Kepergiannya 5 tahun lalu membuat kehidupan Deevana hancur berantakan, ia yang terbiasa hidup bebas dan lekat dengan dunia malam di manfaatkan oleh Ayah dan Kakak laki-lakinya. Deeva di paksa menemani para pria hidung belang setiap malam demi menghidupi keluarganya yang jatuh miskin lalu memiliki banyak hutang.
Di tengah rasa lelah dan putus asa ,nyatanya Deeva di jual kepada seorang pengusaha kaya raya.
Dan, betapa terkejutnya gadis malang itu saat tahu jika pria yang membelinya ternyata berondong kecilnya di masa lalu.
Apakah, cinta lama akan bersemi kembali setelah kontrak pernikahan di antara mereka telah ditanda tangani?
Sekuel dari nupel SAGARA ya, belum mampir silahkan baca lapak Ibun dan PanDa dulu, keh 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 25
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"David, mau apa disini?" tanya Aga yang heran dengan kedatangan sepupu laki lakinya tersebut.
"Kenapa? ini bukan rumahmu, aku bebas kemari kapan pun aku mau!" jawabnya dengan nada bicara tak enak di dengar.
Aga hanya tersenyum sinis, bukan tak mau menimpali hanya saja ada Deeva yang sedang bersamanya. Wanita cantik itu sampai mendongak ke arahnya dengan tatapan penuh tanya, sungguh di wajar kan karna suhu ruangan mendadak mencekam saat kedua pria itu kini saling berhadapan.
"Aunty dan Auncle katanya tak ada? hem, hebat ya kalian hanya berdua saja," ujarnya di selingkuh tawa kecil.
"Berdua? lalu, Ibu mu itu apa, hah?!"
Aga yang tak ingin berdebat di depan istrinya langsung menarik Deeva ke arah tangga. Ia bosan jika harus berhadapan dengan saudara yang hatinya penuh dengan kedengkian.
Cek lek
Pintu di buka sedikit kasar, Deeva yang masuk lebih dulu tetap melanjutkan langkah ke arah ranjang yang pastinya di susul juga Oleh Aga.
"Ayo ceritakan, siapa dia?" tanya Deeva saat sang suami sudah ada dalam pelukannya. Hanya hal ini yang bisa ia lakukan, yaitu memberi rasa damai di saat keadaan sedang tak baik baik saja.
"David itu anak laki-laki dari Tante Sintya. Sudah lama mereka ingin rumah ini. Tapi kakek gak pernah kasih, bukan karna beliau serakah tapi takut jika di jual sedangkan ini peninggalan dari Daddy dan Mommy," jelas Aga.
"Di jual? untuk apa? bukankah kalian ini kaya raya?" tanya Deeva tak percaya, ia bukan orang bodoh yang tak tahu siapa keluarga Pradipta.
"Yang kaya raya itu keturuna Kakek Zico, kalau keturunan Nenek Tata semua abis, makanya lagi ngincer rumah ini. Entah lah, mereka belok semua," kata Aga yang membuat Deeva tak paham.
Ya, anak pertama dari Daddy Ricko adalah Mitha sebelum ia dan Mommy Ameera punya anak kandung sendiri yaitu Zico. Si sulung yang menikah dengan pria biasa membuat anak dan cucunya tak terima karna merasa tak seimbang padahal sudah punya bagian harta masing masing.. Beberapa aset yang di wariskan ternyata tak di kelola dengan baik, lebih banyak foya foya dibanding mengurus perusahaan hingga akhir nya bangkrut dengan jumlah hutang yang cukup fantastis. Belum lagi kejadian kejadian di luar batas keluarga mereka, Zevanya harus hamil duluan saat ia berada di luar negeri (Ada di novel Skala) sedangan David entah sudah berapa kali keluar masuk penjara dengan berbagai kasus.
"PanDa bukan gak punya rumah, tapi ini amanah dari Kakek. Banyak kenangan di sini layaknya rumah utama. Uang yang di berikan untuk keluarga mereka pun sudah terlalu banyak. Semakin di bantu, justru semakin tak tahu diri," keluh Aga dengan helaan napas berat.
Ia yang pernah memperkerjakan David di kantor cabang nyatanya hanya bertahan 4 hari. Pria itu bertengkar dengan seorang satpam perusahaan karena tak menyapanya sama dengan Aga.
"Aku paham, Sayang. Jadi rencana mu apa?" tanya Deeva.
Jujur, kedatangan Tante Sintya saja sudah membuatnya merasa tak nyaman, di tambah ada pria dewasa yang barusan melihatnya dari ujung kaki hingga rambut dengan tatapan tak biasa, penuh gejoLaK napSUu, Deeva yang pernah bekerja di Club malam tentu bisa membedakannya.
"Ikuti saja alurnya dulu, aku ingin tahu segigih apa mereka ingin merebut rumah ini."
.
.
.
Tapi, perasaaan ku tak enak, Ga...