Sakuel sang pewaris dan mengejarnya cinta tuan muda arogan
Kenzi Alvaro Aditama,pria tampan yang memiliki pesona yang begitu sangat memikat.Namun sayang hatinya hanya mencintai satu gadis meski ia sudah bertunangan dengan salah satu gadis yang dikenalkan oleh Mommynya.
Akan seperti apa kisah cintanya?,bisakah Kenzi bersatu dengan gadis yang ia cintai?.Yuk simak ceritanya.
Untuk kalian aku sarankan baca Sang Pewaris atau Mengejar cinta Tuan Muda Arogan lebih dahulu agar teks bingung nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu calon mertua
"Om ganteng kita mau kemana?", tanya Cantika yang duduk diatasnya pangkuan Renata saat mereka sudah di dalam perjalanan.
"Kita akan bertemu Mommy dan Daddy,Om.Kamu nanti bisa memanggil mereka Oma dan Opa",jawab Kenzi.
"Oma dan Opa?", ulang Cantika.
"Iya...", angguk Kenzi melirik Renata yang tampak diam saja.
Cantika tak lagi berbicara, gadis kecil itu sibuk memandangi jalan kota.
"Kamu kenapa?",tanya Kenzi pada Renata.
"Tidak... hanya gugup saja.Kita mampir ke toko kue dulu ya",jawab Renata.
"Baiklah, dekat sini ada toko kue langganan Mommy",ujar Kenzi memperlambat laju mobilnya.
Renata turun dari mobil Kenzi tanpa membawa Cantika lalu masuk kedalam toko kue.Kenzi sudah memberitahu Renata kue kesukaan Mommynya.
Tak lama Renata kembali masuk kedalam mobil dengan menenteng paper bag berisi kue kesukaan calon mertuanya.
"Sudah?",tanya Kenzi di angguki Renata.
Cantika sudah pindah duduk diatas pengakuan Kenzi yang sedang menyetir.Pria itu tak mempermasalahkannya selagi calon anaknya itu nyaman meski Renata merasa tak enak dengan Kenzi.
"Gak apa apa Re,dia lagi mode manja kayaknya",ujar Kenzi saat Renata meminta Cantika untuk turun dari pengakuan Kenzi.
"Tapi kamu nyetirnya jadi terganggu Ken",jawab Renata.
"Gak kok...", geleng Kenzi.
Tak lama mobil Kenzi sampai di kediaman orangtuanya.Pria tampan itu menoleh pada Renata yang tampak makin tegang.
"Mommy dan Daddy gak akan makan kamu kok Yang", bisik Kenzi.
"Kita cudah campai Om?",tanya Cantika.
"Sudah...ayo kita turun!",jawab Kenzi membuka pintu mobil lalu turun sembari menggendong Cantika.
Sedangkan Renata berusaha meredakan detak jantungnya yang berdegup makin kencang.Ia takut kedua orangtua Kenzi akan menghina Cantika.Ya hanya Cantika yang ia takutkan saat ini.
"Ayo turun,Re!",seru Kenzi mengulurkan tangannya pada sang kekasih sementara sebelah tangannya menggendong Cantika.
Perlahan Renata mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Kenzi lalu turun dari mobil.
Renata menatap bangunan mewah itu dan seketika hatinya menciut.Kisahnya dengan Kenzi bagaikan Cinderella.
Kenzi menggengam jemari Renata yang terasa begitu dingin.Mereka layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Kenzi membawa Renata memasuki kediaman kedua orangtuanya, sementara Cantika mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzi dengan begitu erat.Gadis kecil yang biasanya cerewet itu tiba-tiba menjadi pendiam.Matanya memindai setiap ruangan yang mereka lewati.
"Mom... Dad",seru Kenzi saat sampai diruang keluarga.
Ara dan Kevin menoleh pada sang anak yang menggendong seorang anak kecil dan juga mengenggam tangan wanita cantik yang tampak tersenyum tipis.
"Renata...apa kabar",Kanza yang baru saja datang dari arah dapur langsung menyongsong Renata dan bercipika cipiki.
"Alhamdulillah baik Kak,Kakak apa kabar?",tanya Renata balik.
"Baik...kamu sangat cantik, pantas Kenzi tergila-gila sama kamu",ucap Kanza.
"Mom...Dad, kenalkan ini yang namanya Rere",ujar Kenzi kepada kedua orangtuanya.
Renata melepaskan genggaman tangannya Kenzi pada tangannya lalu berjalan menghampiri kedua orangtua Kenzi lalu mengalami punggung tangan keduanya.
Ara menatap dalam Renata yang cantik persis menantunya, Andini."Berapa usiamu Nak?",tanya Ara.
"23 tahun Tante...",jawab Renata.
"Oh seusia Kenzi ya", tanya Ara.
