NovelToon NovelToon
Wanita Idaman Lain

Wanita Idaman Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: istia akhtar

Nawalisya Nasyirah, berusia 28 tahun telah menikah dengan Fandyka Satya Mahardika yang telah berusia 21 tahun. Mereka menikah atas dasar perjodohan. Nawal menerima perjodohan itu atas dasar rasa sayang dan hormat kepada orang tuanya, Hingga akhirnya Nawal membuka hati dan belajar mencintai sang suami.

3 bulan awal pernikahan Fandy dan Nawal berjalan biasa saja, meski mereka tak saling dekat. Namun, setelah 3 bulan itu, Fandy memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Mila.

Disitulah cinta Nawal di uji. Akan kah mereka tetap bertahan? Ditambah lagi dengan masalah usia Nawal yang lebih matang dari fandy?
Simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan menemuimu

Nawalisya

Aku menatap kosong cermin rias di depanku. Hatiku kembali berdenyut sakit. Kepedihan ini, luka ini, perih ini, masihlah sama seperti saat empat tahun lalu. Sesuatu yang membuat suamiku mengakui kalau dia masih mencintai Mila.

Aku kembali memejamkan mata. Tidak mampu lagi untuk melihat kenyataan ini. Suami yang kuhindari mati-matian, nyatanya kini berada dekat denganku.

Takdirkah ini? Mengapa takdir begitu kejam membuat skenario seperti ini? Putraku yang terlahir suci dan tak berdosa pun, nyatanya harus ikut serta menanggung beban penderitaan.

"Na, Tristan sudah nunggu kamu di depan. Udah jangan nangis lagi ih". Kak Jihan datang padaku dengan bahasa lembutnya.

"Aku kayak nggak kuat kak. Mending aku nggak usah datang deh. Biar aku ajak Tristan makan di tempat lain aja". Kak Jihan terdengar mengehembuskan nafasnya kasar.

"Kamu jangan khawatir, Tristan udah tau semuanya. Kakak udah ceritain tentang rumah tangga kalian, seluruhnya. Jadi, apa lagi yang kamu takutkan? Tristan akan menemani kamu nanti. Dia yang akan melindungi kalian".

"Bagaimana kalau mas Fandy mengambil kanan dariku kak?", kak Jihan menggelengkan kepalanya.

"Nggak akan. Kamu yang lebih kuasa atas Kenan. Kalau kamu masih merasa takut, katakan pada suami dan madumu itu, kalau Tristan itu calon suamimu", Sontak saja aku melotot. Gila, ini benar-benar gila.

"Kakak gila?". kak Jihan menggeleng.

"Apa kata Tristan nanti?",

"Dia udah setuju kok. ya, meski ini hanya sandiwara. Bertingkah biasa aja ntar. tapi ingat, jangan lepaskan fokus utamamu dari Kenan. Kamu juga jangan Sampek melarang suami mu menyentuh anak kalian. Biar bagaimana pun, suamimu juga yahnya, dia juga andil dalam produksinya bukan?". Kak Jihan menggodaku dengan nakalnya.

"Hmmm , Aku pasrah aja kak",

"Good. Lagi oula, belum tentu juga pria itu Fandy, suamimu. Ya kan?". aku mengangguk setuju.

Aku keluar dengan menggunakan kaos polos warna silver dengan panjang lengan sedikit di atas sikut. Menggunakan rok span jeans warna hitam juga diatas lutut sedikit. Rambutku ku telah ku potong pendek dengan panjang sedikit lebih panjang dari dagu. Dengan sedikit mewarnainya sewarna tembaga, membuatku terlihat jauh lebih muda dari sebelumnya saat rambut panjangku masih ada.

Aku ternganga melihat Tristan sudah bercanda ria dengan Kenan di ruang tamu. Bagaimana tidak? Kenan juga mengenakan celana pendek jeans hitam dan kaos silver dengan jaket kulit yang masih melekat di tubuhnya tanpa memasang resletting nya.

Apa ini kebetulan? Ah, aku rasa tidak. Bukankah baju ini tadi kak Jihan yang memberikannya? Sepertinya kak Jihan memang sengaja mengerjaiku. Aku mencebik kesal ke arah kak Jihan yang sengaja dengan tipu dayanya.

Jangan kalian pikir, aku diajak naik mobil. Tristan mengajakku menaiki motor sportnya. Yang kata orang kebanyakan sih, ini tuh moge, alias motor gede. Aku kesal kan jadinya. Dengan kekuatan super, aku akhirnya protes padanya kalau aku tidak mau naik motor. Kemudian, kami pun saling sepakat untuk meminjam mobil kak Jihan.

