NovelToon NovelToon
WADAL PESUGIHAN

WADAL PESUGIHAN

Status: tamat
Genre:Horor / Roh Supernatural / Mata Batin / Tamat
Popularitas:168.1k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Narko tak mengira jika kebahagiaan keluarganya di raih dengan cara yang tidak wajar, ia baru sadar setelah satu persatu saudaranya meninggal sebagai wadal pesugihan sang ayah. Apakah dia bisa melepaskan diri sebagai wadal berikutnya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Kematian

"Awas saja, aku pasti akan membuat perhitungan terhadap kalian!" ancamannya kemudian meninggalkan kami

Kata-kata Adit masih terngiang-ngiang di telingaku saat bapak mengajak ku untuk melihat makam Anggi.

Dari keempat wadal, entah kenapa hanya Anggi yang membuat bapak begitu ingin menziarahi kuburnya. Bahkan makam ibu saja bapak tidak pernah mengunjunginya.

Mungkin karena Anggi adalah anak kesayangannya sehingga ia begitu sedih.

Melihat kesedihan di mata bapak membuatku tak tega dan memutuskan untuk menemani bapak menjenguk makam Anggi.

Pagi-pagi sekali saat Rere masih tidur aku dan bapak memutuskan untuk menziarahi makam Anggi. Aku sengaja memetik bunga-bunga yang ada di halaman rumah untuk ditaburi diatas makam Anggi.

Perjalanan dari tempat tinggal kami yang baru menuju area pemakaman cukup lumayan jauh. Setelah satu jam menggunakan sepeda motor kamipun tiba di area pemakaman desa Kicir.

Aku segera memarkir sepeda lor dan mengikuti bapak mencari makam Anggi. Setalah berputar-putar akhirnya kami menemukan makam Anggi yang sengaja dikebumikan di bawah pohon besar.

Sekilas tak ada yang aneh dengan makam Anggi, hanya saja pemakamannya. Hanya saja aku merasa aneh dengan bunga yang ditabur diatas makamnya.

Kenapa hanya bunga melati, kenapa tidak ada bunga lain. Padahal setahuku biasanya bunga taburan terdiri dari aneka macam jenis bunga.

Tapi sudahlah aku tidak mau ambil pusing. Lagipula bapak juga biasa saja. Ia tak mengeluh apalagi bertanya kenapa hanya ada bunga melati.

Ku lihat bapak berdoa begitu khusuk, sehingga akupun mengikutinya.

Saat aku hendak menabur bunga diatas makam Anggi bapak melarangnya.

"Tidak usah," ucapnya menepis lenganku

"Kenapa Pak, bukankah akan lebih baik jika makam Anggi dipenuhi dengan bunga segar," jawabku

Bapak menggelengkan kepalanya.

"Tidak perlu, dia tidak membutuhkannya," jawab Bapak

Aku hanya menurut tanpa bertanya lagi. Entah kenapa pagi itu aku males berdebat dengan bapak. Saat aku hendak berdiri, bapak merogoh saku celananya dan menancapkan sebuah bambu kuning kecil diatas makam Anggi.

Untuk apa ia meletakan benda itu.

"Maafkan Bapak yang tak bisa menyelamatkan mu nak," ucap bapak begitu sedih

Ia kemudian bangun dan mengajakku pergi meninggalkan area pemakaman.

Baru kali ini aku melihat kesedihan di wajah Bapak. Ia terlihat begitu murung setelah itu. Ia bahkan terus mengurung diri di kamar tanpa mau keluar.

Pukul delapan pagi Pak Karim datang mengunjungi kami.

Lelaki itu datang membawakan sarapan pagi lengkap dengan pakaian ganti untuk kami.

"Maaf hanya ini yang bisa saya bawakan, oh iya ini ada beberapa baju untuk ganti kalian. Lumayan lah daripada beli, baju-baju ini masih layak pakai," ucap Pak Karim

"Aduh pak gak usah repot-repot, kami sudah diijinkan tinggal di sini saja sudah bersyukur eh bapak malah repot-repot membawakan sarapan dan baju lagi. Kami jadi semakin berhutang budi sama bapak,"

"Bukan hutang Budi mas, anggap saja ini sedekah dari keluarga saya. Bukankah sesama muslim harus saling membantu," jawab Pak Karim

Aku hanya mengangguk menimpali ucapannya.

Ku lihat Rere sudah bangun dan menghampiri ku. Mencium aroma wangi makanan Rere pun meminta makan, dan aku segera mengambilkan makanan untuknya.

"Bapak dimana, kenapa gak diajak sarapan sekalian?" tanya Pak Karim

"Oh, dia ada di kamar, sebentar saya panggil kan,"

Aku segera bangun untuk memanggil bapak. Namun sayangnya bapak tidak mau keluar. Dia bilang tidak nafsu makan.

Aku segera keluar dan menemui Pak Karim lagi.

"Sepertinya bapak belum berselera makan pak," ucapku

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga kalian?" tanya Pak Karim tiba-tiba membuat ku terkesiap

Saat aku hendak menjawab bapak tiba-tiba keluar dari kamar.

