Aku bisa menghalau semua rintangan dan menebas semua rumput liar yang akan merusak tamanku.
Aku juga sanggup untuk menunggumu kembali.
Namun, apakah akan ada jaminan untukku jika aku memutuskan untuk menunggumu di sisa umurku
Dapatkah engkau memastikan penantianku tidak akan sia-sia?
Aku menunggumu di Festival Bunga Cherry di Jinhae.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Normalitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ho Chi Minh City
"Hei, bangun!" Pria tua bertubuh kurus nan tinggi dan berkulit legam dengan dialek Vietnam tengah membangunkan seorang pemuda.
Di sudut ruangan beberapa orang dipukuli. Tampaknya pemuda itu merasa kebingungan.
Bajunya basah kuyup, ia tidak ingat apapun. "Dimana aku? Teman-temanku? Uni, Pak Barata, Rifat...yang lain..?" Ia menangis teringat kecelakaan kapal itu.
"Innalillahi wa innailaihi roji'un.." ucapnya. Ia berusaha mengusap airmata dengan pundaknya yang basah dan bau amis.
Tenggorokannya kering, kehausan, perutnya kosong serasa ingin muntah terlebih lagi aroma kapal yang sangat bau. Tiba-tiba ia mabuk laut.
Seseorang yang terduduk di sampingnya menggeser segelas air dengan kakinya. Ia menggigit gelas itu dengan gigi lalu menyeruput dengan mulutnya karena kedua tangan Surya telah diikat ke belakang.
Ia teringat dengan potongan ayat. Yang artinya :
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?" (QS : 67 : 30)
Ia mengimani ayat tersebut . Allah benar-benar Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ia yakin bahwa Allah tidak akan pernah memberikan cobaan melampaui batas kemampuan hamba-Nya.
"Alhamdulillah ya Allah." ucapnya dalam hati.
Ia bersyukur masih Allah berikan kesempatan hidup untuk bertaubat. Di sisi lain ia masih bingung dengan keberadaannya bersama orang-orang asing itu. "Thailand? Bukan. Vietnam? entahlah.." gumam Surya dalam hati. Terlihat seorang pria bertato bertubuh gemuk memelototinya.
Ia merasa sedang disandera oleh para perompak. Ia mencoba memikirkan beberapa cara , apapun yang terjadi harus bisa kabur dari sini. Ia terjebak dalam human traficking. "Ahhh...!" keluhnya.
Fajar di langit mulai menyingsing. Mereka masih di tengah lautan menembus kabut tebal.
***
Rupanya kapal telah berlabuh. Para sandera digiring keluar. Di sebuah dermaga mereka dijual kepada saudagar-saudagar kaya.
Seorang saudagar kaya raya keturunan Sri Lanka memilih Surya sebagai budaknya. Perompak itu menawarkannya dengan harga mahal.
"Aku adalah Kumar, majikanmu sekarang. Aku akan menamaimu Kana... yeah Kana! hahahaha." kata Kumar di dalam bahasa yang lain dari para perompak tersebut sambil menepuk pundak Surya. Tawanya nyaring menggelegar.
"My name is Surya , not Kana. Can you speak in English?" tanya Surya.
"Surya? hmmm..." Kumar menggeleng-gelengkan kepalanya pertanda tidak setuju.
"Kana! Kana! That's good!" kata Kumar tetap ngotot dengan pendiriannya.
"Dasar bungul!" Surya merasa geram sekali.
Lalu kumar membawa Surya ke dalam mobilnya dan masih mengikat tangan pemuda itu. Di belakang ada 7 orang anak buah Kumar berkulit legam semua dan tinggi-tinggi. Surya tidak punya pilihan untuk melarikan diri.
Ia merasa harus mengikuti aturan main orang ini terlebih dahulu. Ia harus tahu apa maksud orang ini. Apakah ia akan dijual kembali atau dijadikan budaknya.
"Where we were?" tanya Surya kepada Kumar.
"Ho Chi Minh City." jawab Kumar.
"Vietnam?" tanya Surya serasa tidak percaya ia telah berada di Vietnam.
"Yes, true.. we will going to Saigon." tutur Kumar.
"I'm not cruel man. So , chill out!" kata Kumar dengan penuh percaya diri.
