Annika, kembali setelah bertahun-tahun di asingkan oleh keluarga nya sendiri karena bisu. Takut menjadi perbincangan publik seorang anak yatim piatu yang mereka angkat malah di perkenalkan sebagai anak mereka.
Sampai saat pesta perayaan keberhasilan si putri palsu, Annika datang dan membuat semua orang bertanya-tanya siapa kah putri yang asli dan yang palsu itu.
Saksikan kelanjutan ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Hei reader cinta ku, Jangan lupa like dan beri dukungan sebanyak-banyaknya ya . Terus baca semua bab nya biar retensi nya stabil dan karya ini terus berlanjut.
Terimakasih
...****************...
Kini semua orang sudah duduk di mejanya masing-masing. Meskipun belum melihat Amanda dan Tania, Calvin berpikir mereka pasti sedang di ruangan khusus bersama dengan Elgar yang juga tidak terlihat di sana.
Dari pengeras suara dimulainya acara pertunangan itu terdengar mengisi memenuhi ruangan. Tak ada suara lain selain hanya pemandu acara.
Semua tamu undangan menyimak dengan penuh harap. Perdebatan tentang siapa sebenarnya yang akan bertunangan dengan Elgar masih menjadi topik hangat di kalangan awak media pun juga kaum elite.
Bahkan di depan ballroom hotel sama sekali tidak menyantumkan nama pasangan Elgar. Hanya atas nama keluarga Sangkara dan Masashi.
" ... marilah kita sambut, tokoh utama pada malam hari ini. Pasangan yang akan bertunangan dan menjalin kasih, kami persilahkan bergabung di tengah-tengah kita,.. Tuan Elgar dan nona Annika, mari berikan tepuk tangan yang meriah"
Prok prok prok..
Bersamaan dengan itu, langkah kaki indah terlihat dari ujung anak tangga paling tinggi. sepasang pantofel hitam bersanding dengan sepasang heals merah merona.
Manik semua orang, kini terbuka tanpa berkedip. mengangguk ciptaan Tuhan yang begitu mempesona dan berkharisma.
Elgar tampak dengan begitu tampan, tubuh atletis dengan rahang tegas berpadu dengan paras nan ayu dan memikat milik Annika. Tak ada yang tidak terpesona melihat pasangan itu turun.
Tak terkecuali Calvin. Jika semua orang menatap dengan penuh kagum atas penampilan Elgar dan juga Annika.
Berbeda dengan Calvin, matanya membuka lebar tetapi dengan perasaan marah dan terkejut bukan main. Sampai -sampai dia berdiri kaku memandang Elgar dan Annika yang terus berjalan menuruni tangga.
Senyum lebar menghiasi wajah keduanya. Sama-sama memiliki paras yang menawan membuat keduanya begitu serasi. Bak raja dan permaisuri. Siapapun yang melihat pasti sangat mendambakan menjadi seperti mereka.
Tatapan Calvin sama sekali tidak lepas mengamati Annika. putri yang selama ini dia cari, kini berada tepat di depannya. Dengan kondisi yang tidak pernah Calvin bayangkan sebelumnya.
Hampir saja dia ingin melabrak Annika, saat Tuan Dominic menatap nya dan tersenyum ramah. Hal ini mengartikan jika pihak keluarga Sangkara tidak mengalami syok yang sama seperti nya.
Tidak ada masalah disana. Hanya di pihak keluarga Masashi saja yang mengalami permasalahan. Mendadak Calvin, terhenti. Dia memikirkan kembali, tidak mungkin dia merusak acara ini atas keinginan nya.
Bersamaan dengan itu, Tania dan Amanda baru saja datang dan memasuki ruangan. Mereka berjalan ke depan dan mendapati Elgar dan Annika bergandengan tangan menatap semua tamu dengan senyum ramah.
Tania tentu saja tidak terima. Dia berjalan dengan langkah cepat. Dia ingin sekali menepis tangan Annika yang melingkari lengan Elgar dengan begitu mesra.
Elgar adalah milik nya, orang lain terlebih Annika tidak boleh memiliki nya.
Detik selanjutnya, Calvin yang mengetahui arah tujuan Tania pun ikut panik dan segera menarik Tania sebelum terlambat. " Tania... " Calvin menarik lengan Tania serta menahannya.
Tania terlihat sangat tidak terima. " kenapa malah ada Annika disana?!" amuknya.
Amanda yang juga sama mempertanyakan hal yang sama langsung mendekati keduanya. " sebenarnya ada apa ini?" ujarnya Dengan suara lembut. Mereka kini tengah menjadi sorotan para tamu. Karena berkumpul tepat didepan area depan.
Tuan Calvin menjawab dengan mulut setengah terbuka " sudah diam, jangan membuat masalah!" suaranya memang lirih tetapi begitu tegas. Bahkan tatapannya tajam mengarah ke Tania. Seolah ini adalah peringatan khusus untuk Tania.
Keluarga Sangkara yang melihat ini, jadi berpikir untuk ikut ke depan dan memberikan ucapan selamat kepada pasangan yang sudah bertunangan itu.
Tuan Dominic memimpin rombongan, lalu menyapa tuan Calvin " aku tidak pernah berpikir mereka bisa seromantis ini" lalu di ikuti dengan tertawa.
Tuan Calvin segera menggeser posisi Tania. " kami sangat berterima kasih, Elgar bisa menerima putri kami" Tania yang mendengar ucapan itu malah semakin dongkol. merasa seperti ditusuk dari belakang. Kenapa ayahnya sekarang membela Annika. Tania jadi meremas tangannya erat saking kesalnya.
Lalu kedua keluarga itu saling berhadapan, tak ada yang menyadari. Sejak tadi Amanda menatap Annika dengan tatapan rindu. Ada gusar lega saat melihat Putrinya dalam keadaan yang sehat.
Meskipun dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, namun Amanda tetap merapalkan rasa syukur dalam hati.
setelah mengucapkan beberapa kata baik dari masing -masing keluarga serta rasa terima kasih dari Elgar. Acara kemudian dilanjutkan dengan menikmati hidangan.
Elgar dan Annika tampak duduk satu meja. Elgar sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi Calvin untuk mendekati Annika secara personal.
Elgar sangat takut sampai Calvin melakukan hal buruk lagi pada Annika. " ini makanlah" sambil memberikan sepiring makanan yang disajikan oleh pelayan.
" terima kasih" jawab Annika sambil tersenyum manis. Saat ini mereka seharusnya sedang bersandiwara. Namun bagi keduanya malah ikut terbawa perasaan. Semuanya perlakuan manis keluar secara alami.
Di sebrang sana, Tania memelototi Annika dengan tajam. Bahkan deru nafasnya tidak bisa pelan karena emosi yang tak kunjung mereda.
Di sela-sela makan Calvin menyenggol lengan Tania sambil berbicara " kendalikan dirimu, jangan sampai media memotret wajah kebencian mu" bagi Calvin yang terpenting adalah pertunangan kali ini berjalan lancar. Mau siapapun yang menjadi pasangan Elgar sudah bukan menjadi masalah. Posisinya sudah aman jika benar dia berbesan dengan Sangkara grup.