Sayangnya mereka sepupu, jadi perasaan yang muncul harus dipendam dan berusaha untuk menghilangkan. Walaupun sangatlah sulit bagi Liam untuk melupakan sepupunya yang memang telah di hatinya sejak dulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Penolakan
Violet : Nanti bisa nebeng sekalian bicara sebentar nggak?
Violet mengirim pesan pada Brian. Rencananya dia ingin mengajak Brian ke acara camping keluarga. Karena dia mau membuktikan kalau dia juga sudah gede dan mulai pacaran. Sebenarnya ragu karena dia tidak bisa menyukai Brian lebih dari teman. Perasaannya hanya sebatas teman saja tidak bisa lebih.
Disisi lain Brian yang mendapatkan pesan terlebih dahulu dari Violet, sangat senang. Karena biasanya dia yang lebih dulu kirim pesan dan kadang-kadang tidak dibalas sama gadis itu.
Brian : Oke, nanti gue jemput ke kelas lo ya.
Violet : Nggak usah, gue tunggu di gerbang aja.
🌿
Ketika jam pulang sekolah, Violet benar-benar menunggu di dekat gerbang. Selang beberapa menit sudah ada Brian dengan mobilnya.
Brian berhenti menepi dulu, karena harus membukakan pintu untuk Violet. Sedangkan kalau berhenti di gerbang banyak murid yang juga akan keluar sekolah. Bisa menghalangi jalan nantinya.
Ketika melihat mobil Brian, Violet mendekat. Berniat langsung masuk saja ke dalam mobil tapi kalah cepat dengan Brian membukakan pintu untuk Violet.
Berusaha menunjukkan sisi romantisnya.
"Mau bicara apa? " Tanya Brian setelah ikutan masuk kedalam mobil.
"Gimana kalau sambil makan, lo nggak laper apa? " Tanya Violet, karena tidak mungkin dia bilang disini,kurang pas tempatnya.
"Oke, pasang sabuk pengaman dulu." Brian sudah siap untuk menjalankan mobilnya tapi si gadis cantik itu belum memasang sabuk pengaman.
Violet mencoba memasang sabuk pengaman itu, tapi ternyata agak susah. Hingga mengharuskan Brian untuk membantunya. Sudah seperti adegan di drama aja kalau kaya gini.
Tanpa mereka ketahui ada mata yang melihat mereka berdua dari luar kaca mobil. Kelihatan dari luar tuh Brian seperti hendak mencium Violet.
Brak
Laki-laki itu memukul cap mobil lalu beralih menendang pintunya, tangannya berusaha membuka pintu tertutup itu.
Violet mengetahui aksi nekad itu, dia terkejut.
"Abang? "
Brian juga terkejut ada Liam yang terlihat marah di luar mobil. Dia lalu membuka kaca mobil bagian kiri dekat Violet.
"Keluar! " Liam dengan dinginnya, tidak membentak tapi seperti mengeluarkan api.
"Aku pulang bareng Brian, abang pergi saja. " Jawab Violet berusaha untuk tenang, menahan rasa takut. Karena tatapan Liam, sangatlah tajam menusuk walaupun tidak membentak.
"Pulang sama abang!" Liam memaksa tapi dengan datar dan dingin.
Violet sebenarnya lagi sebel sama Liam, perkara dia sekarang punya pacar lagi. Jadi dia tidak memperdulikan perintah kakak sepupunya itu.
"Nggak mau!, ayo jalan saja Brian. "
"Violet! "
Panggilan Liam tidak dihiraukan, Brian lalu menjalankan mobilnya. Dia membawa pergi Violet seperti telah memenangkan sesuatu.
🍂
Violet dan Brian ke sebuah kafe dekat pantai, yang pemandangannya sungguh indah. Kalau datang dengan pasangan akan menambah suasana romantis.
Padahal mereka masih menggunakan seragam sekolah eh malah masuk ke kafe and restoran romantis seperti ini.
"Kenapa ke tempat seperti ini? sepertinya mahal makanannya." Violet tidak enak, karena menurutnya ini berlebihan.
"Ya biar enak aja ngobrolnya. Kalau nanti kemahalan kan bisa patungan,he." Brian sebenarnya jantungnya sudah berdebar hebat makanya dia tutupi dengan bercanda.Dia mengira kalau gadis ini akan menerima perasaannya.
"Sebenarnya emmm-" Violet ingin mulai bicara tapi dihentikan oleh Brian.
"Kita makan dulu saja, katanya laper? Ayo kita pesan terlebih dahulu. Tenang,uang saku gue banyak kok. " Brian tidak ingin terburu-buru untuk merasakan kesenangan itu. Dia ingin menikmati momen yang akan menjadi sejarah baginya menjadi panjang. Mungkin sekalian bisa melihat sunset disini juga nanti.
Kemudian mereka memesan makanan dan minuman pada karyawan kafe yang datang. Setelah selesai mencatat dia pergi.
Violet tidak sabar ingin bicara,
"Emmm begini Brian, sebenarnya gue mau menagih hutang lo ke gue. Soal yang akan mengabulkan permintaan gue apapun itu setelah nolongin elo waktu itu. " ucap Violet agak tegang.
