau kau sadar, sekarang pergilah," balas Shu Ho membuat Qian Yue mengerutkan keningnya.

'Sialan, apa dia mengusirku? Sombong sekali, kau pikir aku juga ingin berlama-lama di sini!' Qian Yue mengumpat dalam hati, bagaimana mungkin ada seseorang yang berani mengusirnya dengan begitu tajam, terlebih lagi dilakukan oleh seorang Pangeran.

Dengan rasa sabar yang mendalam, Qian Yue memberi salam kepada Shu Ho sebelum akhirnya dia melenggang pergi meninggalkan Pangeran itu. Di jalan menuju arah yang entah ke mana, Qian Yue memaki Shu Ho, begitu tidak sopannya pria itu mengusir dirinya. Jika saja status Pangeran itu tidak dipandang olehnya, sudah pasti Qian Yue memaki pria itu secara terang-terangan.

'Sialan, untuk pertama kalinya aku bertemu pria sepertinya, benar-benar menyebalkan!' umpat Qian Yue dalam hatinya, 'Hah, jika saja dia bukan seorang Pangeran, percaya atau tidak akan kubuat dia meminta maaf atas sikapnya itu.' Qian Yue menendang batu kecil depannya dengan kuat hingga batu itu tercebur masuk ke dalam telaga kecil yang tidak jauh dari Qian Yue. Dengan perasaan kesalnya Qian Yue menghela nafas kasar berharap rasa kesalnya itu bisa pergi dengan helaan nafas yang dia keluarkan.

"Sudahlah, tidak penting memaki pria itu. Sekarang yang terpenting aku sudah tahu, Pangeran Mahkota sangat menyukai Yue Sua. Dengan begitu rencanaku ke depannya akan semakin lancar." Qian Yue mengesampingkan rasa kesalnya, sekarang yang terpenting adalah rencananya, "Setidaknya keyakinanku terhadap perjodohan yang diberikan Kaisar ... tidak akan bertahan lama atau bisa dikatakan akan batal."

___________

A/N : adegan kamplet, othor yang jomblo bisa apa selain nutup mata 😑

1
xixi
next
xixi
crazy up up up
Saeful Anwar
heran kenapa di sebut paranoid coba? paranoid itu kan semacam ketakutan yang terlalu berlebihan
cumi
pengen baca kelanjutannya dimana ya ? atau beda judul gitu ? ada yg tau kasih tau dungg please 🙏
azka aldric Pratama
pemburu reinkarnasi hadir 👋👋🤭🤭
cumi
ceritanya gak lanjut thoor???
judul aslinya apa mungkin ada yg tau !
cumi: ceritanya bakal lanjut gak thoor?
total 2 replies
Querido🦋
cmn smpai sini yak
cumi
lanjut thoor ceritanya seru jangan di gantung semangat 💪💪
IstriNyaKimTaehyung 🦋
nextt
cumi
lanjut up dong thoor ,aku masih setia nunggu 😊
Francisco Liberia
yey
cumi
Thor yg baik lanjut dong 😁 ceritanya bagus banget sayang kalau gak di lanjutin ya ...di tunggu up nya jangan lupa jaga kesehatan juga 😊
cumi
Next up Thor ...aku menuggu 😘😘😘
bbyshy
kapan up:(
𝐲𝐞𝐬 𝐦𝐞, 𝐰𝐡𝐲?
mampir juga dong guys, kenovel ku..cek profil ku yaa..hehehe..baru coba jadi penulis..pengen di hujat- hujat juga gimana rasa nya diriku 😂
bbyshy
kapan up:(
Tante Cin💋💦
typo shua xie thor
Tante Cin💋💦
lou ye sma kaisar shu jin🤭
bbyshy
aku tunggu up nya thor!!!
🔴 [ яσѕє ω ] 🔵
cemungut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!