NovelToon NovelToon
Married With Sosiopath

Married With Sosiopath

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Misteri
Popularitas:151.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gege Hanum

𝐇𝐞❜𝐬 𝐜𝐫𝐮𝐞𝐥 𝐚𝐧𝐝 𝐇𝐞❜𝐬 𝐜𝐫𝐚𝐳𝐲.
𝐁𝐮𝐭 ... 𝐒𝐡𝐞 𝐥𝐨𝐯𝐞𝐬 𝐡𝐢𝐦.

Bagaimana perasaanmu ketika dipaksa menjadi istri dari pria yang tidak dikenal?

Diperlakukan kejam, diklaim sebagai miliknya, dan dihina dengan kalimat-kalimat sarkas.

Elva mengalami semua hal itu setelah menikah dengan CEO sosiopat bernama Zeyan Kai.

Awalnya Elva berpikir akan segera bebas dari belenggu pria itu jika ia memberitahukan hal yang sebenarnya---kalau dia bukan lah perempuan yang seharusnya menikah dengan Zeyan.

Akan tetapi semua ucapannya selalu dianggap omong kosong belaka di mata pria tersebut. Elva menerima kenyataan jika identitasnya dianggap sebagai orang lain oleh Zeyan. Tapi kenyataannya ... pria itu sudah mengetahuinya segalanya tentangnya.

Zeyan berbohong dengan alasan kalau pria itu menyukai Elva setelah beberapa bulan tinggal bersama.

Di satu sisi Elva merasa kecewa dan marah, namun di sisi lain dia juga merasakan perasaan tabu padanya. Terlebih lagi masalah selalu berdatangan dan menentang mereka untuk hidup bersama.

Kesalahpahaman, ego, dan latar belakang menjadi tembok pemisah di antara mereka berdua.

(JUDUL AWAL ISTRI TAWANAN)

Genre : Romance, Young adult, Action.


copyright©2020
By : Kadewa Gregoria Hanum/Gege Hanum
Ig @i_kadewa

#KARYA HANYA ADA DI NOVELTOON/MANGATOON!!
#TIDAK MENOLERANSI SEGALA BENTUK PLAGIARISME
#JADWAL UP SESUAI MOOD PENULIS!!
[ KALO MAU CEPET UPDATE, VOTE+HADIAH DAN KOMEN BANYAK-BANYAK 🐣🐥 ]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gege Hanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MWS : PART XXIV

Here I'm comeback>< Supaya tidak bingung karena saya hiatus baca dulu episode sebelumnya yaps.

...・●🦋●・...

Di pikir-pikir, ini memang situasi yang sangat canggung. Elva tidak pernah berpikir akan bertemu dengan ibu Zeyan dalam keadaan seperti ini. Barusan ia sedang berganti baju di kamar, namun seseorang menerobos masuk. Untung saja Elva belum sepenuhnya telanj*ng. Meski itu wanita, tetap saja Elva malu karena dia adalah ibunya Zeyan.

Ibunya Zeyan memiliki wajah yang keibuan, lemah lembut dan juga mudah tersenyum. Elva bisa menyadari karena sekarang Hiromi tengah mengelus-elus rambutnya dengan pelan. Ia tidak pernah menyangka Zeyan punya ibu yang memiliki sifat bertolak belakang dengannya.

Zeyan itu keras kepala, tukang perintah, kasar dan tidak mau dibantah. Sedangkan Hiromi tidak, sifat wanita itu kebalikan darinya. Mungkin saja, sifat Zeyan yang seperti itu diturunkan oleh ayahnya. Elva tersenyum canggung saat Hiromi menatap matanya.

“Aku benar-benar iri padamu,” ujarnya setelah tidak ada perbincangan dari mereka. “Kau tahu, kau adalah satu-satunya perempuan yang dekat dengan Zeyan walau kau adalah orang asing.”

Hiromi menunduk lalu meremas jari-jarinya. “Aku melakukan kesalahan yang besar sampai Zeyan tidak ingin melihatku. Melihat ada seseorang yang dekat dengannya selain pak Zhang dan pelayan di sini, aku benar-benar sedih sekaligus iri,” Wanita itu melihat langit-langit kamar, napasnya tercekat mengingat bagaimana bodohnya ia di masa lalu.