"Tidak ada apa-apa kok Pak, hanya saja mungkin keluarga kami lagi kena sial saja," jawab Bapak

"Hmm, tapi melihat kemarahan warga semalam rasanya ada sesuatu yang membuat mereka melakukan hal anarkis seperti itu. Selama ini aku belum pernah melihat warga sampai sebrutal itu. Apalagi keluarga Pak Mul ini kan warga baru di desa kami," sahut Pak karim

Aku dan bapak saling bertatapan saat mendengar pertanyaan tersebut. Aku ingin menjawab penjelasan Pak Karim, sebenarnya aku ingin memberitahunya tapi aku tidak berani melangkahi bapak. Biarlah dia yang akan menjawabnya. Apalagi suasana hati bapak sedang tidak enak. Aku tidak mau terjadi perselisihan lagi antara aku dan bapak.

"Sebenarnya...."

Bapak mulai membuka obrolan, meksipun ia sedikit gagap dan malu untuk menceritakan apa yang terjadi. Ku lihat ia berusaha mengumpulkan semua keberanian untuk memberitahukan Pak Karim.

Bapak bahkan terisak saat menceritakan kebodohannya saat memilih melakukan pesugihan. Dia bahkan terisak saat menyesali apa yang sudah ia lakukan hingga membuat semua orang menjadi wadal pesugihannya.

"Nasi sudah menjadi bubur, aku kira ia hanya meminta satu atau dua anakku saja, ternyata tidak. Ia terus meminta wadal dan mengirimkan uang padaku," sesalnya sambil terisak

"Astaghfirullah hal Adzim, itulah kenapa agama kita melarang melakukan hal itu. Selain syirik perbuatan tersebut hanya akan mendatangkan banyak mudharat kepada kita, nyawa anak kita melayang namun harta pesugihan juga akan menghilang dan tak bisa digunakan setelah kalian tidak memberinya wadal lagi," terang pak Karim

Semua yang ia katakan benar. Kini kami harus berjuang melawan kematian. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami.

Kini bukan hanya makhluk halus yang ingin kami mati, namun juga para warga yang tidak suka dengan perangai keluarga kami.

"Kalau begitu mungkin sebaliknya kalian menetap di sini saja, aku yakin di sini kalian akan aman. Kalau untuk harta benda yang tertinggal di rumah lama kalian, nanti aku berusaha mengambilnya jika masih ada yang bisa diselamatkan, tapi aku tidak bisa berjanji," ucap Pak Karim kemudian pamit pergi

1
Fitrianti Sutiman
gak jelas ceritanya
kimiatie
narto bodoh tahap dewa...tidak pernah mendengarkan nasihat orang lain seperti dulu anggi membawanya lari dari rumah....warak narto di sini benar² bodoh
kimiatie
makin jauh aku membaca cerita ini makin pusing 7 keliling🤦🤦
N~R
semoga berhasil
N~R
ternyata buapak e g berubah
N~R
kirain adik" dan ibu Narko masih hidup
N~R
iki piye to....jadi semuanya POV gitu?
N~R
tumbal nya koq g ada jedanya.paan sih g jelas
ang sekaya apa tumbalnya koq begitu sering,udah kayak orang nyemil/ makan cemilan aja
N~R
sepanik panik nya,ga gitu juga kali.kalau punya iman kan bisa baca do'a walau dalam hati kan bisa.g mesti lidah yg mengucap
N~R
kakean pitakon narko.tinggal berangkat aja pergi malah banyakan tanya.sebel aku
N~R
kenapa juga ibu nya harus menangis,itu kan sudah keinginan dia dan suaminya.ya trima aja ga usah nangis.
N~R
waduh,mbokne misuh.piye anak e g curiga
N~R
baru baca udah bikin penasaran
Roewina
sebegitunya Thor kalau semua anaknya dh mati trus yg menikmati hartanya siapa? emang yg dipuja bpknya Narto siapa sih Thor kok ada banyak pocong🤔🤔
Wahyu Kasep: pesugihan Buto ijo
total 1 replies
Roewina
katanya orang tua cari uang buat anak kalau anknya ditumbalin trus mati smua, ntar warisannya buat spa?😂
Wahyu Kasep: gwa kira di jaman modern seperti sekarang ini
pesugihan sudah tidak ada
ternyata masih ada dan bertebaran di mana-mana
dari pedagang kecil sampai pengusaha pembisnis naik jabatan juga masih pake pesugihan
total 2 replies
Roewina
maaf Thor ngulangnya jngn kepanjangan🙏😄
☠ kiky ᶜᵒᵒᵏᶦᵉ
aish! narto kau terlalu baik sih
☠ kiky ᶜᵒᵒᵏᶦᵉ
bapa apaan ini!! bukan sebalik nya pak?! klo gk niat jadi bapa gk ush nikah dulu deh, ih menyebalkan!
☠ kiky ᶜᵒᵒᵏᶦᵉ
cih, kirain bapa nya udh berubah! nyatanya masih sama
Yuli Rali
gmn sih ini pusing bcanya udah mah d ulang²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!