Tinggal sebatang kara sejak kecil dan Terlilit banyak hutang Karena Harus menanggung biaya pengobatan Paman yang Mengasuhnya, Membuat Raya ber usia 22 tahun harus bekerja siang dan malam.
Penghasilan yang tidak seberapa, membuat raya di kejar-kejar rentenir karena tak mampu membayar hutang.
Pada suatu hari ia Mendapat tawaran kerja sebagai pelayan di rumah kediaman keluarga HARDIANSYAH, Anwar Hardiansyah adalah seorang pengusaha terkenal dan kaya raya.
Raya tergiur dengan bayaran yang lumayan tinggi untuk pekerjaan sebagai seorang pelayan,Tapi ia tidak tau kalau Yang harus ia layani adalah seorang pewaris HRY group.
Anwar Hardiansyah mempunyai seorang putra ber usia 27 Tahun bernama Reyhan Hardiansyah, Reyhan terkenal sangat dingin dan arogan,sudah banyak orang yang mundur untuk menjadi pelayan pribadinya karena sikapnya.
Sebenarnya Reyhan adalah pemuda yang baik hati sebelum kematian ibunya,ia merasa Kematian ibunya tidak wajar,di tambah ayahnya Anwar Hardiansyah malah memilih menikah lagi dengan seorang wanita yang ia anggap hanya menginginkan harta ayahnya saja.
Pertemuan pertama Raya dan Reyhan di sebuah restoran tempat raya bekerja menimbulkan masalah yang membuat Raya di pecat.
Setelah mendapat pekerjaan baru sebagai pelayan, betapa terkejutnya ia, setelah mengetahui bahwa orang yang harus ia layani adalah pria arogan yang membuatnya di pecat dari restaurant.
Reyhan mengenali sosok wanita yang akan menjadi pelayan pribadinya,ia mempunyai seribu cara untuk membuat raya tidak betah bekerja dengannya,Tapi semakin ia mencoba untuk menyiksa raya Reyhan malah semakin tertarik dan semakin menyukai pelayannya itu.
Apakah Reyhan benar-benar sudah jatuh cinta kepada Raya dan apakah mereka bisa bersatu mengingat perbedaan derajat mereka yang sangat jauh?
Ikuti terus kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.25 (Sampai saatnya Tiba)
Di sebuah Danau buatan yang Sangat indah, Reyhan dan Raya sedang berjalan beriringan di sebuah jembatan yang ada di tengah Danau itu.
Tiupan angin sepoi-sepoi menjadikan suasana di danau itu menjadi lebih Sejuk.
Reyhan menatap Raya yang sedang berjalan di Sampingnya,ia terpukau dengan penampilan Raya, Karena biasanya Ia melihat Raya memakai pakaian pelayan dengan Rambut yang di ikat Tapi kali ini Raya hanya memakai dres selutut ,wajah natural tanpa polesan make up tapi tetap terlihat sangat cantik, dan Rambut panjang yang di biarkan terurai menambah pesona dari seorang Raya.
Karena terlalu terpesona, Reyhan Tanpa Sadar mengeluarkan Kata-kata yang pastinya akan ia sesali nanti.
"Bagaimana mana bisa ada yang seindah ini"Ucap Reyhan sambil menatap Raya
Raya sedikit tidak mengerti Maksud Ucapan Reyhan,Raya Langsung mengarahkan Pandangannya kepada Reyhan yang ada di Sampingnya.
"Maksud Anda?"Tanya Reyhan
Reyhan baru sadar dengan apa yang baru Saja ia ucapkan.
"Ehhm..Maksud ku, Bagaimana bisa ada Danau buatan yang seindah ini di dekat Tempat tinggal mu"ujar Reyhan
"Danau ini dulunya, Tempat penambangan Batu bara, Setelah tidak Berfungsi lagi, Pemilik Tempat ini Mengubahnya menjadi Danau yang sangat indah"Ucap Raya
"Apa kau sangat menyukai tempat ini?"Tanya Reyhan
"Tentu saja,Saat Saya sedang sedih Saya akan kemari,Suasana yang tenang membuat Suasana hati yang buruk menjadi lebih baik"Ucap Raya lalu tersenyum ke Arah Reyhan
-
Ben sedang bersandar di mobil sambil mengawasi Reyhan dan Raya dari kejauhan.
