(Season dua dari novel Broken Marriage)
Menikah lagi bukan prioritas untuk Alana yang sudah menjanda dua kali, penderitaan yang dialami menyisakan trauma mendalam baginya yang merasa tak akan pernah bahagia dalam ikatan tersebut. Banyak pria yang datang mendekat, namun Alana mengacuhkannya.
Lalu bagaimana jika kedua mantan suaminya kembali datang menawarkan cinta dan sebuah ikatan pernikahan.
"Kali ini biarkan aku berjuang demi cintaku, dan jangan pernah tinggalkan aku." (Gabriel Askara)
"Maafkan aku, aku menyesal telah menyiakanmu di masa lalu, betapa bodohnya aku." (Bayu Adiyaksa)
"ALANA, MENIKAHLAH LAGI DENGANKU!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Gabriel berjalan mondar- mandir memikirkan bagaimana caranya agar Alana mau datang dengan sendirinya, karena jelas jika dia yang bicara Alana tidak akan mau datang.
Namun saat matanya melihat Joana dia mengerutkan keningnya "Kenapa dengan anak papa ini?"
Joana memberengut, "Kapan mama datang Pa." Sepertinya Joana mulai bosan.
Gabriel mendudukan dirinya di depan Joana "Ana gak suka sama papa, gak betah?" tanya Gabriel dengan wajah murung, bagaimana pun dia bertemu Joana belum genap satu bulan maka pantas saja Joana mungkin belum terbiasa, tapi hati Gabriel sakit rasanya karena Joana tidak merasa betah dengannya.
"Ana suka, tapi kalau ada mama pasti lebih seru, Ana juga kangen mama." Gabriel mengelus rambut Joana sayang.
"Ana mau menghubungi mama?" tanya Gabriel, dan langsung mendapat anggukan dari Joana, jadi Gabriel menggerakan jarinya dan mulai menghubungi Alana.
...
Alana baru saja selesai mandi saat ponselnya berdering, nampak nama Gabriel disana hingga tanpa berpikir panjang Alana menerima panggilan tersebut, sudah sejak pagi Alana berusaha menghubungi Gabriel tapi pria itu tak menerima panggilannya.
"Mama .... Hiks."
"Ana, Ada apa sayang?"
"Mama, Ana sakit.." Dan saat mendengar suara Joana terisak Alana tak bisa lagi berdiam diri, rasa khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada Joana kini memenuhi hatinya jadi dengan segera dia meminta Daniel untuk mengantarkannya ke bandara, apalagi mendengar jika Joana sakit membuat Alana semakin khawatir.
Alana menghela nafasnya saat melihat Gabriel menjemputnya di bandara, dia di sambut dengan senyuman tampan pria itu.
"Ayo," ajaknya setelah memasukan koper Alana ke dalam bagasi.
Alana masuk kedalam mobil setelah Gabriel membuka pintu "Gimana Joana bisa sakit, apa kamu tidak menjaga Ana dengan baik?" tanya Alana saat Gabriel mulai melajukan mobilnya.
Gabriel menghela nafasnya, bagaimana dia harus menjelaskan jika itu kenakalan Joana agar Alana mau datang, Gabriel bahkan tak menyangka jika Joana akan berkata seperti itu.
Jadi Gabriel hanya diam, biar Alana lihat sendiri Joana seperti apa sekarang.
Saat Gabriel pergi bocah itu bahkan sedang memakan camilan dengan bahagia.
Gabriel dan Alana memasuki rumah dan di sambut dengan Joana yang melompat dengan bahagia, melihat kedua orang tuanya datang.
"Mama, Papa." Joana memeluk Alana yang mengerutkan keningnya, Joana bilang dia sedang sakit, tapi justru putrinya terlihat segar dan bersemangat.
Alana menatap Gabriel tajam, "Jangan bilang ini ide kamu," katanya dengan menahan amarah.