Sepanjang perjalanan, Aku dan Tristan saling diam. Tak ada apapun yang menjadi topik perbincangan kami.

"Hei, aku bukan sopirmu. Jangan hanya diam. Katakan sesuatu. Jangan membuatku kegerahan di dalam mobil yang ber- AC ini". Kenan yang duduk di bangku belakang, tertawa lepas.

"Apa kau baru sadar uncle? Mommy ku benar-benar unik bukan?", Kulihat Tristan mengernyitkan keningnya.

"Apa maksudmu jagoan kecil?".

"Coba kau amati. mommy selalu diam tanpa bicara saat kita ingin banyak bicara. Tapi lihat saja nanti, kalau sudah mulai bicara. Aku pastikan bibirnya akan kebas kalau sampai berhenti bicara.".

"Kenan. Jangan ikut campur saat orang tua bicara. Itu tidak baik mengerti?".

Ku lihat Kenan menahan tawanya. Anak ini benar-benar menyebalkan.

"Ingat. Jangan ulangi, ngerti?".

"Yes mom. Akan aku lakukan".

"Good".

"Mom..?".

"Ya?".

"Apa boleh jika uncle Tristan menjadi Daddy ku?".

ckiiiiiiiit...

Mobil yang saat ini kami kendarai pun mengerem mendadak. Tristan memandang Kenan sekilas kemudian mengalihkan pandangannya padaku.

"Apa Kenan melamarku?". Aku bingung harus menjawab apa. Ya tuhan, anak ini selalu menjadi pengacau dalam segala hal. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku. Tidak tau harus menjawab apa. "Hei, jawab".

"Jangan diambil hati Tristan. Biar bagaimanapun, Kenan hanya seorang bocah yang masih berusia hampir empat tahun".

"Oh my God, apa aku memang setampan itu hingga di lamar bocah untuk ibunya?", Dia sengaja menggodaku. Aku kemudian memalingkan pandanganku padanya.

"Hhhhh kau ini narsis sekali".

🌹🌹🌹🌹

Dan, disinilah kami terdampar pada akhirnya. Di sebuah kedai kopi yang cukup menyenangkan karna letaknya tak jauh dari bibir pantai. Kenan masih sibuk dengan biskuit buatan kak Jihan yang ku bawa dari rumah. Sambil menunggu sepasang suami istri yang katanya telah menolong Kenan putraku semalam.

Tak lupa juga semangkuk ice cream vanila-coklat menjadi pelengkapnya. Aku bersyukur, meski Kenan tumbuh tanpa ayah, dia masih bisa memakan apapun yang ia mau. Uangku selalu ada untuk membeli makanan kesukaan Kenan.

"Jadi bagaimana Lisya? Kalau boleh tau, apa kau masih mencintai suamimu? Setelah kau tau suamimu mencintai wanita lain?".

Suara Tristan melepaskan kami dari keheningan yang sedari tadi tercipta. Aku mendongak untuk menatap lekat pria yang katanya masih lajang dan belum menikah ini.

"Entahlah Tristan. Aku lelah sebenarnya harus terjebak dalam situasi rumit ini. Aku pergi meninggalkannya tepat setelah ia mengatakan kalau ia masih mencintai mantan kekasihnya, Dan saat itu, aku mengandung Kenan di usia kandunganku yang ke tujuh. Aku hanya sempat berpikir, selama waktu empat tahun ini, aku rasa aku harus menata hati dan memantapkannya untuk membuka hatiku pada siapapun yang bersedia menerimaku apa adanya. Yang menyayangi dan menerima kehadiran Kenan seperti putranya sendiri".

Aku menatap Tristan dengan lekat. Bodohnya aku. Entah apa yang ku harapkan dari pria di hadapanku ini. Bukankah aku masih sah berstatus sebagai istri tuan Mahardhika?

"Katakan padaku Lisya, apa kau masih mencintai suamimu?".

"Aku mencintainya Tristan. Sangat. Tapi aku bukan wanita bodoh yang hanya mengunggulkan cinta tanpa tau sikon dan situasi. Bukankah di saat seperti ini, aku juga berhak untuk mencari kebahagiaanku sendiri? Aku wanita yang realistis. Aku tidak mungkin bertahan untuk cinta yang membuatku menderita. Bukankah lebih baik aku pergi dan membuka hati untuk siapapun yang tulus mencintai ku dan menerima Kenan nanti?".

