(PERINGATAN❗❗❗ AREA TERLARANG UNTUK ANAK-ANAK. KARENA DI SINI BANYAK ADEGAN ANEHNYA)
Alex, seorang detektif matrek dan mesum, serta cukup terkenal dengan keahlian membuka tabir kriminal yang belum terungkap masuk dalam lingkaran misteri kematian wanita malam yang bernama Isabella.
Akibat kematian Isabella, dan detektif Alex yang terjun menangani kasus, membuat para kriminal tingkat tinggi harus bermain cantik, dan mengeluarkan cukup banyak uang. Bahkan ingin melenyapkan detektif Alex, agar kasus kematian Isabella tidak terungkap.
Satu per satu tabir kebenaran terungkap. Namun di tengah-tengah ketegangan, detektif Alex menemukan fakta bahwa sebenarnya Isabella belum meninggal dunia.
Jadi, siapa sebenarnya yang meninggal itu? Kenapa arwah Isabella terus menghantui Alex? Dan kenapa para tertinggi Kriminal ketakutan dengan detektif Alex?
.
.
.
Agar aku semakin bersemangat membuka satu per satu kasus kematian Isabella. Aku minta bantuan kalian di setiap komen di bab 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 Arnold di Hukum. Pernyataan Martinus
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam ruangan gelap terasa hening, beberapa siluet bertubuh tegap berdiri di sekitar seorang pria yang terikat erat. Cahaya redup bersinar dari lampu langit-langit menyulut wajah-wajah mereka, memberikan kesan misterius dan menakutkan.
“Hei, apa yang terjadi? Mengapa kalian semua diam-diam saja? Berikan dia apa yang layak ia dapatkan!” perintah seorang pria yang duduk di kursi besar, sambil tertawa.
Suasana tegang terabaikan oleh tawa penuh kejahatan dari pemimpin mereka. Beberapa lelaki tersebut mendekati pria terikat, wajah-wajah mereka dipenuhi oleh senyum keji yang menakutkan.
“Kenapa Anda ceroboh?” tanya pelaku 1 sambil memegang alat penyiksaan.
“Dia pasti akan menyesal telah melanggar perjanjian,” tambah pelaku 2 dengan suara rendah dan senyuman misterius.
“A-ampuni saya, Bo-bos…”
“Beri dia hukuman karena telah membuat keonaran!” perintah pemimpin mereka dengan lantang.
“Ampuuun!!!!”
Pria terikat hanya bisa meronta-ronta tanpa daya, tatapan matanya penuh dengan ketakutan dan keputusasaan. Sementara itu, pemimpin mereka terus menikmati pertunjukan kekejaman dengan senyuman puas di wajahnya.
“Lihatlah betapa rendahnya kau sekarang. Aku berharap kau menikmati hukumanmu, karena ini hanya awal dari apa yang akan kau dapatkan, Arnold!” celetuk pemimpin mereka sambil menatap pria terikat.
Dengan sikap dingin dan tanpa belas kasihan, pria itu memerintahkan anak buahnya untuk melanjutkan tindak kekerasan terhadap Arnold, menciptakan suasana mencekam dan menakutkan di dalam ruangan gelap itu.
❌❌❌
Di sisi lain, ambang pintu rumah yang akrab, detektif Alex menatap pintu dengan wajah tegang. Isabella berdiri di sisinya, mencerminkan ketegangan yang sama. Dengan hati berdegup kencang, Alex mengambil napas dalam-dalam sebelum membuka pintu.
“Mari masuk, Isabella,” ajak Alex dengan suara serak.
“I-iya.”
Mereka memasuki rumah dengan langkah berat. Suasana dalam rumah terasa berbeda, seakan menyimpan segala ketidakpastian membebani pikiran mereka. Lampu redup di ruang tamu menciptakan aura misterius semakin memperdalam ketegangan.
“Maafkan keadaan rumahku yang berantakan, Isabella,” ucap Alex sambil memasuki ruang tamu.
Isabella hanya mengangguk sambil menatap sekeliling dengan pandangan kosong. Di dalam hatinya, ia merasakan beban sama seperti yang dirasakan Alex. Mereka duduk di sofa, tetapi keheningan mengisi ruangan membuat suasana menjadi semakin tegang.
“Apa yang Martinus katakan... itu... itu benar?” tanya Alex dengan suara tercekat.