"Sepertinya Aku harus menyiapkan diri mulai sekarang untuk segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya, Tuan muda sepertinya sudah jatuh cinta kepada Raya Dan itu tidak Akan mudah untuk mereka,Tuan besar akan murka jika mengetahui Hal ini, Hufft..Aku Sangat senang Melihat Anda Bahagia Tuan muda,Sudah Sangat lama Saya tidak melihat anda tersenyum seperti itu, Bahkan saat Anda berpacaran dengan Nona keysa Anda masih bersifat dingin. Berbahagialah saya akan terus berada di belakang anda untuk mendukung anda Tuan"Ucap Ben
-
Reyhan menghentikan langkahnya, begitu pula dengan Raya , sekarang mereka Saling berhadapan.
"Tuan Apa saya boleh bertanya sesuatu"tanya Raya
"Apa itu?"
"beberapa hari yang lalu saya melihat seorang wanita memeluk anda dan mencium anda, Apa dia kekasih anda?"Tanya Raya dengan Ragu-ragu
"Haha,Maksudmu Jihan,dia adik sepupu ku, yang baru saja kembali dari study nya di luar negeri,Dari dulu dia memang selalu bersikap Manja kepada ku,dia sudah seperti adikku sendiri"ujar Reyhan
"Benarkah?"
"Iya, Kenapa Kamu cemburu,Apa ini sebabnya kamu Marah kepada ku?"
"ehm.. Siapa yang Cemburu saya hanya bertanya Saja,Dan untuk apa saya marah Saya hanya sedikit kesal karena...Ahh sudahlah"
"Ya Baik lah...owh iya ini untuk mu"Menyodorkan sebuah kotak kecil yang Reyhan ambil dari saku jaketnya
"Apa ini"Tanya Raya sambil memperhatikan Kotak yang sekarang sudah berpindah ke tangannya
"Buka Lah"ucap Reyhan
Raya membuka kotak kecil itu perlahan,ia langsung Terpana Melihat isi kotak itu berupa sebuah Kalung dengan bintang kecil di tengahnya.
"Wah..Bagus sekali,Ini benar untuk Saya tuan?"Tanya Raya
"Tentu saja,aku sendiri yang memilihkannya untuk mu, Apa kau suka"ucap Reyhan
"Saya suka,Tapi sepertinya Kalung ini sangat Mahal,Berap harganya?"
"Sudahlah, berikan kepada ku biar ku pakaikan"
Reyhan meraih kalung itu dari tangan Raya,ia mendekati Raya lalu Melingkarkan tangannya ke leher Raya untuk memakaikan kalung tersebut.
Raya menjadi sangat Gugup,ia bisa merasakan deru nafas Reyhan menimpa kulitnya, Begitu pula dengan Reyhan ia menggeserkan Rambut Raya ke belakang hingga terlihat Lah lekuk leher Raya yang begitu Jenjang dan putih, Membuat Reyhan terdiam sesaat karena merasa Gugup.
Setelah selesai memasang Kalung itu Reyhan memundurkan Tubuhnya kembali ke posisi semula, Mereka saling menatap Satu sama Lain, Seketika Suasana menjadi Hening sesaat.
Tiba-tiba saja Ponsel Raya berdering, memecahkan suasana hening yang baru saja terjadi.
"Hallo,iya paman aku akan segera kembali"ucap Raya kepada pamanya yang menelpon
"Maaf Tuan muda Saya harus pulang sekarang, Sampai Jumpa besok"
Baru saja Raya akan beranjak dari tempatnya berdiri Reyhan sudah menariknya hingga ia terjatuh dalam pelukan Reyhan.
"Terimakasih, Teruslah berada di Sampingku sampai saatnya Tiba,aku akan menjadikan mu, wanita yang paling Bahagia di dunia ini"Ucap Reyhan sambil memeluk Raya
Raya yang merasa kaget Hanya terdiam Tanpa membalas pelukan Reyhan.
Bagaikan pungguk merindukan Rembulan,dia telalu tinggi di atas sana,Apakah aku terlalu egois jika menginginkannya "batin Raya
walaupun sdah khujanan tpi sisa bau & kotoran msih ada kan biar cuma dikitt ??
good job kak🖒🖒🖒🖒🖒