NovelToon NovelToon
Catatan Kultivasi Sang Kaisar

Catatan Kultivasi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING

Kubiarkan Takdir menghempas diriku, membawaku ke suatu masalah yang tak ada habisnya.

Langit dan Bumi ku lawan, Dewa dan Dewi ku tantang, seluruh Semesta menyebutku Yang Mulia.

Atas Nama Jalur Kultivasi Dewa, Sang Kaisar Kultivasi ~ Fang Wei ~

***

Update : Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.

***

Sistem kultivasi dunia fana...
1. Tingkat Ahli
- Awal
- Menengah
- Akhir
2. Tingkat Ksatria
- Awal
- Menengah
- Akhir
3. Tingkat Jendral
- Awal
- Menengah
- Akhir
4. Tingkat Raja
- Awal
- Menengah
- Akhir
5. Tingkat Kaisar
- Awal
- Menengah
- Akhir
6. Tingkat Bumi
- Awal
- Menengah
- Akhir
7. Tingkat Langit
- Awal
- Menengah
- Akhir

Sistem kultivasi Domain Dewa...

1. Tingkat Kesengsaraan
- Kesengsaraan Angin
- Kesengsaraan Api
- Kesengsaraan Petir
2. Prajurit Dewa
- Merah
- Hitam
- Putih
3. Jendral Dewa
- Jendral Dewa Bumi
- Jendral Dewa Langit
4. Raja Dewa
- Raja Dewa Semesta
- Raja Dewa Surgawi
5. Kaisar Dewa
- Kaisar Dewa dunia Bawah
- Kaisar Dewa dunia Atas
6. Penguasa Dewa
- Tingkat Abadi
- Tingkat Menguasai

#Selalujagakesehatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 ~ Roh Api Teratai Biru

Fang Wei berjalan kearah pintu masuk Paviliun Tunas Api. Bangunan tak terurus tersebut terlihat reot sekali. Bagai bangunan terbengkalai yang tak diperlukan.

Fang Wei menyentuh gagang pintu Paviliun. Seketika itu muncul aura ganas dan menakutkan berwarna hitam pekat dari ujung gagang pintu tersebut.

"Huh... hanyalah roh gentayangan saja."Ucap remeh Fang Wei sambil mendengus kesal.

"Bocah...lebih baik kau berhenti menghinaku sebelum mencoba kekuatan ku."Roh hitam tersebut bersuara dengan nada tingginya.

"Seribu Tapak Api Langit."

Fang Wei lalu memukul-mukul udara dengan cepat. Bersamaan dengan itu muncul ratusan Tapak berwarna biru. Roh Hitam hanya tersenyum sinis sebelum ia membuka mulutnya lebar-lebar.

Syuuuh...

Seketika itu juga Tapak Api Langit milik Fang Wei terhisap kedalam Roh tersebut. Fang Wei terkejut bukan main karena hal itu. Selama ini tak ada yang pernah bisa mengelak dari Tapak Api Langit miliknya.

"Formasi Pedang Api Langit."

Pedang pedang berwarna biru bermunculan. Semua pedang itu mengelilingi Roh Hitam dan membuat Roh Hitam kembali tersenyum penuh kemenangan.

Syuuuh...

Pedang pedang milik Fang Wei seketika itu terhisap kembali masuk kedalam mulut Roh Hitam.

"Hihihi... Ini sangat menyenangkan."Gumam Roh Hitam. Gunakan Roh Hitam itulah yang membuat emosi Fang Wei kembali memuncak.

"Teknik Tapak Thai Chi."

Fang Wei lalu memperagakan ratusan gerakan tapak yang membuat Roh Hitam kebingungan.

Roh Hitam kembali tersenyum penuh arti. Ia lalu menghilang dari pandangan."Bocah... kita akan bertemu nanti."Ucap Roh Hitam tersebut sebelum hilang dari pandangan Fang Wei dan Patriarch yang sedang kebingungan.