“Sewaktu kecil Zeyan begitu manja padaku. Dia duduk di pangkuanku ketika aku menyuapinya makan. Dia juga terus mengekoriku meski aku tidak kemana-mana. Zeyan tidak pernah ingin keluar rumah untuk pergi bermain. Karena itulah dia tidak punya teman satupun. Dia bilang tidak apa-apa selagi aku masih bersamanya. Katanya, aku adalah ibu sekaligus teman baginya. Dia tidak mau pergi ke manapun jika aku tidak ada di sisinya. Aku tidak tahu … kata menggemaskan yang ia katakan justru menjadi boomerang bagiku.”

Elva tidak mengerti kenapa Hiromi menceritakan semua ini padanya. Namun karena wanita itu bersedih, lebih baik Elva diam saja mendengarkan ceritanya.

“Suamiku bilang Zeyan tidak akan menjadi pria yang mandiri bila bersikap seperti perempuan begitu. Dengan tanpa berpikir, suamiku malah mengirim Zeyan ke kota lain dan tinggal tanpa kami berdua. Dia masih berumur lima tahun waktu itu, aku masih ingat bagaimana ia menangis di mobil saat ia dibawa pergi.” Hiromi tersenyum pedih seraya menggenggam tangan Elva.

“Aku ibu yang menyedihkan bukan karena membuat putraku sendirian dan malah membenciku? Meski aku tahu apa yang dilakukan suamiku salah, tapi aku tidak bisa melawan kata-katanya.”

Akhirnya tangis Hiromi tumpah. Wanita itu memeluk Elva dan menangis sejadi-jadinya di bahunya. Elva tidak tahu harus melakukan apa, ia hanya menepuk-nepuk punggung Hiromi berusaha menenangkan.

Yang benar saja. Sedang ganti baju malah ada yang menerobos masuk. Tiba-tiba curhat dan malah menangis padanya seperti ini. Jadinya Elva tidak siap untuk situasi canggung ini.

“Sebaiknya Nyonya istirahat dulu. Aku akan membawamu minuman supaya kamu tenang.” Baru saja Elva ingin melepaskan pelukannya, Hiromi malah menariknya kembali dan memeluk lebih erat.

“Tidak mau! Jangan beri aku minuman ataupun makanan. Kau tahu betapa rindunya aku pada Zeyan? Untuk mengunjungi rumahnya saja aku harus mencuri mobil suamiku diam-diam. Zeyan begitu membenci kami sampai memasang banyak infra merah di sekitar rumahnya. Kau tahu? Alarm itu bisa membunuh siapapun yang melewatinya jika tidak mempunyai alat pengecok sinyal.”

Elva menautkan kedua alisnya. Jadi itulah kenapa semua pelayan di sini memakai jalan bawah tanah. Tidak disangka Zeyan melakukan semua itu untuk orang tuanya. Benar-benar tidak memiliki perasaan.

“Ini, bagaimana bisa seorang anak tega membunuh orang tuanya?”

“Semua ini salahku,” Wanita itu duduk tegap dan mengusap air matanya. “Aku salah membiarkan dia tidak diberikan kasih sayang. Aku melihat bagaimana sedihnya Zeyan melihat teman-teman sekelasnya di antar dan jemput orang tuanya ke sekolah. Dia pernah dikatai anak yang dibuang oleh orang tuanya di sekolahan. Aku selalu memperhatikan, betapa sedihnya Zeyan mendengar kata-kata itu dari mereka. Walaupun dia diam saja, aku yakin hatinya sangat terluka. Bagaimana bisa aku diam saja melihat anakku semakin lama tidak memiliki hati?”

“Mungkin dia butuh waktu.” Elva berusaha menghibur.

Sejujurnya dia juga merasa agak kasihan dengan Zeyan mendengar masa lalunya. “Kurasa Tuan Zeyan butuh waktu untuk memulai hubungan baik dengan kalian. Yah, tentu saja tidak membutuhkan waktu yang sedikit bukan? Ini sudah terjadi, dan dia yang sekarang adalah hasil perbuatan kalian. Walaupun begitu, setidaknya tunjukkan sesuatu yang membuatnya bahagia lagi.”

Hiromi mendongak.

