Setiap kisah cinta mempunyai cerita sendiri, memiliki awal dan akhir yang berbeda, bukan? Setiap pasangan pasti ingin perjalanan cintanya berakhir bahagia,bukan? Tapi... pasti juga akan ada pasangan yang berakhir menyedihkan, iyakan?
Lalu bagaimana akhir dari perjalanan cinta Ketua Tim Basket dan Ratu Es sekolah?
ikuti kisah mereka dalam novel ku yang kedua.
'journey of love'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NurFitriAnisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Kunjungan Pertama
Kak Reza menghentikan Mobilnya tepat di halaman rumah yang besarnya hampir sama dengan halaman rumah kami. Sekarang, di halaman rumah tersebut sudah ada, beberapa kendaraan yang terparkir, mungkin milik tamu yang lain atau milik keluarga Reno.
"Kita, sudah sampai. Ayo, turun." Seru Kak Reza.
"Beneran kak!? Sudah sampai!? Jadi, rumah Reno benar-benar dekat dengan rumah kita?" Tanyaku sambil turun dari mobil.
Wajar jika aku bertanya, sebab tidak sampai 20 menit kami sudah sampai di rumah Reno. Ternyata, Rumah Reno terletak beberapa blok dari rumah kami. Jika, aku berjalan kaki, mungkin hanya memerlukan waktu kurang dari empat puluh menit! Jika, dari rumah Ella itu bahkan lebih dekat!
"Eh! Memangnya, aku belum kasih tahu Kamu, Na?" Ucap Ella.
Aku mengatakan belum sambil menggelengkan kepalaku.
"Hehehe, maaf."
"Kalau begitu, bagaimana Kak Reza tahu ini rumah Reno?" Tanyaku.
"Ehm... Kamu ingat saat kita baru pindah rumah kesini. Mama suruh kita bagikan kue ke tetangga-tetangga, kan?...." Ucapan Kak Reza terhenti.
Untuk memastikan aku mengingat hal tersebut. Aku menganggukkan kepalaku.
"Nah, karena hal itu, Kak Reza jadi tahu ini rumah Reno." Lanjut Kak Reza.
"Tapi, Kak Reza, waktu kita pindah rumah itu hari sekolah, kan? Jadi, tidak mungkin Kak Reza ketemu Reno. Ketemunya paling sama pengurus rumah, atau sama orang tuanya, kan? Jadi... darimana Kak Reza tahu ini itu rumah Reno?" Ucapku menatap Kak Reza.
Kak Reza terlihat sangat gugup, seperti dia tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaanku itu.
"Itu... Kak Reza ke-" ucapan Kak Reza terpotong oleh Reno.
"Aku dengar, ada ribut-ribut di luar. Kira ada apa, ternyata kalian sudah datang." Ucap Reno yang keluar dari rumahnya. pada kami.
"Ayo masuk, Kak Reza, Raina, Ella. Mari, masuk." Lanjutnya mengajak kami.
Sebelum, masuk aku melihat barang yang aku bawa, apakah aku tidak melupakan sesuatu di dalam mobil? Aku mengeceknya kembali, setelah memastikan semuanya aku bawa aku bergegas menghampiri Kak Reza yang sudah mengikuti Reno dan mengatakan.
"Sudah tidak ada lagi yang terlupa, Kak. Kunci saja mobilnya, Kak Reza."
...~~~...
Aku, Ella, dan Kak Reza. Kami bertiga mengikuti Reno masuk ke dalam rumah. Walaupun dari luar sudah terlihat bahwa rumah Reno besar, tapi, jika kita masuk maka itu lebih luas lagi, di dalam rumah Reno sekarang hampir terlihat seperti aula hotel yang biasa di gunakan untuk pesta-pesta semacam ini.
"Raina, kenapa berdiri disitu? Ayo, masuk." Panggil Reno.
Aku ternyata tanpa sadar menghentikan langkahku dan melihat takjub dengan apa yang di lihat oleh kedua mataku saat ini.
Meski kami tinggal di perumahan yang sama, dengan rumah yang ukurannya hampir sama, tapi aku tidak menyangka bahwa di dalam rumah Reno sangat kelihatan berbeda jauh dengan kami. Mungkin, karena saat ini keluarga Reno sedang mengadakan acara syukuran. Jadi, untuk perabotan rumah tangga, mereka singkirkan terlebih dahulu, agar memiliki ruang yang cukup.
"Na, ayo, Reno dan lainnya nungguin kamu masuk loh." Ucap Ella menarik tanganku.
Aku hanya pasrah di tarik seperti itu oleh Ella, sebab saat ini aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku dari segala sesuatu yang ada di dalam rumah Reno. Aku tidak tahu, sejak aku berdiri di depan pintu masuk, aku sangat tertarik dengan beberapa bingkai foto yang tergantung di dinding rumah Reno. Aku merasa aku pernah melihat beberapa foto yang terpasang disana.
Tapi, dimana aku pernah melihatnya? Sedangkan ini adalah pertama kalinya aku ke rumah Reno.
...~~~...
🤔 cerita apa ya ku penasaran