S.1.
Cinta bertepuk sebelah tangan ternyata memang amat sangat menyakitkan. Hal inilah yang Vanilla rasakan. Karena kecewa yang tak terperi, akhirnya membuat Vanilla memilih pergi. Di saat Vanilla menghilang, barulah Sky menyadari akan arti kehilangan. Mampukah Sky meraih kembali belahan jiwanya, sementara ia tahu Vanilla sudah memiliki pasangan bahkan sudah akan menikah.
S.2
Kecelakaan yang menimpa calon pengantinnya membuat Thierry memaksa Earth, si penabrak menjadi pengantin pengganti dan mengandung anaknya. Sikap Thierry yang dingin perlahan menghangat saat mengetahui Earth mengandung, tetapi perubahan itu ternyata hanya sementara. Semua berubah saat Helen akhirnya sadar dari koma. Semua masalah semakin rumit. Hingga suatu peristiwa tak terduga terjadi membuat Earth akhirnya memilih pergi jauh dengan membawa kedua anak kembarnya.
Akankah mereka kembali dipertemukan dan akankah Earth mampu memaafkan kesalahan Thierry?
Sekuel Benih Sang Cassanova
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Twenty Five
Mata ayah Henry dan keluarganya terbelalak saat mengetahui siapa laki-laki yang berdiri di hadapan mereka. Tubuh mereka seketika berkeringat dingin, apalagi setelah mendengar kata-kata bernada penuh ancaman yang Sky lontarkan barusan. Padahal temperatur di gedung itu cukup dingin karena pendingin udara yang tersebar di beberapa titik, tapi tubuh mereka tetap saja berkeringat dingin. Mereka menelan ludah kasar. Rasa takut seketika menjalar. Namun ayah Henry yang memang sedikit angkuh, tetap tak mau mengalah apalagi menunjukkan rasa takutnya.
"Kau ... Kau pikir kau siapa, hah? Kau memang berkuasa di sini, tapi di tempat kami ... kau bukan siapa-siapa, dengar itu!" ucap Ayah Henry dengan dagu terangkat.
Sky tertawa sumbang, kemudian melemparkan tatapan tajam penuh intimidasi.
"Baiklah, kita lihat saja nanti, apa yang bisa aku lakukan pada manusia sampah seperti kalian."
Lalu ia menoleh ke arah Tom yang sedang menyamar sebagai seorang pelayan, kemudian memberikan isyarat anggukan kepala.
Semua orang bingung dengan ekspresi Sky, tapi saat melihat segerombolan laki-laki berpakaian safari serba hitam dan berkacamata, serta tak lupa earphone di telinga masing-masing masuk ke dalam ballroom hotel membuat semua orang tampak terperangah. Mata mereka semakin terbelalak saat mendengar perintah Sky yang bagi mereka sungguh luar biasa. Aura penguasa yang superior menguar jelas ke seluruh ruangan ballroom hotel tersebut. Tatapan kagum merebak begitu saja di setiap netra khususnya kaum hawa. Mereka begitu terpesona dengan sikap Sky yang benar-benar mengagumkan.
"Usir mereka dari sini. Dan ingat, jangan sampai mereka menginjakkan kaki mereka di hotel milik SC Company. Mulai saat ini, semua keluarga Matheo di blacklist di semua cabang hotel milik SC Company, ingat itu!"
"Baik," jawab semua pria berseragam safari serba hitam tersebut serentak.
Gerombolan laki-laki berseragam safari itupun segera memegangi setiap anggota keluarga Matheo tanpa terkecuali dan menyeretnya keluar. Pekikan, jeritan, hingga permohonan maaf mereka tak menggoyahkan sikap Sky sedikitpun.