"Ah, sudahlah. Lebih baik aku sekarang masuk kedalam."Fang Wei membuka pintu tersebut. Ia dapat melihat dengan jelas suasana ruangan disana. Tuang kotor penuh debu. Barang berantakan dan berserakan dimana-mana. Sebuah pagoda kecil dengan warna emas yang khas menjadi sorotan.

Pagoda tersebut meskipun kecil tetapi memiliki aura kuat yang bisa membuat orang menahan nafasnya sejenak,termasuk Fang Wei. Fang Wei menggunakan mata Api Langit nya melihat kedalam Pagoda mini tersebut. Tetapi yang ia lihat hanya kekosongan yang membingungkan.

Fang Wei berjalan kearah pagoda tersebut dan menyentuh pagoda tersebut sebentar. Walaupun sebentar,sakit kepala yang ia derita sungguh luar biasa. Deretan peristiwa tayang di otaknya bagaikan film yang siap ditayangkan.

Fang Wei melihat dengan jelas semua deretan peristiwa yang tayang di otaknya. Mulai dari pertempuran hingga kehidupan damai yang menyenangkan hati.

Ia seperti melihat seekor anak naga sedang terbang gontai kearah yang tidak ia ketahui. Anak naga tersebut seperti seorang yang tersesat di hutan dan tak tahu jalan kembali.

Hingga terlihat seorang anak muda sedang menghampiri nya. Anak muda tersebut langsung memeluk anak naga yang tadi terbang itu. Si Anak naga pun membalas pelukan tersebut dengan pelukan juga.

Lalu semua berakhir menyisakan pertanyaan pada benak Fang Wei. Ia masih bingung dengan hal itu sebelum aura yang kuat terpancar dari pagoda mini tersebut. Bahkan beberapa kali lebih kuat dari sebelumnya.

"Ada apa ini...?"Tanya Fang Wei panik.

Pagoda mini tersebut hancur berkeping-keping dan memperlihatkan sebuah teratai indah dengan warna biru yang kontras dengan Api Langit.

Fang Wei ingin menyentuh teratai tersebut sebelum sebuah suara terdengar dari teratai tersebut."Kau siapa...? Jangan menyentuhku."Ucap teratai tersebut dengan suara keras dan terkesan membentak.

Mata Fang Wei terbelalak mendengar suara tersebut. Meski demikian ia tetap berwaspada diri. Karena bahaya akan datang kapan saja bahkan dari sesuatu yang tak diduga.

Sebuah aura membungkus teratai tersebut. Aura tersebut berbentuk api dan memiliki kepanasan tingkat dewa. Ya,benar itu adalah Api Teratai Biru.

"Ini kan Api Teratai Biru...?"Tanya Fang Wei kegirangan.

"Ada apa bocah...?"Tanya Api Teratai Biru tak sopan.

"Api Teratai Biru... bisakah kau menjadi pengikut ku seperti Api Langit...?"Tanya Fang Wei memohon.

"Huh...aku sungguh tak percaya jika dirimu yang bisa menghancurkan belenggu pagoda tersebut."Gumam Api Teratai Biru meremehkan Fang Wei.

Fang di menggertak kan giginya keras. Ia tak percaya jika Api Teratai Biru akan sangat arogan dan sombong seperti itu. Ia kemudian menatap kearah Api Teratai Biru dengan tatapan kejengkelan tingkat akut.

"Kalau kau bisa menangkap ku,mungkin aku akan menyerahkan diri."Ungkap Api Teratai Biru menyadari tatapan jengkel Fang Wei.

Syuuuh...

Api Teratai Biru menghilang dalam sekejap. Membuat Fang Wei semakin jengkel dan mengeluarkan aura Kultivator Tingkat Jendral.

Patriarch yang sedari tadi diluar hanya termenung sebelum sebuah aura Tingkat Jendral meledak keluar dari Paviliun Tunas Api.

"Aura Tingkat Jendral...?"Gumam Patriarch bertanya-tanya.

