NovelToon NovelToon
The Blood Red Rose

The Blood Red Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Pembunuhan / Kriminal
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: The Nightmare

"Apa lagi ini?"

"Kenapa aku selalu di permainkan takdir?"

"Kenapa tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa melihat kelebihanku bukan kekuranganku?"

"Lihat dan nantikan saja semua yang kalian lakukan padaku akan berbalik dan menelan kalian hingga terjerumus ke dalam neraka keputus asaan tanpa ujung sampai kalian berharap tak pernah dilahirkan."

Bercerita tentang anak yang selalu di buly semua orang tanpa terkecuali, yang akan berubah ke bentuk sempurnanya, menyamar dan berdiri di puncak dunia menentang semua jalan yang diberikan takdir padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Nightmare, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Listy

Di malam pada hari yang sama di rumah Listy.

Seorang wanita berambut merah muda dengan mengenakan piyama, sedang berjalan menyusuri lorong melewati banyak pintu. Dari sekian banyak pintu yang dia lewati, dia berhenti di depan salah satu pintu yang berada di ujung lorong.

Dia mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan. Memasuki ruangan, dia telah disambut dengan sebuah meja kerja dengan seorang wanita paruh baya sedang duduk sambil menopang dagu seolah sedang menunggu sesuatu.

"Apa Ibu memanggilku?" Tanya Listy.

"Benar."

Lamp segera berdiri dan berbalik berjalan menuju jendela di belakangnya untuk menikmati sinar rembulan pada malam yang indah ini.

"Apa benar itu tadi hanya temanmu?" Lamp mengajukan pertanyaan.

"Itu benar. Apa ada masalah Ibu?"

"Jangan bercanda. Bagaimana mungkin anak sehebat itu ingin menjadi teman dari seorang perempuan tidak berguna sepertimu." Lamp berbalik dan membentak Listy dengan marahnya.

"Itu memang benar temanku Ibu. Aku tidak punya alasan lain saat membawanya masuk, aku hanya ingin mengenalkan pada Ibu." Bantah Listy dengan suara pelan sembari menundukkan kepala.

Lamp berjalan mendekati Listy dengan terburu - buru, "Itu berarti kau memang ingin memamerkannya padaku."

Plaak!!!

Sebuah tamparan mendarat tepat pada salah satu pipi Listy, "Kau tidak perlu teman. Kau hanya alat untukku, tidak lebih. Jadi turuti perintahku dan tinggalkan dia."

"Tapi-"

"Tapi apa? Kau harus ingat, kau hanya alat bagiku. Aku dulu memang membesarkanmu untuk mendapat perhatian dari ayahmu. Tapi itu tidak pernah dia lakukan. Jadi kau harus membalas budi setelah semua yang aku lakukan."

Sekali lagi sebuah tamparan menampar keras - keras wajah Listy hanya dengan sebuah kata. Listy tau jika dia tidak bisa membantah apa yang ibunya perintahkan tapi dia juga tidak bisa meninggalkan teman yang sudah membuat hidupnya sedikit berwarna.

↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑

Hoam....

Sekali lagi Reiki menguap di tengah jam pelajaran berlangsung, yang membuat beberapa siswa terganggu.

"Reiki, jika kau tidak ingin mengikuti pelajaran, sebaiknya kau keluar dari sini." Bentak Dewi yang memang sedari tadi melihat seberapa bosannya Reiki dengan pelajaran ini.

Semua orang yang ada di kelas tertawa saat melihat Reiki dimarahi. Meski begitu Reiki terlihat acuh dengan sekitar dan melanjutkan lamunannya.

Dewi berjalan mendekati Reiki dengan kesal, "Kau dengar tidah ha?" Kata Dewi kesal sembari menjewer telinga muridnya.

"Iya, iya. Aku dengar."

"Kalau begitu, cepat keluar dan lari sepuluh kali memutari sekolah."

"Baik."

Saat hendak beranjak dari tempatnya, tiba - tiba bel istirahat berbunyi menandakan berakhirnya jam pelajaran agar semua orang dapat makan siang.

Reiki tersenyum licik segera berlari keluar, "Aku lakukan besok saja." Katanya dengan tersenyum mengejek.

"Anak ini.....awas kau." Kata Dewi kesal sembari menggertakkan gigi.

《→→→○←☆→○←←←》

"Apakah tidak ada yang lain bu?" Tanya Reiki memelas.

"Maafkan aku nak. Tapi semuanya sudah habis."

Saat ini Reiki sedang berdiri di depan ibu kantin untuk membeli makanan atau lebih tepatnya memelas untuk diberi makanan karena semua makanan di kantin telah ludes terjual tanpa sisa.

"Kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Reiki meninggalkan.

Dia berjalan ke salah satu meja kosong untuk duduk meski tidak memiliki makanan untuk dimakan.

"Lagi - lagi bermain dengan takdir." Reiki menghrla napas panjang sembari memegang perut dan meletakkan kepala di atas meja.

Saat semua harapan untuk makan siang yang enak menghilang, secercah harapan muncul memanggil dirinya.

"Reiki, apa itu kau?"

Tentu Reiki segera menoleh jika saja ada sesuatu yang bagus akan terjadi. Dan benar saja, terlihat Listy sedang berjalan menuju kemari membawa senampan makanan.

Mata Reiki berbinar saat Listy telah duduk dihadapannya.

"Ada apa denganmu, kenapa kau seperti kucing kecewa karena hanya bisa makan angin?!"

"Aku tidak menyangkalnya karena itu benar." Jawab Reiki lemas.

"Kalau begitu ambil ini." Listy menodongkan sebuah roti isi ke Reiki dengan wajah senang.