"I-iya...kita dulu satu angkatan",jawab Renata.
"Dia anak kamu?", tanya Kevin menatap wajah lucu Cantika yang baru saja diturunkan oleh Kenzi dari gendongannya.
"Iya Om...",jawab Renata mengangguk pelan.
"Hai anak manis,namanya siapa?", tanya Kevin mensejajarkan tubuhnya dengan Cantika yang hanya diam saja lalu melirik Renata yang menangguk pelan.
"Cantika...Opa",jawab Cantika pelan mencium punggung tangan Kevin.
"Wah...namanya persis orangnya",kekeh Kevin mengacak rambut Cantika.
"Cantika umurnya berapa?",kali ini Ara yang bertanya.
"4 tahun...Oma",jawab Cantika menunjuk keempat jarinya lalu mencium punggung tangan Ara.
"Wah... Cantika setahun lebih tua dari Aurel ya",ujar Kanza.
"Aurel gak ikut Kak?",tanya Kenzi.
"Sebentar lagi nyusul bareng Papanya",jawab Kanza.
"Ayo duduk Rere?",ujar Ara ramah.
"Iya Tante...ini aku tadi beli kue, semoga Tante suka",jawab Renata memberikan paper bag yang ia bawa kepada Ara.
"Terimakasih banyak Nak,jadi merepotkan kamu",ujar Ara menerima paper bag itu.
"Tidak Tante",jawab Renata tersenyum tipis.
"Mimi...", Cantika berjalan mengahampiri Renata yang duduk dihadapan kedua orangtua Kenzi.
"Apa sayang?,sini duduk!.Gak salim sama Opa dan Oma?",tanya Renata.
"Cudah...",jawab Cantika naik keatas pangkuan Tenaga.
"Cantika mengingatkan Daddy sama kamu Kanza.Kamu empat tahun masih cadel kayak Cantika",kekeh Kevin meledek sang putri.
"Iya...dia manggil Kenzo dengan sebutan Kenco", timpal Ara mengingat masa kecil putri satu-satunya.
"Sekarang malah anak Kenzo yang cadel kan Mom",ujar Kanza.
"Iya...kamu benar",jawab Ara.
"Jadi kamu bekerja sebagai sekretaris Kenzi?", tanya Ara.
"Iya Tante...",jawab Renata.
"Jadi hubungan kalian masih baru kan?",tanya Ara.
Renata menatap Kenzi yang menatapnya sedari tadi.Pria itu sibuk memandangi dirinya dari pada membantunya menjawab pertanyaan Mommynya.
"Putus nyambung merekanya Mom",tiba tiba Kanza berbicara.
Renata menoleh pada Kanza yang tersenyum padanya.Wanita itu sungguh tak bisa menjelaskan darimana awal mula hubungan mereka.Menjadi sepasang kekasih baru dua hati yang lalu.
"Bantu cewek kamu noh jawab pertanyaan Mommy,jangan natap Renata mulu", senggol Kanza yang duduk di sebelah Kenzi.
Kevin menggeleng melihat kelakuan putranya itu.Ia akui Renata memang sangat cantik,bahkan lebih cantik dari Dania.Pantas saja putranya itu menggilainya.
Renata menceritakan awal hubungan mereka tapi tidak dengan pernikahannya yang hanya berjalan kurang dari 24 jam.Hingga pertemuannya kembali dengan Kenzi yang tidak sengaja saat Kenzi membuka lowongan pekerjaan sebagai sekretaris.
"Jadi kamu tidak tau jika Kenzi adalah anak seorang pengusaha?",tanya Ara.
"Tidak Tante...",geleng Renata.
"Memangnya saat kalian sekolah dulu kamu tidak tau jika Kenzi ini--
"Dianya dulu orangnya pendiam Mom,bisa dibilang cupu tapi hanya aku yang menyadari kecantikannya dan diam diam mengaguminya", timpal Kenzi.
"Dia masuk ke sekolah juga jalur beasiswa berkat otak cerdasnya Mom,dan itu menjadi poin pertama aku menyukainya", sambung Kenzi jujur.
Renata hanya tersenyum tipis karena semua yang diceritakan Kenzi memang benar adanya.Dulu dia juga diam diam mengagumi ketampanan Kenzi.Tapi ia sadar diri saat itu,mana mungkin pria setampan dan sepopuler Kenzi menyukainya.Dia memang tau Kenzi anak orang kaya tapi jika anak dari pemilik perusahaan besar ia tidak tau.
"Ya Daddy percaya dia pintar,untuk bergabung dengan ADM Group itu tidak mudah",ujar Kevin.
Kevin maupun Renata tidak tau adanya campur tangan Kenzi di dalam penerimaan sekretarisnya.Dan itu hanya di ketahui oleh Kenzi, Victor dan juga HRD perusahaan.
...****************...