"Ohh iya, apa permintaan lo? " Brian memang berjanji akan mengabulkannya.
"Sebenarnya gue nggak enak bicara ini sama lo, tapi gue beneran butuh bantuan lo kali ini. " Violet mengisi oksigen dulu sebelum melanjutkannya.
"Keluarga gue mau mengadakan camping gitu hari sabtu besok, dan saudara-saudara gue rata-rata punya pacar. Terus mereka disuruh bawa pacar mereka. Nah, gue nggak mau terlihat menyedihkan. Jadi mau nggak lo jadi pacar bohongan gue untuk sehari aja pas camping itu. "
Brian menyimak dengan seksama,tapi dia merasakan kekecewaan karena dia ternyata tidak diterima."Kenapa harus bohongan? Gue kan suka sama elo, kita bisa pacaran beneran."
"Iya, gue tahu. Gue berterimakasih banget lo sudah suka sama gue. Tapi ternyata perasaan kita nggak sama. Brian... maafin gue ya? " sedikit canggung.
Perasaan Brian teriris, dia ternyata memiliki perasaan sepihak.
"Jadi gue ditolak jadi pacar lo. Tapi disuruh jadi pacar bohongan lo gitu maksudnya? " Mengatakan ini dengan menahan sakit, ditambah lagi cewek ini malah menyuruhnya untuk berbohong.
Violet mengangguk, dimata Brian dia seperti cewek jahat. Tega mempermainkan perasaan nya, ditolak tapi diajak pacaran bohongan.
Sebelum pembicaraan mereka berlanjut, pesanan mereka datang. Pelayan kafe menyajikannya dengan baik.
Setelah pelayan itu pergi, mereka lanjut bicaranya.
"Maaf Brian, sebenarnya gue juga malu banget minta seperti ini. Tapi bukankah lo udah janji waktu itu bakalan mewujudkan apa permintaan gue. Kita setelah itu impas, tidak ada hutang lagi. " Ucap Violet yang terdengar sebenarnya tidak ada rasa malu.
Brian diam, dia mengambil sendoknya sambil menahan amarahnya.
"Makan dulu aja, siapa tahu setelah makan kamu berubah pikiran. Mau menjadikan gue pacar beneran lo." saran Brian, terdengar penuh harap.
Mendengar ucapan Brian seperti horor bagi Violet. "Jangan-jangan lo kasih obat pelet? "
Brian tertawa walaupun hatinya hancur, "Ya biar lo terpikat sama pelayan tadi. Kan dia yang ngasih makanan ini."
Violet ikut tertawa kecil, kemudian mereka makan bersama.
Selesai makan, matahari yang akan terbenam terlihat cantik.
"Sunset nya bagus dari sini. Kok lo bisa tahu tempat makan yang indah dan enak begini? "
"Gue pernah kesini sih dulu sama Gadis, tapi dia nggak suka sama suasananya. Padahal gue suka, dan ternyata elo juga suka. Berarti kita sebenarnya cocok loh " Brian mengingat bagaimana dia pertama kali ke sini dengan mantannya.
Violet melihat laki-laki itu seperti melamun.
"Tapi yang gue tangkap lo masih belum bisa melupakan mantan lo itu Brian. "
"Hah? kenapa begitu? Gue sudah move on kok. Lagian tempat ini tidak begitu berkesan untuk kami. Karena ya itu tadi, dia nggak menyukainya. " balas Brian menjelaskan perasaannya.
"Walaupun tidak menyukai tempatnya, dia pasti suka dengan orang yang mengajaknya waktu itu. " pendapat Violet.
"Hemm, itu di sofa dekat laut. Tapi dia malah menyarankan untuk pindah ke hotel. Katanya nanggung cuma di sofa nggak bisa ngapa-ngapain. Makanya dia nggak suka tempat umum. Dia suka kalau main ke apartemen gue aja, nggak suka diajak keluar." Brian menunjuk sebentar dengan dagunya ke arah tempat duduk yang ada sofa bundarnya. Rata-rata diisi oleh pasangan. Sebenarnya tadi mau duduk disitu tapi Brian berpikir ulang. Karena tempat duduknya belum pantas untuk statusnya dengan Violet sekarang.
Untung saja tidak memilih sofa itu, karena ujungnya dia ditolak ternyata. Bisa-bisa dia trauma dengan tempat ini setelah ini.
kalo wanita yg lagi emosi bilang pergi itu artinya jangan pergi
kalo bilang baik artinya tidak baik
sama2 harus menahan rasa. nyesek jadinya..
ini tu rasanya mirip kaya marahan ama suami,, sebenarnya kangen rindu tp gengsi kalo mau minta baikan duluan ya kan..
atau q yg salah baca di awal
( saya pernah mendengar seperti ini: td nya sodara (sepupu) abis nikah bermasalah, bercerai malah jd musuhan. sedangkan kl nikah nya sama orang lain kan apabila bercerai ya balik jadi orang lain lagi.. gak rugi.
tp apakah pernikahan melulu harus memikirkan perceraian. harusnya kan mikir gimana biar bahagia, langgeng, barokah rumah tangga nya)