“Dia mudah marah dan juga emosian. Saat sedang marah apapun bisa dia lakukan.” nada suara Elva sedikit pelan. Sesaat ia mengingat bayang-bayang di mana Zeyan pernah menyiksanya. Kemudian ia menoleh ke arah Hiromi lalu tersenyum singkat. “Di saat seperti ini, seharusnya kalian menghiburnya bukan? Bagaimanapun juga, Nyonya adalah ibunya. Meski kalian sudah jarang bertemu dalam waktu lama, mana mungkin kasih sayangmu padanya berkurang 'kan? Ku akui aku tidak terlalu memahaminya, tapi dia memperlakukan pelayannya dengan baik. Lalu, kenapa tidak pada ibunya sendiri? ”

“Emh, sekarang aku mengerti,” Hiromi tersenyum samar lalu membelai wajah Elva lembut. “Aku mengerti kenapa dia menentang keputusan ayahnya waktu itu. Jujur saja, aku tidak menyesal pergi diam-diam dari rumah untuk pergi ke sini. Senang rasanya bisa bertemu dengan perempuan pilihan putraku.”

Pilihan Zeyan? Apa maksudnya itu? Mendadak Elva tidak mengerti jalan pikir Hiromi. Tapi kemudian, gadis itu paham. Mungkin saja Hiromi belum menyadari jika dirinya bukanlah istri asli Zeyan sebenarnya. Ia hanya korban penculikan dan dipaksa menikah dengan pria asing. Namun Elva tidak mau memberitahu, ia takut kalau Hiromi semakin sedih mendengarnya. Ditambah lagi, suasana hati Hiromi saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Sudah selesai kalian berceritanya?”

Zeyan bersandar punggung pintu kamar dengan melipat tangan. Sebenarnya pria itu sudah berdiri sejak dari tadi. Ia pikir yang datang adalah ayahnya---Noren. Maka dari itu Zeyan panik buru-buru kembali ke rumah. Tak disangka, ternyata ibunya datang memakai mobil ayahnya. Sejujurnya Zeyan merasa lega kalau ibunya yang datang, karena Hiromi tidak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak pada Elva. Ada secuil rasa senang melihat Hiromi menyukai Elva dan terlihat menyayanginya. Setidaknya Hiromi tidak terlalu keras kepala untuk mencampuri kehidupannya seperti Noren.

“Kau ke sini untuk menemuiku atau menemui dia?” Zeyan masih setia bersandar di pintu sambil menyoroti kedua perempuan di depannya.

“Tuan, sebenarnya ibumu—”

“Aku tidak bertanya kepadamu,”

Elva merapatkan bibirnya malu.

“Katakan, kenapa kau diam saja setelah melihatku?” tanya Zeyan lebih tegas dari sebelumnya. Hiromi berdiri lalu menghampiri putranya.

“Ibu merindukanmu,”

Zeyan tercenung, sedetik kemudian menghela napas sejenak. “Hanya itu?”

“Ibu merindukanmu,” Hiromi langsung memeluk Zeyan dengan erat disertai isakan pelan. “Ibu merindukanmu Zeyan.”

Zeyan melepas pelukannya dan menghapus air mata Hiromi. “Aku tidak merindukanmu.” ucapnya. Pria itu melirik Elva yang duduk mematung melihat mereka. “Hei kau! Sebaiknya kau tidur dan jangan mengganggu pembicaraan kami.”

“Tapi kan ibumu—”

“Tidur atau aku yang akan menidurimu!” ancam Zeyan yang mana membuat gadis itu sembunyi di balik selimut. Zeyan meraih pergelangan Hiromi dan membawanya ke ruang tengah.

“Katakan, apa yang kau inginkan? Kita sudah bertemu kemarin dan untuk apa kau kemari? ”

“Ibu merindukanmu,” sahut wanita itu.

“Tck! Tidak bisakah kau mengatakan hal lain selain itu?” tanya Zeyan jengah. Ia mendudukkan Hiromi di sofa lalu memberikannya segelas air putih. “Minumlah,”

“Memangnya kau akan mati jika tidak merindukanku?” Zeyan bertanya disela-sela Hiromi meneguk minumannya. Wanita itu meletakkan gelasnya lalu menatap putranya yang membuang muka.

“Benar, ibu bisa mati jika tidak merindukanmu. Atau bahkan sampai tidak bisa melihatmu lagi,” jawab Hiromi tersenyum parau. “Kau begitu membenci ibumu Zeyan?”

