NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dokter Forensik Jadi Anak Villain

Transmigrasi Dokter Forensik Jadi Anak Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sinnox

Amelia Kusumawardhani, seorang dokter forensik yang blak-blakan dengan kehidupan sederhana yang dipenuhi novel, anime, dan kerajinan tangan, tidak pernah menyangka kematiannya akan membawanya ke dalam novel favoritnya.

Lebih buruk lagi, ia terlahir sebagai anak pungut keluarga penjahat dalam cerita asli yang ditakdirkan untuk menghancurkan kerajaan.

Dan dia sendiri?
Ia hanya memiliki satu akhir dalam novel.

Yaitu mati.

Berlatar di sebuah Kerajaan Fantasi bergaya Eropa, akankah Amelia mampu bertahan, menemukan kebenaran, dan mengubah takdir yang seharusnya menjadi miliknya. Bagaimanakah kelanjutan kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinnox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulut Yang Berbahaya

Makan siang berlangsung cukup tenang. Eve sibuk dengan makanannya, sementara Lucien makan tanpa banyak bicara. Sesekali hanya terdengar bunyi alat makan yang beradu pelan dengan piring. Suasana semacam ini sudah tidak asing bagi Eve. Mereka memang belum cukup dekat untuk mengobrol sepanjang waktu, dan Lucien juga bukan tipe orang yang terlihat membutuhkan percakapan saat makan.

Eve baru saja mengambil sepotong daging kecil ketika Lucien tiba-tiba memecah keheningan.

"Bagaimana keadaanmu?"

Tangan Eve berhenti di udara.

Dia menoleh perlahan.

'Hah?'

Eve berkedip beberapa kali, memastikan dirinya tidak salah dengar. Lucien masih terlihat santai, bahkan tidak menunjukkan ekspresi khusus ketika mengajukan pertanyaan tersebut.

'Dia nanya keadaan gue? ada apanih'

Seorang Lucien Valois tiba-tiba menanyakan kabarnya.

Pria yang biasanya hanya memanggilnya ketika ada urusan tertentu, pria yang terlihat keberatan ketika menghabiskan waktu bersamanya, sekarang malah duduk di meja yang sama dan bertanya apakah dia baik-baik saja.

Eve menatap Lucien beberapa detik.

'Jangan-jangan-'

Sudut bibirnya hampir terangkat.

'Pesona anak kecil gue mulai bekerja.'

Ada sedikit rasa bangga yang sulit disembunyikan. Siapa sangka pria sedingin Lucien ternyata mulai peduli juga setelah beberapa hari berhadapan dengan wajah imutnya. Eve akhirnya memutuskan meladeni pertanyaan tersebut.

"Ape baik, Papa," jawabnya dengan suara cadel sambil kembali mengambil makanannya.

"Bagus."

Lucien mengangguk kecil. Eve baru hendak melanjutkan makan ketika Lucien kembali berbicara dengan nada yang sama tenangnya.

"Karena kau baik baik saja. tiga hari kedepan kau harus ikut Festival Berburu bersamaku, dan tidak ada penolakan"

Sendok Eve hampir terlepas dari tangannya.

'...Apa?'

Dia menatap Lucien dengan mata membulat.

'Gue tadi bilang gue baik-baik aja, bukan berarti gue siap dibawa berburu!terus? waktunya.. 3 hari coy! gila ni manusia. Dikasih hati malah minta jantung. '

Eve bahkan belum selesai mencerna perkataan tersebut ketika pikirannya langsung dipenuhi berbagai kemungkinan. Festival berburu bukan sekadar acara kecil bangsawan. Festival tersebut merupakan perayaan tahunan yang juga dikenal sebagai Festival Panen, diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Dewi. Dan dalam The Rose and Crown, festival tersebut merupakan salah satu event penting. Di sanalah Seraphina, sang heroine, bertemu dengan putra mahkota.

Eve memandang Lucien dengan wajah tidak percaya.

'Kenapa gue harus ikut?'

Dia bahkan baru berusia empat tahun. Bagaimana bisa anak seusianya ikut festival berburu yang melibatkan para bangsawan dan kegiatan berburu? Eve meletakkan sendoknya perlahan, lalu menatap Lucien dengan ekspresi paling menggemaskan yang bisa dia keluarkan.

"Tapi Ape macih kecil," keluhnya sambil sedikit memonyongkan bibir.

Lucien bahkan tidak terlihat terpengaruh.