"Vanilla, Vanilla, aku mohon, maafkan aku. Aku mencintaimu, Vanilla. Aku mohon, jangan seperti ini. Jangan usir aku! Aku mencintaimu, Vanilla. Vanilla ... Vanilla ... Vanilla ... " Henry berteriak, tapi Vanilla yang terlanjur kecewa dan sakit hati dengan apa yang Henry lakukan di belakangnya, terutama niat busuknya membuat hati Vanilla mengeras. Andai saja ia bisa tega, ingin rasanya ia melemparkan pasangan kurang ajar itu ke kolam Albert, si Aligator kesayangan uncle-nya, Rainero. Sayangnya ia masih memiliki hati nurani yang tak ingin menyakiti orang lain apalagi sampai melenyapkan nyawa. Namun ia tidak akan melarang bila ada yang ingin menggantikannya melakukannya.
...***...
Pesta yang tadinya tampak begitu meriah dan menyenangkan, seketika menjadi hening. Mereka yang biasanya berkomentar tentang apa saja tiba-tiba diam membisu. Mereka khawatir salah bicara dan hal itu tentu dapat membahayakan keselamatan mereka. Mereka tidak ingin menjadi bagian orang-orang yang dibenci Sanches family. Bagaimanapun mereka masih ingin hidup dengan tenang, aman, dan damai. Berurusan dengan keluarga penguasa memang berbahaya dan mereka tak ingin hal itu menimpa mereka.
Namun tak lama suasana tegang kembali rileks saat pembawa acara menyampaikan acara akan tetap berlanjut. Mereka juga diminta tetap menikmati pesta ini karena kejadian yang barusan terjadi anggap saja tidak pernah terjadi.
Namun bagaimana mereka bisa menganggapnya seperti itu. Apalagi ini pesta pernikahan dan calon pengantin laki-lakinya juga sudah diusir dari sana.
"Mungkin kalian semua bingung kenapa pestanya masih akan terus dilanjutkan. Dan pertanyaan kalian akan segera terjawab setelah ini," potong Sky yang sudah mengambil mikropon.
Lalu Sky berjalan mendekati Vanilla yang kini sudah berpindah ke dalam pelukan Gladys. Saat sudah berada di hadapan Vanilla, Sky pun segera merogoh saku jasnya. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, ia pun menekuk satu lututnya dan berlutut di lantai. Mata semua orang terbelalak, tak terkecuali Vanilla, Axton, Gladys, dan Shenina. Hanya Rainero yang menanggapi santai apa yang akan anak laki-laki satu-satunya itu.
Rainero sudah dapat menebak kalau anak laki-lakinya itu tidak mungkin diam saja saat perempuan yang ia cintai akan menikah dengan laki-laki lain. Meskipun sebelumnya Rainero benar-benar tidak menyangka apa yang terjadi hari ini, tapi setelah melihat bagaimana Sky dengan berani menghadapi keluarga Matheo, ia yakin, momen ini pasti akan segera tiba. Dan lihatlah apa yang Sky lakukan. Rainero tidak merasa malu. Ia justru merasa bangga karena anaknya bukan hanya sudah dewasa secara fisik, tapi juga mental. Ia bisa bertindak sejauh ini, tidak salah kan bila ia sebagai seorang ayah justru mengapresiasi?
"Vanilla, istri masa kecilku, kau ingat kan apa yang pernah aku katakan, bila dulu kau yang memintaku menjadi pengantin kecilku, maka di malam ini, aku lah yang akan memintamu menjadi pengantinku. Bukan pengantin main-main, tapi pengantin sungguhan. Menjadi istriku yang akan menemaniku hingga menua bersama. Saling mencinta dan saling menjaga, selalu bersama hingga akhir usia kita. Vanilla, di hadapan semua orang, aku ingin memintamu menjadi istriku. Vanilla, menikahlah denganku! Jadilah istriku. Will you marry me?" Ucap Sky dengan begitu lantang. Ia menyodorkan kotak beludru berwarna merah yang sudah dibuka tutupnya. Sebuah cincin bertahtakan berlian terpampang di dalamnya membuat mata semua orang seketika ikut bersinar.
Vanilla menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca. Ia benar-benar tidak menyangka Sky akan melamarnya di hadapan semua orang, tepat di hari pernikahannya dengan Henry. Pernikahan yang gagal justru kini menjadi acara lamaran yang begitu mengesankan.