Zeyan tidak menjawab ataupun menoleh sama sekali.

“Apa ada yang bisa ibu lakukan supaya kau melihat ibumu ini?” Wanita itu berharap putranya tidak diam terus kepadanya. Hiromi lebih suka Zeyan marah padanya dari pada mendiaminya seperti ini. “Aku tahu kau membenci ibu, tapi mengenai hal itu kau tahu kan, dia ayahmu. Ibu tidak bisa melakukan apa-apa karena dia juga suami ibu.”

“Lalu aku siapa?” Zeyan menolehkan kepalanya. “Bukan anakmu?”

“Maaf,”

“Minta maaf tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Kau pikir dengan maafmu itu aku bisa melupakannya begitu saja, eh?”

“Ibu tahu, tidak mudah untukmu memaafkanku. Tapi setidaknya beri ibu satu kesempatan.”

“Dua puluh,” Zeyan memberi jeda pada kalimatnya “Aku sudah memberi kesempatan dua puluh kali setiap umurku bertambah. Kuharap kau atau Noren akan datang padaku dan tidak pernah meninggalkanku lagi di sini. Tapi kurasa kau lebih mencintai suamimu dari pada kebahagiaan putramu sendiri. Aku berkata seperti ini tidak memintamu untuk bercerai atau menentangnya. Namun setidaknya pikirkanlah keinginanku walaupun hanya sekali.”

Zeyan berdiri dan membelakangi Hiromi. “Pulanglah dan cepat pergi dari sini. Suamimu pasti cemas kau tidak ada di rumahnya.”

Hiromi bangkit seraya mengusap air matanya. “Ibu akan pulang, tapi ibu bisa memberitahumu siapa orang yang mengkhianatimu dan memberitahu segala hal pada ayahmu.”

“Pak Zhang,bukan?” Zeyan terkekeh kecil. Walaupun ia sedikit tidak percaya. Namun setelah ia bergulat dengan pemikirannya, Zeyan yakin pak Zhang orang yang mengkhianatinya. “Dari dulu dia memang tidak bekerja padaku. Orang yang selalu dekat denganku dan tahu semua apa yang kulakukan, kau pikir aku bodoh sampai tidak mengetahuinya?”

“Ingat ini, seberapa kerasnya suamimu untuk mengendalikan hidupku, aku tidak akan menurutinya. Bukan kalian yang merawatku dari kecil, jadi, aku tidak punya hutang budi apapun sama sekali.” imbuhnya sebelum Hiromi benar-benar pergi dari sana.

...••🦋••...

Setelah tertidur cukup lama, Elva tidak menyadari kalau hari sudah mulai petang. Gadis itu duduk sebentar untuk menghilangkan rasa pening di kepalanya. Kenapa bisa ia tidur sangat lama sampai menjelang sore? Pantas, kepalanya terasa pening dan berputar-putar. Elva mengucek matanya dan melihat jam dinding. Sudah jam 4 sore, masih ada waktu untuknya bekerja menyiapkan makanan bagi Zeyan.

Gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke dapur.

“Kau sudah bangun?”

Elva menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat Zeyan yang sedang duduk di sofa sambil memegang laptopnya.

Kenapa pria itu tidak ke kantor?'pikirnya.

“Y-ya, a-aku akan memasak untukmu,” ucapnya sedikit gagap.

“Jam berapa ini? Dan kau baru ingin memasak?” tanya pria itu tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop. “Aku tidak ingin makan. Buatkan saja aku secangkir teh.” ujarnya sambil mengikuti pergerakan gadis itu yang tengah menuruti keinginannya.

Selang beberapa menit, gadis itu kembali membawakan apa yang dia suruh. Zeyan menyesapnya sembari sesekali melirik Elva yang duduk tak jauh di depannya. Apa yang gadis itu pikirkan setelah bertemu ibunya?

“Ini … mengenai ibumu tadi.” Elva seperti tahu apa yang ingin Zeyan dengar, membuat sudut bibir Zeyan terangkat ke atas sekilas. Ia menunggunya beberapa detik ketika Elva mulai menunjukkan raut wajah gelisah.

“Kau tidak melukai ibumu bukan?”