"Aku tidak, tapi aku bersyukur karena berkat Joana kamu benar- benar datang." Gabriel menarik koper Alana memasuki kamar Joana, lalu pergi ke arah dapur untuk membuatkan minuman untuk Alana.
"Ana membohongi mama?" tanya Alana tak percaya.
Joana menunduk "Ana cuma mau disini sama mama," ucapnya dengan suara serak hampir menangis.
Alana menghela nafasnya "Ana tahu, mama sangat khawatir sampai- sampai gak berpikir lagi untuk datang, tapi gimana kalau karena panik terjadi sesuatu yang buruk sama mama, Ana mau?"
Joana menggeleng masih terlihat sedih "Ana cuma mau kita tinggal bersama papa, seperti teman Ana, di rumah mereka ada mama, dan papa, tapi kenapa Ana gak bisa ... Ana juga mau kayak temen- temen Ana ...maafin Ana sudah berbohong." Joana membalik tubuhnya dan berlari ke arah kamarnya.
Alana memejamkan mata, betapa hatinya sakit melihat Joana menangis, dan lagi- lagi selama ini Alana hanya menyangkal jika Joana membutuhkan sosok Ayah, tapi nyatanya Joana benar- benar memimpikan keluarga yang lengkap seperti keluarga pada umumnya.
"Masih mau menyangkal kalau kita memang harus bersama, Lana?" Alana menghela nafasnya, dan menoleh pada Gabriel yang kini sedang berada di belakangnya.
Gabriel menyimpan cangkir berisi teh yang akan dia sajikan untuk Alana dia atas meja, lalu berjalan mendekati Alana.
"Aku berjanji akan melindungimu, aku tak tahu dimana kesalahanku, apakah kesalahanku karena aku mencintai kamu."
Alana tertegun bahkan hingga kini Gabriel ada di hadapannya Alana masih terdiam.
Gabriel mengusap lembut pipi Alana, "Ayo menikah lagi. Aku tidak akan biarkan mama mendekat, aku janji dia tidak akan berani menyakitimu, kita akan bahagia, kita dan anak- anak kita."
Alana baru saja membuka mulutnya, namun seseorang bersuara di belakang mereka hingga Gabriel dan Alana mengerutkan keningnya.
"Aku tidak setuju!"
"Kau! Bagaimana kau ada disini?!" Gabriel menatap tajam Bayu yang kini berdiri di depan pintu masuk.
"Aku datang saat tahu kamu ada disini," ucapnya pada Alana tanpa menghiraukan Gabriel.
Gabriel, mendengus sebal kenapa penjaga mengizinkan Bayu masuk tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu padanya, apa mereka ingin di pecat.
"Dan kalau aku gak datang, aku mungkin gak akan tahu kalau kamu berlaku gak adil Lana." Bayu awalnya menghubungi Alana namun karena wanita itu tak juga menjawab panggilannya, Bayu menghubungi Nita, dan sekertaris Alana itu mengatakan jika dia sedang pergi ke kota xxx untuk menjemput Joana.
Dan saat sekertaris Alana itu mengatakan kota xxx Bayu tahu kemana tujuan Alana, dan bergegas datang, dan benar saja dia berada di rumah Gabriel.
Awalnya Bayu sempat di halangi namun saat menyebutkan jika dia adalah rekan bisnis Gabriel dan mengancam akan membatalkan perjanjiannya barulah dia di izinkan masuk.
Lalu ... lagi, saat masuk dia di kejutkan dengan perkataan Gabriel yang mengajak Alana menikah lagi.
"Ini gak adil buat ku Lana, kalau sampai kamu menikah lagi dengan Gabriel, sedangkan kami sama- sama bersalah di masa lalu."
Alana memijat keningnya, kepalanya tiba- tiba berdenyut "Lalu apa mau kamu?" bukan Alana yang bertanya melainkan Gabriel.
Bayu menatap Gabriel dengan tajam lalu berkata "Ayo kita bersaing dengan sehat, dan biarkan Alana memilih salah satu diantara kita."
semangat berkarya😍😍
setangkai bunga mawar untuk author 🌹