"Kau sudah menjadi seorang Valois."

Jawabannya begitu cepat sampai Eve merasa negosiasinya baru saja dihancurkan sebelum sempat dimulai.

"Karena itu, kau harus belajar bersikap layaknya seorang Valois."

Eve menahan napas.

'Tu congor gak bisa di jaga hah? enak banget ngomong nya.'

Lucien melanjutkan makan seolah pembicaraan tersebut bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan.

"Para kakakmu juga sudah mengikuti kompetisi berburu sejak kecil."

Eve menatap kosong ke piringnya.

'Ya.. itu mereka bukan gue, gue bukan orang gila kayak orang-orang Valois'

Dia tidak bisa membayangkan anak empat tahun membawa senjata dan mengejar hewan di hutan. Bahkan dalam kehidupan sebelumnya, membawa anak kecil ke tempat berburu saja sudah cukup membuat Eve bertanya-tanya tentang kewarasan orang dewasa.

Lucien mengambil gelasnya.

"Aku akan memastikan seorang guru yang baik mendampingimu."

Eve mengangkat wajah.

"Guru?"

"Dia akan mengajarimu apa yang perlu kau lakukan selama festival."

Eve kembali terdiam. Awalnya dia ingin terus menolak. Namun semakin lama dia memikirkan festival tersebut, semakin banyak hal yang muncul di kepalanya.

'Kalau dipikir-pikir,'

Tatapan Eve perlahan berubah.

'Pergi ke festival bukan ide yang buruk.'

Selama ini dia hanya mengenal dunia luar dari apa yang tertulis dalam novel. Banyak informasi yang dia miliki berasal dari cerita utama, sementara kejadian di luar alur utama masih menjadi wilayah yang sama sekali tidak dia pahami.

Kalau dia ikut festival, setidaknya Eve bisa melihat sendiri keadaan Kekaisaran Elarion dan bertemu dengan beberapa tokoh yang selama ini hanya dia kenal dari halaman novel.

'Siapa tahu gue bisa dapat informasi penting.'

Bahkan kalau Seraphina dan putra mahkota benar-benar bertemu seperti dalam cerita, Eve bisa melihat bagaimana semuanya dimulai. Atau setidaknya dia bisa melihat langsung siapa saja yang berpotensi akan membunuhnya. Tentu saja dia tidak berniat ikut campur.

Eve akhirnya mengangkat wajah dan tersenyum.

"Baiklah, Ape akan ikut Papa."

Lucien menatapnya sebentar.

Seolah jawaban tersebut sudah dia perkirakan sejak awal, pria itu hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makan.

"Bagus."

Eve mengambil sendoknya lagi. Namun dalam hati, dia masih menggerutu.

'Mulut gue memang kadang-kadang bawa masalah.' Dia menghela napas kecil.

Keesokan harinya, perkataan Lucien ternyata bukan sekadar omong kosong yang di ucapkan sambil makan siang. Setelah sarapan, Eve diberi tahu bahwa jadwalnya mulai berubah. Pelajaran bersama Elyndor berpindah setelah makan siang, sementara pagi hari akan diisi dengan latihan khusus sebagai persiapan mengikuti Festival Berburu.

Eve yang baru selesai bersiap kemudian dibawa Cecil menuju salah satu ruangan latihan di sayap mansion. Begitu pintu terbuka, seorang pemuda sudah menunggu di dalam.

Pemuda tersebut langsung berlutut ketika Eve masuk. Seragam latihan berwarna gelap membungkus tubuhnya dengan rapi, lengkap dengan lambang keluarga Valois di bagian dada. Rambut cokelat gelapnya dipotong pendek, wajahnya terlihat tegas, dan sepasang mata abu-abu menatap Eve dengan sikap penuh hormat. Tubuhnya cukup tegap dengan bahu lebar dan postur yang menunjukkan bahwa dia terbiasa berlatih menggunakan senjata.

"Perkenalkan, Nona Aveline. Nama saya Joel," ucapnya sambil menundukkan kepala. "Saya merupakan anggota pasukan ksatria Valois. Mulai hari ini, saya ditugaskan untuk mendampingi Nona dalam persiapan Festival Berburu."

Eve tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap Joel cukup lama. Entah kenapa, dari sudut pandang Eve, pemuda tersebut terlihat sangat dewasa.

Eve masih memperhatikannya ketika Joel yang sejak tadi berlutut mulai merasa sedikit canggung.

"No-Nona...?" Suara Joel membuyarkan lamunan Eve.