Tristan tersenyum simpul mendengar penuturan ku. Aku rasa, Tristan ini orang yang cukup rumit. Aku tak begitu memahami apa yang ada dalam pikirannya. Kemudian Tristan menyesap kopinya dengan anggun, tanpa suara sedikitpun. Aku kok sungguh benar-benar di buat penasaran sama si Tristan ini yah.

"Mom, kenapa uncle tampan itu lama sekali ya tidak datang? Apa ia akan mengingkari janjinya nya?".

"Kau sudah tidak sabar ya, kita tunggu sebentar lagi. Mungkin ada suatu hal yang membuatnya terlambat. Lihat, kopi uncle Tristan masih banyak. Apa perlu aku memesankan sesuatu lagi untukmu, jagoan kecil?", Tristan mengusap pelan rambut hingga tengkuk Kenan dengan halu,ls, mengulanginya lagi secara terus menerus. Aku dibuat takjub dengan perlakuan manisnya.

"Baiklah uncle, biskuitku habis. Bisakah uncle memesankan roti bakar yang ada di gambar itu?", ujar Kenan sembari menunjuk gambar menu yang terpampang di banner di atas posisi kasir.

"Ya tuhan Lisya, putramu ini sangat menggemaskan Sekai. Katakan padaku bagaimana cara membuat yang seperti ini?". Aku mengalihkan pandanganku dan mungkin saja, wajahku berubah merona mendengar penuturan Tristan ini.

"Kau ini ada-ada saja". Jawabku.

"Baiklah jagoan kecil. Tunggu sebentar". Kemudian Tristan memesan menu yang di minta Kenan tadi. Sungguh, hatiku menghangat karenanya. Aku segera menyambar ponselku untuk mengeceknya, benar saja, kak Jihan mengirimi ku pesan banyak sekali. Isinya hanya menggodaku saja.

Aku terkekeh saat membacanya, Kenan beranjak menghampiriku dan duduk di pangkuanku. Si pengacau kecil ini begitu kepo dengan isi ponselku, meski ia belum bisa membaca.

Hingga sebuah suara dua orang muncul dari samping kiri ku. Membuatku tegang dan terpaku saat menoleh ke arahnya.

"Mbak Nawal...".

"Nawal".

Mereka terkejut mendapati ku yang memangku Kenan. Aku menoleh dan tak kalah kaget hingga jantungku hampir loncat keluar. Tenggorokanku tercekat hingga aku bergumam lirih.

"Mas Fandy? Mila?".

1
rara ayu
Luar biasa
Siska Febriana
huhuuu knp sih Mila bahagia...disinikan yg terluka Nawal knp dibikin sakit .....seharusnya ada karma buat pelakor Mila SE*an itu😡
Siska Febriana
huhhh pengen gw Jambak si nenek lampir Mila itu
Siska Febriana
setan emank si Fandy ini.pengen bgt aku bejek bejek😡😡
falea sezi
bodoh aja mau balik bodoooooo
Firgi Septia
justru yg trauma itu nawal bukan kamu /Shame/
Mamanya Reza
hadeeeeeh.... dasar novel...
pengen kesel, kok ada cewe mcm bgono, mslhnya ini cuma novel
Sari
yaampun cuman novel aja sakit hatinya, jadi takut punya suami lagi
Lala Al Fadholi
pshal happy ending tp knp masih kesal aja dgn fandy yg dengan gampangnya bolak balik ke milla...jd ga ikhlas aja kaya klo akhirnya beesama nawal lg mending dia menduda seumur hidup 😝🤪
Lala Al Fadholi
iba kok bisa mpe 4 tahun...iba kok bisa sampai mengalahi istri yg d cinta...iba kok bisa mengalahi anak dalam kandungan...dasar brondong tolol dan labil...ga cocok biat nawal yg dewasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu rhor
Istia Akhtar ❤️: Terima kasih sudah singgah, jangan lupa singgah ke ceritaku yang lain.
total 1 replies
Sri Wahyuningsih
Kecewa
Saras Wati
bagus.... sangat menyentuh hati
Sulati Cus
do'a kok jelek bener
Sulati Cus
daddy pria brengs**
Nur Zia Aini
thor jngn bikin nawal.balikan.sm fandy thor
Yuli Nadya
ok
Henrita Henrita
berhenti membaca, karena wanitanya terlalu bodoh
Sri Wahyuni
smoga ga jtemu sm s nawal
Sri Wahyuni
mka nya nawal jngn bgtu mudah y jna rayuan suami laknat dan skrng rsakn akibt nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!