NovelToon NovelToon
Cinta Tak Bertepi

Cinta Tak Bertepi

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Patahhati / Tamat
Popularitas:242.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sari N

CINTA TAK BERTEPI adalah sebuah cerita dari seorang gadis bernama Reya Agustiana Dewi.

Berawal dari saat dirinya remaja. Karena sang ayah yang dipecat membuat dirinya harus pindah sekolah ke sebuah desa kecil. Disana dia berteman dengan seorang laki-laki bernama Rama dan saling jatuh cinta. Namun sayang, hubungan yang baru saja seumur jagung itu harus terpisahkan oleh maut dan membuat Reya sedikit trauma untuk kembali mengenal cinta.

Tapi bukankah setiap manusia memang sudah memiliki jodohnya masing-masing?

Begitupun dengan Reya. Saat usianya dewasa, rasa cinta kembali mengetuk hatinya lewat seorang polisi bernama Seno. Tapi sekali lagi, hubungan diantara mereka tidak selurus jalan tol. Banyak sekali ujian di dalam hubungan mereka. dan banyak juga misteri yang muncul sejalan kasus yang sedang dihadapi oleh AKP Seno Pramudya.

Akankah cinta Reya dengan Seno akan berujung ke dalam sebuah pernikahan???

Selamat membaca sahabat... 😄😄😄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sari N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUISI CINTA

Malam hari. Udara di sekitar pegunungan terasa sangat dingin. Semua siswa sedang berkumpul sambil mengelilingi api unggun agar badan mereka tetap merasa hangat. Reya, Ayisha, Rama, dan juga siswa-siswa yang lain berkumpul disana. Malam ini tidak ada perbedaan antara peserta ataupun panitia. Mereka semua membaur dalam satu lingkaran hangat dan ceria. Mereka bertepuk tangan mengikuti alunan lagu yang sedang dinyanyikan Rivaldi untuk menghibur semua. Suara Rivaldi sangat merdu. Apalagi ditemani dengan alunan gitar yang ia mainkan membuat semua wanita di sana teriak-teriak histeris. Tatapan Reya fokus pada Rama yang duduk disebrangnya. Sedangkan Rama, tak pernah sedikitpun mengalihkan pandangan ke arah dimana Reya berada. Sepertinya Rama memang tau kalau Reya ada disana dan sebisa mungkin dia menghindari kontak mata langsung dengan Reya.

Semua orang yang mengikuti acara ini sangatlah senang. Mereka tidak pernah menyangka kalau acara kemping tahunan anak OSIS tidak semenyeramkan sewaktu Masa Orientasi Siswa. Acara ini lebih condong ke arah liburan bersama. Melihat Reya yang sedari tadi tidak bergerak memandang wajah Rama, memunculkan naluri mak comblangnya Ayisha kembali.

“Echem.. serius amat memandangnya? Jangan-jangan sambil baca pelet semar mesem ya? Hahahha,” tanya Ayisha sambil menyenggol bahu Reya yang kebetulan duduk di sampingnya.

“Kenapa gue baru nyadar ya kalau Rama itu ganteng banget,” ucap Reya tidak sadar dan berhasil membuat ketawa Ayisha semakin kencang.

“Kan gue udah bilang kalau Rama adalah orang paling ganteng di geng gue.!!!”

“Iya.. Iya.. sekarang gue ngaku deh kalau Rama adalah yang paling ganteng,” ucap Reya.

“Jadi, apa sekarang elo mau nyatain cinta ke Rama?”

“Hmm gue ga yakin Sha. Elo liat sendiri kan gimana sikapnya dia sama gue? Kayaknya dia benci banget sama gue. Dia bahkan gak mau nyapa gue. Gue selalu dianggap gak ada,” ucap Reya menunduk sedih.

“Oh iya? Tapi dari sudut pandang gue, gak gitu juga,” ucap Ayisha sambil tersenyum mengingat betapa cemburunya Rama saat Reya pergi jalan berdua dengan Doni waktu itu.

Perbincangan kecil kedua saudara itu berhenti setelah semua orang bertepuk tangan dengan riang, mengiringi berakhirnya alunan nada-nada cinta dari Rivaldi.

“Baiklah. Sesi jadi artis sudah selesai ya,” ucap Rivaldi setelah selesai menyanyikan dua buah lagu cinta.

Semua orang di sana mengeluh dan memintanya untuk bernyanyi lagi tapi Rivaldi menolak dan membuat sebuah permainan untuk mengganti acara nyanyinya.

“Sudah.. Sudah.. Begini saja.. Tadinya sih saya ingin bercerita tentang hal-hal seram tapi jujur saja saya agak sedikit penakut. Hehhe.. Oleh karena itu, bagaimana kalau kita akan bermain puisi cinta.”

Semua orang saling berpandangan dengan ide yang diungkapkan oleh Rivaldi. Mereka semua tidak mengerti jenis permainan apa itu. Rivaldi memang satu-satunya anggota OSIS yang selalu saja memiliki ide-ide gila tapi sangat menyenangkan. Apalagi jika acaranya bertemakan dengan cinta. Hmmm, Rivaldi adalah juaranya. Karena penasaran dengan permainan yang disodorkan oleh sang wakil ketua OSIS, akhirnya semua orang yang ada disana serempak mengatakan setuju.

“Baiklah karena semua setuju, jadi permainannya begini. Saya ada sebuah tongkat kecil. Kita putar secara estafet dan saya akan kembali menyanyi. Ketika saya berhenti bernyanyi maka orang yang memegang tongkat tersebut harus ke depan dan membacakan sebuah puisi cinta atau mungkin mengungkapkan perasaannya pada seseorang tapi harus lewat puisi ya! Awas jangan menembak secara langsung! Nanti ga seru. Tapi kalau memang si objek ngerti kemana arah puisi itu ditujukan dengan kata lain dia tau kalau puisi itu ditujukkan untuknya, boleh kok dia langsung merespon dengan cara apapun. Baik kalian siap?”