Isabella menatap Alex dengan tatapan dalam. Sebuah kekhawatiran yang dalam menghiasi matanya. Bibirnya terkunci, suara-suara jawaban di dalam hati terhenti di tenggorokan, seakan tidak bisa dikeluarkan dengan mudah, menjawab pertanyaan Alex.
“Jawab aku, Isabella!” desak Alex menekan nada suaranya.
“Ya, detektif Alex... itu benar,” sahut Isabella dengan suara lembut.
Detik-detik berlalu dengan lambat, diisi oleh suara ketukan jam dinding terdengar seperti dentuman menyakitkan. Alex mencoba menenangkan dirinya, mencerna berita yang baru saja ia terima.
“Jadi... kau... selamat?” tanya Alex dengan suara bergetar.
Isabella mengangguk perlahan, raut wajahnya penuh dengan peristiwa-peristiwa pertempuran, pengkhianatan, dan banyak hal kejam lainnya yang telah ia lewati.
“Iya, detektif Alex... aku selamat dari kecelakaan itu,” sahut Isabella dengan suara bergetar.
Detektif Alex mencoba menenangkan dirinya dari kebingungannya yang luar biasa. Setelah sekian waktu hidup dalam teka-teki tak terucapkan, kebenaran yang terungkap begitu menyakitkan namun juga membebaskan. Mereka duduk bersama, sebuah kenangan atas ucapan Kepala Kepolisian menggema di kepala Alex.
⭐⭐⭐⭐⭐
Flashback Ucapan Martinus
Kepala kepolisian Martinus menatap Alex dengan serius, berusaha menyampaikan informasi penting yang selama ini disembunyikan, dan ditutupi oleh Kepala kepolisian Martinus kepada detektif Alex.
“Detektif Alex, saya tahu ini sulit dipercaya, tapi kita harus menerima kenyataan yang terjadi. Wanita malam yang ditemukan di lokasi kejadian bukanlah Isabella,” ucap Martinus mengejutkan Alex.
Detektif Alex terdiam, matanya memancarkan rasa keterkejutan dan kebingungan mendalam. Dia mencoba memproses informasi baru saja dia dengar, mencari-cari makna di balik kata-kata Martinus.
“Tapi bagaimana mungkin? Wa-wajah wanita itu, da-dan setiap lekukan tubuhnya sama dengan Isabella.”
“Wanita malam itu menggunakan topeng kulit yang sangat mirip dengan wajah Isabella. Topeng kulit digunakan oleh wanita malam itu merupakan karya seni yang begitu rinci dan mirip dengan wajah asli Isabella.”
“Terbuat dari bahan halus dan fleksibel, topeng itu dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyesuaikan bentuk wajah dengan sangat presisi. Permukaannya dilapisi dengan lapisan cat khusus yang memberikan tampilan seperti kulit manusia, lengkap dengan detail-detail halus seperti pori-pori dan kerutan membuatnya terlihat hidup.”
“Wajah diukir di atas topeng itu memiliki semua karakteristik wajah Isabella: mata yang tajam dan bercahaya, hidung yang elegan, dan bibir yang sensual. Setiap garis dan kontur diukir dengan sangat teliti, sehingga topeng tersebut begitu mirip dengan wajah asli Isabella. Saat dikenakan, topeng itu seolah-olah menghidupkan kembali kehadiran Isabella, membuatnya hampir tidak terpisahkan dari sosok aslinya.”
“Namun, di balik keindahan dan kehalusan topeng itu, terdapat aura misterius menambah kesan yang menyeramkan. Seakan-akan topeng itu memiliki kekuatan untuk menyembunyikan identitas sejati wanita memakainya, menjadikannya alat sempurna untuk menyamar dan menipu siapapun yang melihatnya.”
“Isabella telah lama membuat topeng itu. Wanita tangguh itu selalu mempersiapkan kejutan-kejutan menakjubkan untuk mengelabuhi setiap target yang dianggapnya musuh,” jelas Martinus dengan nada rendah tentang kecelakaan janggal menimpa Isabella.
Suasana terasa begitu hening, terganggu hanya oleh suara langkah-langkah kaki yang gemetar. Detektif Alex mencoba menyerap informasi baru saja dia terima, berusaha memahami implikasi dari kebenaran yang terungkap.
