masih butuh banyak revisi
Gea seorang gadis wolf lemah yang di reject oleh matenya tepat saat hari pengangkatannya menjadi alpha di silver moon pack.
Penolakan yang diterimanya, membuat sisi lain dari dirinya terbangun setelah sekian lama tertidur, ia mewakili Gea menerima penolakan itu.
Setelah persetujuan atas penolakan itu telah ia setujui, Gea berubah menjadi serigala putih dengan mata silver, dengan dikelilingi cahaya silver.
Orang-orang berdecak kagum melihat rupa serigala Gea, termasuk Kevin, alpha yang baru diangkat beberapa menit yang lalu.
Hingga Luna terdahulu pun menceritakan segala kebenaran dan rahasia yang selama ini mereka sembunyikan, suatu kebenaran yang membuat Andre menyesali segala perbuatannya pada adiknya itu.
Bisakah semuanya kembali membaik?!
Bisakah Alpha membawa kembali Luna packnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gea di Incar musuh
"Siapa mateku!?"
Pertanyaan itu selalu muncul sedari tadi sejak alpha kevin berbicara dengan delta Max, tadinya Gea ingin segera terlelap namun ketika dia datang dan mulai berbicara Gea jadi mengurungkan niatnya untuk tertidur karena yang ia bahasa mengenai tanda yang mulai muncul di dahinya dan perihal mate yang akan menemaninya di medan pertempuran nantinya terlebih saat alpha mengecup bibirnya tadi, Gea merasa itu sangat tidak asing serigala putih miliknya pun juga merasakan hal yang sama.
"Gea.."
"Iya ada apa Dea, apakah pikiranku mengganggu tidurmu"
"ah, Tidak aku hanya merasa aneh dengan alpha kita"
"apanya yang aneh Dea"
"ada tiga hal aneh padanya yang pertama mengapa ia mencium mu tadi dan yang kedua mengapa ia selalu mengatakan jika dia adalah mate kita dan yang ketiga kenapa aku seperti ingin bertemu dengan serigala alpha namun ada kabut yang menghalangiku"
"Yah, kau benar"
Gea memutuskan midlinknya dengan sepihak tanpa mengatakan dulu pada dea serigala putihnya itu, membahas hal itu membuat kepala gea semakin pusing saja.
"Apa aku harus bertanya pada kakak?!"
'Tidak, Itu tidak mungkin karena mate hanya bisa di ketahui oleh orang itu sendiri bukan orang lain jadi tidak mungkin kakak tahu siapa mate kami yang sebenarnya'
"Apa aku tanya alpha saja!?"
'Tidak, Itu juga tidak mungkin karena jika aku bertanya padanya dia pasti akan mengatakan bahwa dialah mateku tapi aku justru tidak merasakan dan tidak bisa mencium baunya itu terlebih aku tidak melihat benang merah yang mengikat kami'
"Arght, Jadi aku harus tanya siapa??"
'Godnes, Tolong bantu aku untuk mengetahui siapa mateku yang sebenarnya ini sangat membuatku pusing'
.
Sedangkan di tempat lain ada dua orang pria yang sedang membuntuti seorang gadis yang ada di depannya saat ini, gadis itu sedang berdiri di balkon menatap kosong ke depan tanpa menghiraukan angin malam yang berhembus.
"Dia memang gadis yang cantik aku jadi tidak tegangan melihat pimpinan membunuh gadis itu"
"ya kau benar dia sangat cantik bagai dewi"
kedua orang itupun pergi, dan di sisi lain ada pula yang sedang mengamati gadis yang sama seperti kedua orang tadi.
"Kita harus melindungi queen setidaknya sampai queen mendapatkan ingatannya lagi serta queen bisa mengendalikan kekuatannya itu"
"Aku sangat setuju akan hal itu, karena dia adalah Lambang Kedamaian untuk semua kaum immortal bukan hanya untuk kaum werewolf"
"Benar sekali, jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya"
"Entahlah kita cukup mengawasi dan menjaga keamanannya dari jauh saja"
"Kau benar sekali"
.
Di sebuah Ruangan terdapat seorang pria yang sedang membincangkan sesuatu hal bersama seorang wanita yang tidak lain adalah agatha adik dari pria misterius itu sendiri.
"Jadi bagaimana??"
"Aku gagal kak Maaf.."
Agatha menundukkan kepalanya menyesal dan takut karena kecerobohannya itu akan membuat sang kakak marah besar padanya
"APA!!!.."
Angin mulai bertiup di dalam ruangan itu, disusul oleh suara gemuru petir yang siap menyambar siapapun menandakan jika sang empunya kekuatan itu mulai tidak terkendali
"Ma...maaf kak sebenarnya rencana ku hampir berhasil jika tak ada seri..."
"BODOH"
Belum selesai dia mengucapkan kalimatnya Ucapannya pun telah di potong oleh pria itu sendiri, barang-barang di dalam ruangan itupun kini beterbangan ke sana dan kemari membuat gadis itupun takut akan kekuatan sang kakak.