***

Aula Obat...

Fang Wei dan Patriarch kembali ke Aula Obat dengan tangan kosong. Sedangkan Fang Wei sudah pasrah dengan kematian Xiao Qin dan akan diakhiri dengan pertarungan dua sekte besar. Mereka sat ini sedang berada didalam sebuah ruangan khusus yang tadi mereka pakai untuk berbicara empat mata.

"Haish...aku sudah tua. Aku tak akan bisa selamanya menjadi Patriarch Sekte Cahaya Api Ilahi ini. Jadi... Wei'er,maukah kau menjadi Patriarch Sekte masa depan dan pada akhir nya menggantikan ku mengurus sekte besar ini...?"Tanya Patriarch sambil menoleh kearah Fang Wei.

"Maksud Patriarch...?"Fang Wei balik bertanya pada Patriarch.

Patriarch hanya tersenyum kecut sebelum berkata lagi."Aku akan memberikan mu aura Api Teratai Biru milikku. Sebagai ganti... maukah engkau menjadi Patriarch masa depan sekte ini...?"Tanya Patriarch setengah memohon.

Fang Wei manggut-manggut. Ia memang menginginkan Api Teratai Biru. Tetapi bukan artinya ingin merebut paksa elemen abadi tersebut dari orang yang memiliki moral yang baik.

"Tapi Patriarch..."Sanggah Fang Wei setengah tidak mau.

"Sudahlah Wei'er...ketika saatnya tiba juga posisi ku akan direbut seseorang."Ungkap Patriarch dengan sungguh-sungguh.

Fang Wei berpikir bahwa dirinya tak akan mampu memerintahkan sebuah sekte dengan tangannya sendiri. Ia sama sekali tak memiliki kemampuan dalam hal itu.

"Lebih baik Patriarch memberikan posisi tersebut pada Guru atau Ayah. Jika tiba saatnya nanti,aku akan mengambil alih sekte ini."Pinta Fang Wei pada Patriarch.

"Siapa yang engkau panggil Ayah dan Guru...?"Tanya Patriarch mengerutkan keningnya pelan.

"Ah...iya. Maksud saya Tetua Ke-tiga atau Senior Tang Shan."Jawab Fang Wei dan membuat Patriarch tersedak nafasnya sendiri.

Apakah bocah didepannya itu bodoh...? Memberikan posisi Patriarch pada buronan Aliran Putih-Netral...? Sama saja dengan menghancurkan sekte.

Tapi Patriarch tak sebodoh itu untuk menerima atau menolak permintaan Fang Wei. Ia hanya mengangguk setuju pada Fang Wei. Tetapi yang ia herankan bagaimana bisa Fang Wei adalah anak dari Tang Shan...?

1
Nanik S
cukup menarik
Nanik S
Lanjut
Sang M
cerita jadi jelek..... payah stop aja..
Sang M
dasar bocil goblok kayak kau itu...
Sang M
dancokkkk gak suka intrik2 thor ini. Gak punya imaji yg lain kah,?? Lu payah....haiii... cerita lama dan kotor kok koh pake Thor.👊...nih
Sang M
sampah
Sang M
sekte terkutuk aliran gak genah ini.
minak jinggo
judulnya aja yg keren, isinya smpah..
calon murid aja blom bisa berkultivasi suruh bunuh binatang buas.... pekok
Menarik antara guru dan murid
Numpang.... simak.... 🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
spooky836
apa cerita ni lan lan baru 5 th, fa g umur 6th. dasar anak pelacur buat cerita plagiat.
spooky836
aku rasa yng menulis ni anak haram baru belajar dgn pelacur maknya.
Lanjutkan
Katanya mau menyembuhkan tangan Qin
Ming Lanlan... hatinya jahat sekali berbalik dg Ayahnya
Kebersamaan Ayah dan anak yang merubah segalanya menjadi lebih baik
Bsgus
Gong
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!