“Jadi... jasad wanita yang aku kira Isabella...”
“Detektif Alex. Itu bukanlah Isabella. Itu hanyalah seorang wanita malam yang menyamar dengan wajah Isabella. Wanita malam itu telah di bayar mahal oleh Isabella, untuk bertemu dengan Richard,” sahut Martinus semakin mengejutkan Alex.
Detektif Alex menutup matanya sejenak, mencoba meredakan kekacauan berkobar di dalam benaknya. Segala sesuatunya terasa begitu membingungkan, namun di balik semua itu, ada satu hal yang pasti: kebenaran harus diungkap, dan mereka harus menemukan cara untuk menjatuhkan semua lawan-lawan yang bersembunyi di balik kuatnya pemerintahan.
⭐⭐⭐⭐⭐
Kembali ke Alex dan Isabella
Duduk di ruang tamu sunyi, detektif Alex memandang Isabella dengan tatapan campuran antara keterkejutan dan pertanyaan yang tak terucapkan. Isabella duduk di seberangnya, tampak tenang meski matanya memancarkan kebencian mendalam. Suara jam dinding di sudut ruangan terasa berdentum seperti detik-detik rahasia yang menguak kebenaran.
“Isabella, aku masih tak bisa mempercayainya. Apa yang Martinus katakan...” ucap Alex terbata-bata.
Isabella menatap Alex dengan ekspresi penuh pengertian. Dia tahu Alex sedang merasakan kebingungan ketika pertama kali mengetahui kebenaran itu.
“Aku tahu ini sulit dipercaya, detektif Alex. Tapi itulah yang sebenarnya.”
Suasana hening terbentang di antara mereka, diisi oleh hembusan angin sepoi-sepoi masuk melalui celah-celah jendela. Alex masih tidak habis pikir jika dirinya benar-benar dikelabui oleh seorang wanita. Alex, seorang detektif yang terkenal akan keahliannya benar-benar tidak bisa berkutik ketika menerima kenyataan, jika dirinya kecolongan.
“Jadi... jasad wanita yang bersama Richard...” ucap Alex tergagap.
Isabella mengangguk, memahami pertanyaan yang ingin diungkapkan Alex.
“Ya, detektif Alex... itu bukanlah aku. Itu... itu hanya seorang wanita malam yang menyamar dengan wajahku. Aku sudah membayar mahal wanita itu,” ucap Isabella menegaskan.
Detektif Alex mencoba memproses informasi baru saja dia terima langsung dari Isabella. Semuanya terasa begitu tidak masuk akal, namun semuanya juga terasa begitu logis. Isabella tidak pernah pergi, dia hanya bersembunyi di balik topeng yang dikenakan oleh wanita malam itu.
“Kenapa, Isabella? Kenapa kalian menipu?” tanya Alex meluapkan isi pikirannya.
Isabella menghela napas dalam-dalam, mempersiapkan dirinya untuk menjelaskan rahasia gelap yang telah dia simpan begitu lama.
“Bukan kalian. Tapi, aku. Hanya aku seorang diri yang menipumu. 2 hari sebelum kejadian itu terjadi, aku sudah meminta tolong kepada kepala kepolisian Martinus untuk tidak membiarkanmu menyelidiki kasus kematianku di TKP,” sahut Isabella dengan suara penuh penyesalan.
“Jadi, kau menyepelekan pekerjaanku?”
“Aku tak punya pilihan, detektif Alex. Aku harus melindungi diriku sendiri saat itu... dan juga...” Dia berhenti sejenak, matanya memancarkan rasa bersalah, “Aku harus melindungimu,” lanjut Isabella mengejutkannya.
Detektif Alex menatap Isabella dengan tatapan campuran antara keterkejutan dan pengertian dalam. Dia mulai memahami betapa kompleksnya kebenaran yang terungkap di hadapannya. Namun, di balik segala ketidakpastian dan pertanyaan muncul, satu hal yang pasti: mereka berdua harus menemukan cara untuk melanjutkan hidup, bersama-sama, melawan masa lalu yang kelam dan menghadapi masa depan yang belum pasti.
Pesan untuk pembacaku tersayang :
Semoga kalian terhibur. Buat sesama penulis, SEMANGAT!!!!
lanjut kaka... 🌹 untukmu biar cepet up