Menceritakan ditemukanya sesosok Wanita yang dalam keadaan terbakar dan membusuk di sebuah hutan tak jauh dari permukiman desa.
Wanita tersebut bernama Ayu, gadis cantik yang baik dan ramah.
Tim investigasi dari Kepolisian kota terus melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat tersebut.
Team kepolisian mengambil sebuah pendapat sementara bahwa Ayu mati dibunuh.
Polisi telah mengantongi informasi orang terdekatnya yakni setidaknya 4 orang saksi yang merupakan Mantan kekasih dan 3 orang Sahabat Ayu.
Team investigasi akan menyelidiki ke 4 orang tersebut dalam kurun beberapa hari ke depan. Apakah mereka terlibat dalam pembunuhan Ayu?.
Polisi juga akan menyelidiki setidaknya 3 orang dari yang bukan teman Ayu, melainkan orang yang pernah berbincang dengan Ayu sebelum ditemukannya mayat Ayu.
Bagaimana kisahnya?
Siapakah yang membunuh Ayu?
Jangan lupa Suport Author agar semakin semangat nulisnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prince Adi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ica menampar Dini
Setelah beberapa menit di dalam perjalanan Maya dan Icapun sampai di rumah Ayu, Dini yang sama sekali tidak mengetahui penyebab rusaknya hubungan Ayu dan Sam sudah berada di rumah Ayu.
Dini pada dasarnya tidak menyukai Sam bahkan Dini berharap bahwa Sam dan Ayu segera menikah, apa yang mereka lihat ketika berada di dalam kafe itu, merupakan sebuah kesalah pahaman yang sulit untuk dijelaskan.
"Eh Maya Ica syukurlah, kalian sudah tahu kabar hubungan Ayu sekarang" Ucap Dini ketika membereskan rambutnya karena berserak ketika melepaskan helm kemudian menghampiri Maya dan Ica.
Plak Plak "Bunyi tamparan dari Ica sebanyak dua kali"
"Ngapain kamu kesni hah?" Ucap Ica sembari menjambak rambut Dini
"Aduh aduh apaan sih ah" Teriak Dini kesakitan
"Kamu kenapa sih Ica" Ucap Dini sedikit kesal dan kesakitan
Karena emosi Mayapun ikut juga menghajar Dini dengan menarik bajunya hingga tersungkur ke lantai.
Aaa "Teriak Dini"
Icapun langsung menendang wajah Dini sehingga baku hantampun terjadi antara Ica Dini dan Maya.
"Hey hey hey apa apaan kalian ini!!" Teriak Ibu Ayu yang menghampiri mereka bertiga
"Kalian ini sperti anak anka saja, kenapa kalian ribut dirumah tante" Teriak ibu Ayu lagi
"Aku gak tahu tan, mereka tiba tiba nyerang Dini" Ucap Dini menahan rasa sakit
"Alahh dsar pel*cur. Cuihh!!" Teriak Ica melampiaskan kemarahnnya
"Hei hei Ica! Jaga sikap kamu dirumah tante ya, tante gak mau kata kata kotor itu tante dengar lagi di rumah tante, jaga sikap kamu!" Ucap ibu Ayu
"Kalian inikan Mahasiswa masak kalian berkelahi sperti anak anak guling guling begitu, kalian pikir usia kalian berapa?!" Teriak ibu Ayu menasehati
"Kenapa mah kok ribut ribut" Tanya ayah Ayu menghampiri mereka
"Ini mereka bertiga berkelahi di teras rumah, gak tahu masalahnya apa, udah guling guling mereka pah di lantai, gila kalian ya?!" Ucap mama Ayu
Mereka bertigapun hanya diam mendengarkan teguran ibu Ayu. Mereka sama sekali tidak berbicara sedikit katapun terkait permasalahan yang mereka lakukan. Karena merasa tersakiti tanpa sebab Dinipun pergi bergegas meninggalkan mereka semua.
"Tante Om Dini pamit ya" Ucap Dini menahan tangis
"Loh loh belum menjelaskan apa apa udah pamit, loh loh" Ucap ibu Ayu kebingungan
"Kalian berdua, masuk kerumah tante mau bicara dengan kalian berdua, ada yang mau tante bahas sekalian sama perkelahian kalian barusan, udah besar, buah dada udah nampak kalian masih berkelahi seperti anak anak" Ucap ibu Ayu
"Pah lihat keadaan Ayu" Bisik ibu Ayu kepada ayah Ayu
"Duduk kalian berdua, ada yang perlu dijelaskan? Atau tante langsung bertanya" Ucap ibu Ayu berdiri memperhatikan mereka layaknya seorang polisi yang meminta penjelasan
"Ambilkan minum mbak 3 gelas ya" Teriak ibu Ayu kemudian duduk di depan sofa mereka berdua
"Gini bunda Dini itu keterlaluan, dia penghianat" Ucap Ica
"Penghianat? Maksudnya gimana syang, bunda gapaham, coba kamu jelaskan" Ucap ibu Ayu
"Bunda udah tahu hubungan Ayu sama Sam?" Tanya Maya
"Lah itu yang mau tante tanyak dengan kalian" Ucap ibu Ayu kemudian menghampiri mereka berdua
"Dini penyebabnya" Ucap Maya dengan raut wajah yang kesal
"Hah? Apa? Dini? Diakan sahabatnya Ayu, kalian serius? Astaga putri bunda" Ucap ibu Ayu terkejut
"Oh iya, Ayu mana, teman aku Ayu mana?" Ucap Ica dengan suara yang bergetar
"Bunda ijinkan kami ketemu dengan Ayu, mungkin saat ini Ayu terpukul banget, kami tahu perasaan Ayu saat ini" Ucap Maya sedikit memohon
"Iya iya ayok Bunda antar" Ucap ibu Ayu kemudian bergegas mengantar mereka berdua kekamar Ayu
"Pah... Keluar bentar, teman teman Ayu mau masuk" Ucap mama Ayu melihat papa Ayu sedang mengelus rambut Ayu yang sedang tertidur
Aku tetap baca hingga ending