“Apa aku terlihat seperti itu?” nadanya memang terdengar biasa saja, namun Zeyan sedikit tidak menyukai pandangan gadis itu terhadapnya. “Apapun yang diucapkan ibuku tadi, jangan pernah mengingatnya lagi.”

“Aku tahu itu, tapi—”

“Kau sangat menyukai urusan pribadiku?” Elva meremas jari-jarinya melihat Zeyan yang memberinya tatapan dingin. Ia tahu perbincangan ini akan membuatnya tidak nyaman. Meski masalahnya urusan Zeyan tidaklah penting untuknya, tapi Elva tetap merasa kasihan dengan ibunya dan juga … Zeyan.

“Dengar, aku tidak bermaksud mencampuri urusan pribadimu. Aku tahu apa yang telah kau alami di masa lalu—”

“Apa ini? Aku benci tatapanmu yang terlihat mengasihaniku.” Zeyan menutup laptopnya lalu kembali menjatuhkan perhatiannya kepada gadis berambut pendek itu. “Dari pada mencari tahu hal yang tidak perlu kau ketahui, kenapa tidak melakukan hal yang membuatku senang?”

“Maaf,” Elva menundukkan wajahnya menyesal. “Tapi apa yang harus aku lakukan supaya kau senang?”

“Buatkan aku semangkuk mie,”

“Tapi tadi kau bilang tidak mau makan,” protes Elva.

“Kenapa? Tidak mau?”

Elva memonyongkan bibirnya lalu pergi ke dapur. Setelah selesai, ia kembali dengan nampan berisikan dua porsi mangkuk mie.

“Ini untukmu.”

“Yang satu lagi untuk siapa?”

“Untukku. Aku juga lapar, bolehkan?”

“Terserah,” Zeyan mengambil sumpit dan memakannya dengan tenang. Berbeda dengan Elva, gadis itu makan dengan rakus di hadapan Zeyan tanpa tahu malu. Ditambah lagi gadis itu makan dengan suara yang benar-benar membuatnya merasa terganggu.

Slurppp

“Hoi, kau tidak punya rasa malu makan seperti itu di depanku, eh?”

Elva mendelik, “Seperti apa? Aku kalau makan memang seperti ini. Saat ini aku sedang lapar, setidaknya jika Tuan nanti menyuruhku melakukan hal ini dan itu, aku harus punya tenaga 'kan? Apa ini sebuah masalah?”

Zeyan memperhatikan gadis itu yang sibuk menyeruput mie-nya lagi. Membuat jakunnya naik turun dengan rahang yang menegang. “Tidak masalah 'sih, hanya saja … dengan suaramu seperti itu bisa membuatku berpikir ke hal yang lain.”

“Hal yang lain?” Elva memiringkan kepalanya berpikir. “Semacam apa?”

“Kau tidak perlu tahu,” Zeyan tidak jadi makan mie, dia malah mengambil bantal dan tidur di sofa. Ia memilih untuk memperhatikan gadis yang masa bodoh makan dengan rakus di depannya.

Benar-benar jorok, tapi Zeyan menyukainya. Aneh bukan? Baru kali ini ia bertemu perempuan yang tidak menjaga imagenya sendiri. Biasanya meski ia jarang menunjukkan diri di kantor, tetap saja ada beberapa wanita yang melihatnya. Mereka kerap kali mengedipkan sebelah mata padanya, membuatnya kadang berpikir apa mereka mempunyai masalah penyakit mata atau apa?

“Loh, kenapa kau tidak memakannya Tuan? Apakah mie-nya tidak enak?” tanya Elva baru sadar ia hanya makan sendirian. Pipinya menggembung karena menampung semua mie di dalam pipinya.

Zeyan memiringkan tubuhnya, menempatkan kepalanya di bantal sambil melirik Elva.

“Lumayan … manis.”

“Manis? Tapi aku tidak memasukkan gula sama sekali,” kata Elva setengah bingung.

“Entahlah, menurutmu yang manis itu apa?”

Elva terdiam sejenak untuk menatap Zeyan. “Mm, mungkin bibirmu yang manis sehingga bisa merasakan hal itu.” Kemudian ia kembali memakan mie tanpa memedulikan Zeyan.