"But human trafficking is a cruelness.If you are a good man, so you should give me a freedom. Let me come back to my country." sahut Surya.
"I will not to sell you to another. I take you to save from them and being my servant. I'll give you sallary. I do this because I'm human too.. I'll make sure , one day you will said thanks to me." kata Kumar dengan nadanya yang cempreng sehingga dapat mencerna kata-katanya dengan baik.
"Ohoo.. you should pay your promise!" kata Surya.
"Kana... I'll keep my promise. So don't ever to run away from me! Hahahahhahaaaa..." Kumar memastikan bahwa ia akan menepati janjinya.
"Sepertinya pria ini bukan sembarang orang. Ia bisa berbahasa Inggris." Ia berpikir jika ia harus memanfaatkan orang ini untuk sementara. Setelah itu ia harus ke Kedubes RI untuk meminta suaka.
"What's time?" tanya Surya.
"Ohoo...at 9.30 o'clock. 2020, 1st January." Kumar menjawab dengan nada songongnya.
"What?" Surya tidak menyangka bahwa tahun 2019 telah berlalu.
Ia masih bingung, lantas berapa lama ia terombang ambing di lautan dan kapan pertama kali perompak itu menemukannya. Semua ini sungguh menjadi misteri baginya.
"I think you're is a smart man. So..why I buy you from them." ucap Kumar rupanya bisa melihat bahwa Surya bukanlah orang biasa. Ia tidak terlihat seperti seorang budak. Surya menatap ke arah Kumar.
"So what would you do with me?" tanya pemuda tersebut.
"I've textil company... work for me! I'll pay you." kata Kumar kepada Surya.
"Okay." jawab Surya menyetujuinya.
Sepanjang jalan ia memandangi bangunan-bangunan yang arsitekturnya seperti bangunan di Perancis. Di sepanjang jalan terdapat plakat dengan tulisan aksara Vietnam. Sayangnya ia tidak dapat membaca tulisan tersebut. Hanya tulisan besar dengan aksara latin 'Ho Ci Minh Citty'. Lalu mereka menuju ke Saigon melewati tepian Sungai Mekong.
Mobil saudagar kaya ini masuk ke dalam sebuah rumah mewah.
"Your t-shirt and pant!" kata Kumar padanya.
"This is too big." ucap Surya. Baju dan celananya klombor.
"It's you." kata Surya.
Semua orang tertawa. Lalu Kumar meminta Rajeev anak buahnya yang ukuran badannya paling kecil di antara yang lain untuk meminjamkan bajunya. Rajeev adalah tukang kebun di rumh itu. ia mengambilkan baju di almarinya. Namun, bajunya masih tetap longgar di badan Surya.
"Fill the blank then give to me!" Kumar memberi blanko riwayat hidup.
"Name : Surya Aji Wjaya"
Lalu Kumar mengambil pulpen dan mencoret nama itu menggantinya menjadi 'Kana'.
"Surya not Kana, Sir!" geramnya.
"Kana! Kana ! Kana!" kata pria tua itu lalu tersenyum lebar.
"Well, well. Up to you." Ia merasa pasrah.
Kemudian Kumar mengajaknya ke toko pakaian untuk membeli beberapa potong baju.
"Why your home is empty?" tanya Surya.
"Empty? Many people in my home." jawab pria tua berkumis dan berperut besar tersebut.
"Your real familly?" tanya Surya.
"In Sri Lanka." jawabnya.
"Sri Lanka? I think you're Hindi." Surya tidak menyangka kalau ia bisa bertemu langsung dengan orang dari Sri Lanka. Biasanya ia hanya bertemu dengan orang India saja.
"No, Sri Lanka." jawabnya.
"But, you look like." sahutnya.
Kumar tersenyum lebar memandangi Surya lalu menepuk-nepuk pundak anak itu.
"Sri Lanka and Hindi is different.." Kumar menjelaskan.
"Where you're from?" tanya pria tua tersebut.
"Indonesia." jawabnya.
"Many people of Sri Lanka were built garment company in there." kata Kumar.
"Yes, but as long as that I called them as Hindi." kata Surya.
