"Ayo kita bercerai!"
Hana tiba-tiba diceraikan oleh Heston karena sang suami mengalami kecelakaan dan amnesia.
Dunia Hana hancur apalagi dia diceraikan dalam keadaan hamil.
Apa yang akan Hana lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Heston Yang Menyebalkan
Heston penasaran dengan Hana, dia sampai mencari tahu latar belakang gadis itu.
Tidak perlu waktu lama Heston langsung tahu kalau Hana adalah mahasiswi beasiswa.
"Beasiswa, ya?" gumam Heston.
Walaupun sudah tahu kenyataan itu, Heston masih ingin dekat dengan Hana.
Selama ini hidupnya selalu diatur oleh kedua orang tuanya termasuk masalah pasangan.
Rasanya kali ini Heston ingin mencoba sesuatu yang baru, berkencan dengan rakyat jelata.
Semenjak hari itu, Heston mulai menggoda Hana, dia sengaja mengambil duduk di belakang gadis itu.
"Hana..." panggil Heston dengan berbisik dari belakang.
Hana memiringkan kepalanya sebagai respon.
"Rambutmu ada kutunya tuh!"
Gadis itu terkejut sampai mengibas-ngibaskan rambutnya panik.
"Apa yang terjadi di sana?"
Dosen sampai menegur Hana karena tidak bisa tenang.
"Keluar sekarang juga!"
Karena tidak mau beradu argumen, Hana akhirnya keluar mengikuti perintah dosen.
Hana sangat kesal pada Heston, semua ini terjadi karena pemuda itu.
"Kenapa sih dia," kesal Hana.
Sebelumnya Heston selalu memainkan rambutnya memakai pulpen dan dia berusaha bersikap cuek saja. Tetapi kalau dikatakan punya kutu tentu saja Hana jadi panik.
"Nih, minum!"
Ternyata Heston menyusul Hana keluar dari kelas kemudian membelikan gadis itu minum.
"Apa yang kau lakukan?" protes Hana seraya menampik minuman yang Heston tawarkan.
"Gara-gara kau, aku jadi diusir oleh dosen!"
Bukannya merasa bersalah, Heston justru tertawa kemenangan.
"Kalau dibuat belajar terus otakmu bisa meledak, bagaimana kalau kita pergi main?" tanya Heston tanpa rasa bersalah.
"Kau memang menyebalkan ya, jangan menggangguku lagi," ketus Hana. Dia berdiri dan pergi meninggalkan Heston begitu saja.
Dia pikir kalau Heston akan berhenti mengganggunya tetapi keesokan harinya, pemuda itu kembali mengganggu Hana bahkan lebih parah lagi.
Heston memasukkan tikus mainan ke dalam tas Hana yang membuat gadis itu berteriak di dalam kelas.
Lagi-lagi Hana diusir dari kelas karena membuat kegaduhan.
Kalau begini terus, beasiswa Hana bisa terancam.
"Sebenarnya apa maumu?" tanya Hana semakin kesal pada Heston.
"Kau sudah tahu, aku ingin main," jawab Heston tanpa dosa.
Sepertinya kalau tidak dituruti Heston akan semakin menyebalkan jadi terpaksa Hana setuju.
"Tapi janji setelah ini jangan ganggu aku lagi," pinta Hana.
"Kalau itu tergantung pelayananmu," balas Heston.
"Ish..." Hana mendesis karena merasa kesal sekali tapi dia mencoba menahan diri. "Sekarang apa yang kau inginkan?"
"Aku hanya ingin tahu bagaimana rakyat jelata berkencan," ungkap Heston.
"Hah?" Hana tak habis pikir dengan permintaan seperti itu. "Apa tadi? Kencan rakyat jelata?"
"Maaf sekali aku tidak mengerti apa itu lagipula aku tidak pernah berkencan!"
Heston membelalakkan mata semakin bersemangat. "Tidak pernah berkencan?"
"Kalau begitu kita bisa mencobanya bersama-sama!"
Pemuda itu membuka internet untuk melihat daftar kencan orang biasa pada umumnya.
"Apa aku perlu membeli baju dan sepatu yang murah?" tanya Heston.
Hana mendengus kasar karena jengah dengan sikap Heston kemudian gadis itu akhirnya menarik Heston ke parkiran motor.
"Kau ingin bermain dengan orang miskin kan intinya?" tanya Hana seraya menunjuk motor yang dia pakai di kampus.
"Ayo naik motor dan panas-panasan bersama!"
Hana mengenakan helmnya lalu meminta Heston untuk duduk di jok belakang.
"Cepat!" serunya.
Dengan canggung Heston naik ke jok belakang motor.
Jujur saja memang ini pertama kalinya Heston naik motor bebek.
"Apa kita hanya perlu duduk saja?" tanya Heston dengan polos.
"Ya," jawab Hana singkat.
Gadis itu sengaja memutar gasnya dengan keras sampai membuat Heston terkejut.
"Apa kau ingin membunuhku Hana?" Heston ketakutan kemudian memeluk perut Hana supaya tidak jatuh.
"Ah, lanjutkan kalau begitu! Ternyata kau hanya modus supaya dipeluk laki-laki tampan!"
agak lama yaa nunggu nya