“Hei, kau tahu … bicara seperti itu kepada seorang pria sangat berbahaya.” Zeyan berdiri, pria itu mengambil tempat duduk di samping Elva. Lalu dengan cepat merangkulnya ke dalam pangkuannya membuat si empunya tersentak. “Dan juga … kenapa kau bisa berpikir kalau bibirku manis, hm?”

Elva menelan ludah. “Tolong, bisakah melepaskanku dulu? Badanmu sangat panas, itu membuatku tidak nyaman.” Elva menahan dada bidang pria itu dengan tangannya.

“Tidak mau, jawab dulu pertanyaan ku tadi!”

Gadis itu berdecak jengkel. “Kalau begitu apa? Aku hanya asal menebak, kenapa dibesar-besarkan. Jika rasanya tidak seperti itu lalu apa? Kau merokok dan merasa bibirmu pahit, iya?”

“Kenapa tidak mencobanya?”

Sial*n! Elva memalingkan wajahnya ke samping. Malu.

“Kenapa kau selalu menggangguku seperti ini? Ini menyebalkan dan aku tidak menyukainya!” protes Elva kesal melipat kedua tangannya di depan dada.

Zeyan pura-pura berpikir lalu tersenyum smirk. “Hm, bagaimana bisa … mengganggumu sama seperti menonton film po*no. Membuatku kecanduan dan ingin melakukannya lagi dan lagi.”

Ingin sekali rasanya Elva menimpuk wajah pria itu yang santai-santai saja setelah mengatakan hal-hal kotor pada gadis tak berpengalaman sepertinya. Dia bukannya sok polos, tapi selama 21 tahun Elva memang tidak pernah menonton hal seperti itu dalam hidupnya.

“Kau benar-benar pria yang tidak tahu malu!” Elva melompat dari pangkuannya dan kabur dengan menutupi wajahnya yang memanas.

...BERSAMBUNG...

Contact me : IG @i_kadewa

1
Muhamad Abin Zakaria
bagus banget ceritanya
Wiski zoe
apa cuma aku yg masih setia dgn novel.ini😭..??
Wiski zoe
kenapa blm update jg thor..???😢😢 ini sdh berbulan2 blm update lg,, sdh setahun novel ini blm tamat jg dan lama sekali updatenya😭😭😭😭😭
Wiski zoe
terima kasih sdh update walau lama sekali..
Wiski zoe
segera lanjut kembali thor..
Preh Asih
lah blm lanjot to😅😅😅 tiwas ngintip🤭
no name
sama thor aq jg suka novel yg bergenre gore tp udah jrg sekali di temuin mungkin krn mengandung kekerasan ya maka nya di larang krn yg baca jg bnyk yg msh bocil..
Afdy
aku maunya zeyan DTG nolong
Wiski zoe
thank ya thor sdh update,, aku sdh lama sekali menunggu updatenya..

semoga makin seru dan tx ad pelakor..!! yaa aku berharap alur di novel ini sedikit berbeda dr novel lainnya..!!🙏
INDRI: Makasih banget ya. Dengan komen kamu kek gini, bikin aku semangat lagi buat namatin nih novel💙🦋
total 1 replies
marine gadiza
ditemuinlah sama Zeyan jgn diperkaos ma si botak ...
Lina Herlina Hardjati
hayu atuuhhh....terusannya mana 🤩
INDRI: Akunya lagi ujian sekolah kak. nanti kalo update janji deh bakal crazy up😆😅
total 1 replies
-
Ya Tuhan masih belum up juga
vhie vie
kok kaya cerita kartun bos sombong
-
up donggg
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
-
Kyknya si elva adiknya orion yh kak.. soalnya kan si elva katanya diasuh bukan sama ibu kandung. kalo mamanya si orion itu mati di kapal laut, kemungkinan si elva hilang atau kecebur gitu di laut terus hilang ingata. mungkin wkwkw. kan si elva katanya suka familier sama orion. menurutku sih, karena cuma author yg tau
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
marine gadiza
sehari 1 bab Thor up-nya,biar nga kangen aku...semangat y Thor....
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
FeVey
ternyata author nya masih sekolah....
senangnya liat anak muda yg berprestasi...
kutunggu up nya thor....
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
Charlotte
g
Charlotte: ditandain, soalnya novelnya seru
total 2 replies
Charlotte
j
Preh Asih
selalu suka kisahnya thor,ttp semangattt💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!