Segera Reiki menyaut roti tersebut dan memakannya dengan lahap. Dan Listy hanya tersenyum karena melihat orang yang pandai memasak sedang kelaparan.

Setelah beberapa menit memakan makanan masing - masing, Reiki mulai membuka pembicaraan sekaligus berterima kasih atas makanan yang diberikan.

"Jadi bagaimana keadaan kalian kemarin setelah aku pulang. Apa kau langsung melakukan sesuatu dengan Fredrick?!" Reiki menggoda Listy hingga Listy hanya menundukkan kepala dengan wajah merona.

"A...ap...apa yang kau bicarakan. Dia segera pergi setelah kau pulang."

"Baguslah. Aku merasa dia bukan orang yang baik." Kata Reiki dengan tersenyum lebar.

Dan lagi - lagi wajah Listy memerah, "Bagaimana kau tau jika dia bukan orang yang baik sedangkan kau baru bertemu dengannya baru sekali?"

"Itu mudah.......Insting" Jawabnya singkat.

Setelah makan, Reiki berniat pergi ke suatu tempat untuk bersantai. Tapi setelah mengatakan ingin pergi, Listy segera menarik ujung seragam Reiki dan berkata ingin ikut.

"Apa kau yakin ingin berjalan dengan orang miskin seperti saya nona cantik?" Ujar Reiki Meledek.

"Jangan meledekku. Tentu aku yakin dengan semua omonganku." Sahut Listy menggembungkan pipi.

Akhirnya mereka keluar dari kantin dan berajak pergi menaiki setiap anak tangga di setiap lantai di gedung sekolah.

Mereka berhenti setelah membuka salah satu pintu besi dan sudah berdiri menikmati pemandangan indah sepanjang mata memandang dengan hembusan angin sepoi - sepoi.

"Jadi kau ingin ke atap sekolah."

"Mau ke mana lagi aku bisa mendapatkan ketenangan setelah sekian banyaknya masalah yang menerpa."

Mereka bersandar pada pagar besi di pinggir atap sembari menikmati momen - momen indah yang tak akan terlupakan.

"Nee....Reiki..." Panggil Listy.

"Ada apa?"

"Terima kasih untuk yang kemarin. Aku tau jika kau mencoba membelaku agar tidak dijodohkan dengan Fredrick."

"Aku hanya ingin melindungi senyuman seorang wanita. Lagi pula Laki - laki macam apa aku ini jika tidak bisa melindungi seorang wanita meski akibatnya harus diburu seluruh dunia." Kata Reiki menghibur.

Perlahan sebuah senyun indah menghiasi wajah si wanita sekaligus tumbuh suatu perasaan yang tidak pernah ia rasakan.

"Ne....Reiki, apa kau tau?"

"Apa?"

Listy berjalan mendekati Reiki "Aku sebenarnya memang harus menikahi Fredrick suatu saat nanti. Jadi mungkin usaha yang kau lakukan kemarin sia - sia." Dia berhenti saat jarak antara mereka berdua hanya tinggal kurang dari satu meter, "Meski begitu aku tetap menghargai apa yang kau lakukan."

Reiki berbalik menatap Listy dalam - dalam, "Kau tidak usah khawatir. Jika kau tidak ingin melakukannya, kau tinggal bilang tidak. Jika kau ingin, kau hanya perlu setuju. Aku akan terus mendukung keputusanmu." Kata Reiki menenangkan.

"Tapi saat aku tau jika kau mengambil keputusan yang bukan didasari keinginan hatimu, maka jangan salahkan aku jika tubuh orang itu berlubang." Kata Reiki sambil mengusap kepala Listy dengan tenang. Tapi dibalik ketenangan itu dapat dirasakan sesosok iblis telah menunggu untuk bangkit.

1
Sukhet 'Alaz
Bagus lho.. bab pertama aja aku udah suka.
Joa
Lanjut lanjut
Mass Kobra
ngeri
ShinigamiRei
Hehehe😅 kalau boleh jujur sebenarnya chp ini seharusnya udh terbit dari hari Senin tapi author malah keasyikan push rank dan nunda chp ini. Chp berikutnya akan terbit setelah novel yang satu up
(LOVE YOU)
semangat terus thorrrrrrr.kta slalu menunggu up nya thorrrrrrr
ShinigamiRei
maaf kalo kali ini cuma 800an kata dan terkesan singkat tapi ini aja aku sempet"in up disela" kesibukan
nehh
ya lanjutin aja....ngak usah disimpan bakat nya
(LOVE YOU)
blm up y thorrrrrrr.kpn up nya ne.gk sabar kelanjutan ya thorrrrrrr semangat 💪💪💪💪 trus thorrrrrrr
ShinigamiRei: mungkin besok baru digarap karena badan ini rasanya ibarat sepeda tua yang udah karatan
total 1 replies
♡Blood white stork☆
halo
gw mo nagih
♡Blood white stork☆: okdehbos😶
total 10 replies
lucifer~fallen[✓]
awwwww jiwa psikopat ku terbangkit,
THE SIN LUST
crazy up Thor
(LOVE YOU)
lanjutkan thorrrrrrr semangat 💪💪💪 trus thorrrrrrr.
♡Blood white stork☆
lanjut thor
THE SIN LUST
next
Muhammad Firdaus
kalo lanjut di baca..
kalo nggak ya nggak masalah..
jangan banyak bacot lah thor..
Muhammad Firdaus: terserah lu...
total 6 replies
(LOVE YOU)
semangat thorrrrrrr
lanjutkan
THE SIN LUST
lanjut thor
THE SIN LUST
terima kasih dan lanjut thor
Nurfiana
yee.. aku mampir kak
♡Blood white stork☆
yosss mantep
♡Blood white stork☆: ku tunggu ya jan ampe nggak ada
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!