Semua orang berteriak siap. Tongkat kecil itu pun mulai berputar. Berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Rivaldi terus menyanyi daaannn stop, dia menghentikan lagunya. Tongkat berhenti di tangan Miranda, cewek kelas X yang sedari tadi terus menggoda Rama. Melihat hal itu, wajah Reya berubah kecut. Dia sudah tau pasti kemana dan kepada siapa wanita itu akan membacakan puisinya. Miranda berdiri dan berjalan ke arah tengah lingkaran. Sengaja badannya dia arahkan tepat ke depan di mana posisi Rama berada. Sambil tersenyum dia memulai puisinya.

Teruntuk Kakak Kelasku...

Kamu itu Tampan...

Kamu itu sopan...

Kamu itu Baik....

Kamu itu pintar...

Dan aku mengagumimu....

Setelah selesai dia pun kembali duduk. Semua orang bertepuk tangan. Hanya Reya yang cemberut sambil memandangnya dengan sinis. Dadanya terasa sangat sesak mendengar ada wanita lain yang sudah memuji-muji idaman hatinya.

Rivaldi kembali menyanyi dan tongkat pun kembali berputar. Semua orang bersemangat dengan permainan ini. Ada yang menahan-nahan tongkat di tangannya karena berharap dia yang maju, ada juga yang secepat kilat melempar tongkat di tangannya kepada orang di sampingnya karena takut dia yang harus maju. Setelah beberapa putaran daaaannnn stop, Rivaldi kembali menghentikan lagunya. Dan tongkat tersebut jatuh di tangan sang ketua OSIS yang tidak lain adalah Rama.

Wajah Rama terlihat agak sedikit bingung. Wajar saja dia tidak ada persiapan sama sekali dengan permainan ini. Apa yang harus dia katakan? Berbeda dengan wajah Reya yang tampak sangat penasaran dengan apa yang akan diucapkan oleh Rama. Sesekali dia berhayal kalau Rama akan membacakan puisi cinta untuknya. Dan kalau saja itu terjadi, sudah pasti dia akan bangkit dari duduknya lalu berlari memeluk Rama dan berkata kalau dia bersedia menjadi pacarnya.

Dengan perlahan Rama bangkit dari duduknya, berjalan ke arah tengah dan memulai puisinya.

Cahaya....

Akulah cahaya matahari yang selalu menghangatkan tubuhmu...

Akulah cahaya matahari yang selalu menyinari langkahmu...

Akulah cahaya matahari yang selalu menerangi setiap gelapmu..

Walaupun malam datang dan menghalangiku....

Aku akan tetap ada dan setia menemanimu...

Karena aku adalah Cahayamu....

Hmmmm, semua wanita seperti meleleh mendengar puisi romantis Rama. Semua wanita berharap kalau puisi itu ditujukan untuk mereka. Sedangkan semua laki-laki saling bertanya siapa sosok yang sedang dibicarakan Rama.

Untuk mengembalikan suasana, Rivaldi kembali bernyanyi dan tongkat pun kembali berputar. Syair demi syair dia lantunkan dengan merdu. Semua anak kembali fokus pada tongkat yang sedang diputar daaannnn stop, tongkat berhenti di tangan Reya. Reya sangat senang mendapatkan tongkat itu. Mungkin ini adalah kesempatannya untuk mengungkapkan isi hatinya pada Rama. Dengan semangat Reya maju ke depan dan memulai puisinya.

Di suatu tempat kita bertemu...

Sejalan dengan waktu kita berteman...

Karena suatu sebab kau terjatuh...

Cahaya yang hangat berubah menjadi salju yang dingin..

Entah kapan musim semi akan datang..

Aku akan selalu menunggu...

Tak terasa air mata Reya keluar dari pelupuk matanya. Dengan cepat dia mengusapnya agar tidak ada siapapun yang melihatnya. Untungnya suasana saat itu memang sedang gelap. Reya pun langsung duduk kembali. Dan permainan pun kembali dilanjutkan.

###

1
Misyati
good 👍
silviaanugrah
6 dukungannn, ditunggu feedback-nya ya Thor 🌟
hiatus
halooo salam kenal kak, aku baru mampir 😍🥰
Elbi
abseeeen seruuuu kak
Elbi
meninggalkan jejaaaak😘
Affandi
Siswa ga baru🤭 untung bukan siswa abadi🤣
Affandi
hai kak Sarii💕😀
Affandi: aku baca asiyah jadi inget temenku sma yang gak bisa berhenti ngoceh🤣
total 2 replies
Affandi
pfft mulutnya emang kaga ada rem
OP_PRO
selamat kakak 😊 happy ending sesuai yg diinginkan
Ria Diana Santi
Aish, mantap bat puisinya Thor!
Ria Diana Santi: Sama²...🤗🤗
total 3 replies
Bagus Effendik
next upnya
Bagus Effendik
hore hore hehe maaf mas bisanya spam like dulu
Bagus Effendik
like boom like like terus
Bagus Effendik
hadir mampir lagi aku
Bagus Effendik
nitip like dan semangat selalu
Bagus Effendik
nitip jejak dulu
Bagus Effendik
lanjut lanjut
Bagus Effendik
hadir dulu ya
Bagus Effendik
salam swmangat loh dari mas Dalang T O H
Bagus Effendik
aku tim penyemangat dulu ya hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!