Keesokan harinya Surya dibawa ke pabrik tekstil milik Kumar. Ia dibawa mengelilingi pabrik tersebut yang terdiri dari 2 gedung 2 lantai namun tidak memiliki lift. Begitu berisik sekali. Lalu ia dibawa masuk ke dalam kantornya yang full AC.
Ia menempatkan Surya di bagian manager teknik sebagai pengganti manager yang telah kabur sebelumnya. Di pabrik itu banyak lalu lalang karyawan yg keluar masuk. Kebanyakan yang keluar karena kabur , disebabkan suasana di sana cukup keras.
"Are you serious...?" tanya Surya begitu kaget dengan jabatan itu.
"Why not?" ucap Kumar.
"Ini musibah atau anugerah ya Allah. Bapak, Ibu, adik, Mirna. Aku janji akan segera pulang ke Indonesia. Mereka pasti mengira aku sudah mati." Surya menangis membayangkan betapa hancurnya hati keluarganya dan perasaan orang-orang yang sangat meyayanginya.
Satu minggu kemudian Kumar memberikannya kartu identitas baru . "KANA."
"Tua bangka itu ngotot sekali mengganti namaku." ucap Surya dalam hati.
Setelah melewati masa training selama 3 bulan, Surya mulai terbiasa untuk menyesuaikan diri meski ia sama sekali tidak paham bahasa Vietnam maupun Sri Lanka. Ia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa interaksi . Ia menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa saat berbicara dengan diri sendiri.
Jika ada problem ia langsung mencari Kumar. Kumar tidak memberinya kebebasan untuk memiliki handphone.
Meski begitu, hari-hari ia telah belajar banyak. Ilmunya di bidang teknik pun terpakai. Setiap hari ia pulang saat gelap. Ia memiliki gaji mati, sebanding dengan kehidupan sehari-harinya di dalam pabrik. Berangkat dan pulang selalu bersama Kumar.
Tabungannya utuh, akan tetapi tentu ia membutuhkan uang banyak lagi untuk bisa pulang ke Indonesia. Ia bersyukur Kumar memperlakukannya dengan baik dan menggajinya dengan dollar.
"Now, I can breath.. The financial of company is increase." Ucap Kumar dengan lega di dalam mobil.
Sampai rumah ia membuat sesaji untuk ibadah. Kumar menganut agama Hindu seperti kebanyakan orang Sri Lanka lainnya. Sesekali Surya mengintipnya dari balik pintu.
Kana mandi lalu sholat isya menuju masjid besar diantar oleh pengawal Kumar.
Ho Chi Minh City dulunya bernama Saigon, kota terbesar di Negara Vietnam. Sebelum unifikasi Vietnam 2 Juli 1976, ketika negara ini masih terpecah menjadi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan, Saigon merupakan Ibukota Vietnam Selatan. Saigon dan wilayah selatan Vietnam lainnya, merupakan bekas dari wilayah kerajaan Islam Campa yang pernah berkuasa di Vietnam. Namun Vietnam kini sama sekali berbeda dengan masa kejayaan Kerajaan Islam Campa yang merupakan Negara Islam pertama di Asia Tenggara.
Akhir yang bahagia buat semua nya😊😊😊
Sukses untuj karya selanjutnya ya thor dan tetap semangat 🥰🥰🥰
Dari awal kurang tegas soalnya, klo emang ga serius sama Mirna lepasin aja.
Karena Mirna orang nya tulus dan baik dan banyak yang suka sama Mirna.
Semoga Mirna bahagia ya thor....
Semangat ya thor 😊😊😊😊
Akhirnya semuanya aman 😊😊
Semangat ya thor 🥰🥰🥰
Semakin dewasa Mirna tapi masih berharap dengan Surya.
Dan semoga Hyeo Ri mendapatkan pasangan yang baik 😍
Semangat ya thor dan lanjutkan ceritanya 😘😘😘
Semakin seru kisah Mirna, Hyeo Ri dan Ruumi....
Semangat ya thor, sehat selalu agar bisa up terussss 😍😍😍😍
Semangat ya thor....
5 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
10 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Belum bisa wujudin apa harapan ibu nya, semoga jodoh Mirna yg baik n tegas n sayang ya thor....
Ditunggu crazy up nya thor hehehehe
Semangat ya 😍😍😍