Semua orang bersorak. Tak ada yang menyangka Sky akan melamar perempuan yang baru saja gagal menikah.
"Terima, terima, terima ... " sorak sorai terdengar membahana membuat dada Vanilla berdegup kencang.
Vanilla menoleh ke arah ayah dan ibunya. Keduanya mengangguk sambil tersenyum lembut membuat Vanilla tak mampu menahan buncahan bahagia di dadanya. Ia yang sejak tadi gelisah karena baru menyadari kalau laki-laki yang ia inginkan sejak dulu hingga sekarang hanyalah Sky, bukan yang lain pun tak mampu menahan rasa haru yang seketika menyeruak memenuhi rongga dadanya.
Vanilla yang sedang benar-benar bahagia pun mengangguk dengan cepat sambil mengatakan 'ya aku bersedia'. Sorak sorai dan tepuk tangan terdengar membahana di seantero ruangan. Sky yang melihat anggukan dan jawaban dari Vanilla tak mampu menahan buncahan bahagia yang telah memenuhi dadanya. Ia pun dengan segera menyematkan cincin di jari manis Vanilla. Setelah cincin terpasang indah, Sky pun mencium jari yang terpasang cincin itu dengan begitu lembut. Setelahnya, ia berdiri dan memeluk Vanilla dan mengangkat sedikit pinggangnya lalu membawanya berputar.
Vanilla berteriak bahagia. Sky pun tak dapat menahan senyumnya yang kini merekah lebar. Setelahnya, ia menghampiri ayah dan ibunya yang sudah berdiri di samping ayah dan ibu Vanilla, kemudian berkata.
"Mom, Dad, uncle, aunty, aku ingin segera menikahi Vanilla saat ini juga, apakah kalian setuju?"
Dan jawaban yang Sky terima sesuai harapannya, mereka semua mengangguk setuju.
"Bawalah Vanilla ke atas altar. Ucapkan janji suci kalian dengan lantang. Kami tahu, sejak dulu kalian sebenarnya saling mencintai. Kami merestui kalian," ucap Rainero mewakili.
Axton lantas memeluk Sky sambil menepuk punggungnya.
"Uncle senang, akhirnya impian kami menjodohkan kalian benar-benar terjadi. Uncle sebenarnya sempat kecewa karena Vanilla ingin menikahi laki-laki lain. Tapi sekarang, kekecewaan itu berganti bahagia. Uncle mohon, bahagiakan Vanilla," ucap Axton dengan mata berkaca.
Sky tersenyum dengan lebar, "aku tidak akan berjanji, uncle. Tapi Sky akan membuktikannya dengan tindakan. Kalau begitu, kami ke atas dulu."
Rainero, Axton, Shenina, dak Gladys pun mengangguk. Sky yang tak sabar mengikat Vanilla dalam tali pernikahan pun dengan segera menggendong Vanilla ala bridal style. Semua orang bersorak, sementara Vanilla menyembunyikan wajahnya di dada Sky karena malu. Bagaimana ia tidak malu, baru saja ia gagal menikah, tapi tiba-tiba saja ia dilamar laki-laki lain dan yang lebih hebat lagi, laki-laki itu ingin segera menikahinya.
Janji suci akhirnya terucap di bibir keduanya menandakan keduanya kini sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Kini sang pendeta menyuruh mereka saling berhadapan. Sorak sorai para tamu undangan yang memintanya mencium Vanilla kini membahana.
Vanilla menunduk malu, tapi Sky dengan cepat memegang dagu Vanilla agar menatap ke arahnya.
Vanilla menggigit bibirnya saat melihat ekspresi Sky yang begitu menggoda. Sky segera menarik pinggang Vanilla hingga tubuh bagian depan keduanya kini saling menempel.
"May i ... "
"Jangan sok bertanya! Biasanya juga ... " Vanilla memalingkan wajah mengingat ia sudah beberapa kali berciuman dengan Sky.
Sky terkekeh, lalu dengan sekali gerakan ia menarik wajah Vanilla dan segera menyatukan bibirnya.
"Emmmuach ... "
...***...
...HAPPY READING ❤️❤️❤️...