"Ah... Alo, Tuan Joel." Eve berkedip.

Tubuh Joel langsung menegang.

"Nona, Anda seharusnya tidak memanggilnya 'Tuan Joel'." Cecil yang sejak tadi berdiri di samping Eve segera mendekat dan berbisik pelan.

"Tenapa?" Eve menoleh kepada Cecil.

"Karena kedudukan Nona sebagai putri Duke," jelas Cecil. "Nona tidak perlu menggunakan panggilan kehormatan seperti itu kepada seseorang yang berada di bawah kedudukan Yang Mulia Duke."

"Tapi dia lebih tua." Eve kembali menatap Joel.

Joel yang masih berlutut langsung tersentak.

Wajahnya berubah sedikit aneh, seolah perkataan Eve barusan menyentuh bagian yang cukup sensitif.

"Nona..." Joel menunjuk dirinya sendiri dengan ragu. "Saya masih sembilan belas tahun."

"Ce- Cembilan beyas?" Eve membeku.

"Benar, Nona." Joel mengangguk.

Mata Eve langsung membesar. Dia bahkan spontan menunjuk Joel dengan jari kecilnya.

"Bayi!"

Ruangan mendadak hening. Cecil menundukkan wajah, berusaha keras menyembunyikan tawanya. Sementara Joel hanya menatap Eve dengan ekspresi terkejut. Eve baru menyadari perkataannya sendiri. Dia perlahan menurunkan tangannya dan mencoba mengubah topik.

"Ekhem- Joel mawu ngajal Ape?"

Joel masih menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas.

"Yang bayi itu bukan saya, Nona."

'Gue kira dia jauh lebih tua jadi ga salah dong. ' Eve pura-pura tidak mendengar.

Dia kembali menatap Joel dari atas sampai bawah.

'Kalau cuma sembilan belas...'

Dalam hati Eve merasa tidak salah. Usianya memang sudah lebih dari tiga puluh tahun sebelum transmigrasi. Dibandingkan dirinya, Joel memang masih sangat muda.

Eve menahan senyum kecil sebelum kembali memasang wajah polos.

'Kalau Lucien masih bocah, Joel masih bayi'

Joel baru saja hendak berdiri ketika Eve menambahkan dengan santai.

"Tapi tetep bayi."

Cecil akhirnya tidak mampu menahan tawa kecilnya.

Joel menutup mata sebentar, seolah sedang mempertanyakan keputusan hidup yang membawanya sampai berada di ruangan tersebut.

"Baiklah, Nona," katanya pasrah. "Kalau begitu, mari kita mulai latihan."

1
Nisa Nisa
wadau lucu kali ngomong nya siapa jadi capa🤣
Nisa Nisa
belum tentu bunuh diri juga kan bisa jdi dia di bunbun🤭
Myz Pena
eve dan ape atau epe ?? 🤣🤣🤣
Myz Pena
wkwkkwkwk tunggu thor aku ngakak ya Allah 🤣🤣🤣
Myz Pena
banyak banget makanannya.. emang bia dihabisin ??🤧
Myz Pena
ya Tuhan,, bukannya kemarin di bilang mirip cacing.. sekarang pendek lagi 🤣🤣
ginevra
jangan2 kamu yang dicari Mel... wah auto kaya raya
Myz Pena
sudah dibilang kamu cari alasan aja biar nggak makan sama tuh orang 🤧
ginevra
Amelia nggak bakalan takut soalnya jiwanya kan orang dewasa
ginevra
namanya makanan bayi ya hambar donk... kalau pakai Masako nanti tenggorokan sakit
Cimol krispy
tapi Ave dan eve beda tipis aja kok
Cimol krispy
tapi apa eve bisa makan itu semua
Cimol krispy
ya jelas ada dia lah eve, orang memang dia yg bawa kamu kesini
Cimol krispy
mau bilang eve kurus kan lo
Cimol krispy
ya iyalah mau dimandiin. kan baru 4 th
Cimol krispy
kamu harus bisa jadi pawang buat Lucien
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
hoo iya nama jangan di ganggu gugatt, mantapp Evelyn 🤣
Xlyzy
mungkin ceritanya udah melenceng semenjak kehadiran kamu
Xlyzy
ya enakan kamu lah berubah jadi anak kicik lagi bisa manja manja lagi weh🤣
Xlyzy
Sabar ya tunggu 10 tahun lagi nanti balas dendam 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!