"Argh..Kau memang tidak bisa di harapkan sebaiknya kau di sini saja biar aku yang turun tangan "
Kemarahannya pun sudah tidak tertahankan lagi sehingga pria itupun menghempaskan gadis yang ada di depannya ini sampai menembus dinding ruangan itu
"Arght " pekiknya
Sungguh rasanya ia sebentar lagi akan nati mengingat dalam sehari ini ia mendapat dua bogeman di tubuhnya itu yang pertama bogeman dari serigala alpha bodoh itu dan yang kedua bogeman dari kakaknya sendiri untung dia merupakan seorang kaum penyihir jika ia manusia biasa sudah di pastikan bahwa ia akan mati saat ini.
Pria itu berjalan keluar dari ruangan itu mengabaikan gadis yang sedang kesakitan di ujung pojokan sana.
gadis itupun kini perlahan bangkit dan mulai berjalan tertatih, ia bisa saja langsung menghilang dari tempat itu jika ia mau namun mengingat kini tenaganya sudah berkurang banyak jadi ia tidak bisa menggunakan kekuatannya itu
"Arght... kalau dia bukan kakakku aku pasti sudah lama mencoba melenyapkannya"
.
Di Mansion yang luas itu, kini terdapat dua orang prajurit yang sedang tergesa-gesa mencari dimana keberadaan pemimpinnya itu untuk sekedar melaporkan hasil kerja mereka itu
" Hormat kami Alpha"
"hmm.. katakan apa yang kalian dapat"
"Berdasarkan pengamatan kami alpha nona Agatha pergi menemui seseorang di tempat para penyihir hitam"
" apa yang ia lakukan ke sana?"
" Tidak tahu alpha yang kami dengar mereka sedang merencanakan sesuatu sebelum gerhana itu terjadi"
"hmm...ada yang aneh, aku harus mencari tahunya sendiri karena bisa jadi mate-ku yang mereka incar"
Sedangkan disisi lain dari diri kevin kini sedang dilanda emosi, bagaimana tidak jika sekarang mate-nya itu sedang dalam bahaya, dan dia tidak akan membiarkan mate-nya terluka lagi meski di ujung kuku pun
Perlahan mata kevin kini telah berubah menjadi biru tua yang pekat, membuat para warrior dalam posisi siaga karena tubuh alpha mereka kini mulai tidak terkendali karena itu Para warrior itupun kini berlalu pergi dari hadapannya karena mereka tahu sebentar lagi alpha mereka itu akan
"MAX..."
Dan benar, kini alpha mereka mulai berada dalam mode siaga karena ulah dari Evan serigala perkasa yang mendiami tubuh alpha mereka itu sudah tidak terkontrol.
"Alpha"
"SIAPKAN SERIBU Warrior UNTUK BERJAGA DI SEKITAR TEMPAT DIMANA GEA BERADA TIDAK TERKECUALI LINGKUNGAN SEKITAR KAMARNYA"
"Baik,alpha"
"DAN SATU LAGI, JANGAN BIARKAN GEA PERGI KEMANAPUN KECUALI TANPA PENGAWASAN"
"Siap alpha"
Setelah detanya itu pergi, dan ia telah bertukar kembali. dari ujung lorong tempat Kevin berduri terdapat seorang pria yang kini secara perlahan berjalan ke arahnya, dengan wajah datar dan tatapan sinis melengkapi kemarahan pria tersebut. tapi Apa yang bisa kevin lakukan selain diam, karena ia tidak mungkin membalas pukulan sahabat sekaligus kakak dari matenya itu.
"Ada apa ini kenapa ada ribuan warior yang berjaga di pack ini tidak biasanya kau seperti ini"
"Hmm... Dengarkan aku dulu andre dan tahan emosimu jika aku menceritakan hal ini"
"baiklah, cepat cerita alpha" ucapnya sambil menekankan kata alpha
"jadi begini...."
"Apa...dasar ******"
Andre mulai emosi mendengar penuturan dari alpha-nya itu meskipun dia tidak bisa memungkiri jika rasa benci pada sahabatnya itu belum hilang sepenuhnya tapi bagaimana tidak jika ini bersangkutan langsung dengan adik semata wayangnya itu, apa belum puas penderitaan yang telah adiknya alami selama ini sehingga masalah selalu datang bertubi-tubi dalam kehidupannya.
"Jadi apa rencana mu"
Andre mulai bertanya mengenai rencana ke depan dan kali ini ia harus ikut dalam rencana tersebut
"Seperti yang kamu lihat tadi dan..."
Kevin menggantungkan ucapannya seraya memikirkan rencana apa yang akan mereka lakukan kedepannya
"Oiii,Kau terlalu lama berpikir aku mau memberi tahu mu jika tadi aku hampir bertemu dengan Dea serigala putih nan cantik milik gea tapi seperti ada benteng yang memisahkan kami"
Mendengar ucapan serigalanya itu membuat Kevin sebal bagaimana tidak itu sudah beberapa jam yang lalu dan dia baru memberi tahunya sekarang
"Dasar,serigala kenapa kau baru memberi tahuku sekarang bodoh"